Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pembelajaran IPATema 9 Kayanya Negeriku Kelas IV UPTD SD Negeri Siuf Tahun Ajaran 2023/2024 Maria Devawati Fontes Nahak; Dian Meilani; Ummu Fajariyah Akbari
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 1 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i1.1746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar peserta didik melalui model Jigsaw pada siswa kelas IV UPTD SDN Siuf. Manfaat dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dan memungkinkan siswa untuk memahami pembelajaran lebih baik, karena pembelajaran benar-benar bermakna dan memberikan suasana dan tangapan baru dalam kegiatan belajar, sehingga siswa lebih tertarik dan senang mengikuti pelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model pengembangan menurut kemmis yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), refleksi (reflecting). Subjek dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas IV UPTD SDN Siuf berjumlah 14 orang. Teknik pengumpilan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni tes, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan data observasi aktivitas guru dan siswa, data tes analisis menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menumjukan rata-rata siswa yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 40, 00 dan meningkat paa siklus II menjadi 95, 00: hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan KKM yakni 75 pada pembelajaran IPA materi Sumber Energi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV UPTD SDN Siuf pada pembelajaran IPA materi Sumber Energi.
Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic Auditori, Visualization, Intellectually) Berbantuan Media Kartu Cuaca Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa SD Muhammadiyah 2 Kupang. Nece Kala Opung; Dian Meilani; Julhidayat Muhsam
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 1 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i1.1747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic,Auditori, Visualization, Intellectually) Berbantuan media kartu cuaca untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 2 Kupang Tahun Ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil observasi di SD Muhammadiyah 2 Kupang pada kelas lll menunjukkan adanya permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran. Masalah yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tersebut diantaranya bahwa dalam pembelajaran didominasi oleh guru sedangkan peserta didik lebih banyak diam atau bersifat pasif. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran SAVI (untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas III SD Muhammadiyah 2 Kupang. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang meliputi empat tahap yakni, tahap perencanaan, pelaksanaan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi dan angket. Analisis data menggunakan data observasi untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa, data tes dianalisi menggunakan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata peserta didik yang tuntas dalam pembelajaran siklus I mencapai 30% dan meningkat pada siklus II menjadi 92%?.Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan KKM yakni 70 pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi Cuaca Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III SD SD Muhammadiyah 2 Kupang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Cuaca. Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic,Auditori, Visualization, Intellectually) berbantuan media kartu cuaca untuk meningkatkan ketrampilan berbicara siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 2 Kupang 2023/2024.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Brain Based Learning (BbL) Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Tema 5 Ekosistem Kelas V SD GMIT Oetefu Besar Tahun Ajaran 2023/2024 Vebi Elisabet Tanau; Dian Meilani; Julhidayat Muhsam
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 2 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i2.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe BRAIN BASED LEARNING (BBL) siswa kelas V SD GMIT Oetefu Besar Tahun Ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan desain penelitian model BRAIN BASED LEARNING (BBL) Tanggart dan Kemmis yang dilaksanakan pada Prosedur dalam penelitian ini meliputi perencanaan , tindakan, observasi, tes hasil belajar, angket 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V berjumlah 20 orang. Dalam pembelajaran siswa mempelajari materi ekosistem pada makhluk hidup. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi aktivitas belajar, tes dan angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I tingkat aktivitas guru siklus 1 mencapai jumlah presentase 78,3% dan aktivitas guru pada siklus II 88,8% . Aktivitas siswa siklus 1 memperoleh nilai rata-rata 68,45% sedangkan aktivitas siswa pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 84,43%. Angket respon guru mencapai jumlah presentase 81,9% dan angket respon siswa mencapai jumlah presentase 80%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran BRAIN BASED LEARNING (BBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD GMIT Oetefu Besar Tahun Ajaran 2023/2024.
Implementasi Pembelajaran Abad 21 terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik dengan Pengendalian Motivasi Belajar Dian Meilani; Ummu Aiman
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.24419

Abstract

Abstract Less optimal learning of science results in low learning outcomes of science. In overcoming this, it is necessary to apply variative learning in accordance with the demands of the current century, namely 21st century learning. The study aims to determine the effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes in learners by controlling learning motivation. This research is experimental study. The study population was students of class V of SD Muhammadiyah 2 Kupang totaling 92 people and the sample used was 62 people, with a random sampling technique. Data were analyzed using one-way ANAVA test, ANAKOVA test, and product moment test. The instrument used in the form of science learning outcomes tests and questionnaires. The results showed that: 1) there was an effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes with = 34.984  (0.05; 1:60) = 4.00. 2) There is an effect of the implementation of 21st century learning on science learning outcomes, after learning motivation is controlled by FA * = 36.106   (0.05; 1:59) = 4.00. 3) There is a significant contribution of learning motivation to the learning outcomes of science, by 66%. The implications of this study include: 1) educators play a more active and creative role in shaping 21st century learning in students by not only mastering science as a product, but especially as a process. 2) The implementation of 21st century learning requires patience, determination, creativity, innovation in designing learning so that students actually participate in learning so that the required skills are formed in accordance with the 21st century. 3) Adequate learning facilities to support learning so as to improve learning outcomes in a manner optimal. Abstrak Pembelajaran IPA yang kurang optimal mengakibatkan rendahnya hasil belajar IPA. Dalam mengatasi hal tersebut perlunya menerapkan pembelajaran variatif yang sesuai dengan tuntutan abad saat ini yaitu pembelajaran abad 21.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik dengan pengendalian motivasi belajar. Penelitaian ini merupakan penelitiankuantitatif berupa  eksperimen. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas V SD Muhammadiyah 2 Kupang berjumlah 92 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 62 orang, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu jalur, uji ANAKOVA, dan Uji product moment. Instrument yang digunakan berupa tes hasil belajar IPA dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) terdapat pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA dengan   = 34,984  (0,05; 1:60) = 4,00. 2) Terdapat pengaruh implementasi pembelajaran abad 21 terhadap hasil belajar IPA, setelah motivasi belajar dikendalikan dengan = 36.106  (0,05; 1:59) = 4,00. 3) Terdapat kontribusi signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA, sebesar 66%. Implikasi penelitian ini diantaranya: 1) pendidik berperan lebih aktif dan kreatif membentuk pembelajaran abad 21 pada peserta didik dengan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagi produk, tetapi terutama sebagai proses. 2) Implementasi pembelajaran abad 21 memerlukan kesabaran, tekad, kreatifitas, inovasi dalam merancang pembelajaran sehingga peserta didik benar-benar mengikuti pembelajaran sehingga terbentuk keterampilan yang dibutuhkan sesuai dengan abad 21. 3) Fasilitas belajar yang memadai guna menunjang pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar secara optimal.