Zul Asri
Departemen Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Kronologi

Bendi Transportasi Tradisional di Kota Padang 1960-2019 Rahma Yani; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.387 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i1.31

Abstract

This study discusses the transportation of hansom in the city of Padang because until now the hams can still survive in the city of Padang in competition with motorized vehicles. The purpose of this study is to describe the development of the dam as a traditional transportation in the progress of motorized transportation in the city of Padang from 1960-2019. Analyzing the economic life of the coachman of the city of Padang 1960-2019. The research methods used are library studies, archival studies, and interviews. The development of the hansom from 19601990 experienced competition with motorized vehicles such as oplets, bemos and city buses which were faster to the destination. Bendi in 1991-2000 experienced a decrease in passengers bdue to competing with taxis faster motorbike taxis added to the monetary crisis caused the driver of the bendi coach revenue to decrease. In 2001-2019 the bendi also experienced competition with motorized pedicabs, motorcycle taxi bases, puclic transportation, Trans Padang and online transportation. The route taken by the Andalas Plaza bendi-Muaro Lasak Beach –Purus Beach, Pasar Raya- Muaro Lasak Beach, Tanah Kongsi Market-Resident’s house, Siti Nurbaya Bridge.This gets the attentition of the adang city government on the continuity of the bendi to survive in the city of Padang by means of the coachman of the dam joined in the Empowerment of TourismConscious Groups as a supporter of tourism tourism in the city of Padang.
Perkembangan PT. NPM Padang Panjang 1997-2019 Yetri Erita; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.544 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i2.38

Abstract

This study describes the history of the company in the field of PT. NPM transportation. This type of research includes qualitative research using historical research methods. In historical research there are several steps namely heuristics (collecting data), source criticism (making criticism of existing sources), interpretation (making interpretations related to historical facts) and historiography (writing history). The results of this study explain the development of PT.NPM Padang Panjang as a family company still survives until the third generation. PT. NPM Padang Panjang was established in 1937 by Bahauddin Sutan Barbanso Nan Kuniang. In 1997 the company experienced a setback caused by several factors, namely; (1) the monetary crisis caused capital and spare parts costs to be expensive, so that it affected the increase in transportation prices, (2) the strategy of low-cost aircraft fares since 2002, (3) the existence of travel and minibuses resulted in passengers leaving large buses as a result PT. NPM stopped the AKDP (Inter-City Within Province) route in mid 2008. In the third Angga Vircansa Chairul (2009) PT. NPM experienced a heyday after formalizing tourism transportation in 2012 under the name Vircansa Tour Bous. End of 2018 a fresh breeze for transportation companies after the government implemented an increase in aircraft fares. Until 2019 PT. NPM serves regular transportation and tourism with the latest online ticket and route purchase system to Riau province.
Pengelolaan Situs Cagar Budaya di Kabupaten Agam: Rumah Gadang Angku Lareh ST. Harun (2012-2019) Siska Maharani; Zul Asri
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.116 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.63

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang sejarah lembaga pemerintahan dalam bidang pengelolaanSitus Cagar Budaya. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yangmenggunakan metode penelitian sejarah. Ada beberapa langkah yang dilakukan dalampenelitian sejarah yaitu heuristik (mengumpulkan data), kritik sumber (melakukan kritikterhadap sumber data), interpretasi (melakukan penafsiran yang berhubungan dengan faktasejarah) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menjelaskan pengelolaanterhadap situs Cagar Budaya di Kabupaten Agam yaitu Situs Cagar Budaya Rumah GadangAngku Lareh ST.Harun yang ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya oleh Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kabupaten Agam sejak tahun 2012. Lembaga yang bertanggung jawab untukmelakukan pengelolaan terhadap situs Cagar Budaya ini adalah Pemerintah pusat yaitu BalaiPelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Dinas Pendidikan dan KebudayaanKabupaten Agam dan Masyarakat. Namun dalam melakukan pengelolaan situs Cagar Budayaini terjadi perbedaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat mengenai siapa yang lebihbertanggung jawab untuk mengelola Situs Cagar Budaya. Pemerintah dan masyarakat salingmelempar tanggung jawab, yang seharusnya pengelolaan menjadi tanggung jawab bersamaantara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.
Perkembangan Perekonomian Pedagang di Pasar Raya Padang Pasca Gempa 2009-2019 Yuza sintiya; Zul asri
Jurnal Kronologi Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.535 KB) | DOI: 10.24036/jk.v2i4.72

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan Ekonomi di Pasar Raya Padang setelah kejadian gempa pada tahun 2009-2019. Bangunan infrastruktur di Pasar Raya Padang yang hancur akibat gempa, telah dibangun kembali oleh pemerintah. Proses pembangunan dan revitalisasi ini yang kemudian berpengaruh terhadap perekonomian para pedagang. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian sejarah.Ada beberapa langkah yang dilakukan dalam penelitian sejarah yaitu heuristik (mengumpulkan data), kritik sumber (melakukan kritik terhadap sumber data), interpretasi (melakukan penafsiran yang berhubungan dengan fakta sejarah) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menjelaskan setelah kekuatan gempa meluluhlantakan Pasar Raya Padang, pemerintah melakukan berbagai upaya agar pasar sentral ini kembali berfungsi. Upaya tersebutdiantaranya, pembangunan blok I, II, III, dan IV, menggratiskan pemakaian kios dan retribusi selama 1 tahun, merubah jalur angkot, dan mengadakan berbagai kegiatan publik dan menempatkan kantor pemerintahan. Hanya berselang dua puluh hari setelah gempa itu terjadi, pemerintahan Kota Padang berinisiatif untuk mendirikan kios-kios darurat. Selama berjualan di kios-kios darurat tersebut, para pedagang umumnya merasakan penurunan pendapatan.Kenyatannya, pasar raya yang telah diperbaiki tidak seiring dengan segi ekonomi pedagang, karena dibandingkan dengan sebelum gempa 2009 pendapatan mereka jauh lebih baik.