Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Behongang

PENGAMANAN FILE TEKS MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMA VIGINERE CIPHER DAN TRIPLE COLUMNER Miske Silangen; Stendy Sakur; Desmin Tuwohingide
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.091 KB)

Abstract

Data yang bersifat rahasia perlu dijaga keamanannya. Pada umumnya metode yang digunakanuntuk pengamanan data adalah dengan membuat pasword yang terdiri dari beberapa karakter sehinggasering terjadi keboboloan karena pasword yang digunakan mampu ditebak dengan cepat. Meningkatkankeamanan pesan bisa dilakukan dengan teknik kriptografi. Pada teknik ini pesan akan dienkripsi(disandikan) menggunakan metode tertentu sehingga pesan tersebut sulit untuk dibaca karena susunanhurufnya tidak mengandung makna.Pada penelitian ini digunakan Metode vigenere cipher untuk menyandikan kunci yang akan digunakanuntuk melakukan enkripsi. pada metode Vigenere cipher tiap karakter ke-i pada teks asli ditambahdengan kunci indeks ke-i vigenere, kemudian di-mod p dimana p adalah panjang kunci vigenere.Sedangkan metode triple columner digunakan untuk menyandikan plaintext atau pesan asli. Padametode ini pesan dienkripsi sebanyak tiga kali sehingga lebih meningkatkan keamanan pesan. Setelahdilakukan pengujian, kedua metode tersebut bisa digunakan untuk menyandikan pesan danmengembalikan pesan tersebut ke bentuk semula, sehingga aplikasi yang dibuat diharapkan bisadigunakan untuk mengirim pesan yang bersifat rahasia. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarikehilangan data sehingga pesan yang dikirim bisa diterima oleh penerima pesan tanpa mengalamiperubahan data.
KELAYAKAN PENERIMA BERAS MISKIN DI KAMPUNG GUNUNG KECAMATAN TABUKAN TENGAH MENGGUNAKAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN Miske Silangen; Jevenston Lalenoh; Luther Latumakulita
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.061 KB)

Abstract

Pengambilan keputusan yang belum optimal dalam penentuan penerima beras miskin, sangat merugikan masyarakat. Belum tersedianya aplikasi secara otomatis dalam pengolahan data masyarakat, menimbulkan masalah yang sama terus-menerus terjadi. Penelitian ini dilakukan di desa gunung kecamatan Tabukan Tengah yang bertujuan untuk membantu pihak pengambil keputusan dalam menentukan penerima beras miskin yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukanoleh pemerintah Indonesia. Dalam Penentuan kriteria keluarga miskin diperlukan sebuah sistem yang baik untuk mencegah kesalahan bahkan kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, yaitu dengan membuat sistem pendukung keputusan (SPK). Aplikasi ini dibuat untuk menunjang pekerjaan pemerintah kampung sehingga tidak kesulitan dalam menentukan keluarga miskin yang berhak untuk menerima bantuan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada sistem dengan cara melakukan input data yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, didapatkan hasil bahwa inputan data yang sesuai dengan kriteria dan pembobotan, didapatkan hasil penerima beras miskin yang layak jika presentasinya diatas 60%, sedangkan dibawah 60% dinyatakan tidak layak.
EFEKTIVITAS PELATIHAN APLIKASI PERKANTORAN TINGKAT DASAR MENGGUNAKAN TEORI ROUGH SET DI KAMPUNG KENDAHE I Ella Helmy Israel; Miske Silangen; Abraham Kamal; Stendy Sakur
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan perkampungan merupakan salah satu masalah yang dihadapi Negara berkembang. Kesenjangan tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor diantaranya kesenjangan infrastruktur antara kota dan kampung, maupun tingkat kebutuhan masyarakat akan fasilitas dan perangkat TIK seperti telepon seluler, komputer, maupun internet, serta ketersediaan SDM TIK, yang berpengaruh terhadap pemanfaatan TIK di tingkat kampung. Kebijakan dan program-program pemerintah pusat sering menempatkan kampung sebagai objek bukan sebagai subjek, program pemanfaatan TIK hanya sampai pada tingkat kabupaten atau kecamatan. Oleh karena itu, dengan munculnya gerakan dari kampung yang dapat menyelenggarakan pemerintahan secara baik dan mandiri, yang didukung dengan pemanfaatan TIK, menjadi pelajaran bahwa inisiatif tersebut dapat dilakukan dari bawah. Dengan demikian kampung tersebut mampu melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan kampung itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Kampung Kendahe I, Kabupaten Sangihe. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada berbagai pihak diantaranya, Kepala Kampung Kendahe I untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan TIK dalam hal ini adalah pemanfaatan Aplikasi perkantoran tingkat dasar. Aplikasi Perkantoran tingkat dasar yang dimaksud adalah Aplikasi yang berhubungan dengan pengentrian data masyarakat, Microsoft Office merupakan salah satu jenis Aplikasi perkantoran tingkat dasar yang nantinya akan dipakai sebagai tolak ukur data yang akan dipakai dalam penelitian Efektivitas Pelatihan Aplikasi Perkantoran Tingkat Dasar Menggunakan Teory Rough SET di Kampung Kendahe I.Penelitian berfokus pada penggunaan/pemanfaatan TIK oleh kampung untuk mendukung kegiatan pemerintah kampung terkait pelayanan kepada masyarakat. The digital divide between urban communities and villages is one of the problems facing developing countries. These gaps caused by various factors including infrastructure gaps between cities and village, as well as the level of community needs for ICT facilities and devices such as cell phones, computers, and the internet, and the availability of ICT human resources, which affects the use of ICT at the village level. Central government policies and programs often place villages as object rather than subjects, ICT used programs only reach the district or sub-district level. Therefore, with the emergence of a movement from the village can organize governance well and independently, which is supported by the used of ICTs, it was become a lesson that the initiative can be carried out from below. Thus the village was carry out development according to the needs of the village itself. This research was conducted in Kampung Kendahe I, Sangihe Regency. The results of this study were expected to provide input to various parties including, the Head of Kampung Kendahe I to find out how the use of ICT in this case it was the utilization of basic office applications. The basic office application in question it was an application that relates to data entry in the community. Microsoft Office is one of the basic office applications that used as a benchmark for data used in research Kendahe I. The research focus on the use or use of ICTs by villages to support village government activities related to service to the society.
ANALISIS PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI BEBALANG SELANG PANDEMI COVID-19 Miske Silangen; Desmin Tuwohingide; Alfrianus Papuas
Jurnal Ilmiah Behongang Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Behongang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi mempunyai peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih ketika saat ini telah terjadi wabah Corona virus Desease (covid 19) yang telah menjadi pandemi bagi dunia. Hasil penelitian yang dilakukan di Kamapung Bebalang kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Sangihe menunjukkan bahwa secara umum masyarakat Bebalang sudah memiliki dan menggunakan perangkat TIK baik untuk kebutuhan belajar, kerja, atau untuk kebutuhan komunikasi dan aktifitas lainnya. Responden yang menempuh pendidikan dan melaksanakan pembelajaran secara online tergolong tinggi yaitu sebanyak 69 % sedangkan yang melakukan pembelajaran secara offline sebanyak 31%. Perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk kebutuhan belajar dan kerja dari rumah adalah smartphone dan aplikasi yang digunakan adalah Whatsapp yaitu 50%. Responden yang sudah memanfaatkan perangkat TIK dan aplikasinya untuk kebutuhan pekerjaan sebanyak 67% sedangkan yang melaksanakan pekerjaan secara offline sebanyak 33%. Jenis perangkat TIK yang dianalisis yaitu radio, televisi dan parabola, handphone, smartphone, dan laptop/computer. Adanya pandemi covid -19 tidak berpengaruh besar terhadap pembelian perangkat TIK karena hanya sebagian kecil responden yang membeli perangkat tersebut saat adanya pandemic covid 19 yaitu sebanyak adalah 28 %. Alasan terbesar responden memiliki serta memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi selama masa pandemic covid -19 adalah untuk kebutuhan pendidikan sebanyak 45%. Responden yang dapat mengakses jaringan telekomunikasi dari rumah sebanyak 55%. Banyaknya kebutuhan masyarakat dimasa pandemi menyebabkan pengeluaran keuangan masyarakat meningkat yaitu sebanyak 89%. Namun 95% responden menyatakan bahwa perangkat teknologi informasi dan komnikasi sangat membantu aktifitas yang dilakukan sehari-hari. Information and communication technology has an important role in social life, especially when there has been an outbreak of the Corona virus Desease (covid 19) which has become a pandemic for the world.. The results of research conducted on Bebalang Island show that in general the citizen in Bebalang already have and use ICT equipment for learning, working, or for communicating needs and other activities. Respondents who took education and carried out online learning were high at 69%, while those who did offline learning were 31%. Information and communication technology devices used for learning and working from home are smartphones and the most widely used application is Whatsapp, which is 50%. Respondents who have used ICT tools and their applications for work needs were 67% while those who carried out work offline were 33%. The types of ICT equipment analyzed are radio, television and satellite dish, cellphone, smartphone, and laptop/ computer. The existence of the Covid-19 did not have a major effect on the purchase of ICT equipment because only a small proportion of respondents purchased these devices during the Covid 19 pandemic, which was 28%. The biggest reason respondents owned and used information and communication technology devices during the Covid-19 pandemic was for educational needs as much as 45%. The number of respondents who can access th e telecommunication network from home is 55%. The large number of community needs during the pandemic caused public financial spending to increase by as much as 89%. However, 95% of respondents