Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENANGANAN GIZI PADA CELIAC DISEASE Misrawatie Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v3i2.128

Abstract

ABSTRACT Celiac disease occurs in 1% of the child and adult population. In adulthood, there are 2-3 times more women than men. The disease is not only known in Europe but also in the Middle East, Asia, America, and Africa. Although many people are exposed to this disease and the incidence rate is increasing, there is still a lot of underdiagnoses, although even in one country in Europe it is reported that there is 1 sufferer to 77 people. In Indonesia until now, the exact number of cases is still not known, but allegedly the number is not far from 1 compared to 100 people. The authors conducted a study on patients with difficulty eating in children who seek treatment at Picky Eaters Clinic Jakarta (Clinic Special Difficulty Eating In Children). Allegedly, about 34% of the population, who is difficult to eat, is children with Celiac disease. The assumption is based on the benefits of gluten-free in those children diet. Celiac disease, is often called gluten intolerance, celiac sprue, non-tropical sprue, endemic sprue, gluten enteropathy or gluten-sensitive enteropathy. Those refer to a disease in which gluten intolerance (a protein) occurs, leading to changes in the small intestine resulting in impaired nutrient absorption and various disorders in the function of the human body. Celiac disease is a long-term and permanent hereditary disease. Keywords: celiac disease, gluten ABSTRAK Celiac disease terjadi pada 1% di antara populasi anak dan dewasa. Pada usia dewasa terdapat 2-3 kali lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Penyakit ini tidak hanya dikenal di Eropa tetapi juga di Timur Tengah, Asia, Amerika dan Afrika. Meskipun banyak manusia terkena penyakit ini dan angka kejadian semakin meningkat, tetapi masih banyak terjadi underdiagnosis, meskipun bahkan di salah satu negara di Eropa dilaporkan terjadi 1 penderita pada 77 orang. Di Indonesia sampai sekarang masih belum diketahui pasti angka kejadiannya, tetapi diduga angkanya tidak jauh dari 1 dibandingkan 100 orang. Penulis mengadakan penelitian pada penderita kesulitan makan pada anak yang berobat di Picky Eaters Clinic Jakarta (Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak) diduga sekitar 34% dari populasi anak sulit makan tersebut adalah penderita penyakit seliak, karena saat dilakukan penghindaran terhadap diet gluten terdapat perbaikan klinis yang bermakna. Celiac disease atau sering juga disebut gluten intolerance, celiac sprue, nontropical sprue, endemic sprue, gluten enteropathy atau gluten-sensitive enteropathy merupakan suatu penyakit dimana terjadi intoleransi terhadap gluten (sejenis protein), yang menyebabkan perubahan dalam usus halus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi tubuh manusia. Celiac disease merupakan penyakit keturunan dan permanen yang bersifat jangka panjang. Kata Kunci: celiac disease, gluten
STATUS GIZI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX UNGGULAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI GORONTALO Salman Lukman; Misrawatie Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i1.134

Abstract

ABSTRACT Background: nutritional status is one of most influencing factors at Human Resource quality related to intelligence, productivity and creativity. Goal of education can be achieved through learning process to advance knowledge and skill. Evaluation of learning achievement can provide description on students’ learning achievement. Research objective: to investigate correlation of nutritional status with students’ learning achievement at class IX of MTs Negeri Gorontalo. Research methodology: this is an analytical survey research with cross sectional study. Research instrument is questionnaire. Data are analyzed through bivariate way with SPSS program. Research finding: for nutritional status; mostly students have good nutritional status namely 71 students (89,9%) and 8 students (10,1%) have less nutritional status. For learning achievement; 39 students (49,4%) have good category of learning achievement while 40 students (50,6%) have sufficient category. Conclusion: there is not meaningful correlation between nutritional status with students’ learning achievement at class IX of Unggulan at MTs Negeri Gorontalo (p > 0,05). Keywords: nutritional status, learning achievement, excellent students ABSTRAK Latar belakang : Status gizi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas SDM terutama yang terkait dengan kecerdasan, produktivitas dan kreativitas. Tujuan pendidikan dapat tercapai melalui proses pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Evaluasi hasil belajar dapat memberikan gambaran tentang prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa kelas IX Unggulan MTs Negeri Gorontalo. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan survey analitik dengan rancangan studi potong lintang. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan program SPSS. Hasil penelitian : Untuk status gizi; sebagian besar siswa dengan ststus gizi baik yaitu 71 orang (89,9%) dan sebanyak 8 orang (10,1%) dengan status gizi kurang. Untuk prestasi belajar; hampir sama jumlah dan persentasenya antara kategori prestasi belajar baik dan cukup, yang mana kategori prestasi belajar baik 39 orang (49,4%) dan kategori prestasi belajar cukup 40 orang (50,6%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubngan yang bermakna antara status gizi dengan prestasi belajar pada siswa kelas IX unggulan MTs Negeri Gorontalo (p > 0,05). Kata Kunci: status gizi, prestasi belajar, siswa unggulan
UJI DAYA TERIMA NUGGET JANTUNG PISANG DENGAN PENAMBAHAN IKAN TUNA Misnati Misnati; Nurafni Djafar; Nangsih Slamet; Misrawatie Goi; Anna Y. Pomalinggo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.443

Abstract

Banana flower is flowers produced by the banana (Mussa sp), it is a  kind of plants from the family of Musaceae which functions to produce the banana itself. Banana heart has many advantages for the health, especially to those who are on a diet program as it has high fiber, which is 20-35 gram per day and a little fat. This research aims to find out the acceptance test of banana hearts nugget and the addition of tuna 50 gr, 75 gr, 100 gr. The search method applies the organoleptic test and friedman test as well as the Wilcoxon test. The data collection is done through a questionnaire. The result of the acceptance of  banana hearts nugget toward the most preferred flavor by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.53 ; for the most preferred color by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.52; for the most preferred aroma by panelist is on the treatment 3 with the average value of 3.32; and for the most preferred texture by panelist is on the treatment 3 with the average value of 2.92. The conclusion is the most preferred banana herats nugget in terms of flavor, color, aroma, texture are on the treatment 3 (addition of  100 grams of Tuna).  Jantung pisang adalah bunga yang dihasilkan oleh pokok pisang (Mussa spp) yaitu jenis tumbuhan dari keluarga Musaceae yang berfungsi untuk menghasilkan buah pisang. Jantung pisang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi yang ingin menjalankan program diet karena jantung pisang mengandung serat yang tinggi yaitu 20-35 gram perhari dan hanya sedikit lemak. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui daya terima panelis terhadap nugget jantung pisang dengan penambahan ikan tuna. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji daya terima nugget jantung pisang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 nilai rata-rata diperoleh 3.53. untuk warna nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.52. untuk aroma nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.32 dan untuk tekstur nugget jantung pisang yang paling banyak disukai terdapat pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata diperoleh 2,92. Kesimpulan penelitian ini yaitu nugget jantung pisang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 3 yaitu penambahan ikan tuna 100 gram. 
GAMBARAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR Moh Jefriyanto Abas; Misrawatie Goi; Yade Kurnia Yasin
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.455

Abstract

ABSTRACTNutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients from food and the nutritional needs of the body. This study aims to describe the nutritional status of children at the State Elementary School 13 Telaga Biru, Gorontalo Regency. This research method is a descriptive survey research, by measuring weight and height to see the nutritional status of students in grades III, IV, V totaling 109 people by taking data at one time. Research Results, Nutritional Status According to BW/U, namely undernutrition (9.7%), good nutrition (74.1%) and overnutrition (16.2%). Nutritional Status According to TB/U, which shows that the prevalence of SDN 13 Telaga Biru Gorontalo Regency students who experience stunting is quite high, namely (26.6%), with a short prevalence (22.9%) and very short (3.7%). Nutritional Status According to BMI/U, the nutritional status is very thin (2.7%), normal (74.4%), fat (9.2%), and Obesity (13.7%). The conclusion is that most students at SDN 13 Telaga Biru, Gorontalo Regency have good nutritional status according to BB/U, some students have stunting nutritional status according to TB/U and some students have normal nutritional status according to BMI/U. ABSTRAKStatus gizi (nutritional status) adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan kebutuhan zat gizi oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi anak Sekolah Dasar Negeri 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif, dengan mengukur berat badan dan tinggi badan untuk melihat status gizi siswa kelas III,IV,V yang berjumlah 109 orang dengan mengambil data dalam satu waktu.Hasil Penelitian, Status Gizi Menurut BB/U yaitu gizi kurang (9,7%), gizi baik (74,1%) dan gizi lebih (16,2%). Status Gizi Menurut TB/U yaitu menunjukan bahwa cukup tinggi prevalensi siswa SDN 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo yang mengalami Stunting yaitu (26,6%), dengan prevalensi pendek (22,9%) dan sangat pendek (3,7%). Status Gizi Menurut IMT/U yaitu status gizi sangat kurus (2,7%), normal (74,4%), gemuk (9,2%), dan Obesitas (13,7%). simpulan sebagian besar siswa SDN 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo memiliki status gizi baik menurut BB/U,  sebagian siswa status gizinya Stunting menurut TB/U dan sebagian siswa status gizinya normal menurut IMT/U. 
GAMBARAN POLA MAKAN DAN PREVALENSI STUNTING PADA BALITA UMUR 12 – 59 BULAN Misrawatie Goi; Fenli Charles Daed; Heni Panai
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 1 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i1.542

Abstract

ABSTRACT The eating pattern that is formed is closely related to a person's eating habits and will affect the nutritional status of toddlers such as stunting. This study aims to describe the diet and prevalence of stunting in toddlers aged 12-59 months in Tabumela village, Tilango sub-district, Gorontalo district. The research method uses a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 187 toddlers and the sample is 65 toddlers. Research variables include eating patterns and the incidence of stunting in toddlers. The results showed that from 65 samples of eating patterns under five in the good category, there were 40 people (61.5%) and 25 people in the poor category (38.5%). The prevalence of children under five who experienced stunting was 39 people (60.0%) and 26 people were not stunted (40.0%). The conclusion of the study showed that most of the eating patterns of toddlers were in good category and the prevalence of stunting with short and very short nutritional status. ABSTRAK Pola makan yang tebentuk  sangat erat kaitannya dengan kebiasaan makan seseorang dan akan berpengaruh terhadap status gizi pada balita seperti stunting. Penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui gambaran pola makan dan prevalensi stunting pada balita umur 12-59 bulan di desa Tabumela kecamatan Tilango kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan survey deskritif yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi sebanyak 187 Balita dan sampel 65 Balita. Variabel penelitian meliputi pola makan dan kejadian stunting pada balita. Hasil penelitian menunjukkan dari 65 sampel pola makan balita yang kategori baik berjumlah 40 orang (61,5%) dan kategori kurang berjumlah 25 orang (38,5%). Prevalensi anak balita yang mengalami stunting berjumlah 39 orang (60,0%) dan tidak stunting berjumlah 26 orang (40,0%). Kesimpulan penelitian menunjukkan sebagian besar pola makan balita dengan kategori baik  dan prevalensi stunting dengan status gizi pendek dan sangat pendek.
GAMBARAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA MADRASAH ALIYAH Zulda Biki; Misrawatie Goi; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.568

Abstract

Obesity is a condition that occurs when there is excessive fat accumulation in the body. Obesity is also a risk factor for the emergence of various non-communicable diseases such as heart disease and stroke.This study aims to determine the description of the prevalence of obesity in Class X, XI, XII students at Madrasah Aliyah MonanoThis research method uses a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 61 students, the sample is 61 students in class X, XI, and XII.STR by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26 ,2%. The conclusion of this study is that respondents who have a prevalence of BMI/U Nutritional Status are dominated by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26,2%.Obesitas adalah keadaan yang terjadi ketika adanya penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh.Obesitasjuga menjadi salah satu faktor risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan stroke.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi Obesitas Pada Siswa Kelas X, XI, XII di Madrasah Aliyah Monano. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 61 siswa, sampel 61 Siswa kelas X, XI, dan XII. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA Novita Anastasya Hasan; Misrawatie Goi; Imran Tumenggung
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.574

Abstract

Nutritional status is a measure description for the fulfilment of nutritional requirements obtained from the nutrients intake and use of nutrients by the body whilst, a toddler is a child who turned over one year old or known ad the child under five years of age. This study aims to figure out the overview of the nutritional status of toodlers in Toto Selatan Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. The research method employs descriptive research to observe the nutritional status of toddlers in Toto Selatan Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. Finding reveals that out of the 30 samples, toddlers with malnutrition are 6,7%, undernutrition are 26,7%, normal nutrition are 66,6%, and overnutrition is 0%. Whereas toddlers’ nutritional status based on BH/A (Body Height/Age) indicates that of the 30 toddlers as the respondents, 3,3% of toddlers are severely stunted, 30,0% of toddlers are stunted, 60,0% of toddlers are normal and, 6,7% of toddlers are tall. In brief, there are some undernourished toddlers malnourished toddlers, stunted toddlers, and severely stunted toddlers in Toto Selatan Village.Status gizi merupakan gambaran ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi yang diperoleh dari asupan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh. Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita di desa Toto Selatan kecamatan Kabila kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang melihat gambaran status gizi pada anak balita di Bone Bolango dengan mengambil data dalam satu waktu. Hasil Penelitian dari 30 sampel anak balita yang memiliki status gizi buruk sebanyak 6,7%, gizi kurang 26,7%, gizi baik 66,6% dan gizi lebih 0,0%. Status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan dari 30 anak balita sebagai responden yang memiliki status gizi sangat pendek sebanyak 3,3 %, pendek 30,0%, normal  60,0% dan tinggi  6,7%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian Anak Balita di Desa Toto Selatan masih ada status gizi yang kurang, gizi buruk, pendek, dan sangat pendek.
Effect of Leaf Guava Extract on Blood Pressure in Rattus Norwegicus Wistar Strain Novian Swasono Hadi; Misrawatie Goi; Agus Wijayanarka; Ayu Bulan Febry Kurnia Dewi; Nuryani Nuryani
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i2.326

Abstract

Guava leaf extract (Psidium guajava) is a component of traditional medicine containing flavonoids, tannins, triterpenoids, and carotenoids. The study aimed to determined effect of guava leaf extract on blood pressure status of white wistar rats were given an atherogenic diet. The study method was a study experimental with design completely randomized (CRD). The group intervention was given guava leaf extract to white rats which consisted of 3 treatment levels with 5 replications namely control (P0), atherogenic diet (P1), and atherogenic diet with guava leaf extract (P2). The research phase includes the acclimatization stage for 3 days, the atherogenic diet for 2 weeks, and the intervention stage for giving guava leaf extract for 4 weeks. Data analysis used the Shapiro Walk, Kruskall-Wallis test as an alternative of One Way Anova and the Wilcoxon test as an alternative of sample t-test with a value of = 0,01. The results showed that giving an atherogenic diet affected increasing blood pressure. There was a change in blood pressure after the intervention, P0 pre-test 80,40±3,65 mmHg and post-test 83,40±2,30 mmHg (p-value= 0,197), P1 pre-test 82,80±2,59 mmHg and post-test 188,60±2,19 mmHg, (p-value = 0,042), P2 pre-test 82,80±2,17 mmHg and post-test = 108,00±2,74 mmHg (p-value = 0,042). In conclusion, giving an atherogenic diet has an effect on increasing blood pressure and giving guava leaf extract can reduce blood pressure in white wistar rats.
PENGELUARAN ROKOK DALAM RUMAH TANGGA KELUARGA BALITA BERSTATUS GIZI PENDEK DAN NORMAL DI DESA TABUMELA KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Goi, Misrawatie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v1i1.3

Abstract

Status gizi pendek dan sangat pendek yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang. Perilaku perokok kepala rumah tangga berhubungan secara bermakna dengan keadaan gangguan gizi pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek dan normal. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang untuk mengukur pengeluaran rokok rumah tangga dan status gizi balita. Sampel sebanyak 116 balita di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Analisis data menggunakan uji t dua sampel bebas untuk melihat perbedaan pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada balita berstatus gizi pendek dan normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengeluaran rokok per hari pada keluarga balita berstatus gizi normal dan berstatus gizi pendek. Pengeluaran rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek lebih tinggi dibanding balita berstatus gizi normal. Rekomendasi yang diberikan yaitu kepada keluarga yang memiliki balita hendaknya memprioritaskan belanja keluarga pada bahan makanan bergizi dibandingkan untuk membeli rokok atau hendaklah berhenti mengonsumsi rokok. Rekomendasi lainnya hendaknya petugas kesehatan lebih intensif mengkampanyekan program hidup sehat tanpa asap rokok.
PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK BALITA : TINJAUAN ARTIKEL NARRATIF Misrawatie Goi; Rahwan Ahmad; Prasetyawati Prasetyawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i2.44684

Abstract

Peningkatan minat pada masalah gizi anak secara global, terhalang system surveilans berbasis kertas, sehingga perlu dikembangkan pemantauan pertumbuhan balita secara digital melalui program Mobile Health (mHealth). Metode review menggunakan sumber dari database ProQuest. Dari 17 studi yang diidentifikasi dalam tahap pencarian, 8 studi memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam review ini. Studi yang disertakan menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi seluluer pada pemantauan pertumbuhan dapat memperkuat system pengawasan status gizi anak. Data hasil pengukuran tercatat pada database yang dapat diakses oleh petugas kesehatan dan para CHW sehingga mempermudah pengambilan keputusan dalam hal melakukan konseling kepada orang tua. Aplikasi pencatatan tumbuh kembang anak dapat menyertakan fitur berupa rekomendasi bahan makanan, resep, serta kesesuaian bahan makanan dengan usia awal tumbuh kembang bayi dan jenis alergi bayi. Selain itu, memberikan informasi tentang gizi, standar tumbuh kembang bayi, dan pertolongan pertama.  Fitur lainnya berupa riwayat imunisasi, pemberian vitamin A, serta dapat fitur pengaduan, sehingga orang tua dapat berkonsultasi langsung kepada petugas kesehatan mengenai masalah tumbuh kembang anak. Aplikasi perekaman digital mHealth dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merencanakan kegiatan secara bertahap hingga tingkat nasional. Dalam perkembangannya dapat ditambahkan fitur yang memudahkan koordinasi lintas sektor sehingga permasalahan tumbuh kembang anak seperti stunting dapat lebih cepat dikomunikasikan oleh pengambil keputusan.