Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Metode Gram-Schmidt dan Watershed Distance Transform untuk Pemisahan Sel Kanker Payudara Desmin Tuwohingide; Miske Silangen; Christian Koloay
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.565 KB) | DOI: 10.5281/jit.v3i2.107

Abstract

Penerapan pengolahan citra dalam membantu melakukan analisis citra mikroskopis semakin berkembang, salah satunya adalah penelitian tentang pemisahan sel kanker payudara bertumpuk. Hasil pemisahan sel kanker payudara akan sangat memperngaruhi akurasi perhitungan jumlah sel kanker. Metode watershed adalah metode segmentasi yang paling umum digunakan dan dikembangkan dalam pemisahan sel kanker bertumpuk pada penelitian sebelumnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya juga diketahui bahwa metode Gram-Schmidt mampu menghasilkan nilai Mean Square Error yang relatif lebih rendah dibandingkan metode lainnya sehingga pada makalah ini diusulkan Pemisahan sel kanker payudara menggunakan metode Watershed Distance Transform berdasakan metode Gram-Schmidt. Dataset yang digunakan pada penelitian ini adalah citra mikroskopis sel kanker payudara jenis benign dan malignant. Kombinasi metode yang digunakan pada penelitian ini menghasilkan nilai MSE 0,09041 dan nilai akurasi pemisahan sel kanker sebesar 71,02%.
IbM Pelatihan Pengoperasian Komputer dan Aplikasi Perkantoran di Desa Kalinda Miske Silangen; Christian Koloay; Abraham Kamal
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.387 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini sangat terasa pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat antara lain dalam hal kecepatan untuk menyelesaikan pekerjaan pengguna teknologi ini. Komputer banyak digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Fungsi komputer antara lain adalah digunakan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi perkantoran atau organisasi lainnya, sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih mudah dan waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat dibanding mengerjakannya secara manual. Dalam dunia kerja, microsoft word dan microsoft excel sangat diperlukan. Adapun fungsi microsoft word adalah sebagai pengolah kata. Sehingga semua pekerjaan yang berhubungan dengan pengolahan kata dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi ini. Sedangkan microsoft excel adalah sebagai pengolah angka. Kemampuan aplikasi ini antara lain adalah pembuatan tabel data, pengolahan data dengan menggunakan rumus, pembuatan grafik dan lain-lain. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada pelaksanaan kegiatan IbM ini adalah untuk melatih seluruh perangkat desa menjadi terampil dalam menggunakan komputer dan aplikasi perkantoran dalam menunjang pekerjaan yang dilakukan, sehingga pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu perangkat desa dalam mengolah administrasi dengan baik dan cepat, sehingga pelayanan di kantor desa menjadi lebih baik. Pada pelaksanaan kegiatan IbM ini, metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara langsung dengan menggunakan peralatan pendukung, membantu peserta dalam memahami materi yang disampaikan serta membimbing peserta pada saat melakukan praktek.
PKM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PROMOSI DAN PEMASARAN PRODUK USAHA KECIL MENENGAH DI KAMPUNG BOWONGKULU Desmin Tuwohingide; Ella Helmi Israel; Alfrianus Papuas; Miske Silangen; Christian Koloay
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 2 (2018): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.045 KB)

Abstract

Salah satu program unggulan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah adalah program Usulan Jokowi Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dicanangkan untuk mengatasi masalah-masalah terkait pemberdayaan koperasi dan UKM termnasuk masalah pemasaran produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Pelaku UKM di Kampung Bowongkulu masih menggunakan teknik konvensional untuk mempromosikan dan memasarkan produk yaitu dengan cara door to door, dimana pelaku UKM akan berjalan kaki di kampung-kampung terdekat dan atau menyewa mobil untuk penjualan jarak jauh. Berdasarkan permasalahan mitra dan ditunjang dengan hasil penelitian sebelumnya, solusi yang ingin ditawarkan tim pengusul adalah perlu sebuah teknik pemasaran yang berbasis teknologi dengan memanfaatkan media sosial. Media sosial menjadi salah satu sarana pemasaran yang efektif karena media sosial merupakan sarana komunikasi yang banyak digunakan masyarakat saat ini. Didukung oleh fakta semakin berkembangnya teknologi informasi di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan meningkatnya jumlah pengguna media sosial, maka pemanfaatan media sosial untuk promosi dan pemasaran produk UKM di Kampung Bowongkulu Kecamatan Tabukan Utara sangat diperlukan untuk mendukung berkembangnya Usaha Kecil Menengah di daerah ini. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM Pemanfaatan Media Sosial untuk Promosi dan Pemasaran Produk UKM di Kampung Bowongkulu telah mencapai target luaran dimana melalui kegiatan ini, pelaku UKM diberi fasilitas media pemasaran online produk-produk UKM, Perwakilan pelaku UKM diberi pelatihan cara menggunakan smarthphone, wifi modem dan penggunaan media sosial facebook sehingga pelaku UKM dapat dengan mudah memasarkan produk UKM.
PELATIHAN APLIKASI PERKANTORAN TINGKAT DASAR DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERANGKAT KAMPUNG DI KAMPUNG KENDAHE I KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Ella Israel; Miske Silangen; Abraham Kamal; Stendy Sakur
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 3 (2019): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan desa sebagai lembaga yang bertugas dalam mengelolah wilayah di tingkat desa, dituntut untuk dapat melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka kualitas sumber daya manusia (SDM) pemerintah desa perlu ditingkatkan seiring kemajuan teknologi yang berkembang semakin pesat. Tim pengabdian kepada masyarakat Politekn­­­­ik Negeri Nusa Utara melakukan PKMS pelatihan aplikasi perkantoran tingkat dasar dalam meningkatkan kinerja perangkat kampung di Kendahe I Materi pelatihan yag diberikan adalah Microsoft office yaitu word dan excel. Pelatihan tersebut dilakukan di Kampung Kendahe I kecamatan Kendahe Kabupaten Sangihe pada Tanggal 17 Oktober 2019. Pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan tujuan agar semua perangkat desa mampu mengoperasikan komputer dan memanfaatkan aplikasi perkantoran dengan baik sehingga pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi kantor desa dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat bahwa setiap peserta pelatihan mampu mengerjakan tugas-tugas sesuai dengan panduan modul yang telah diberikan baik modul Microsoft word maupun excel meskipun terdapat berbagai kendala namun hal ini segera dapat diatasi melalui bimbingan dan pendampingan dari tim pelaksanaan. Sehingga dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut mampu meningkatkan ketrampilan perangkat kampung dalam mengoperasikan komputer serta meningkatkan kinerja perangkat kampung dalam melayani masyarakat. There is an increasing demand for local governments to provide a better service to their community. Consequently, human resource from all village governments in Sangihe Islands is required to improve their computer skill in the face of the fast changing technology. The community service team from Politeknik Negeri Nusa Utara provided training in basic office applications to improve computer skill of all village officials in Kendahe 1 village. The main training materials included Microsoft Office in particular Word and Excel. The training was conducted in Kampung Kendahe 1, Kendahe sub-district, Sangihe Regency on October 17, 2019. This community service aimed to train the local government’s officials to operate computers and use office applications properly so they could do their official administrative work effectively and efficiently. The result showed that through an intensive assistance and guidance from the community service team, all trainees successfully completed their own tasks given in the guidelines for both Microsoft word and Excel. Hence, this community service contributed to the improvement of skills of the local government people in Kendahe 1 in operating computers, which in turn improved the performance of village’s officials in serving their community.
PENGAMANAN FILE TEKS MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMA VIGINERE CIPHER DAN TRIPLE COLUMNER Miske Silangen; Stendy Sakur; Desmin Tuwohingide
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.091 KB)

Abstract

Data yang bersifat rahasia perlu dijaga keamanannya. Pada umumnya metode yang digunakanuntuk pengamanan data adalah dengan membuat pasword yang terdiri dari beberapa karakter sehinggasering terjadi keboboloan karena pasword yang digunakan mampu ditebak dengan cepat. Meningkatkankeamanan pesan bisa dilakukan dengan teknik kriptografi. Pada teknik ini pesan akan dienkripsi(disandikan) menggunakan metode tertentu sehingga pesan tersebut sulit untuk dibaca karena susunanhurufnya tidak mengandung makna.Pada penelitian ini digunakan Metode vigenere cipher untuk menyandikan kunci yang akan digunakanuntuk melakukan enkripsi. pada metode Vigenere cipher tiap karakter ke-i pada teks asli ditambahdengan kunci indeks ke-i vigenere, kemudian di-mod p dimana p adalah panjang kunci vigenere.Sedangkan metode triple columner digunakan untuk menyandikan plaintext atau pesan asli. Padametode ini pesan dienkripsi sebanyak tiga kali sehingga lebih meningkatkan keamanan pesan. Setelahdilakukan pengujian, kedua metode tersebut bisa digunakan untuk menyandikan pesan danmengembalikan pesan tersebut ke bentuk semula, sehingga aplikasi yang dibuat diharapkan bisadigunakan untuk mengirim pesan yang bersifat rahasia. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarikehilangan data sehingga pesan yang dikirim bisa diterima oleh penerima pesan tanpa mengalamiperubahan data.
KELAYAKAN PENERIMA BERAS MISKIN DI KAMPUNG GUNUNG KECAMATAN TABUKAN TENGAH MENGGUNAKAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN Miske Silangen; Jevenston Lalenoh; Luther Latumakulita
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.061 KB)

Abstract

Pengambilan keputusan yang belum optimal dalam penentuan penerima beras miskin, sangat merugikan masyarakat. Belum tersedianya aplikasi secara otomatis dalam pengolahan data masyarakat, menimbulkan masalah yang sama terus-menerus terjadi. Penelitian ini dilakukan di desa gunung kecamatan Tabukan Tengah yang bertujuan untuk membantu pihak pengambil keputusan dalam menentukan penerima beras miskin yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukanoleh pemerintah Indonesia. Dalam Penentuan kriteria keluarga miskin diperlukan sebuah sistem yang baik untuk mencegah kesalahan bahkan kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, yaitu dengan membuat sistem pendukung keputusan (SPK). Aplikasi ini dibuat untuk menunjang pekerjaan pemerintah kampung sehingga tidak kesulitan dalam menentukan keluarga miskin yang berhak untuk menerima bantuan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada sistem dengan cara melakukan input data yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, didapatkan hasil bahwa inputan data yang sesuai dengan kriteria dan pembobotan, didapatkan hasil penerima beras miskin yang layak jika presentasinya diatas 60%, sedangkan dibawah 60% dinyatakan tidak layak.
EFEKTIVITAS PELATIHAN APLIKASI PERKANTORAN TINGKAT DASAR MENGGUNAKAN TEORI ROUGH SET DI KAMPUNG KENDAHE I Ella Helmy Israel; Miske Silangen; Abraham Kamal; Stendy Sakur
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan perkampungan merupakan salah satu masalah yang dihadapi Negara berkembang. Kesenjangan tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor diantaranya kesenjangan infrastruktur antara kota dan kampung, maupun tingkat kebutuhan masyarakat akan fasilitas dan perangkat TIK seperti telepon seluler, komputer, maupun internet, serta ketersediaan SDM TIK, yang berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK di tingkat kampung. Kebijakan dan program-program pemerintah pusat sering menempatkan kampung sebagai objek bukan sebagai subjek, program pemanfaatan TIK hanya sampai pada tingkat kabupaten atau kecamatan. Oleh karena itu, dengan munculnya gerakan dari kampung yang dapat menyelenggarakan pemerintahan secara baik dan mandiri, yang didukung dengan pemanfaatan TIK, menjadi pelajaran bahwa inisiatif tersebut dapat dilakukan dari bawah. Dengan demikian kampung tersebut mampu melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan kampung itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Kampung Kendahe I, Kabupaten Sangihe. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada berbagai pihak diantaranya, Kepala Kampung Kendahe I untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan TIK dalam hal ini adalah pemanfaatan Aplikasi perkantoran tingkat dasar. Aplikasi Perkantoran tingkat dasar yang dimaksud adalah Aplikasi yang berhubungan dengan pengentrian data masyarakat, Microsoft Office merupakan salah satu jenis Aplikasi perkantoran tingkat dasar yang nantinya akan dipakai sebagai tolak ukur data yang akan dipakai dalam penelitian Efektivitas Pelatihan Aplikasi Perkantoran Tingkat Dasar Menggunakan Teory Rough SET di Kampung Kendahe I.Penelitian berfokus pada penggunaan/pemanfaatan TIK oleh kampung untuk mendukung kegiatan pemerintah kampung terkait pelayanan kepada masyarakat. The digital divide between urban communities and villages is one of the problems facing developing countries. These gaps caused by various factors including infrastructure gaps between cities and village, as well as the level of community needs for ICT facilities and devices such as cell phones, computers, and the internet, and the availability of ICT human resources, which affects the use of ICT at the village level. Central government policies and programs often place villages as object rather than subjects, ICT used programs only reach the district or sub-district level. Therefore, with the emergence of a movement from the village can organize governance well and independently, which is supported by the used of ICTs, it was become a lesson that the initiative can be carried out from below. Thus the village was carry out development according to the needs of the village itself. This research was conducted in Kampung Kendahe I, Sangihe Regency. The results of this study were expected to provide input to various parties including, the Head of Kampung Kendahe I to find out how the use of ICT in this case it was the utilization of basic office applications. The basic office application in question it was an application that relates to data entry in the community. Microsoft Office is one of the basic office applications that used as a benchmark for data used in research Kendahe I. The research focus on the use or use of ICTs by villages to support village government activities related to service to the society.
ANALISIS PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BEBALANG SELANG PANDEMI COVID-19 Miske Silangen; Desmin Tuwohingide; Alfrianus Papuas
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih ketika saat ini telah terjadi wabah Corona virus Desease (covid 19) yang telah menjadi pandemi bagi dunia. Hasil penelitian yang dilakukan di Kamapung Bebalang kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Sangihe menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Bebalang sudah memiliki dan menggunakan perangkat TIK baik untuk kebutuhan belajar, kerja, atau untuk kebutuhan komunikasi dan aktifitas lainnya. Responden yang menempuh pendidikan dan melaksanakan pembelajaran secara online tergolong tinggi yaitu sebanyak 69 % sedangkan yang melakukan pembelajaran secara offline sebanyak 31%. Perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk kebutuhan belajar dan kerja dari rumah adalah smartphone dan aplikasi yang digunakan adalah Whatsapp yaitu 50%. Responden yang sudah memanfaatkan perangkat TIK dan aplikasinya untuk kebutuhan pekerjaan sebanyak 67% sedangkan yang melaksanakan pekerjaan secara offline sebanyak 33%. Jenis perangkat TIK yang dianalisis yaitu radio, televisi dan parabola, handphone, smartphone, dan laptop/computer. Adanya pandemi covid -19 tidak berpengaruh besar terhadap pembelian perangkat TIK karena hanya sebagian kecil responden yang membeli perangkat tersebut saat adanya pandemic covid 19 yaitu sebanyak adalah 28 %. Alasan terbesar responden memiliki serta memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi selama masa pandemic covid -19 adalah untuk kebutuhan pendidikan sebanyak 45%. Responden yang dapat mengakses jaringan telekomunikasi dari rumah sebanyak 55%. Banyaknya kebutuhan masyarakat dimasa pandemi menyebabkan pengeluaran keuangan masyarakat meningkat yaitu sebanyak 89%. Namun 95% responden menyatakan bahwa perangkat teknologi informasi dan komnikasi sangat membantu aktifitas yang dilakukan sehari-hari. Information and communication technology has an important role in social life, especially when there has been an outbreak of the Corona virus Desease (covid 19) which has become a pandemic for the world.. The results of research conducted on Bebalang Island show that in general the citizen in Bebalang already have and use ICT equipment for learning, working, or for communicating needs and other activities. Respondents who took education and carried out online learning were high at 69%, while those who did offline learning were 31%. Information and communication technology devices used for learning and working from home are smartphones and the most widely used application is Whatsapp, which is 50%. Respondents who have used ICT tools and their applications for work needs were 67% while those who carried out work offline were 33%. The types of ICT equipment analyzed are radio, television and satellite dish, cellphone, smartphone, and laptop/ computer. The existence of the Covid-19 did not have a major effect on the purchase of ICT equipment because only a small proportion of respondents purchased these devices during the Covid 19 pandemic, which was 28%. The biggest reason respondents owned and used information and communication technology devices during the Covid-19 pandemic was for educational needs as much as 45%. The number of respondents who can access th e telecommunication network from home is 55%. The large number of community needs during the pandemic caused public financial spending to increase by as much as 89%. However, 95% of respondents
Penerapan Algoritma K-Means Cluster dan Metode TOPSIS pada Pemilihan Mahasiswa kunjungan Industri Stendy Budi Hartono Sakur; Miske Silangen; Desmin Tuwohingide
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 3: Desember 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v11i3.1045

Abstract

Industrial visits are an applicable form of learning where educators and students can see directly the system or work pattern of an industry or software company. The importance of this activity, so it is necessary to select students who take part in it accurately and objectively. This study aims to make calculation standards to help facilitate study programs in selecting students. Using the K-Means Cluster Algorithm is used to streamline data by eliminating alternatives that do not meet the requirements and creating two clusters whose centroid initially uses the maximum and minimum values of the criteria. Then do the ranking process with the TOPSIS method. The results showed that calculating the distance using the Manhattan Distance has the closest coefficient value higher than the Euclidean distance, which is about 60% of all data. The first cluster consists of 25 people who meet the requirements and are ranked by the TOPSIS Method so that only 20 people are left to take part in the activity. By using the Euclidean distance, there are 70% of the 20 people selected, while the Manhattan distance is 75%. 30% and 25% are taken from the first and second clusters. The K-Means Algorithm can correctly group members according to the required characteristics so that it can streamline the initial data, then the MCDM method can speed up the calculation process accurately and objectively.Keywords: K-Means; Clustering; Metode TOPSIS; Manhattan distance; Euclidien distance AbstrakKunjungan industri merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang aplikatif dimana pendidik dan peserta didik dapat melihat secara langsung sistem atau pola kerja suatu industri atau perusahaan perangkat lunak. Pentingnya kegiatan ini, sehingga perlu untuk memilih mahasiswa yang mengambil bagian di dalamnya secara akurat dan obyektif. Penelitian ini bertujuan membuat standar perhitungan untuk membantu mempermudah program studi dalam memilih mahasiswa. Menggunakan Algoritme K-Means Cluster yang digunakan untuk merampingkan data dengan Cara mengeliminasi alternatif yang tidak memenuhi syarat serta membuat dua kluster yang centroid awalnya menggunakan nilai maksimum dan minimum dari kriteria. Kemudian lakukan proses perangkingan dengan metode TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan, perhitungan jarak dengan Manhattan Distance memiliki nilai koefisien terdekat lebih tinggi dari Euclidean distance sekitar 60% dari seluruh data. Cluster pertama terdiri dari 25 orang yang memenuhi persyaratan dan dirangking dengan Metode TOPSIS, sehingga tersisa 20 orang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dengan menggunakan Euclidien distance, terdapat 70% dari 20 orang yang dipilih, sedangkan Manhattan distance adalah 75%. 30% dan 25% diambil dari cluster pertama dan kedua. Algoritme K-Means dapat dengan tepat mengelompokkan anggota sesuai karakteristik yang diperlukan sehingga dapat merampingkan data awal, kemudian metode MCDM dapat mempercepat proses perhitungan dengan akurat serta objektif.