Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Kinerja Polisi Hutan di Kawasan Tahura Nipa-Nipa Sulawesi Tenggara Hafidah Nur; Sitti Marwah; Rosmarlinasiah; Nur Arafah; Suciadi Nurcakti Alfir
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023):
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pelaksanaan tugas; serta efektivitas kinerja Polhut Tahura Nipa-Nipa dalam menjalankan Tugas pokoknya. Penelitian ini dilakukan di Kantor UPTD Balai Tahura Nipa-Nipa Sulawesi Tenggara yang berlangsung selama 2 bulan yakni bulan Januari sampai dengan Februari 2013. Sampel penelitian ini adalaha Polhut, dari pihak Balai Tahura Nipa-Nipa serta dari unsur masyarakat. Data dianilis dengan menggunakan teknik Skala Likert.Hasil penelitian menunjukan bahwa Tugas pokok polisi kehutanan adalah menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, memantau, dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan serta peredaran hasil hutan. Kinerja Polhut Tahura Nipa- Nipa baik dalam menjalankan tugas pokok/wewenang telah efektif, sedangkan kinerja Polhut dalam menjalankan tugas teknisnya telah efektif.
the PERAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA PUDARIA JAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Hafidah Nur Hafidah Nur; Nur Arafah; sitti Marwah; Rosmarlinasiah; La Ode Agus Salim Mando
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4, No 2 (2023): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v4i2.47

Abstract

Keberadaan hutan di Indonesia memiliki potensi yang besar, baik dari segi ekologis, ekonomi, maupun sosial. Pengelolaan hutan saat ini menerapkan sistem perhutanan sosial, Perhutanan sosial merupakan sistem dalam mengelola hutan secara lestari dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar hutan. Tujuan perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu serta peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pudaria Jaya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sampel penelitian ini adalah 55, dari pihak masyarakat Desa Pudria Jaya. Data diolah dalam bentuk tabelulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu laki-laki memiliki alokasi waktu dalam bekerja sebesar 89,70% dan perempuan sebesar 10,3% sedangkan dalam pengambilan keputusan didominasi oleh laki-laki dengan persetase sebesar 88,66% dan untuk perempuan dengan persentase sebesar 11,34%.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI LEBAH TANPA SENGAT TRIGONA sp. DI DESA LALOPISI KECAMATAN MELUHU KABUPATEN KONAWE Sarwinda Intan Putri; Rosmarlinasiah; Zakiah Uslinawaty; Niken Pujirahayu; Satya Agustina Laksannany; Abigael Kabe; Miselin Ratu
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the income from stingless bee farming (Trigona sp.) in Lalopisi Village, Meluhu District, Konawe Regency. Data were collected through interviews with nine beekeepers involved in the honey farming business. The methodology includes field observations and quantitative analysis to calculate production costs, revenue, and annual income from honey harvesting. The results indicate that the majority of beekeepers are in their productive years (30-45 years old), with most having completed education up to junior high school level. The average annual production cost per beekeeper is IDR 6,125,000, with operational and equipment costs being the largest components. The annual revenue varies significantly among the beekeepers, with total revenue reaching IDR 38,580,000, but the average net income is only about IDR 3,606,111 per year per beekeeper. The study finds that honey production volume and managerial skills play a major role in determining income levels. Although the business shows promising potential, external factors such as climate change and bee colony health are major challenges. These findings imply that to improve beekeepers' income, more training and broader market access are essential. The sustainability of bee farming depends heavily on better management and supportive policies
LOCAL WISDOM IN AGROFORESTRY MANAGEMENT IN LALONGGOWUNA VILLAGE, TONGAUNA DISTRICT, KONAWE REGENCY Hafidah Nur; Nur Arafah; Rosmarlinasiah; Satya Agustina Laksananny; Anas Nikoyan; La Ode Agus Salim Mando; Titik Nofiyanti; Wa Ode Mar’atun Sholiha
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.192

Abstract

Kearifan lokal adalah nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam melakukan kegiatan sehari-hari bagi masyarakat disuatu daerah. Salah satu jenis pengelolaan sumber daya yang terdapat di Indonesia dan dikelola berdasarkan pengetahuan lokal ialah agroforestri. Agroforestri adalah suatu sistem pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari dengan cara mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama. Masyarakat suku tolaki mengenal sistem agroforestri dengan nama mepombahora yang merupakan salah satu bentuk agroforestri tradisional yang dipraktikkan sejak dahulu serta berperan penting dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal dalam pengelolaan Agroforestri oleh masyarakat Desa Lalonggowuna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilakukan di Desa Lalonggowuna Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, mulai bulan Januari – Februari 2025. Metode penelitian menggunakan metode sensus yaitu teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal atau tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan mepombahora yaitu terdiri dari monggiiki ando’olo, momboposuka, mosalei, humunu, moenggai, motasu, mosaira, mete’ia, mosale/pombupa/pinaaki /mosowi.