Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

ANALISIS RUGI – RUGI DAYA PADA PENAMBAHAN PEMBANGKIT DISTRIBUTED GENERATION DI SISTEM KELISTRIKAN BAU – BAU DAN RAHA Widya Astriyani; Iwa Garniwa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sistem kelistrikan terbagi – bagi di setiap pulaunya. Studi kali ini menjadikan Sistem Kelistrikan Bau – Bau dan Raha sebagai obyek studi dimana kedua pulau tersebut memiliki sistem kelistrikan yang saling terkoneksi. Sehingga dalam aplikasinya Sistem Bau – Bau dan Sistem Raha termasuk ke dalam sistem terdistribusi. Dalam memenuhi kebutuhan beban di Sistem Bau – Bau dan Sistem Raha maka hal yang paling memungkinkan saat ini adalah penambahan pembangkitpembangkit baru. Penambahan pembangkit baru di dalam suatu sistem distribusi saat ini lebih dikenal sebagai distributed generation (DG). Penambahan distributed generation baru di dalam sistem distribusi tentunya akan mempengaruhi kondisi rugi – rugi teknis (losses) pada sistem tersebut. Studi ini menggunakan ETAP Power Station versi 16.0.0 sebagai media untuk menghitung rugi - ruhi sistem yang diakibatkan adanya distributed generation baru pada Sistem Bau – Bau dan Sistem Raha. Perhitungan losses sistem dibagi atas dua skenario dimana skenario pertama adalah saat pembangkit listrik distributed generation dikoneksikan dengan bus 20 kV gardu induk di Bau – Bau, sedangkan untuk skenario kedua adalah pembangkit distributed generation akan dikoneksikan kepada salah satu bus 20 kV terujung penyulang. Setelah dilakukan kalkulasi hasil rugi - rugi sistem pada skenario pertama adalah sebesar 8,735% sedangkan rugi – rugi sistem yang dihasilkan dari simulasi skenario kedua adalah sebesar 8,443%.
STUDI PENERAPAN ENERGY SAVING PERFORMANCE CONTRACT DALAM EFISIENSI ENERGI LISTRIK SEKTOR BANGUNAN GEDUNG DI INDONESIA Femy Sanana Sanvia; Iwa Garniwa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor bangunan gedung merupakan salah satu pengguna energi listrik terbesar. Sistem pada bangunan gedung yang menggunakan energi listrik terbesar, antara lain adalah sistem tata udara, sistem pencahayaan, dan sistem transportasi gedung. Energy Saving Performance Contract (ESPC) dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung implementasi efisiensi energi pada sektor bangunan gedung hingga 10-30%. Studi ini menginvestigasi penerapan ESPC dalam retrofit perangkat sistem tata udara pada gedung, yaitu Chiller. Retrofit perangkat Chiller dapat menghasilkan efisiensi energi listrik sebesar 210 MWh/tahun atau mengurangi konsumsi energi listrik hingga 30% dengan investasi payback period 5 tahun. Studi ini dapat diperluas untuk mengembangkan penerapan ESPC di Indonesia.