Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Tingkat Kepuasan dan Usability Chatbot Diabetes Friend sebagai Media Edukasi bagi Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Timur Fakhriatul Falah; Misrawatie Goi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7852

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang terus mengalami peningkatan jumlah kasus dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perawatan diri yang konsisten. Keberhasilan pengendalian penyakit sangat dipengaruhi oleh kemampuan pasien dalam menerapkan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, kepatuhan terhadap terapi, serta pemantauan kadar glukosa darah. Namun, keterbatasan akses edukasi kesehatan dan kurangnya pendampingan berkelanjutan sering menjadi kendala dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien. Pemanfaatan teknologi digital, khususnya chatbot berbasis kecerdasan buatan, menawarkan solusi edukasi yang lebih mudah diakses, interaktif, dan tersedia kapan saja. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat usability chatbot “Diabetes Friend” sebagai media edukasi kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-shot case study yang melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Setelah menggunakan chatbot, responden diminta mengisi instrumen System Usability Scale (SUS) untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata SUS sebesar 85,7 yang termasuk kategori acceptable dengan tingkat penerimaan sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa chatbot mudah dipelajari, mudah dioperasikan, nyaman digunakan, dan mampu membantu pengguna memperoleh informasi mengenai pengelolaan Diabetes Mellitus. Tingginya skor usability juga menunjukkan bahwa sistem dapat diterima oleh pengguna dengan berbagai karakteristik. Dengan demikian, chatbot “Diabetes Friend” dinilai layak sebagai media edukasi kesehatan digital dan berpotensi mendukung peningkatan akses informasi serta praktik perawatan diri penderita Diabetes Mellitus secara berkelanjutan.
Knowledge, Attitude, and Implementation of Cold Chain Management in Boalemo District, Gorontalo, Indonesia Paulus Pangalo; Zulfiayu Sapiun; Wenny Inno Ischak; Misrawatie Goi; Hartati Hartati
Journal of Health Policy and Management Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Master's Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.15 KB)

Abstract

Background: Children's health is a priority in health development with the goal of reducing child mortality. So far, high immunization coverage does not guarantee the emergence of diseases that can be prevented by immunization (PD3I). Cold Chain Management is a system used to store vaccines in good condition which refers to the vaccine supply chain for the immunization procurement chain. The purpose of this study was to examine the relation­ship of knowledge, attitude, and implementation of cold chain management.Subjects and Method: This was a cross sec­tional study conducted at 11 health centers in Boa­­lemo District, Gorontalo, Indonesia, in Sep­tem­ber 2018. A sample of 34 health officers was selected purposively. The dependent variable was cold chain management. The independent variables were knowledge and attitude. The data were collected by questionnaire and observation sheets. The data were analyzed by Chi square.Results: High knowledge increased positive atti­tude toward implementation of cold chain mana­ge­ment (OR= 5.87; p= 0.061). High knowledge (OR= 2.17; p= 0.448) and positive attitude (OR= 2.69; p= 0.405) increased implementation of cold chain management, but they were statistically non-significant.Conclusion: High knowledge and positive atti­tude increase implementation of cold chain managementKeywords: cold chain management, vaccine, knowledge, attitudeCorrespondence: Zulfiayu Sapiun. Department of Pharmacy, Health Polytechnics, Ministry of Health Gorontalo.Jl. Taman Pendidikan 36, Gorontalo 96123, Indonesia. Email: zulfiayu@poltekkesorontalo.ac.id. Mobile: 081244521639Journal of Health Policy and Management (2020), 05(02): 139-145https://doi.org/10.26911/thejhpm.2020.05.02.06