Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Analisa Perancangan Sistem Transmisi Pembangkit dengan Power 150 KVA dan proteksi gangguan listrik di penyaluran 10 KVA menggunakan UPS 8 KVA pada software etap 16.0.0 AGUS KISWANTONO; ARDIAN PERMANA PUTRA
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.144 KB)

Abstract

Secara umum di kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari kita bertemu dengan gangguan- gangguan listrik yang kita tidak bias ketahui oleh mata yaitu diantaranya adalah tegangan drop atau adanya fliker itu disebabkan karena banyaknya pkerjaan dengan menggunakan beban dinamic cenderung dominan menggunakan dinamo . yakni sekarang kita perlu ketahui perencanaan dan perancangannya dengan power sebesar 150 KVA . dan tentunya dengan sering adanya gangguan listrik , kita harus memliki pencegahan dengan proteksi menggunakan UPS dengan kapasitas 8 KVA untuk wilayah pemukiman warga yang bersifat sementara atau bias disebut tegangan sumber listrik sementara. Sehingga kita bisa melakukan aktivitas yang bersifat urgent atau mendadak untuk tindakan penyelamatan supaya pekerjaan kita tidak hilang , sehingga masih ada waktu untuk membackup data .
Monitoring Arus dan Tegangan dari 9 Unit Pembangkit Di Indonesia Ke Kantor Pusat PLN Menggunakan Etab Naufal Prastyana; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.263 KB)

Abstract

Pada era yang sangat maju ini sering kita menggunakan gadget sebagai kebutuhan untuk membuat lebih mudah dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Pada kali ini untuk pemantauan arus dan tegangan dari 9 unit pembangkit yang ada di Indonesia untuk di monitoring secara online oleh kantor pusat PLN dengan metode yang digunakan yaitu menggunakan wireless dengan membuat server pribadi serta di simulasikan dengan menggunakan Etab terhadap arus dan tegegangan.
Perancangan dan analisa sistem transmisi dengan Power 150 KVA disimulasikan pada software etap 16.0.0 AGUS KISWANTONO; WAHYU HIDAYAT
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.199 KB)

Abstract

Kebutuhan tenaga listrik di Indonesia terus meningkat sesuai dengan laju pertumbuhan ekonomi dan industri serta pertambahan penduduk. Sistem kelistrikan antar pusat-pusat pembangkit dan pusat-pusat beban pada umumnya terpisah dalam ratusan bahkan ribuan kilometer. Saluran- saluran transmisi membawa tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkitan ke pusat-pusat beban melalui saluran tegangan tinggi 150 kV atau melalui saluran transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV. Trafo penurunan akan merendahkan tegangan ini menjadi tegangan subtransmisi 60 kV yang kemudian di gardu induk diturunkan lagi menjadi tegangan distribusi primer 20 kV. Pada gardu induk distribusi yang tersebar di pusat-pusat beban tegangan diubah oleh trafo distribusi menjadi tegangan rendah 220/380 V.
SIMULASI TRANSMISI PADA PEMBANGKIT PJB MENGGUNAKAN ETAP 16.0.0 AGUS KISWANTONO; M Agung Syahjehan
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.239 KB)

Abstract

Sistem transmisi adalah proses penyaluran listrik dari pembangkitan sampai distribusi. Pada sistem transmisi penyaluran tenaga listrik harus bekerja dengan sesuai standar dan tanpa kegagalan agar tingkat keandalannya baik. Salah satu permasalahan yang ada dalam penyaluran energi listrik adalah gangguan kontingensi. Analisis gangguan kontingensi bertujuan agar dapat mengidentifikasi keandalan saat gangguan tersebut. Dengan menggunakan simulasi pada program ETAP, sistem transmisi Jawa Bali bagian bertujuan dapat lebih memperhitungkan pada rel mana yang mengalami tegangan turun dan kenaikan arus saat terjadinya pemutusan saluran. Analisis aliran daya dalam keadaan normal dan saat gangguan kontingensi N-2 dapat mengidentifikasi penurunan tegangan pada sistem dan pada rel mana saja yang tegangannya berada dibawah toleransi. dari hasil identifikasi, rel –rel yang tegangannya dibawah toleransi harus segera diperbaiki dengan menggunakan load shedding agar pada rel yang tegangannya dibawah toleransi dapat naik kembali. Saat gangguan kontingensi N-2 arus pada saluran kedua mengalami kenaikan akibat dari beban yang hanya bertumpu pada satu saluran. Pada saat load shedding arus kembali normal karena beberapa beban telah diputus. Untuk mengetahui tingkat keandalan pada saluran transmisi Jawa Bali bagian Barat dapat dilihat dengan indeks SAIDI dan SAIFI. Pada saat load shedding transmisi Jawa Bali bagian Barat mengalami frekuensi pemadaman 1,56 kali per tahun dengan lama 4,29 jam per tahun.
SIMULASI PERANCANGAN JARINGAN TRANSMISI DENGAN DAYA 150 KV DAN BUSBAR 20 KV MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Miftakhul anas arifin; m Iqbal fitrony; achmad aldi affifudin; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.199 KB)

Abstract

listrik merupakan kebutuhan pokok di era modern . pada umumnya listrik dibagi menjadi 3 tahap yaitu pembangkit, transmisi, ditribusi. Pada umumnya pusat pembangkit dan pusat beban memiliki jarak yang berjauhan maka dibutuhkan saluran transmisi yang memadai dan sangat panjang untuk menyalurkan tenaga listrik ke pusat beban. Untuk mensimulasikan hubungan antar komponen dalam system transmisi maka kita akan mensimulasikan perancangan jaringan transmisi dengan daya 150 KV dan busbar 20 KV dengan software ETAB 12.6.0 . Dari hasil analisa metode ETAB kita dapat mendapatkan data yang akurat mulai dari sistem pembangkit hingga jaringan distribusi.
ANALISA SIMULASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT DAN BREAKING CAPASITY CIRCUIT BREAKER MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Ageng Sulistiono; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.935 KB)

Abstract

Sistem Transmisi merupakan jalur untuk mengirimkan energi listrik dari pembangkit ke gardu Induk atau dari Gardu Induk satu ke Gardu Induk lain. Dalam prosesnya ada kemungkinan terjadi gangguan seperti hubung singkat yang dapat menyebabkan kerusakan perangkat dan tentu juga berdampak padam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar arus gangguan hubung singkat dan mensimulasikan breaking capacity pada circuit breaker dengan bantuan software ETAP 12.6.0. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa besar beban motor 3 fasa berpengaruh besar jika terjadi gangguan fasa - fasa.
ANALISA KONFIGURASI DROP TEGANGAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM LOOP SCHEME PADA ETAP 12.6.0 Diky Sambudo; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.591 KB)

Abstract

Keluhan yang terjadi akibat seringnya drop tegangan pada sisi trasmisi150kV ke gardu induk untuk mengstepdown trafo 20kV atau distribusi. KarenaUmumnya pada sistem tenaga listrik letak antara pusat pembangkit denganpusat beban berjauhan.Tenaga listrik biasanya dibutuhkan saluran Transmisiyang cukup panjang untuk menyalurkan daya listrik ke pusat-pusatbeban tersebut. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi ETAP12.6.0 dengan tujuan untuk mensimulasikan system loop scheme JaringanTransmisi untuk dilakukan konfigurasi.Pada hasil Analisa konfigurasi drop tegangan dengan menggunakan systemloop scheme yaitu dengan memperbesar ukuran kabel/ konduktor danmemperkecil beban dengan konfigurasi loop scheme tersebut sehingga bebanyang ideal akan membuat tegangan menjadi stabil.
RANCANG BANGUN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) BERBASIS ARDUINO UNO R328P PADA PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) 220VAC Panky Hermawan; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.143 KB)

Abstract

Automatic Transfer Switch (ATS) adalah peralatan elektromekanik yang dapat dikendalikan dan difungsikan untuk memindahkan posisi sumber tenaga listrik, dari jaringan utama (PLN) ke sumber tenaga listrik cadangan yang mana disini memakai prototipe Pembangkit listrik tenaga Bayu (Angin) apabila supali PLN terputus. Automatic Transfer Switch akan mengembalikan pasokan tenaga keposisi normal secara otomatis apabila pasokan tenaga listrik dari jaringan utama telah kembali tersedia. “Automatic Transfer Switch dengan Mikrokontroller Arduino UNO 328P” merupakan perangkat yang dibuat untuk mengubah posisi sakelar utama pemindah PLN / PLTB secara otomatis dan juga melakukan monitoring arus dan tegangan. Mikrokontroller digunakan sebagai pengontrol utamanya dan sensor PZEM 004T sebagai pembaca arus dan tegangannya. Beberapa pengujian fungsional yang dilakukan memperlihatkan hasil bahwa relai pemindah otomatis yang dibuat telah bekerja sebagaimana yang diharapkan. Dan juga monitoring arus, tegangan dan frekuensi dapat tertampil di layar LCD.
RANCANG BANGUN ALAT PERANGKAP SERANGGA DI PERSAWAHAN BERTENAGA SURYA DAN MENGGUNAKAN BLOWER Bagus Yudha Saputra; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.434 KB)

Abstract

Untuk mengendalikan hama serangga yang ramah lingkungan, dirancang sebuah alat perangkap hama serangga pada padi sawah dengan menggunakan cahaya dari tenaga surya dengan sumber listrik dari tenaga surya. Alat ini menggunakan panel surya 15 Wp - 12 V dengan baterai 12 V - 7 Ah. Alat ini menggunakan lampu LED dan Kipas DC sebagai blower. Alat ini bekerja secara otomatis karena menggunakan sensor Photocell (cahaya) untuk menghidupkan lampu secara otomatis. Alat ini memanfaatkan keterkaitan hama serangga yang tertarik dengan cahaya karena secara alami hama serangga mudah tertarik dengan cahaya. Alat ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia insektisida untuk membunuh serangga. Berdasarkan pengujian yang dilakukan di persawahan Gading Fajar 2, Hama serangga yang tertangkap adalah walang sangit (leptocorica acuta), kepinding tanah (scotinophora coarctata), kepik hijau (nezara viridula), penggerek batang padi putih (scripophaga innotata) dan belalang (caelifera).
Proteksi Tegangan Berbasis IoT: Sistem Monitoring Cerdas dan Responsif Kiswantono, Agus; Afianti, Hasti; Saidah; Purwahyudi, Bambang
SinarFe7 Vol. 6 No. 1 (2024): SinarFe7-6 2024
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan sumber daya yang krusial dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk industri, perkantoran, dan perdagangan. Untuk memastikan sistem tenaga listrik beroperasi dengan andal dan efisien, diperlukan sistem proteksi yang mampu mendeteksi dan merespons gangguan, seperti tegangan lebih. Penelitian ini mengembangkan sistem proteksi tegangan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Over Voltage Relay (OVR) dan aplikasi Blynk. OVR digunakan untuk melindungi peralatan dari tegangan berlebih, sementara aplikasi Blynk memungkinkan pemantauan secara real-time. Sistem ini menggunakan modul PZEM-004T 3.0 dan ESP32-32D untuk integrasi IoT. Pengujian menunjukkan bahwa OVR mencatat tegangan antara 225V hingga 250V, sementara Blynk mencatat nilai sedikit lebih tinggi, dari 225,9V hingga 256,9V. Meskipun ada perbedaan akurasi antara pengukuran OVR dan tampilan Blynk, kedua sistem secara keseluruhan menunjukkan efektivitas dalam memantau tegangan dan arus. Sistem ini menawarkan solusi yang handal untuk pemantauan dan proteksi tegangan, dengan potensi peningkatan akurasi dan kinerja melalui penyesuaian lebih lanjut.