Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI KINERJA PELAT KOLEKTOR DATAR DENGAN BERBAGAI MODEL TUBE KOLEKTOR SENAGAI PEMANAS AIR SURYA AKTIF Nicolas Titahelu; Cendy S. E. Tupamahu; Sefnath J. E. Sarwuna
ALE Proceeding Vol 5 (2022): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.5.2022.53-58

Abstract

Peningkatan populasi global hampir empat kali lipat dalam satu abad terakhir, tetapi industrialisasi yang cepat, diikuti oleh urbanisasi dan standar hidup yang tinggi, menyebabkan peningkatan enam kali lipat yang mengejutkan pada konsumsi air dunia. Menurut PBB, diperkirakan 2,7 miliar orang akan kekurangan akses ke air minum yang aman dan sekitar 2/3 dari populasi dunia akan menghadapi kelangkaan air pada tahun 2025. Saat ini, hampir 1% dari penduduk dunia yang tinggal di daerah pesisir bergantung pada air tawar dihasilkan oleh desalinasi. Namun, desalinasi air membutuhkan jumlah energi yang besar, dapat merusak organisme laut, dan efisiensi desalinasi biasanya kurang dari 20%. Dalam mengatasi masalah tersebut akan dirancang beberapa model tube kolektor dan akan di uji dengan memvariasikan laju aliran massa fluida: 1232,217 Kg/s, 2464,433 Kg/s, 3696,65 Kg/s, 4928,867 Kg/s, 6161,083 Kg/s. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konfigurasi paling optimal dari kolektor pelat datar. Hasil penelitian ini menunjukan model tube serpentin menghasilkan efisiensi tertinggi dengan 48,67 % pada laju aliran massa 6161,083 Kg/s.
UJI PENGARUH PANJANG PIPA KAPILER TERHADAP KERJA UNIT PEMBUAT ES SKALA KECIL MENGGUNAKAN OUTDOOR AC 2 PK R. Ufie; Cendy S.E Tupamahu; M. Mas’ud Tohepaly
ALE Proceeding Vol 5 (2022): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.5.2022.106-109

Abstract

Pabrik es umumnya dibangun untuk skala menengah hingga skala besar dengan produksi berkisar 7,5 – 152 ton/24 jam menggunakan unit regrigerasi siklus kompesi uap yang terdiri kompresor jenis open type dimana kompresor dan motor penggerak dirangkai secara terpisah dan dengan pemanfaatakan kondensor yang didinginkan dengan air (water cooled condenser) yang bekerja dengan didukung oleh unit pendinginan air berupa cooling tower. Pengembangan unit pembuat es skala kecil dengan memanfaatkan outdoor AC telah dilakukan oleh CV Mutiara Pessel untuk pembekuan es dalam kemasan plastik dan CV Samudera Pendingin untuk pembekuan es dalam cetakan. Walaupun upaya terobosan ini dapat dikatakan berhasil dengan memproduksi es dalam jangka waktu tertentu, tidak diperoleh informasi apakah unit pembuatan es yang dibuat telah didasarkan pada pengujian utuk mendapatkan kondisi operasi yang optimum. Dengan demikian secara akademis masih terdapat tantangan pengembangan untuk menghasilkan unit pembuatan es berdasarkan pendekatan optimasi terhadap kondisi dan variabel unit refrigerasi yang dibutuhkan. Pada mesin refrigerasi siklus kompresi uap (SKU), pipa kapiler merupakan alat yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dari tekanan kondensasi ke tekanan evaporasi. Untuk itu, penelitian ini menggunakan 3 variasi panjang pipa kapiler yakni 0,75, 1,0, dan 1,25m. Modifikasi panjang pipa kapiler dimaksudkan agar dapat dicapai temperatur evaporasi yang lebih rendah dari temperatur brine yang direncanakan dan juga agar dapat dipertahankan temperatur kondensasi yang lebih tinggi dari temperatur lingkungan. Hasil perhitungan pengaruh ukuran pipa kapiler terhadap kerja unit pembuat es yaitu untuk panjang pipa kapiler 0,75 m Wk sebesar 43,320 kJ/kg, panjang pipa kapiler 1,0 m, Wk sebesar 49,880 kJ/kg dan untuk panjang pipa 1,25 m besarnya Wk 57, 530 kJ/kg. Terlihat bahwa semakin panjang pipa kapiler semakin meningkat nilai kerja unit pembuat es secara linier.
STUDI PERBANDINGAN METODE SAW DENGAN TOPSIS UNTUK MEMUTUSKAN PENERIMAAN BANTUAN KARTU INDONESIA PINTAR Ratih Puspitasari; A. Y. Leiwakabessy; Cendy S. E Tupamahu
Jurnal ISOMETRI Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Jurusan Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.049 KB) | DOI: 10.30598/isometri.2022.1.2.56-75

Abstract

Tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong sangat rendah, karena masih banyak anak-anak di Indonesia yang putus sekolah. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah menggeluarkan program pendidikan berupa Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program tersebut bertujuan untuk menghilangkan hambatan ekonomi bagi para siswa untuk tetap dapat melanjutkan sekolah. Namun pada kenyataanya, pemerima program tersebut dinilai masih kurang akurat, karena masih banyak anak yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah namun tidak menerima bantuan KIP. Untuk mempermudah proses pengambilan keputusan, maka perlu dibangun sebuah sistem pengambilan keputusan yang dapat membantu memberikan rekomendasi para siswa yang berhak mendapatkan kartu KIP. Salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode TOPSIS dan SAW dalam sistem pendukung keputusan. Dalam penelitian ini data yang diambil adalah data kualitatif pada SMA N 20 Maluku Tengah dengan metode wawancara, pengambilan data berupa kriteria dan bobot penilaian serta data 5 tahun penerimaan beasiswa KIP. Meskipun terdapat perbandingan untuk masing – masing alternatif dan bobot penilaian dimana terlihat menunjukan perubahan ranking tetapi rentang nilai dari metode SAW dan TOPSIS tidak berbeda jauh, rentang minimalnya dan 0.01 rentang maksimalnya yaitu 0.3616 sehingga aplikasi pendukung keputusan Metode SAW dan metode TOPSIS dapat digunakan dalam pengambilan keputusan penerimaan bantuan KIP.
ANALISIS PENERIMA BERAS MISKIN UNTUK MASYARAKAT NEGERI LAHA BERBASIS WEB Indah Juanda Purnama Sari Sileuw; A. Y. Leiwakabessy; Cendy S. E Tupamahu
Jurnal ISOMETRI Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Jurusan Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.268 KB) | DOI: 10.30598/isometri.2022.1.2.126-131

Abstract

kemiskinan adalah keadaan di mana terjadinya ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendididkan dan kesehatan. Program raskin ini merupakan subsidi pengan sebgai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin. Dan sebagai upayah peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat pada tingkat harga subsidi dengan jumlah yang telah ditentukan dan pengurangan beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemenuhan sebagai kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Adapun model metode yang akan digunakan adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini merupkan metode dangan cara mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dan pada setiap atribut. Metode Simple Additive Weighting (SAW) daoat membantu dalam pengambilan keputusan suatu kasus, akan tertapi perhitungan dengan menggunakan metode ini yang hanya menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif yang terbaik.
Peningkatan Kemampuan Siswa Siswi SMA Negeri 31 Maluku Tengah Melalui Pelatihan MS.Excel Benjamin G Tentua; Cendy S E Tupamahu
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.467

Abstract

Dampak Era globalisasi ialah terjadinya perubahan dari tata nilai dan sikap, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat kehidupan yang lebih baik. Untuk itu sumber daya manusia diharuskan untuk mengikuti perkembangan serta mampu untuk beradaptasi terhadap perubahan dengan cepat. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan kepemudaan. Berdasarkan hal tersebut, tim PkM akan melakukan pelatihan Microsoft excel untuk siswa kelas 12 SMA Negeri Ureng, dengan tujuan yaitu meningkatkan kemampuan siswa mengoperasikan computer khususnya Microsoft Excel. Metode yang dilakukan ialah metode pelatihan learning by doing. Pada metode ini akan dilakukan melalui pengenalan pre test, pemberian materi, mengerjakan persoalan bersama, dan evaluasi langsung lewat tugas yang diberikan. Hasilnya dengan menggunakan learning by doing ialah dari 30 siswa SMA Negeri 31 Ureng yaitu terjadi peningkatan jumlah siswa yang mampu mengoperasikan MS.Excel sesuai dengan tugas dan waktu yang diberikan.
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KONDENSOR VERTIKAL PIPA HELIKAL KOIL UNTUK DESTILASI MINYAK ATSIRI SEREH Nicolas Titahelu; Danny Samuel Pelupessy; Cendy Sophia Edwina Tupamahu; Ammar F Rumagutawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v14i1.1219

Abstract

The main focus of this research is to modify the straight pipe of the Citronella essential oil distillation condenser using a helical coil pipe to shorten the distillation time. This study aims to obtain an effective shell-side fluid volumetric rate to shorten the distillation time. The volumetric rate of the shell side fluid varies from 0.72 to 3.66 LPM at a constant pitch ratio of 2.10. Recording of data in the form of temperature, volumetric rate of shell side water, and tube side steam after steady state is reached. The experimental results show that the effectiveness increases with the increase in the volumetric flow rate of the shell side fluid, where the maximum effectiveness at the volumetric flow rate of 3.66 LPM is 69.99%, while the minimum effectiveness at the volumetric flow rate of 0.72 LPM is 44.39%. The results of the validation of the effectiveness of the condenser show a trend curve that is identical to the previous research, with an average deviation of 5.67%. The maximum volumetric flow rate with a minimum distillation time of 120 minutes with a condensate volume of 8 ml or 240 minutes is smaller than the result of straight-pipe condenser distillation by UKM. The maximum effectiveness is due to an increase in the Reynolds number on the shell side, which results in an increase in the actual heat transfer. It can be concluded that the maximum condenser effectiveness at a maximum volumetric rate of 3.66 LPM could be used for refining Citronella essential oil by SMEs.
EVALUASI KINERJA POMPA SENTRIFUGAL BERKAPASITAS 600 KL/Hr PADA SISTEM PEMOMPAAN MINYAK Wulfilla Maxmilian Rumaherang; Corie Fany Refwalu; Cendy Sophia Edwina Tupamahu; Sefnath Josep Etwan Sarwuna; Edwina Jerusalem Rumaherang
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.17-27

Abstract

Pompa sentrifugal adalah pompa dengan efisiensi tinggi, konstruksi sederhana dan banyak digunakan di dunia. Pompa sentrifugal modern saat ini beroperasi dengan efesiensi lebih dari 70% pada berbagai nilai putaran. Namun kesesuaian kerja dengan sistem pemompaan merupakan masalah penting dalam engineering dimana pompa harus dipilih sesuai kebutuhan sistem sehingga dapat bekerja dengan baik dan effisien. Pemilihan dan pengoperasian pompa untuk aplikasi didasarkan pada kurva karakteristik yaitu hubungan antara head (H), daya (P) dan efesiensi (η) terhadap debit (Q) dan kesesuaiannya dengan system pemompaan. Berapakah nilai optimal kinerja pompa dan sistemnya merupakan masalah utama riset ini yang harus diselesaikan dengan tujuan menentukan kondisi optimal kerja pompa dan sistem pemompaan. Analisis dilakukan secara teoritis dan membandingkan hasilnya dengan data lapangan yang tersedia. Secara teoritis pompa kondisi optimum dimana parameter-parameter operasi berada pada nilai efesiensi pompa maksimum yaitu 70%, dimana head optimum pompa berada pada nilai Q/Qd =1,28 atau pada nilai debit Q = 0,054 m3/s, daya yang diberikan oleh pompa pada titik ini mencapai maksimum. Karena hasil perhitungan head pompa menunjukan hasil yang hampir mendekati nilai head aktual hasil pengamatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan teoritis dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perencanaan dan operasi sistem pemompaan.
KAJI TEORITIK KEBUTUHAN ES BAGI KEBUTUHAN PENDINGINAN IKAN CAKALANG SEGAR SESUAI MASSA, SUHU DAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN Cendy S E Tupamahu; Rikhard Ufie; Ajit Tuasikal
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.44-52

Abstract

Salah satu cara menjaga kualitas ikan agar tetap segar, yakni melalui upaya pendinginan dengan menggunakan es. Untuk memahami lebih lanjut proses pendinginan ikan dengan es, masih perlu dilakukan kajian untuk mengetahui hubungan antara berbagai variabel pendinginan dalam skala yang lebih besar sesuai kebutuhan pendinginan dengan coolbox. Dalam penelitian ini dilakukan kajian teoritik terhadap proses pendinginan ikan dengan es dimaksud dengan berfokus pada pengaruh bertambahnya massa ikan pada berbagai variasi suhu akhir pendinginan dan waktu pendinginan variasi terhadap kalor total dan laju kalor peleburan, kebutuhan massa es, perbandingan massa ikan dan massa es serta laju peleburan es yang diperlukan. Massa ikan divariasikan 15, 25, dan 35 kg dan jenis ikan yang digunakan adalah ikan cakalang. Suhu awal ikan adalah 25oC sedangkan suhu akhir pendinginan ikan 2,5oC, 5oC dan 7,5oC. Waktu pendinginan 60 hingga 600 menit. Hasilnya Besar kalor total peleburan es untuk suhu akhir pendinginan ikan 2,5oC sebesar 1.073.250J, 1.788.750 J, dan 2.504.250 J. Untuk suhu akhir pendinginan ikan 5oC yaitu sebesar 954.000 J, 1,590.000 J, dan 2.226.000 J. untuk suhu 7,5oC yaitu sebesar 834.750 J, 1.391.250 J, dan 1.947.750 J. Besar laju kalor peleburan es massa ikan 13, 25, dan 35 kg untuk temperatur akhir 2,5oC adalah 298.13 W, 496.88W, 695.63W.Untuk temperatur akhir 5oC sebesar 265W, 441.67W, dan 618.33W. sedangkan untuk temperatur akhir 7,5oC adalah sebesar 231.88W, 386.46W, dan 541.04W.
EKSPERIMENTAL STUDI VARIASI PUTARAN SPINDEL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST-42 Benjamin G Tentua; Cendy S.E Tupamahu; Frans Silooy
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.15-19

Abstract

Kualitas permukaan hasil pembubutan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kecepatan putaran spindel dan pemilihan sudut sisi potong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar tingkat kekasaran permukaan pada proses bubut material ST 42. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan mesin bubut konvensional Huvema Model HU 460 X 2000 VAC. Material benda kerja adalah ST-42 dengan diameter 25 mm, panjang 80 mm, pahat HSS ¾ x 6. Variasi putaran spindel 275 rpm, 400 rpm, 605 rpm dan sudut sisi potong 75o. Data yang dihasilkan dari proses penelitian dianalisis menggunakan Desain eksperimental. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada putaran spindel 605 Rpm menghasilkan nilai rata-rata kekasaran permukaan ( RaTotal) = 4,200 μm, putaran 400 rpm menghasilkan nilai rata-rata ( RaTotal) = 4.471μm dan untuk putaran spindel 273 rpm, menghasilkan nilai rata-rata kekasaran permukaan tertinggi RaTotal) = 6.752 μm. Tingkat kekasaran permukaan yang dicapai putaran 605 rpm dan putaran 400 rpm adalah N8, putaran 275 rpm adalah N10, yang mana masih diizinkan sesuai ISO Roughness Number.
EVALUASI UMUR PAKAI SPROKET RODA BELAKANG SEPEDA MOTOR JUPITER Z1 Benjamin G Tentua; Cendy S.E Tupamahu
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.98-101

Abstract

Sproket adalah salah satu komponen dari sepeda motor yang berpasangan dengan rantai. Fungsi sproket untuk mentransmisikan gaya putar dari engine ke roda belakang. Sepeda motor Jupiter Z1 merupakan motor 2 tak dimana hasil dari pembakaran mesin digunakan untuk menghasilkan daya pada motor. Daya mesin kemudian ditransmisikan oleh kopling melalui poros penggerak ke poros penerus yang dihubungkan dengan sprocket depan dari sepeda motor. Putaran dari Sproket depan kemudian diteruskan ke sprocket belakang melalui rantai untuk menggerakan roda belakang. Dalam pengoperasiannya sprocket dan rantai selalu bergesekan sehingga sproket maupun rantai akan mengalami keausan. Keausan Komponen-komponen transmisi itu, mengakibatkan putaran yang dihasilkan menjadi kurang optimal dan mengurangi umur pakai dari sprocket maupun rantai. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai keausan dan umur pakai dari sproket. Hasil penelitian menunjukan bahwa sproket akan mengalami kehilangan berat sebesar 8 gram, untuk pemakaian selama 1350 hari atau 3.9 tahun atau 98.672,85 siklus. Untuk umur sproket sampai kondisi harus diganti mengalami kehilangan berat sebesar 17,2 gram, untuk pemakaian selama 2109.3 hari atau 5.8 tahun atau 154.170.8 siklus.