Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KARAKTERISASI POROSITAS NANOKARBON CANGKANG BUAH SAWIT MENGGUNAKAN SCANNING ELEKTRON MICROSCOPE (SEM) Vivi Purwandari; Hestina Hestina; Zuhairiah Nasution; Hotromasari Dabukke; M Mukmin
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2021): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Referring to data from the Directorate General of Plantations of the Ministry of Agriculture throughout 2019, the area of oil palm plantations in Indonesia is estimated at around 14.68 million hectares, with total production reaching 51.8 million tons per year or the largest in the world. In 1 ton of palm oil produces 6.5% shell waste or 65 kg. Nanocarbons with their unique properties are now widely used in various applications such as batteries, supercapacitors, sensors and so on. Utilization of palm fruit shell waste as a nanocarbon material with a micropore structure, large surface area and high pore volume is the goal of this research.
PEMANFAATAN TAR PIROLISIS TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN BIOASPAL RAMAH LINGKUNGAN Mawarni Hutabarat; Liver Zai; Vivi Purwandari; Hestina Hestina; Mia Endang Sari Sinaga
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis pasokan aspal berbasis minyak bumi telah mendorong upaya inovatif dalam pengembangan bahan pengikat jalan yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tar hasil pirolisis tempurung kelapa sebagai bahan baku bioaspal melalui metode pencampuran panas (hot mix). Formulasi dilakukan dalam dua tahap: Bioaspal I dengan variasi rasio tar, karbon tempurung kelapa (KTK), dan serbuk tempurung kelapa (STK); serta Bioaspal II dengan penambahan lem fox sebagai perekat tambahan. Parameter fisik yang dianalisis meliputi berat isi, berat jenis, dan kerapatan relatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel B1-D merupakan formulasi terbaik pada Bioaspal I, dengan nilai berat isi 1,10 g/cm³, berat jenis 1,32 g/cm³, dan kerapatan relatif 0,22 g/cm³. Sementara itu, pada Bioaspal II, sampel B2-C menunjukkan performa paling optimal dengan berat isi 0,93 g/cm³, berat jenis 1,12 g/cm³, dan kerapatan relatif 0,19 g/cm³. Analisis morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) mengungkapkan bahwa Bioaspal I memiliki struktur permukaan yang lebih padat dan homogen dibandingkan Bioaspal II. Penelitian ini menunjukkan bahwa tar tempurung kelapa memiliki potensi sebagai alternatif bahan bioaspal, meskipun diperlukan pengujian lanjutan seperti penetrasi, daktilitas, titik nyala, dan titik bakar untuk memastikan kelayakan aplikatif secara teknis.
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK CPKO DAN RBDPS SETELAH PROSES FRACTIONATION–DISTILLATION BERDASARKAN ANALISIS GC-FID Masdi Masdi; Hestina Hestina; Erdiana Gultom; Liver Iman Putra Zai; Vivi Purwandari
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) merupakan fraksi minyak sawit dengan karakteristik komposisi asam lemak yang berbeda dan berpotensi mengalami perubahan distribusi komponen selama proses pemisahan termal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan profil asam lemak CPKO dan RBDPS sebelum dan sesudah proses fractionation–distillation. Sampel dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) setelah derivatisasi menjadi fatty acid methyl esters (FAME), dengan parameter yang diamati berupa komposisi relatif asam lemak berdasarkan persentase luas area puncak kromatogram. Hasil menunjukkan bahwa sebelum distilasi CPKO didominasi asam laurat (48,39%), sedangkan RBDPS didominasi asam palmitat (60,90%). Setelah proses fractionation–distillation, komposisi CPKO berubah signifikan dengan dominasi asam oleat (59,83%) dan palmitat (21,20%), sedangkan RBDPS menunjukkan dominasi asam oleat (52,93%) dan palmitat (23,27%). Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses distilasi memperkaya fraksi dengan asam lemak rantai panjang akibat perbedaan volatilitas komponen. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai selektivitas pemisahan termal pada fraksi minyak sawit untuk mendukung optimasi proses industri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLAH LIMBAH ASAP CAIR INDUSTRI SANTAN KELAPA SEBAGAI BIOPESTISIDA DENGAN DESTILASI SEDERHANA Mahyuni Harahap; Hestina Hestina; Vivi Purwandari; Susi Santriani Drudu; Sowua Putra Hia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5011-5016

Abstract

Limbah asap cair industri santan kelapa merupakan limbah yang memiliki nilai tinggi dan perlu dimanfaatkan. Senyawa yang terkandung dalam asap cair bisa digunakan sebagai biopestisida secara alat destilasi sederhana. Dalam kegiatan pengabdian ini, mitra yang dilibatkan adalah Ibu-Ibu PKK Desa Sigara Gara yang tergabung dalam kelompok Dapur Emak berusia 30 – 50 tahun. Tahapan kegiatan ini terdiri atas tiga, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Seperangkat alat destilasi sederhana telah berhasil dirangkai. Asap cair sebelum didestilasi berwarna hitam pekat berubah menjadi warna bening setelah didestilasi. Kelompok yang mengikuti kegiatan pengabdian merasakan manfaat yang positif dimana dapat memanfaatkan limbah asap cair sebagai biopestisida yang ramah lingkungan dan ekonomis.