Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ARTIKEL TINJAUAN: SISTEM KUALIFIKASI OPERATOR DI INDUSTRI FARMASI ERLIN ELISABETH HUTAPEA; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.33324

Abstract

Industri farmasi merupakan badan usaha dengan izin untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat yang mengandalkan langsung sumber daya manusia dalam menerapkan cara pembuatan obat yang baik. Operator merupakan seseorang yang bertugas menjaga dan menjalankan suatu peralatan ataupun mesin sesuai bagiannnya. Kualifikasi diperlukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam mengerjakan pekerjaan sesuai tanggung jawabnya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya kualifikasi operator bagi industri, langkah-langkah yang diperlukan dalam kualifikasi dan aspek apa yang harus dikualifikasi. Rangkaian sistem kualifikasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi aspek kualifikasi, penyusunan detail poin masing-masing aspek, menetapkan cara pemberian skor, melakukan kualifikasi awal, evaluasi hasil, pelatihan individu, dan melakukan kualifikasi akhir. Dengan adanya sistem kualifikasi untuk operator, diharapkan perusahaan dapat lebih mengetahui tingkat kemampuan setiap operator, mengidentifikasi kekurangan, dan secara kontinu melakukan perbaikan guna menjaga mutu produknya.
Review Artikel: Menjaga Integritas Data Pada Proses Penanganan Sampel di Industri Farmasi MUHAMMAD NAUFAL MU'TASHIM; IDA MUSFIROH
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.29815

Abstract

Data merupakan fakta, angka dan statistik yang dikumpulkan bersama untuk referensi atau analisis dimana integritas dari suatu data penting untuk menjamin kualitas yang dihasilkan. Namun, masih terdapat berbagai masalah dalam proses pengambilan sampel dan preparasi sampel yang dapat berdampak pada integritas data. Industri farmasi dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menggunakan sistem barcoding selama proses penanganan sampel mulai dari pengumpulan sampel hingga preparasi sampel untuk menghindari terjadinya kesalahan, Sistem barcoding tersebut dapat meningkatkan integritas data yang dihasilkan serta dapat memangkas waktu pengerjaan menjadi lebih singkat.
REVIEW: TEKNIK ANALISIS INSTRUMENTASI SENYAWA TANIN NAZILLA RESHKA FATHURRAHMAN; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.594 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17669

Abstract

Obat herbal dan sintetik dari berbagai sumber senyawa kian dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesehatan. Untuk melakukan pengembangan obat diperlukan Teknik Isolasi dan Identifikasi senyawa. Berbagai teknik yang digunakan untuk identifikasi diantaranya adalah penggunaan berbagai instrumen seperti Spektrofotometri UV-Vis, FTIR, HPLC dan NIR. Salah satu senyawa yang dapat dianalisis dengan menggunakan instrumen tersebut adalah Tanin. Tanin adalah salah satu senyawa aktif metabolit sekunder golongan polifenol yang dihasilkan oleh tanaman. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas metode instrumentasi yang dapat digunakan untuk identifikasi tanin pada sampel tanaman. Metode yang digunakan dalam review ini berdasarkan studi literatur dari beberapa publikasi ilmiah baik pada jurnal nasional maupun internasional
Analisis Timbal dalam Kerang Hijau, Kerang Bulu, dan Sedimen di Teluk Jakarta Emma Emawati; Rahmad Aprianto; Ida Musfiroh
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.337 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7907

Abstract

Timbal merupakan logam berat yang dihasilkan dari limbah industri dan ditemukan dalam perairan. Timbal dalam jumlah kecil tidak berbahaya bagi manusia namun jika jumlahnya melampaui batas dapat menyebabkan keracunan akut maupun kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat timbal dalam kerang hijau, kerang bulu, dan sedimen di perairan Teluk Jakarta. Metode yang digunakan adalah Spektrofotometri Serapan Atom, meliputi validasi metode analisis yang terdiri atas penetapan linieritas, batas deteksi dan batas kuantitasi, akurasi dan presisi, serta analisis kadar timbal pada sampel. Hasil  penelitian  menunjukkan nilai linieritas 0,9971, batas deteksi 0,04 µg/g, batas kuantitasi 0,14 µg/g, akurasi untuk sampel kerang dan sedimen berturut-turut adalah 99,66% dan 87,64%, nilai koefeisen variasi untuk sampel kerang dan sedimen berturut-turut adalah 0,64% dan 1,07%. Hasil analisis kadar timbal dalam kerang hijau adalah 13,98±1,924 µg/g, kerang bulu adalah 33,64±4,66 µg/g, dan sedimen adalah 28,6720±1,06 µg/g. Hasil analisis kadar timbal dalam sampel menunjukkan bahwa kandungan timbal berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan No.HK.00.06.1.52.4011 yaitu 1,5 µg/g.Kata kunci: Kerang, sedimen, spektrofotometri serapan atom, timbal
Inulin dari Akar Jombang (Taraxacum officinale Webb.) sebagai Prebiotik dalam Yoghurt Sinbiotik Wiwiek Indriyanti; Rizki Desvianto; Sulistiyaningsih -; Ida Musfiroh
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.088 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7904

Abstract

Jombang (Taraxacum officinale Webb.) dikenal dengan taraksakum (Jawa), dandelion (Inggris), pu gong ying (China), mempunyai kandungan inulin pada akarnya. Inulin merupakan polimer dari monomer-monomer fruktosa yang dapat berfungsi sebagai prebiotik. Untuk lebih mengetahui manfaat inulin dari akar jombang sebagai prebiotik dan mengaplikasikannya dalam yoghurt sinbiotik.  Tahapan penelitian meliputi ekstraksi inulin dari akar jombang, identifikasi inulin, uji aktivitas prebiotik, pembuatan bibit yoghurt, fermentasi yoghurt sinbiotik, dan uji analisis yoghurt. Ekstraksi inulin dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan campuran etanol-air dan pemucatan dengan karbon aktif, diperoleh rendemen serbuk inulin sebesar 5,12%. Uji aktivitas prebiotik secara in vitro terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri Lactobacillus burgaricus dan Bifidobacterium bifidum. Serbuk inulin dari akar jombang dengan konsentrasi 0, 3, 5, dan 7% dapat meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dalam yoghurt sinbiotik masing-masing memberikan viabilitas sebesar 1,7; 3,65; 4,55; dan 7,2 cfu/mL (x108).Kata kunci: Inulin, jombang, prebiotik, yoghurt sinbiotik
ANALISIS SWOT DALAM STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG Nadia Ulil Fatiya; Ida Musfiroh
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 4 No. 7 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v4i7.2590

Abstract

Apotek merupakan sarana kesehatan yang menyediakan pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker. Pada saat ini apotek menjadi fasilitas pelayanan yang prospektif karena semakin meningkatnya prevalensi penyakit yang berdampak pada meningkatnya permintaan obat. Semakin banyaknya bisnis apotek baru yang berdiri setiap tahunnya, maka dibutuhkan adanya strategi pengembangan bisnis untuk mempertahankan atau meningkatkan daya saing terhadap apotek kompetitor yang semakin kompleks. Penelitian ini dilakukan di salah satu apotek di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) dengan metode pengumpulan data berupa data primer dan sekunder. Setelah mendapatkan data berupa variabel, angka pembobotan, dan pemeringkatan, kemudian dilakukan perhitungan skor untuk dapat melakukan analisis mengenai strategi yang dapat diterapkan di Apotek. Hasil penelitian dari analisis SWOT diperoleh hasil IFAS dengan total skor sebesar 1,612 sedangkan untuk hasil EFAS dengan total skor sebesar 0,251. Pada hasil diagram SWOT, Apotek berada pada kuadran I yaitu Strategi Agresif (growth oriented strategy). Hasil Strategi Matriks SWOT diperoleh nilai tertinggi berada pada strategi SO yaitu sebesar 4,238, sehingga dapat disimpulkan bahwa rencana strategi yang dapat diterapkan pada apotek adalah memanfaatkan kekuatan internal apotek untuk menciptakan peluang eksternal.