Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN CHRONIK KIDNEY DISEASE (CKD) PENDERITA YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH LIUNKENDAGE TAHUNA Detty J. Kalengkongan; Yenny B. Makahaghi; Yeanneke L. Tinungki
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.699 KB)

Abstract

Chronik Kidney Disease (CKD)adalah kerusakan pada bagian ginjal yang menyebabkan fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Penyakit CKD biasanya disertai dengan komplikasi seperti penyakit cardiovaskuler, penyakit saluran nafas, penyakit saluran cerna, kelainan pada otot dan tulang, kulit serta anemia. Pengelolaan CKD lebih mengutamakan diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit ginjal spesifik yaitu hemodialisis atau cuci darah dan transplantasi ginjal. Rumusan Masalah “Apakah faktor–faktor risiko yang berhubungandengan kejadian Chronik KidneyDisease (CKD) penderita yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Liukendage Tahuna”?Tujuan Penellitian Untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ChonikKidny Disease (CKD) penderita yang di rawat di Rumah Sakit Daerah Liun-Kendage Tahuna.Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan croossectional. Sampel semua penderita CKD yang dirawat selama penelitian berlangsung yang memenuhi kriteria sebanyak 50 responden. Hasil Penelitian. Dari hasil uji analisis Bivariat faktorfaktor risiko yang berhubungan dengan CKD, ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara hypertensi dengan kejadian CKD, dilihat dari nilai p kurang dari 0,05 (p sama dengan 0,895),dan nilai OR sama dengan 2,924, CI sama dengan 1,284- 3,004. Terdapat hubungan penyakit DM, dengan kejadian CKD, nilai signifikan p kurang dari 0,009 lebih kecil dari 0,05 (0,009 p lebih dari 0,05), Nilai (OR sama dengan 3,063, CI sama dengan 1,323-3,478). Terdapat hubungan antara Pyelonefritis/infksi ginjal dengan kejadian CKD, dengan nilai p sama dengan 0,000 (0,000 kurang dari 0,05). Nilai OR sama dengan 5,063 (95 persen; CI sama dengan 2,144- 4,861). Tidak terdapat hubungan perokok dengan kejadian CKD. Nilai p sama dengan 0,812 (0,812 kurang dari 0,05). Nilai OR sama dengan1,868 (95 persen; CI sama dengan 0,272-2,778). Tidak terdapat hubungan kebiasaan minum alkohol dengan kejadian CKD. Nilai P sama dengan 0,991 kurang dari p0,05). Dari Nilai OR 0,993 (95 persen; CI sama dengan 0,312-3,158).
GAMBARAN MEKANISME KOPING PASIEN CHRONIK KIDNEY DISEASE DENGAN TINDAKAN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT DAERAH LIUNKENDAGE TAHUNA Febriyani Adiyono Wangka; Detty J. Kalengkongan; Yenny Budiman Makahaghi
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v4i1.224

Abstract

Salah satu penatalaksanaan pada pasien Chronic Kidney Disease adalah hemodialisa. Hal ini karena hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme protein atau mengoreksi gangguan keseimbangan air dan elektrolit. Kejadian yang terjadi pada pasien CKD dengan terapi hemodialisa pada umumnya merasakan kecemasan, oleh karena proses hemodialisa yang terus-menerus, sehingga pasien memerlukan koping yang efektif untuk dapat mengurangi atau mengatasi cemas. Mekanisme koping adalah cara yang digunakan individu untuk menyelesaikan masalah, mengatasi perubahan yang terjadi pada situasi yang mengancam, baik secara kognitif maupun prilaku. Tujuan penelitian ini diketahuainya gambaran mekanisme koping pada pasien Chronic Kidney Disease dengan tindakan hemodialisa. Metode penelitian deskritif dengan pendekatan proses Asuhan Keperawatan pada subjek studi kasus 2 pasien CKD dengan tindakan terapi hemodialisa. Pengumpulan data melalui wawancara langsung pada pasien dan keluarga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pasien ditemui adanya perbedaan. Pasien pertama setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 kali 24 jam strategi mekanisme koping menunjukkan adaptif. Dan pasien kedua masih menggunakan antara adaptif dan maladaptif. Kesimpulan Mekanisme koping adaptif adalah cara untuk beradaptasi dengan stress. One of the management in Chronic Kidney Disease patient is hemodialysis. This is because hemodialysis is a renal replacement therapy that aims to remove the waste products of protein metabolism or to correct water and electrolyte balance disorders. Events that occur in CKD patient with hemodialysis therapy generally feel anxiety, because of the continuous hemodialysis process, so that patient need effective coping to reduce or overcome anxiety. The coping mechanism is a method used by individuals to solve problems, overcome changes that occur in threatening situations, both cognitive and behavioral. The aim of this study is to know the description of coping mechanism in Chronic Kidney Disease patients with hemodialysis.Descriptive research method with nursing care process approach in case study subject 2 CKD patients with hemodialysis therapy. Collecting data through direct interviews with patient and families. The results showed that the two patients encountered differences. The first patient after being given nursing care action for 3 times 24 hours the coping mechanism strategy showed adaptive. And the second patient was still used between adaptive and maladaptive. The conclusion is he adaptive coping mechanism is a way to adapt to stress.
DUKUNGAN KELUARGA PADA PENGOBATAN PENDERITA TB PARU MULTI DRUG RESISTANCE YANG TINGGAL DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Detty J. Kalengkongan; Grace Angel Wuaten; Agneta Sartika Lalombo
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Imiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v4i2.252

Abstract

TB Multi Drug Resisntance adalah TB dengan resistensi terjadi dimana Micobacterium tuberculosis resisten terhadap rifampisin dan isoniazid dengan atau tanpa obat anti TB lainnya, Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe TB MDR sebanyak 8 kasus. Gagalnya pengobatan TB MDR adalah penderita tidak mau minum obat secara teratur dalam waktu yang lama. Keluarga mempunyai peranan yang besar untuk mendukung, dan selalu siap memberikan dukungan agar penderita rutin minum obat dan teratur dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini menguraikan dukungan keluarga pada pengobatan penderita TB MDR yang tinggal di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan 6 informan yang mewakili keluarga. Intrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri serta alat penunjang seperti panduan wawancara, catatan lapangan dan alat perekam. Uji keabsahan data meliputi uji credibility,transferability, dependability dan confimability. Hasil penelitian ditemukan 3 tema yang meliputi Dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan penghargaan.Dari 3 tema menunjukkan bahwa sebagian besar penderita mendapatkan dukungan dari keluarga secara maksimal dengan melibatkan ekspresi rasa empati, peduli, sehingga dapat memberikan rasa nyaman.Selain itu dukungan yang diberikan berupa ungkapan penghargaan positif terhadap ide, disampaikan dalam pemecahan masalah, memberikan usul, saran, petunjuk serta pemberian informasi.Kesimpulan dukungan keluarga, petugas kesehatan serta pemegang program dapat menumbuhkan semangat penderita untuk tetap optimis menjalani pengobatan TB MDR hingga mencapai kesembuhan. Multy Drug Resistance TB is TB with resistance occuringin which Microbacterium tuberculosis is resistance to rifampicin and isoniazid with or without other anti TB drugs. Data from the Health office of Sangihe Island Regency, TB MDR were 8 cases. The failureof MDR TB treatment is that the patient does not want to take medication regularly for a long time. The family has a big part to support and to provide to patient take medicine regularly. The purpose of this study to describe family supporting treatment multi drug resistance pulmonery TB of patient in the working area of health deparment sangihe island. Qualitative research method with aphenomenological approach. The sampling technique was purposive sampling with 6 informants represent the family. The data collection instrument was the researcher himself as interview guider, field notes and recording devices. Data validity tesis include credibility, transferability, dependability and confimability tests. The results of the study 3 themes including emotional support, information support and appreciation support. Of the 3 themes were showed that most of the sufferers had supported from their family by involed expressions of emphaty, caring so they can provide a sense of comfort. In addition, the support provided were in the from of expressions of positive appreciation for ideas, conveyed in problem solving, giving, suggestions, insttructions, and information. Conclusion family support, health workers and program holders can foster patient enthuasiams to remain optimistic abaut undergoing MDR TB treatment to achieve recovery.