Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pembelajaran IPATema 9 Kayanya Negeriku Kelas IV UPTD SD Negeri Siuf Tahun Ajaran 2023/2024 Maria Devawati Fontes Nahak; Dian Meilani; Ummu Fajariyah Akbari
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 1 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i1.1746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar peserta didik melalui model Jigsaw pada siswa kelas IV UPTD SDN Siuf. Manfaat dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dan memungkinkan siswa untuk memahami pembelajaran lebih baik, karena pembelajaran benar-benar bermakna dan memberikan suasana dan tangapan baru dalam kegiatan belajar, sehingga siswa lebih tertarik dan senang mengikuti pelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model pengembangan menurut kemmis yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), refleksi (reflecting). Subjek dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas IV UPTD SDN Siuf berjumlah 14 orang. Teknik pengumpilan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni tes, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan data observasi aktivitas guru dan siswa, data tes analisis menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menumjukan rata-rata siswa yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 40, 00 dan meningkat paa siklus II menjadi 95, 00: hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan KKM yakni 75 pada pembelajaran IPA materi Sumber Energi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV UPTD SDN Siuf pada pembelajaran IPA materi Sumber Energi.
Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic Auditori, Visualization, Intellectually) Berbantuan Media Kartu Cuaca Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa SD Muhammadiyah 2 Kupang. Nece Kala Opung; Dian Meilani; Julhidayat Muhsam
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 1 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i1.1747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic,Auditori, Visualization, Intellectually) Berbantuan media kartu cuaca untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 2 Kupang Tahun Ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil observasi di SD Muhammadiyah 2 Kupang pada kelas lll menunjukkan adanya permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran. Masalah yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tersebut diantaranya bahwa dalam pembelajaran didominasi oleh guru sedangkan peserta didik lebih banyak diam atau bersifat pasif. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran SAVI (untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas III SD Muhammadiyah 2 Kupang. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang meliputi empat tahap yakni, tahap perencanaan, pelaksanaan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi dan angket. Analisis data menggunakan data observasi untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa, data tes dianalisi menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata peserta didik yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 30% dan meningkat pada siklus II menjadi 92%?.Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan KKM yakni 70 pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi Cuaca Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III SD SD Muhammadiyah 2 Kupang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Cuaca. Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic,Auditori, Visualization, Intellectually) berbantuan media kartu cuaca untuk meningkatkan ketrampilan berbicara siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 2 Kupang 2023/2024.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Brain Based Learning (BbL) Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Tema 5 Ekosistem Kelas V SD GMIT Oetefu Besar Tahun Ajaran 2023/2024 Vebi Elisabet Tanau; Dian Meilani; Julhidayat Muhsam
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 2 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i2.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe BRAIN BASED LEARNING (BBL) siswa kelas V SD GMIT Oetefu Besar Tahun Ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan desain penelitian model BRAIN BASED LEARNING (BBL) Tanggart dan Kemmis yang dilaksanakan pada Prosedur dalam penelitian ini meliputi perencanaan , tindakan, observasi, tes hasil belajar, angket 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V berjumlah 20 orang. Dalam pembelajaran siswa mempelajari materi ekosistem pada makhluk hidup. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi aktivitas belajar, tes dan angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I tingkat aktivitas guru siklus 1 mencapai jumlah presentase 78,3% dan aktivitas guru pada siklus II 88,8% . Aktivitas siswa siklus 1 memperoleh nilai rata-rata 68,45% sedangkan aktivitas siswa pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 84,43%. Angket respon guru mencapai jumlah presentase 81,9% dan angket respon siswa mencapai jumlah presentase 80%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran BRAIN BASED LEARNING (BBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD GMIT Oetefu Besar Tahun Ajaran 2023/2024.
Implementasi Pembelajaran Abad 21 terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik dengan Pengendalian Motivasi Belajar Dian Meilani; Ummu Aiman
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.24419

Abstract

Abstract Less optimal learning of science results in low learning outcomes of science. In overcoming this, it is necessary to apply variative learning in accordance with the demands of the current century, namely 21st century learning. The study aims to determine the effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes in learners by controlling learning motivation. This research is experimental study. The study population was students of class V of SD Muhammadiyah 2 Kupang totaling 92 people and the sample used was 62 people, with a random sampling technique. Data were analyzed using one-way ANAVA test, ANAKOVA test, and product moment test. The instrument used in the form of science learning outcomes tests and questionnaires. The results showed that: 1) there was an effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes with = 34.984  (0.05; 1:60) = 4.00. 2) There is an effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes, after learning motivation is controlled by FA * = 36.106   (0.05; 1:59) = 4.00. 3) There is a significant contribution of learning motivation to the learning outcomes of science, by 66%. The implications of this study include: 1) educators play a more active and creative role in shaping 21st century learning in students by not only mastering science as a product, but especially as a process. 2) The implementation of 21st century learning requires patience, determination, creativity, innovation in designing learning so that students actually participate in learning so that the required skills are formed in accordance with the 21st century. 3) Adequate learning facilities to support learning so as to improve learning outcomes in a manner optimal. Abstrak Pembelajaran IPA yang kurang optimal mengakibatkan rendahnya hasil belajar IPA. Dalam mengatasi hal tersebut perlunya menerapkan pembelajaran variatif yang sesuai dengan tuntutan abad saat ini yaitu pembelajaran abad 21.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik dengan pengendalian motivasi belajar. Penelitaian ini merupakan penelitiankuantitatif berupa  eksperimen. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas V SD Muhammadiyah 2 Kupang berjumlah 92 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 62 orang, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu jalur, uji ANAKOVA, dan Uji product moment. Instrument yang digunakan berupa tes hasil belajar IPA dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) terdapat pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA dengan   = 34,984  (0,05; 1:60) = 4,00. 2) Terdapat pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA, setelah motivasi belajar dikendalikan dengan = 36.106  (0,05; 1:59) = 4,00. 3) Terdapat kontribusi signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA, sebesar 66%. Implikasi penelitian ini diantaranya: 1) pendidik berperan lebih aktif dan kreatif membentuk pembelajaran abad 21 pada peserta didik dengan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagi produk, tetapi terutama sebagai proses. 2) Implementasi pembelajaran abad 21 memerlukan kesabaran, tekad, kreatifitas, inovasi dalam merancang pembelajaran sehingga peserta didik benar-benar mengikuti pembelajaran sehingga terbentuk keterampilan yang dibutuhkan sesuai dengan abad 21. 3) Fasilitas belajar yang memadai guna menunjang pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar secara optimal.
Program Kampus Berdampak: Kolaborasi Kampus Dan Sekolah Dalam Peningkatan Literasi, Numerasi, Dan Keterampilan Siswa Melalui Ekstrakurikuler Pramuka Oleh Mahasiswa PGSD Maria C. Sanbein; Maria K. Seran; Stefania M. Luya; Maria O. Fahik; Yolenta A. Bria; Evaritha F. Amfotis; Ummu Fajariyah Akbari; Dian Meilani; Nurlailah; Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Julhidayat Muhsam
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2280

Abstract

Program Kampus Berdampak merupakan bagian dari implementasi KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Kupang tahun 2024 yang dilaksanakan di UPTD SD Negeri Tuak Daun Merah. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kemampuan literasi dasar pada siswa kelas rendah, mengembangkan keterampilan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada siswa kelas tinggi, serta menciptakan sinergi kegiatan berdampingan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kreatif sekolah. Pelaksanaan program berlangsung selama 75 hari, dengan fokus utama pada kegiatan literasi dan numerasi untuk kelas rendah serta penguatan karakter dan keterampilan melalui Pramuka bagi kelas tinggi.Kolaborasi antara kampus dan sekolah menjadi faktor kunci keberhasilan program, terlihat dari tingginya partisipasi guru dan antusiasme siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mahasiswa PGSD sebagai pelaksana program juga berperan aktif dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan siswa. Meskipun demikian, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya partisipasi aktif dari sebagian siswa dan keterbatasan pengalaman mahasiswa dalam mengelola dinamika kelas. Namun secara umum, program ini memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan potensi siswa dan memperkuat hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.
Pendokumentasian Tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe, Kabupaten Malaka Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Zaqinah Ahmad; Ummu Aiman; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad; Dian Meilani; Arifin Arifin; Kenedi Kenedi; Ahmad Ishom Pratama Wahab
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i2.3066

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Warisan Budaya Takbenda seni tari Bidu Tais Mutin di Desa Weoe dilakukan dengan maksud menulis dan mendokumentasikan keseluruhan proses pembuatan dari perspektif budaya sehingga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bagi pelajar, masyarakat ataupun pemerhati budaya, dan juga sebagai salah satu bahan referensi penelitian mahasiswa. Sebagai upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan daerah, kegiatan ini penting dilaksanakan karena bagian dari proses untuk penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Adanya laporan kegiatan ini kiranya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Bidang Kebudayaan untuk membuat perencanaan, merancang kebijakan guna mewujudkan kemajuan pemajuan kebudayaan daerah Nusa Tenggara Timur yang konstruktif. Tari Bidu Tais mutin mrupakan bentuk luapan kegembiraan masyarakat Desa Weoe dalam meredahkan amarah dari para penjajah Jepang. Penulisan pelaporan kegiatan pendokumentasian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Metode penulisan secara kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dideskripsikan, sehingga dapat memberikan gambaran dan pemaparan mengenai sejarah dan bentuk tari Bidu tais Mutin di desa upacara Weoe. Teknik pengumpalan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis bentuk tari Bidu Tais mutinmenggunakan konsep Soedarsono tentang bentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, pola lantai, busana, iringan, waktu dan tempat pertunjukan. Hasil menujukkan bahwa tari Bidu Tais Mutin merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur pada zaman penjajah Jepang dan sebagai suatu pengenang akan sejarah masyarakat Weoe pada waktu itu yang dapat dilihat dari gerak, nyanyian, busana penuh pemaknaan sebagai identitas dari masyarakat Weoe. Abstract: The implementation of the Intangible Cultural Heritage Study Activity for the Bidu Tais Mutin dance in Weoe Village was carried out with the aim of writing and documenting the entire process of creation from a cultural perspective so that it can be used as learning material for students, the community or cultural observers, and also as a reference material for student research. As an effort to protect, preserve, develop, utilize, and foster regional culture, this activity is important to carry out because it is part of the process of determining Indonesia's Intangible Cultural Heritage. The existence of this activity report can hopefully be used as evaluation material for the Cultural Sector to make plans and design policies to realize constructive progress in advancing the culture of the East Nusa Tenggara region. The Bidu Tais Mutin dance represents a joyful outpouring of joy by the people of Weoe Village to defuse the anger of the Japanese invaders. This report on the documentation of this activity uses qualitative research methods with an ethnochoreological approach. This qualitative writing method aims to obtain as much data as possible, then analyze and describe it, so that it can provide an overview and explanation of the history and form of the Bidu Tais Mutin dance in the Weoe ceremonial village. The data collection techniques used were observation, interviews, and literature review. The analysis of the Bidu Tais Mutin dance form uses Soedarsono's concept of interrelated forms such as dancers, movements, floor patterns, costumes, accompaniment, time, and performance venue. The results show that the Bidu Tais Mutin dance is a form of respect for the ancestors during the Japanese colonial era and as a reminder of the history of the Weoe people at that time which can be seen from the movements, songs, and clothing full of meaning as the identity of the Weoe people.
The Effectiveness of Flash Card Media-Oriented Group Investigation Learning Models on Learning Outcomes of Elementary Students Ummu Aiman; Dian Meilani; Uslan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.5111

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the flash card media-oriented group investigation (GI) learning model on the learning outcomes of elementary students. The approach used in this study is a quantitative approach with pre-experimental methods and the type of One Group Pretest-Posttest design. With the overall population of SD Inpres Oeba 2 class V students 22 people. Sampling using nonprobability sampling saturated sampling where all members of the population are sampled. The data collection technique was obtained from a multiple choice written test. The data analysis technique used descriptive analysis and inferential statistics with the help of the SPSS version 22 application. The results showed that independent t-test data processing obtained a sig value of 0.000 <0.05, then Ha was accepted and H0 was rejected or in other words there was a significant difference between pretest and posttest classes in improving student learning outcomes in the material for the digestive tract of food in humans. Thus, the Flash Card Oriented Group Investigation (GI) learning model can improve the Learning Outcomes of Class V Students of SD Inpres Oeba 2 Kupang City.
Pendampingan Belajar Konsep Literasi Numerasi Melalui Alat Peraga Papan Berhitung Bagi Siswa Kelas Rendah di SDI Kuanino 2 Kupang Zaqinah Ahmad; Dian Meilani; Felitciani Dwi Junitha Sanga Tolan; Rizqy Amelia Ramadhaniyah Ahmad; Ahmad Ishom Pratama Wahab; Maria Asti Fereira Manek
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v4i1.3352

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Alat Peraga Papan Berhitung dalam memvisualisasikan konsep penjumlahan dan pengurangan bagi siswa kelas rendah di SD Kuanino 2 Kupang. Masalah utama yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya pemahaman konsep berhitung dasar akibat pembelajaran matematika yang cenderung abstrak dan konvensional. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang melibatkan 30 siswa sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dan penyebaran instrumen angket, yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, serta expert judgment. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil kegiatan pengabdian secara kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan papan berhitung mampu mengubah atmosfer kelas menjadi lebih interaktif, berpusat pada siswa, serta efektif menjembatani fase operasional konkret anak. Sementara itu, analisis kuantitatif memperkuat temuan tersebut dengan perolehan rata-rata akumulasi respons positif siswa mencapai 96%. Indikator visualisasi estetika warna menempati persentase tertinggi (86,7% sangat setuju) dalam mencegah kebosanan belajar. Secara kognitif, media manipulatif ini terbukti mempercepat pemahaman logika operasi hitung dasar dan mereduksi kecemasan matematika anak. Dapat disimpulkan bahwa implementasi Alat Peraga Papan Berhitung sangat efektif meningkatkan minat, keterlibatan aktif, dan pemahaman konsep matematika siswa kelas rendah di SD Kuanino 2 Kupang. Abstract: This community service activity aims to describe the implementation of the Abacus Teaching Aid in visualizing the concepts of addition and subtraction for lower-grade students at SD Kuanino 2 Kupang. The main issue underlying this community service activity is the low level of understanding of basic arithmetic concepts due to mathematics instruction that tends to be abstract and conventional. This community service activity employs a descriptive approach involving 30 students as participants. Data collection techniques included structured interviews and the distribution of questionnaires, whose validity was tested through source triangulation, methodological triangulation, and expert judgment. Qualitative data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis technique, while quantitative data were analyzed using descriptive percentage statistics. The qualitative results of the community service activity indicate that the use of an abacus board can transform the classroom atmosphere into a more interactive, student-centered environment and effectively bridge children’s concrete operational stage. Meanwhile, the quantitative analysis reinforces these findings, with the average cumulative percentage of positive student responses reaching 96%. The aesthetic color visualization indicator had the highest percentage (86.7% strongly agreed) in preventing learning boredom. Cognitively, this manipulative medium was proven to accelerate the understanding of basic arithmetic operations and reduce children’s math anxiety. It can be concluded that the use of the Abacus Teaching Aid is highly effective in increasing the interest, active engagement, and understanding of mathematical concepts among lower-grade students at Kuanino 2 Elementary School in Kupang.