Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK KANDANG DENGAN BERBAGAI DOSIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) PADA ULTISOL Maulana Malik; Kuswanta Futas Hidayat; Sri Yusnaini; Maria Viva Rini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.449 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i2.1828

Abstract

Lahan yang mendominasi di Indonesia adalah lahan dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah dari Ordo Ultisol. Untuk meningkatkan kesuburannya dapat diaplikasikan pupuk kandang dan FMA. Adapun tujuan penelitian ini adalah; (1) mengetahui pengaruh aplikasi FMA terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi kedelai pada Ultisol; (2) mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kandang dengan berbagai dosis terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi kedelai pada Ultisol; (3)mengetahui apakah respons tanaman kedelai pada Ultisol terhadap aplikasi FMA dipengaruhi oleh dosis pupuk kandang yang diaplikasikan; (4) mengetahui dosis pupuk kandang optimum untuk aplikasi FMA pada tanaman kedelai. Percobaan dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Produksi Perkebunan Jurusan Agroteknologi FP Unila dari bulan Agustus hingga November 2015. Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (2x5) menggunakan rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi FMA (M) yang terdiri atas dua taraf, yaitu tanpa aplikasi FMA (M 0 ) dan dengan aplikasi FMA (M 1 ). Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (K), terdiri atas lima taraf yaitu (K 0 ) 0 ton/ha, (K 1 ) 5 ton/ha, (K 2 ) 10 ton/ha, (K 3 ) 15 ton/ha, dan (K 4 ) 20 ton/ha pupuk kandang. Pemisahan nilai tengah diuji dengan uji Polinomial Ortogonal dengan α 0,05 dan 0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) aplikasi FMA mampu meningkatkan produksi tanaman kedelai pada tanah Ultisol melalui variabel pengamatan jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 20 butir biji; (2) aplikasi pupuk kandang hingga dosis 20 ton/ha masih meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai melalui variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, bobot akar kering, bobot tajuk kering, serapan P tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 20 butir biji; (3) respons tanaman kedelai pada Ultisol akibat aplikasi FMA tidak dipengaruhi oleh dosis pupuk kandang yang diaplikasikan; (4) belum terdapat dosis pupuk kandang optimum untuk aplikasi FMA pada tanaman kedelai.
Teknik Anti-aliasing Untuk Peningkatan Kualitas Grafis 2D Muhammad Arul Andiransyah; Maulana Malik; Adi Riskiyanto; Noval Ilyas Immaduddin
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 2 No 1 (2024): JRIIN: Jurnal Riset Informatika dan Inovasi
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik Anti-aliasing meruapakan teknik yang digunakan untuk merepresentasikan citra resolusi tinggi pada resolusi yang lebih rendah. Aliasing disebut artifak distorsi yang merupakan efek blur pada gambar yang umumnya terjadi pada bidang fotografi. Efek blur atau artifak distorsi muncul dikrenakan lensa pada kamera yang kurang fokus, lalu intensitas cahaya yang masuk kedalam lensa terlalu tinggi, serta gerakan pada objek yang tidak dapat ditangkap oleh kamera sehingga gambar yang ditangkapa memiliki efek blur. Selain pada bidang fotografi anti-aliasing digunakan juga pada grafik komputer, audio digital, dan bidang lainnya. Dalam menangani Anti-aliasing ada beberapa teknik yang umunya dijumpai yaitu Metode (SSAA) Supersampling Anti-aliasing, (TAA)Temporal Anti-aliasing, (MSAA) Multiplesampling Anti-aliasing, serta juga teknik yang memliki teknologi modern yaitu (FXAA) Approximate Anti-aliasing, dan (SMAA) Subpixel Morphological Anti-aliasing. Metode ini digunakan untuk mendapatkan untuk meningkatkan kualitas visual agar gambar yang terlihat lebih halus dan realistis.
Kelimpahan Zooplankton Berdasarkan Resting Egg pada Sedimen Situ Cijeruk Kabupaten Sukabumi Maulana Malik; Arif Supendi; Novita MZ; Pelita Octorina
Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober : Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/zebra.v2i2.79

Abstract

This study aims to determine the potential zooplankton abundance based on resting eggs in situ cijeuk Sukamekar Village Sukaraja sub-district, Sukabumi district. This research was conducted from October to November 2023. October - November 2023. The sampling location was determined by purposive sampling. The research area was divided into 5 sampling points. Data analysis using the abundance formula and the Microsoft Excel 2013 program and a microscope equipped with the scopeImage 9.0 application scopeImage 9.0 application. The results showed the abundance of Resting eggs at 5 observation points ranged from 92 ± 58 - 1009 ± 1206 grains/m², egg diameter ranged from 4.3 ± 0.57 - 7 ± 1 µm, indicating that the presence of resting egg zooplankton in the cijeruk site still has natural food potential and the results of water quality observations at each station with temperatures ranging between 24.33 ± 0.58 - 25.33 ± 0.58ºC, pH 5.08 ± 2.07 - 6.34 ± 0.31, dissolved oxygen1.83 ± 1.29 - 4.70 ± 1.95 mg/l, brightness 27.50 ± 17.26 - 114 ± 25.06 cm.
Peningkatan Produktivitas UMKM Kedai Ndeso melalui Inovasi Alat Rebus Berbasis Sistem Multi - Saringan Efisien Yolanda Maghdalena Sihaloho; Lutfiah; Rayhan Ramadhan; Maulana Malik; Zaggad D’illah Rihan Ohorella; Istantyo Yuwono
Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025): Juli: Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/transformasi.v2i3.1913

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting Indonesia's economy, contributing 61.07% to the national Gross Domestic Product (GDP). However, MSMEs still face various challenges, particularly low productivity due to limited access to technology and production equipment. A clear example is Kedai Ndeso, located in Jiyu Village, Kutorejo District, Mojokerto Regency. This small food business faces inefficiencies in the noodle boiling process, which is still done manually using conventional methods, resulting in limited production capacity and longer service times. Through this community service program, the implementation team aimed to develop and apply an appropriate technology innovation in the form of a multi-strainer noodle boiler to help improve MSME productivity. The method used was a participatory approach, actively involving the Kedai Ndeso owner throughout each stage of the program, which was conducted from July 13 to 24, 2025. The developed noodle boiler measures 35x35x35 cm and is made of food-grade stainless steel. It features six separate strainers, allowing six portions of noodles to be cooked simultaneously in the same amount of time.nTesting results demonstrated that this tool significantly increased production efficiency without compromising the quality of the noodles. It also led to operational cost savings, especially in terms of energy use and labor time. Additionally, training and outreach activities were carried out to ensure effective knowledge transfer to the MSME owner. This appropriate technology innovation has proven to be a practical solution for MSMEs in the culinary sector, helping them increase productivity and competitiveness while maintaining consistent product quality and ensuring food safety. Therefore, this initiative provides a tangible contribution to supporting the sustainability and independence of small enterprises in rural areas, empowering them to compete more effectively in the modern economy.