Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Review Artikel : Transfer Metode Analisis Nita Sari; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1694.733 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22523

Abstract

AbstrakTransfer metode analisis adalah proses terdokumentasi yang dirancang untuk memverifikasi kemampuan laboratorium dalam melakukan metode analisis tertentu yang berasal dari laboratorium lain. Transfer metode analisis ini bertujuan untuk mengetahui bahwa validasi yang dilakukan sudah tepat sekaligus mengetahui kemampuan laboratorium penerima dalam melakukan suatu metode analisis. Transfer metode analisis ini juga menggambarkan kesiapan laboratorium dalam menerima suatu metode analisis. Artikel ini akan membahas tentang pentingnya transfer metode analisis, hal-hal yang harus dipersiapkan, serta kunci keberhasilan dalam transfer metode analisis. Metode review dalam artikel ini dilakukan melalui penelusuran pustaka.Kata Kunci : Transfer Metode Analisis, Laboratorium Pengirim, Laboratorium Penerima. AbstractTransfer of analytical methods is an important way to find out that the validation done correctly and to know the receiver laboratory’s abillity to carry out an analysis method. Analytical transfer method also describes the readiness of the laboratory in accepting a method of analysis. This article will discuss the importance of analytical transfer methods, things that must be prepared, and  the key to successful transfer of analytical methods. The method of this review based on literature review.Keywords: Transfer Analysis Method, Sending Laboratory, Receiver Laboratory.
ARTIKEL KUPASAN : Out-Of-Trend Analysis pada Industri Farmasi Dinda Arditta; Ida Musfiroh; Rismiatin -
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.342 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16850

Abstract

Out of trend analysis sebagai salah satu inovasi dan perbaikan berkelanjutandalam melaksanakan pharmaceutical quality system pada Industri Farmasi. Out oftrend itu sendiri merupakan hasil observasi data yang tidak sesuai dengan tren yangdiharapkan, antara satu bets dengan yang lain atau dibandingkan dengan bets sebelumnya.Out-of-trend dapat dijadikan sebagai pertimbangan jangka panjang dalammelakukan validasi proses ataupun monitoring manajemen siklus produksi. Sehinggadapat meminimalisir adanya kegagalan dalam memproduksi suatu bets yangberurutan. Hal ini merupakan langkah proaktif dalam mengidentifikasi adanyapenyimpangan dalam siklus produksi. Food and Drug Administration (FDA) telahmempublikasikan panduan untuk industri farmasi dalam mengendalikan out-ofspesification,dan dikatakan pula perlu adanya out-of-trend analysis untuk memprediksikemungkinan terjadinya out-of-spesification di kemudian hari. Namun, belumadanya regulasi secara tertulis bagaimana mendeteksi dan mengendalikan outof-trend. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan gambaran melakukan outof-trend analysis menggunakan software Statistical process control pada parametertertentu beserta aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan out-of-trend analysis.Out-of-trend yang digunakan berdasarkan batas action menggunakan 3 sigmadan batas alert menggunakan 2 sigma.
Review Artikel : Metode Environmental Monitoring pada Area Ruang Bersih dan Proses Aseptik SALMA ALAINA ATISHA; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27125

Abstract

ABSTRAKEnvironmental monitoring (EM) adalah program pemeriksaan terhadap kontaminasi mikroba dan partikel di area ruang bersih dan area proses aseptik. Program EM ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap produk. Oleh karena itu program EM ini dirancang untuk mengevaluasi kualitas lingkungan area produksi sesuai dengan standar area ruang bersih yang ditetapkan oleh BPOM untuk produksi produk steril yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam program EM ada tiga yaitu passive air sampling, active air sampling, dan surface monitoring. Standar batas cemaran mikroba pada kelas A adalah <1 cfu/m3 dan standar batas partikulat udara ukuran   0,5 m di kelas A adalah 3,520 cfu/m3 dan partikulat udara ukuran  5 m adalah 20. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai metode yang dilakukan pada program EM.Kata Kunci : Environmental monitoring, area ruang bersih, area proses aseptik ABSTRACTEnvironmental monitoring (EM) is an inspection program for microbial and particle contamination in cleanroom areas and aseptic process areas. This EM program is carried out to prevent contamination of the product. Therefore the EM program is designed to improve the quality of the production environment in accordance with clean room standards set by BPOM for the production of quality sterile products. There are three methods used in the EM program, namely passive air sampling, active air sampling, and surface monitoring. The standard limit of microbial contamination in class A is <1 cfu / m3 and the standard limit of air particulate size ≥ 0.5 μm in class A is 3,520 cfu / m3 and air particulate size 5 μm is 20. This review is expected to help find information about the method used in the EM program.Keywords : Environmental monitoring, cleanroom area, aseptic process area
KARAKTERISASI Na-CMC HASIL SINTESIS DARI TANAMAN ECENG GONDOK MENGGUNAKAN ASAM SUKSINAT SEBAGAI PENGIKAT SILANG Fenadya Rahayu Agustriono; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.857 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14687

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) merupakan gulma perairan yang keberadaannya melimpah dan memiliki kandungan selulosa tinggi yang membuat tanaman ini berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan natrium karboksimetil selulosa (Na-CMC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Na-CMC yang disintesis dari selulosa eceng gondok dengan tiga jenis pelarut berbeda yaitu isopropil alkohol, isobutil alkohol, dan pelarut campuran isobutil alkohol-isopropil alkohol (1:4) serta mengetahui karakteristik Na-CMC hasil sintesis dari selulosa eceng gondok yang dicrosslink dengan asam suksinat. Penelitian ini meliputi isolasi α-selulosa, sintesis Na-CMC melalui tahap alkalisasi dan karboksimetilasi, proses ikat silang Na-CMC dengan crosslinker asam suksinat dan karakterisasi Na-CMC berdasarkan Farmakope Indonesia, SNI, dan JECFA. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pemerian, kelarutan, foam test, uji pengendapan, pH, dan susut pengeringan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Na-CMC hasil sintesis memenuhi seluruh persyaratan.
KARAKTERISTIK SENYAWA INHIBITOR YANG BERPOTENSI SELEKTIF TERHADAP RESEPTOR INDUCIBLE NOS : REVIEW JURNAL Syafdal Farisi; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.263 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.12648

Abstract

Artikel ini mengulas tentang karakteristik senyawa inhibitor yang berpotensi selektif terhadap reseptor inducible NOS . Secara endogen, NO disintesis oleh enzim NOS yang mempunyai tiga isoenzim yaitu endothelial NOS (eNOS), neuronal NOS (nNOS), dan inducible NOS (iNOS). Ketiga
Aplikasi Teknologi Nanopartikel Polimer Eter Selulosa Dalam Sistem Penghantaran Obat : Artikel Review ULY AULIA ULFAH; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.442 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10743

Abstract

Artikel ini mengulas tentang polimer eter selulosa yang dibentuk dengan teknologi nanopartikel dalam sistem penghantaran obat. Eter selulosa merupakan bagian dari selulosa yang ada di alam. Eter selulosa memiliki turunan diantaranya metil selulosa, etil selulosa, hidroksipropil selulosa, hidroksietil selulosa, hidroksipropil metil selulosa, hidroksi etil metil selulosa, natrium karboksi metil selulosa. Dalam artikel ini, metode yang digunakan dalam mengumpulkan data-data mengenai turunan eter selulosa yang sering digunakan dalam sediaan farmasi dan teknologi nanopartikel dalam sistem penghantaran obat diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan buku. Dalam farmasi, turunan eter selulosa sering digunakan dalam sediaan farmasi karena memiliki sifat yang khas. Dengan berkembangnya teknologi, banyak sediaan farmasi yang dikembangkan dalam bentuk nanopartikel seperti sistem obat dalam matriks yaitu nanoliposom, nanosfer dan nanokapsul dan sebagai kombinasi dalam sistem scaffold dan penghantaran transderma, hal ini dapat terjadi dikarenakan kemampuannya dalam menembus dinding sel, baik secara difusi, opsonifikasi maupun fleksibilitas. Polimer eter selulosa pada penerapannya memiliki sifat yang khas sehingga dapat digunakan sebagai matriks, coating tablet, granul, pengemulsi, pensuspensi dalam sistem penghantaran obat.Kata kunci : Eter selulosa, Nanopartikel, Sistem penghantaran obat
REVIEW: LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELUSURAN DAN PENGKAJIAN PATEN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU DI INDUSTRI FARMASI NURUL KARTIKA HANDAYANI; Ida Musfiroh; Dea Gilang Kancanawatie
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.499 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.21895

Abstract

Pengembangan produk adalah tulang punggung dan kekuatan yang mendasari industri farmasi dalam menghasilkan produk yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, dalam pengembangan produk harus memperhatikan paten yang berkaitan produk dengan cara melakukan penelusuran dan pengkajian paten. Terdapat dua metode dalam melakukan penelusuran paten, yaitu penelusuran paten secara resmi kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) dan secara mandiri. Setelah dilakukan penelusuran, dilanjutkan dengan pengkajian paten. Hasil dari pengkajian paten ini akan digunakan untuk memenuhi salah satu persyaratan pada saat pra-pendaftaran.Kata kunci: Pengembangan produk, penelusuran, pengkajian, paten, industri farmasi.
REVIEW: ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA DALAM PRODUKSI SEDIAAN FARMASI Hasna Nur Syahidah; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.513 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.15187

Abstract

Keamanan dan keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam suatu industri yang menjamin personilnya terbebas dari kecelakaan kerja dan menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja. Menurut laporan pelaksanaan kesehatan kerja tahun 2013, bahwa jumlah kasus kecelakaan yang disebabkan oleh pekerjaan berjumlah 428.844 kasus. Di industri farmasi, bahaya potensial yang dapat terjadi adalah bahaya fisika, kimia, biologi, dan ergonomi. Bahaya fisika adalah bahaya yang berkaitan dengan cahaya, suhu, kebisingan, dan lain-lain. Bahaya kimia merupakan bahaya yang disebabkan oleh zat-zat kimia yang terpapar kepada personil. Bahaya biologi disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan pathogen lainnya. Sedangkan bahaya ergonomi adalah bahaya yang berkaitan dengan fisik dan psikologis pekerja. Cara untuk mengurangi kemungkinan bahaya yang terjadi adalah dengan penilaian resiko dan pengendalian bahaya berdasarkan jenis bahaya. Dengan cara ini diharapkan angka kejadian kecelakaan kerja di industri farmasi dapat menurun.
REVIEW: PROSEDUR PELAKSANAAN KUALIFIKASI SUHU DAN WAKTU PEMBEKUAN DARI ICE GEL DENGAN METODE COMMISSIONING ADAM RENALDI; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.89 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22957

Abstract

Ice gel merupakan sebuah media gel yang digunakan untuk proses penyimpanan bahan dalam suhu rendah. Ice gel pada umumnya digunakan sebagai alat penunjang untuk penyimpanan obat-obatan agar berada pada suhu yang telah ditentukan. Proses kualifikasi merupakan proses yang penting dalam membuktikan bahwa sistem atau peralatan bisa berfungsi dengan baik dan memberikan hasil yang telah ditetapkan. Salah satu metode kualifikasi adalah commissioning, yaitu proses kualifikasi yang setara dengan kualifikasi instalasi, operasional dan kinerja. Proses ini ditentukan berdasarkan penilaian risiko terhadap produk (system impact assessment). Penilaian risiko bisa diterapkan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki jawaban “Yes/No”, sehingga sistem atau peralatan dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu berdampak secara langsung, tidak langsung dan tidak berdampak pada produk. Kemudian dibuat protokol commissioning yang berisikan desain pengujian yang diajukan.Kata Kunci: Ice Gel, Commissioning, System Impact Assessment
REVIEW ARTIKEL: PEMANFAATAN DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES MELLITUS BUNGA DACILIA HARSANTI; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.651 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22001

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan suatu keadaan dimana gula darah dalam tubuh meningkat. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memproduksi cukup insulin atau karena resistensi insulin. Obat herbal dianggap memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat sintetis sehingga banyak dipilih sebagai alternative pengobatan. Salah satu tanaman yang telah diketahui aktivitas antidiabetiknya adalah daun mangga (Mangifera indica L.). Senyawa flavonoid, yaitu mangiferin yang banyak terdapat pada daun mangga dianggap sebagai senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antidiabetik. Tujuan dilakukannya literature review ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik ekstrak daun mangga terhadap hewan uji dengan metode ekstraksi dan induksi serta dosis yang berbeda. Kata kunci: Diabetes mellitus, ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.), mangiferin ABSTRACTDiabetes mellitus is a condition which is glucose in the body increases. This condition is caused by the body that is unable to produce enough insulin or because of insulin resistance. Herbal medicine have lower side effects compared to synthetic drugs so they are mostly chosen as alternative medicine. One plant that has been known for its antidiabetic activity is mango leaves (Mangifera indica L.). Flavonoid compounds, namely mangiferin, are more commonly found in mango leaves which are considered responsible for antidiabetic activity. The purpose of this literature review is to know the antidiabetic activity of mango leaf extract on test animals by different extraction and induction methods and different doses.Keywords: Diabetes mellitus, mango leaves extract (Mangifera indica L.), mangiferin