Tuhpawana P. Sendjaja
Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI (Kasus pada Petani Peserta Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di Kabupaten Ciamis) Zulfikar Noormansyah; Tuhpawana P. Sendjaja; Dini Rochdiani; Lies Sulistyowati
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7374.658 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16656

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengindentifikasikan karakteristik petani kedelai Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat, 2) Mengindentifikasikan respons petani dalam melaksanakan usahatani kedelai Program Pengembangan SLPTT Kedelai di lahan sawah dan darat, dan 3) Menganalisis hubungan karakteristik dan respon petani dalam Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat. Objek penelitian ini adalah karakteristik dan respon petani dalam melaksanakan program pengembangan SL-PTT Kedelai yang mengambil temapat penelitian di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan responden dalam penelitian ini 241 petani kedelai lahan sawah dari 4.256 petani, dan 137 petani kedelai lahan darat dari 2.414 petani dengan menggunakan stratifikasi random sampling. Untuk mengidentifikasi masalah ke-satu dan ke-dua dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang dan diukur dengan analisis nilai I (interval) untuk mengetahui pengukuran indikator karakteristik dan perilaku petani kedelai, dibagi kedalam lima kategori dengan panjang kelas interval untuk setiap kategori. Untuk masalah ke-tiga berkaitan pengukuran dengan skala ordinal digunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Secara umum karakteristik petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis baik lahan sawah maupun lahan darat masuk dalam kategori sedang. Karakterisrtik petani kategori lahan sempit untuk petani lahan sawah masuk kategori sedang, sedangkan petani lahan darat masuk kategorirendah. Karakteristik petani kategori lahan luas untuk petani lahan sawah masuk kategori  tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sedang 2) Respons petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis secara umum masuk kategori tinggi. Respon berdasar katebori lahan sempit untuk lahan sawah masuk kategori sedang dan petani lahan darat masuk kategori tinggi. Untuk kategori lahan luas respon petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sangat tinggi 3) Terdapat hubungan karakteristi dan respon petani dalam program pengembangan SL-PTT kedelai di Kabupaten Ciamis. Dengan sifat hubungan semakin tinggi karakteristik petani maka semakin tinggi pula respon petani dalam pelaksanaan program pengembagan SL-PTT kedelai di Kabupaten CiamisKata Kunci : Karakteristik, Respon Petani, Kedelai, Lahan sawah dan Lahan Darat
POTENSI KOMODITAS KOPI DALAM PEREKONOMIAN DAERAH DI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Dina Fithriyyah; Eliana Wulandari; Tuhpawana P. Sendjaja
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.019 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i2.3408

Abstract

Coffee is one of plantation commodities that plays an important role for Indonesian economy, in which of its benefits is for country income. The strategic role of coffee in Indonesian economy can be observed from contribution of the plantation sub-sector to Indonesia's Gross Domestic Product (GDP), in which coffee is the main plantation commodity. Pangalengan Sub District, Bandung District is one of the arabica coffee centers in West Java. Coffee has a big role to increase Gross Regional Domestic Product (GRDP) in Bandung. This study aims to determine the potential of coffee commodity for economic growth in Bandung, especially in Pangalengan. This research used quantitative descriptive methods using time series data from the production of estate crops in the period of 2012-2016. The analysis used Location Quotient (LQ) and Shift Share. The results of this study indicate that coffee is the main plantation commodity in Pangalengan and Bandung. The shift share analysis shows that coffee has a positive growth both in Pangalengan and Bandung even though the whole production growth in plantation sectors decreased in Bandung.