Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IKLIM DAN POTENSI TEGAKAN SENGON (Falcataria moluccana) DI HUTAN RAKYAT DESA JATI BALI KABUPATEN KONAWE SELATAN Aminuddin Mane Kandari; Safril Kasim; La Ode Agus Salim Mando; La Ode Midi; Suhartin Triyani Palebangan
Jurnal Belantara Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.403 KB) | DOI: 10.29303/jbl.v3i2.513

Abstract

This study aims to determine the climatic conditions that occur at Sengon cultivation sites and determine the standing potential number of trees, base area, and volume of sengon stands in community plantation forests that follow the people's seed garden program. Data collection is carried out in August to November 2018.  The location of this village is at the coordinates of 04° 5'12 '' - 04°3'15'' LS and 122° 24'00'' - 122° 23'00'' BT and at altitude of 108 m above sea level. The population in this study is the sengon stand with an area of 5.8 ha. The sample area is determined with an intensity of 6.2% and the area of 1 plot is 0.04 ha, so the number of plots is 9 units. The results showed that 1) climatic conditions in the study location are classified as type B climate or wet (Schmidth-Ferguson method) including the category of tropical rain forests with an average number of wet months (BB) 9.2 and dry months (BK) 1.5 with a Q value of 0.16. Average annual rainfall is 2 662.6 mm, the monthly average rainfall of the highest in May was 347.4 mm with an average number of  rainy days by 22.5 days and the lowest in September was 83.0 mm with an average rainy day of 11 days, while the longest rainy day occurred in April during 22.6 days with rainfall reaching 262.1 mm and the fastest occurred in October for 10.3 days with rainfall reaching 101.7 mm. The average annual temperature is around 230C with an  320C, with the lowest monthly average of 25.3oC (August) - 28.1oC (December). This fact indicates that the climatic conditions in Jati Bali Village South Konawe District are suitable for the development of sengon plants. 2) the potential of sengon stands in the village of Jati Bali South Konawe Regency, namely the number of trees 866 btgha-1, base area of 9.76 m2ha-1, volume of stands of 94.15 m3ha-1.    
the PERAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA PUDARIA JAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Hafidah Nur Hafidah Nur; Nur Arafah; sitti Marwah; Rosmarlinasiah; La Ode Agus Salim Mando
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.47

Abstract

Keberadaan hutan di Indonesia memiliki potensi yang besar, baik dari segi ekologis, ekonomi, maupun sosial. Pengelolaan hutan saat ini menerapkan sistem perhutanan sosial, Perhutanan sosial merupakan sistem dalam mengelola hutan secara lestari dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar hutan. Tujuan perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu serta peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pudaria Jaya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sampel penelitian ini adalah 55, dari pihak masyarakat Desa Pudria Jaya. Data diolah dalam bentuk tabelulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu laki-laki memiliki alokasi waktu dalam bekerja sebesar 89,70% dan perempuan sebesar 10,3% sedangkan dalam pengambilan keputusan didominasi oleh laki-laki dengan persetase sebesar 88,66% dan untuk perempuan dengan persentase sebesar 11,34%.
LOCAL WISDOM IN AGROFORESTRY MANAGEMENT IN LALONGGOWUNA VILLAGE, TONGAUNA DISTRICT, KONAWE REGENCY Hafidah Nur; Nur Arafah; Rosmarlinasiah; Satya Agustina Laksananny; Anas Nikoyan; La Ode Agus Salim Mando; Titik Nofiyanti; Wa Ode Mar’atun Sholiha
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.192

Abstract

Kearifan lokal adalah nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam melakukan kegiatan sehari-hari bagi masyarakat disuatu daerah. Salah satu jenis pengelolaan sumber daya yang terdapat di Indonesia dan dikelola berdasarkan pengetahuan lokal ialah agroforestri. Agroforestri adalah suatu sistem pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari dengan cara mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama. Masyarakat suku tolaki mengenal sistem agroforestri dengan nama mepombahora yang merupakan salah satu bentuk agroforestri tradisional yang dipraktikkan sejak dahulu serta berperan penting dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal dalam pengelolaan Agroforestri oleh masyarakat Desa Lalonggowuna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan di Desa Lalonggowuna Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, mulai bulan Januari – Februari 2025. Metode penelitian menggunakan metode sensus yaitu teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan mepombahora yaitu terdiri dari monggiiki ando’olo, momboposuka, mosalei, humunu, moenggai, motasu, mosaira, mete’ia, mosale/pombupa/pinaaki /mosowi.