Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS KITOSAN SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI PADA PRODUK TRADISIONAL IKAN LAYANG (Decapterus russeli) ASAP PINEKUHE David Engelberd Sombo; Agus Turambi; Stevy Imelda Murniati Wodi; Eko Cahyono
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kamous Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan senyawa turunan kitin yang terdapat pada Crustacea. Kitosan memiliki fungsi sebagai antibakteri dan digunakan sebagai pengawet makanan salah satunya pada ikan Pinekuhe. Pinekuhe merupakan diolah ikan yang dibentuk dengan cara dilipat (ikan dibelah dari bagian punggung atas atau sampai bagian tengah, kemudian dilipat kebagian belakang sehingga ekor dan bagian insang bertemu) sehingga berbentuk seperti katak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kitosan sebagai pengawet alami pada ikan pinekuhe. Perlakuan yang digunakan terdiri dari larutan kitosan (0%, 0.5%, 1.5%, 2.5% dan 3.5%). Analisis yang dilakukan meliputi nilai perspektif, Total Plate Count (TPC), dan uji organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur, jamur dan lendir). Berdasarkan hasil penelitia kitosan memiliki sifat antibakteri yang mampu menghambat laju pertumbuhan bakteri. Larutan kitosan konsentrasi 3.5% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat TPC hingga hari ke-9. Pengamatan organoleptik pada ikan pinekuhe menunjukkan bahwa pemberikan larutan kitosan memberikan pengaruh nyata, sehingga kitosan dapat dijadikan alternatif bahan pengawet alami.Kata kunci : antibakteri, kitosan, pinekuhe, TPC.
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA IKAN ASAP PINEKUHE: PENGOLAHAN MENGGUNAKAN TUNGKU PENGASAPAN TEBIYAMA Frets Jonas Rieuwpassa; Agus Turambi; Frans Gruber Ijong; Wendy Alexander Tanod; Eko Cahyono; Novalina Maya Sari Ansar; Obyn Imhart Pumpente; Yana Sambeka; Aprelia Martina Tomasoa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31195

Abstract

Penggunaan teknik pengasapan tungku tebiyama untuk mengolah ikan asap pinekuhe belum banyak dilakukan. Padahal tungku ini memiliki banyak keunggulan misalnya efektif dan efisien dalam pengasapan serta merupakan teknik pengasapan tertutup. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai organoleptik, komposisi kimia dan kandungan PAH ikan asap pinekuhe yang diasapi menggunakan tungku tebiyama. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ikan asap penikuhe, pengemasan vakum dan disimpan selam 9 hari untuk pengamatan organoleptik, pengujian proksimat dan analisis PAH. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai organoleptik selama penyimpanan 9 hari masih dapat diterima oleh penelis untuk semua parameter. Kandungan protein cukup tinggi yaitu 32,18% sedangkan kadar air sebesar 31,28%. Analisis PAH menunjukkan terdapat 16 jenis senyawa PAH dengan senyawa benzo(a)pyrene sebesar 0,395 ppm.