Misnati Misnati
Departement Of Nutrition, Polytechnic Of The Ministry Of Health Gorontalo, 96113 Gorontalo, Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TUNA TERHADAP DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI BISKUIT KELOR Anna Yuliastani Pomalingo; Misnati Misnati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9229

Abstract

Salah satu masalah sosial yang dihadapi oleh Indonesia adalah masih rendahnya status gizi masyarakat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan formula Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita yang lebih bermutu serta bernutrisi tinggi demi mengentaskan permasalahan gizi buruk-kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan tuna terhadap daya terima (rasa, aroma, warna, tekstur) dan kandungan nilai gizi biskuit kelor. Desain pnelitian yang digunakan adalah eksperimental Semu (Quasi Experimental) menggunakan Rancangan Postest Only Control Group Desing. Uji tingkat kesukaan akan dilakukan pada panelis semi terlatih yaitu Mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kementerian Kesehatan Gorontalo sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan tepung ikan tuna terhadap daya terima (warna dan aroma) biskuit kelor. Kandungan nilai gizi biskuit kelor dengan penambahan tepung ikan tuna protein tertinggi pada formula 4 (penambahan tepung ikan tuna 70 gram), lemak tertinggi pada formula 1 (tidak ada penambahan tepung ikan tuna) dan karbohidrat tertinggi pada formula 1(tidak ada penambahan tepung ikan tuna). Perlunya peningkatan daya terima warna dan aroma biskuit kelor melalui penambahan pewarna dan aroma makanan yang lebih disukai khalayak serta pengkajian formula biskuit yang bergizi melalui pencampuran bahan makanan yang seimbang.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA CILOK DENGAN PENAMBAHAN IKAN TUNA (THUNNINI) DAN WORTEL (DAUCUS CAROTA) Misnati Misnati; Anna Y Pomalingo
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9345

Abstract

Cilok merupakan makanan dengan bahan utama kanji. Penggunaaan bahan berupa kanji menyebabkan kandungan gizi yang dimiliki oleh bahan rendah sehingga diperlukan adanya diversifikasi. Peningkatan gizi dapat dilakukan dengan penambahan bahan-bahan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi serta sumber vitamin dan mineral misalnya ikan tuna dan wortel. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui kandungan zat gizi dan daya terima cilok dengan subtitusi ikan tuna (Thunninis) dan wortel (Daucus Carota).Desain penelitian yang digunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dengan menggunakan panelis untuk melihat daya terima makanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi terdapat pada cilok dengan formula 3, lemak tertinggi pada formula 2 dan karbohidrat tertinggi pada formula 1. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna cilok dengan subtitusi ikan tuna (thunninis) dan wortel (daucus carota) tertinggi pada perlakuan 1 (formula 1) dengan nilai rata-rata 2.77, rasa cilok tertinggi pada perlakuan 1 (formula 2) dengan nilai rata-rata 2.68, aroma cilok tertinggi pada tanpa perlakuan (formula 1) dengan nilai rata-rata 2.95 dan tekstur cilok tertinggi pada perlakuan 1 (formula 2) dengan nilai rata-rata 2.95.Perlunya memperhatikan proses pemasakanagar tidak mempengaruhi kandungan gizi bahan pangan dan pencampuran bahan makanan dalam upaya mempertahankan warna, rasa, aroma dan tesktur cilok yang banyak diterima masyarakat.
KARAKTERISTIK IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Anna Y. Pomalingo; Denny Indra Setiawan; Misnati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i1.137

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency at women in childbearing age and pregnant women tend to give birth with low birth weight. Prevalence of Chronic Energy Deficiency at women in childbearing age in Gorontalo Province is 14,3% while in Gorontalo District is 16,9%. Data from Department of Health of Gorontalo District in Sub-district of Tilango show that in 2015, there are 45 Chronic Energy Deficiencies at pregnant women out of 330 pregnant women or 13,6% and it improves to 52 people or 15,7% in 2016. Objective: to obtain description of characteristics of Chronic Energy Deficiency at pregnant women in Sub-district of Tilango, District of Gorontalo in 2017. Significance of Research: The research is expected to be new discourse for people particularly pregnant women on the importance of maintaining health and adequate nutrition in order to avoid Chronic Energy Deficiency problem that may have bad impact to either mothers or fetus. Methodology of Research: it applies quantitative method. It is a survey research with descriptive approach. Analysis: it applies descriptive analysis to describe every variable, either independent or dependent variable. This analysis is distribution of frequency and percentage at every variable. Conclusion: pregnant woman education that has Chronic Energy Deficiency is just elementary school aged 20 to 35 years, mostly work as housewife and have monthly income for less than one million rupiah. Keywords: Pregnant women, Chronic Energy Deficiency ABSTRAK Gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Peran gizi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia telah dibuktikan dari berbagai penelitian. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya (Depkes, 2012). Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran karakteristik ibu hamil KEK di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo Tahun 2017. Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wacana baru bagi masyarakat terutama para ibu hamil agar mempunyai gambaran tentang pentingnya memelihara kesehatan dan gizi yang memadai pada saat hamil agar terhindar dari masalah KEK yang akan berdampak buruk pada ibu maupun janin. Metodologi penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat pendidikan tertinggi sejumlah 9 orang (50%), Paritas ibu hamil KEK tertinggi sejumlah 13 orang (72,2%), ANC ibu hamil KEK tertinggi adalah ANC baik sebanyak 12 orang (66,7%), dan Konsumsi tablet Fe ibu hamil KEK tertinggi adalah tidak mengkonsumsi sebanyak 11 orang (61,1%). Kata Kunci: Ibu Hamil, Gizi, Kurang Energi Kronis
HUBUNGAN KONSELING GIZI DAN PEMBERIAN MAKANA TAMBAHAN (PMT) TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KOTA GORONTALO Minati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 2 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v2i2.114

Abstract

HUBUNGAN KONSELING GIZI DAN PEMBERIAN MAKANA TAMBAHAN (PMT) TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KOTA GORONTALO
IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS PADA BAKSO DI KELURAHAN MOODU KECAMATAN KOTA TIMUR KOTA GORONTALO Nur Intan Lestari; Misnati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 2 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v4i2.173

Abstract

ABSTRACT Borax have long been misused by several producers to make meatballs, noodles, rice crackers, rice cake, soy sauce and even chicken porridge. Borax function is actually used in the non-food industry as a cleaning agent, wood preservative, solder material, antiseptic and cockroach controller. This study aims to identify the content of borax in meatballs in Moodu Village, Kota Timur District, Gorontalo City. This type of research is descriptive research. the sample in this study is a number of seven (7) sellers of meatball sellers. Meatballs are tested using filter paper and curcumin solution. The results of the study showed that from seven (7) meatballs sampled and analyzed for borax content, all samples were negative or did not contain borax. The conclusion of the study was based on laboratory tests of meatballs taken from seven (7) meatball stalls scattered in Moodu Village, Kota Timur Subdistrict, Gorontalo City. It was known that none of these meatballs contained borax. Keywords: Borax, Meatballs, Curcumin Test ABSTRAK Boraks sejak lama disalahgunakan oleh beberapa produsen untuk pembuatan bakso, mie, kerupuk beras, lontong, kecap bahkan bubur ayam. Fungsi boraks sebenarnya adalah digunakan dalam industri non pangan sebagai bahan pembersih, pengawet kayu, bahan solder, antiseptic dan pengontrol kecoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. sampel dalam penelitian ini yaitu sejumlah tujuh (7) penjual penjual bakso. Bakso di uji menggunakan kertas saring dan larutan kurkumin. Hasil penelitian bahwa dari tujuh (7) bakso yang dijadikan sampel dan dianalisis kandungan boraksnya, seluruh sampel negatif atau tidak mengandung boraks. Kesimpulan penelitian berdasarkan uji laboratorium dari bakso yang diambil dari tujuh (7) warung bakso yang tersebar di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo diketahui bahwa tidak satu pun bakso tersebut mengandung boraks. Kata kunci : Boraks, Bakso, Uji kurkumin
UJI DAYA TERIMA NUGGET JANTUNG PISANG DENGAN PENAMBAHAN IKAN TUNA Misnati Misnati; Nurafni Djafar; Nangsih Slamet; Misrawatie Goi; Anna Y. Pomalinggo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.443

Abstract

Banana flower is flowers produced by the banana (Mussa sp), it is a  kind of plants from the family of Musaceae which functions to produce the banana itself. Banana heart has many advantages for the health, especially to those who are on a diet program as it has high fiber, which is 20-35 gram per day and a little fat. This research aims to find out the acceptance test of banana hearts nugget and the addition of tuna 50 gr, 75 gr, 100 gr. The search method applies the organoleptic test and friedman test as well as the Wilcoxon test. The data collection is done through a questionnaire. The result of the acceptance of  banana hearts nugget toward the most preferred flavor by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.53 ; for the most preferred color by panelist is one the treatment 3 with the average value of 3.52; for the most preferred aroma by panelist is on the treatment 3 with the average value of 3.32; and for the most preferred texture by panelist is on the treatment 3 with the average value of 2.92. The conclusion is the most preferred banana herats nugget in terms of flavor, color, aroma, texture are on the treatment 3 (addition of  100 grams of Tuna).  Jantung pisang adalah bunga yang dihasilkan oleh pokok pisang (Mussa spp) yaitu jenis tumbuhan dari keluarga Musaceae yang berfungsi untuk menghasilkan buah pisang. Jantung pisang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi yang ingin menjalankan program diet karena jantung pisang mengandung serat yang tinggi yaitu 20-35 gram perhari dan hanya sedikit lemak. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui daya terima panelis terhadap nugget jantung pisang dengan penambahan ikan tuna. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji daya terima nugget jantung pisang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 nilai rata-rata diperoleh 3.53. untuk warna nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.52. untuk aroma nugget jantung pisang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata 3.32 dan untuk tekstur nugget jantung pisang yang paling banyak disukai terdapat pada perlakuan 3 dengan nilai rata-rata diperoleh 2,92. Kesimpulan penelitian ini yaitu nugget jantung pisang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 3 yaitu penambahan ikan tuna 100 gram. 
Protein and Iron Intake Among Female Adolescents in SMP Negeri 10 in Gorontalo City Indra Domili; Firka Kartasasmita Djafar; Fitri Yani Arbie; Misnati Misnati
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 1, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.08 KB) | DOI: 10.52365/jond.v1i1.222

Abstract

Female adolescents are prone to anaemia. This situation can be caused most of them consume more vegetables than meat. The consideration behind such a diet is the desire to be slim. However, a diet like this will put the menstrual cycle at risk, and the excretion of iron through faeces. This study aims to determine the intake of protein and iron in adolescent girls at SMP Negeri 10 Kota Gorontalo. This survey research used a descriptive method. All data were collected using a 24-hour recall form which was distributed to all young women at the study location. This research was conducted in October 2019. A total of 60 students were selected as samples. The results showed that protein intake in young women was in the very low category. Meanwhile, the iron intake in adolescent girls was in the low category. Overall, the study participants' protein and iron intake were low.
UJI DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP DODOL DENGAN PENAMBAHANKULIT PISANG KEPOK Nurain Tresia Mamengko; Misrawati Goi; Misnati Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.494

Abstract

ABSTRACT Banana is an herbal fruit originating from southeast Asia, including Indonesia. This plant would spread to Madagascar in Africa, Europe, Sount America, and Central America. To determine consumer acceptance of the banana peels addition to the process of making dodol, this laboratory research was conducted. Further, the date were obtained from organoleptic tests by 25 trained panelists with 4 (four) treatments, namely dodol without banana peels, dodol with 50 grams of banana peels, dodol with 100 grams of banana peels, dodol with 125 grams of banana peels. The results of the date taken from the Friedman test showed that the most preferred taste test of dodol banana peels was treatment P31 (125 grams of banana peels) with a value of 3.05, the most preferred arowa was treatment P31 (125 grams of banana peels) with a value of 3.05 grams, the most preferred color was P31 treatment (125 grams of banana peels) with value of 3.05, and the most  preferred texture was P31 with a value of 3.05. the outcomes are dodol with sweet taste from the slightly aromatic banana peels with brown color and chewy texture. In conclusion, the most preferred dodol in terms of taste, aroma, color, and texture was P31 treatmentwith the addition of 125 grams of banana peels. ABSTRAK Pisang adalah tanaman buah berupa herbal yang asal mulanya dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar ke daerah madagaskar di Afrika, Eropa, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Mengetahui daya terima konsumen terhadap penambahan kulit pisang kepok untuk pembuatan dodol. Jenis penelitian yang dilakukanadalahjenis penelitian eksperimen laboratorium. Data diperoleh dari uji organoleptik oleh 25 orang panelis agak terlatih dengan 4 perlakuan yaitu dodol tanpa tambahan kulitpisangkepok, dodol dengan penambahan 50 gr kulit pisang kepok, dodol dengan penambahan 100 gr kulitpisangkepok dan dodol dengan penambahan 125 gr kulit pisang kepok. Hasil penelitian data diambil dari uji friedman test, diketahui uji daya terima rasa dodolkulitpisangkepok yang paling banyak disukai yaitu pada perlakuan P31 (125 gr kulitpisangkepok) dengan nilai 3.05, aroma yang paling banyak disukai yaitu  perlakuan P31 (125 gr kulitpisangkepok) dengan nilai 3.05,  warnayang paling banyak disukai yaitu perlakuan P31 (125 gr kulitpisangkepok) dengan nilai 3.05 dan untuk tekstur yang paling banyak disukai yaitu P31 dengan nilai 3.05, dengan menghasilkan dodolrasanyamanis, kulit pisang khas agak beraroma harum,berwarnacokelat dan teksturnya kenyal. Kesimpulan dodol yang paling banyak disukai dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur adalah perlakuan P31 dengan penambahan 125gr kulit pisang kapok. 
GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA REMAJA Melinda S. Mahful; Salman Salman; Misnati Misnati; Rahma Labatjo; Misrawati Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.577

Abstract

Vegetables and fruits are foods that are very beneficial to the body, especially to support the need for vitamins. This research aims to determine the picture of vegetable and fruit consumption in adolescents. The research method uses a descriptive survey, which is to describe the variables studied. The population is 210 people, the sample is calculated at 10% of the population of 21 people. The research variable is an independent variable, namely vegetable and fruit consumption in adolescents. The results showed that the distribution of research subjects based on the age group was the largest in the age group of 10-14 years, namely 12 people (57.1%)  while the group of subjects based on sex was the most male, namely 12 people (57.1%), the picture of  vegetable  and fruit consumption showed vegetable  consimsion In adolescents with less categories, there were 14 people (66.7%), 7 people (33.3%). Fruit consumption in adolescents with less categories amounted to 13 people (61.9%), quite 8 people (38.1%). The conclusion of this study is that most adolescents have less consumption rates of vegetables and fruits when  compared to the recommended recommendations.Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh, terutama untuk mendukung kebutuhan akan vitamin. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi sayuran dan buah pada remaja. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif yaitu untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi sebanyak 210 orang, sampel dihitung sejumlah 10% dari populasi yaitu 21 orang. Variabel penelitian merupakan variabel mandiri yaitu konsumsi sayur dan buah pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan distribusi subjek penelitian berdasarkan kelompok umurr paling besar pada kelompok umur 10 – 14 tahun yakni sebanyak 12 orang (57,1%) sementara kelompok subjek berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki – laki yakni 12 orang (57,1%), gambaran konsumsi sayur dan buah menunjukkan konsimsi sayur pada remaja dengan kategori kurang berjumlah 14 orang (66,7%), cukup berjumlah 7 orang (33,3%). Konsumsi buah pada remaja dengan kategori kurang  berjumlah 13 orang (61,9%), cukup  berjumlah 8 orang (38,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki tingkat konsumsi sayur dan buah termasuk kategori kurang jika dibandingkan dengan rekomendasi yang dianjurkan.
GAMBARAN STATUS GIZI DAN PRESTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Dilla Fadlila Hasania; M. Anas Anasiru; Misnati Misnati; Novian Swasono Hadi; Indra Domili
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.576

Abstract

Adolescents are one of the nutritionally vulnerable groups because adolescents are in a growth or development cycle that requires nutrients in larger amounts than other age groups. Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption and use of nutrients.This study aims to describe the nutritional status and achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango District. This research method uses a descriptive survey method, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 46 students and a sample of 30 students. The independent variable is the learning achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency. The results of the study: 7 students (23.4%) with poor nutritional status, 18 students (60%) with good/normal nutritional status, 4 students (13.3%) with overweight nutritional status and 1 student with obesity nutritional status (3.3%). Student achievement with high report card scores is 20 people (66.4%), moderate report card scores are 9 people (30.3%), and low report card scores are 1 person (3.3%).Most high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bonebolango Regency have normal nutritional status and high academic achievement.Remaja  termasuk salah satu kelompok rentan gizi karena remaja berada pada siklus pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain, status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan pengunaan zat-zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Status Gizi  Dan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskritif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 46 siswa dan sampel 30 siswa. Variable mandiri yaitu prestasi belajar siswa sekolah menengah atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.Siswa dengan status gizi kurang sebanyak 7 siswa (23,4%), status gizi baik/normal sebanyak 18 siswa(60%), status gizi lebih sebanyak 4 siswa (13,3%) dan status gizi obesitas sebanyak 1 siswa (3,3%). Prestasi belajar siswa dengan nilai raport tinggi yaitu 20 orang (66,4%), nilai raport sedang 9 orang (30,3%), dan nilai raport rendah 1 orang (3,3%). Sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango memiliki status gizi yang normal dan prestasi belajar tinggi.