Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Komunikasi Efektif antara Mahasiswa Doktoral, Supervisor, dan Keluarga dalam Mendukung Penyelesaian Studi melalui Kegiatan Edukasi Webinar Harsi Admawati; Jonris Tampubolon; Eliyah Acantha Manapa Sampetoding; Birrul Walidain; Eka Wahyu Sholeha; Nindya Adiasti; Anggun Gunawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mgbsbb41

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dalam bentuk webinar edukatif yang ditujukan kepada dosen, calon mahasiswa Strata Tiga (S3), serta mahasiswa S3 yang sedang menempuh studi doktoral. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman dan strategi praktis bagi para peserta agar dapat menjalani studi S3 secara efektif dan berkelanjutan serta (2) menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal, termasuk peran keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam proses studi. Metode pelaksanaan berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta refleksi pengalaman peserta. Materi kegiatan disampaikan oleh tiga narasumber yang memiliki pengalaman akademik dan profesional di bidang riset serta pembimbingan studi doctoral. Peserta kegiatan terdiri dari 112 orang dari 62 perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan program dinilai berdasarkan angket respon peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa, 68 % peserta mempertimbangkan studi S3 di luar negeri dengan yakin, 26% belum yakin, dan 6% tidak yakin. Sebanyak 69% peserta sangat puas, 28% puas, dan 3% cukup puas dengan kegiatan ini. Pada aspek kualitas materi, 78% peserta menilai materi berkategori sangat baik dan 22% menilai baik. Sebanyak 70% peserta menilai topik webinar sangat relevan dengan kebutuhan peserta, 27% menilai relevan, dan 3% menilai cukup relevan. Dalam memahami studi S3 di luar negeri, kegiatan ini dinilai sangat oleh 67% peserta, membantu oleh 29% peserta, dan cukup membantu oleh 4% peserta. Kegiatan dianggap menarik, informatif, inspiratif, dan sangat bermanfaat dalam menambah wawasan serta motivasi untuk studi S3 di luar negeri. Temuan penting kegiatan ini adalah kesesuaian relevansi materi dengan kebutuhan peserta, pengalaman narasumber, dan kesempatan diskusi iteraktif. Namun, pembahasan teknis dan rinci terkait persiapan studi S3 ke luar negeri, interaksi pada sesi tanya, durasi kegiatan, dan frekuensi kegiatan perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemahaman, strategi, dan kesadaran peserta dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan personal berhasil dilakukan dengan memberikan informasi sesuai kebutuhan oleh narasumber berpengalaman secara interaktif.
Optimizing The Use Of Wi-Fi Bandwidth In The Bumi Jaya Village Office Environment Eka Wahyu Sholeha; Herpendi; Dery Yuswanto Jaya; Dewi Indra Anggraeni
Jurnal Abdimas Cendekiawan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May
Publisher : Yayasan Cendekiawan Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56134/jaci.v2i2.120

Abstract

The efficient management of internet networks in public service environments is critical to supporting productivity and ensuring uninterrupted administrative operations. In Bumi Jaya Village, Pelaihari, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, unrestricted use of Wi-Fi particularly for online gaming by local youth had disrupted office activities and compromised service quality. To address this issue, this study implemented the Queue Tree bandwidth management feature on Mikrotik devices, aimed at optimizing network performance and prioritizing essential services. The research was conducted through initial surveys and observations to assess usage patterns and existing infrastructure. A customized Queue Tree configuration was then applied to limit bandwidth for non-essential activities while preserving access. The results demonstrated a substantial improvement in bandwidth efficiency, with administrative and public service tasks receiving consistent and prioritized connectivity. Moreover, the initiative contributed to a more professional work atmosphere, reducing distractions, noise, and improper use of public facilities. Importantly, the program also involved capacity building for village office staff, equipping them with practical knowledge to monitor and manage the network sustainably. This approach not only resolved technical issues but also supported the development of digital governance competencies at the local level. The implementation of Queue Tree proved to be a strategic solution that enhances digital infrastructure, promotes responsible internet use, and fosters a more effective public service environment.