Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Jaringan Seluler PT. XL Axiata pada Area Jawa Tengah bagian Utara melalui Proyek Swap dan Modernisasi Eva Yovita Dwi Utami; Pravita Ananingtyas Hanika
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.949 KB) | DOI: 10.31358/techne.v14i01.125

Abstract

Dengan meningkatnya jumlah pelanggan dan permintaan berbagai jenis layanan menuntut ketersediaan coverage, kapasitas dan kualitas jaringan komunikasi bergerak yang handal. Pembangunan Base Tranceiver Station (BTS) diperlukan agar operator mampu mencakup area lebih luas serta menyediakan kapasitas trafik yang mencukupi dan kualitas jaringan yang baik. Namun demikian pembangunan BTS baru seringkali mengalami permasalahan antara lain biaya yang mahal dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan ijin dari pemerintah maupun warga setempat. Proyek swap dan modernisasi di PT. XL Axiata Area Jawa Tengah bagian Utara merupakan sebuah proyek yang akan menukar perangkat 3G yang sebelumnya menggunakan BTS 3900 milik Huawei menjadi RBS 6000 milik Ericsson dan melakukan modernisasi perangkat 2G RBS 2000 menjadi RBS 6000. Dalam makalah ini akan dilaporkan hasil penelitian unjuk kerja jaringan seluler setelah dilakukannya proyek swap dan modernisasi ditinjau dari segi peningkatan kualitas dan kapasitas. Penelitian dilakukan di PT. XL Axiata Area Jawa Tengah bagian Utara pada cluster D5. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas dilihat dari hasil drive test yaitu perbaikan Rx Qual sebesar 23,85%, Ec/N0 sebesar 4,02% dan SQI sebesar 96,38%. Selain itu terdapat penurunan persentase Call Drop Rate (CDR) dan kenaikan persentase Handover Success Rate. Peningkatan kapasitas diperoleh dari penambahan kanal karena adanya perubahan arsitektur hardware, yaitu sebelumnya BTS untuk 2G hanya mempunyai 12 TRX per modul DRU menjadi 24 TRX per modul DRU dan BTS untuk 3G sebelumnya 256 CE per modul WRFU (UL/DL) menjadi 512 CE per modul DUW (UL/DL). Jumlah trafik yang mampu ditangani jaringan setelah adanya proyek swap dan modernisasi meningkat sebesar 34328,21 Erlang untuk 2G dan 36451674 Erlang untuk 3G. Penambahan kapasitas juga menurunkan terjadinya blocked call, yang ditunjukkan dengan berkurangnya TCH Congestion Rate.
Unjuk Kerja QoS (Quality of Services) Jaringan Voice over Internet Protocol Berbasis SIP yang Diimplementasikan pada Jaringan Ethernet Gedung FEB-UKSW Suryo Aji Tanoyo; Eva Yovita Dwi Utami
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.598 KB) | DOI: 10.31358/techne.v15i01.137

Abstract

Jaringan komputer yang diimplementasikan di dalam suatu perkantoran yang lebih banyak dimanfaatkan untuk layanan data dapat dioptimalkan dengan penambahan layanan voice berbasis IP. Voice over Internet Protocol (VoIP) menghemat resource jaringan dibandingkan dengan PSTN (Public Switched telephone Network). Namun demikian implementasi VoIP harus memperhatikan kualitas layanan atau Qualitiy of Service (QoS). Parameter kualitas layanan VoIP antara lain throughput, delay, jitter, dan packet loss. Teknologi VoIP telah dikembangkan dengan menciptakan berbagai macam protocol seperti SIP, H.323, MGCP dan codec seperti G.711, G.723.1, G.726, G.728, G.729 dengantujuan untuk memperbaiki kualitas layanan VoIP. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja QoS dengan membandingkan variasi codec G.711, G.723.1 dan G.726 pada sebuah rancangan jaringan VoIP berbasis SIP di gedung FEB-UKSW, dengan parameter QoS adalah Throughput, delay, packet loss, jitter. Komunikasi VoIP yang dilakukan terdiri atas komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Komunikasi internal mencakup simulasi komunikasi hardphone ke PC. Komunikasi eksternal mencakup simulasi hardphone ke PC eksternal. Dari hasil penelitian, secara umum didapatkan bahwa codec G.711 memiliki kualitas paling baik untuk simulasi komunikasi internal ataupun eksternal dengan menghasilkan rata-rata delay, jitter, packet loss paling rendah.
Analisis Perencanaan Jaringan Akses Fiber-to-the-Home Berdasarkan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) di STO Banyumanik Semarang Maria Enggar Santika; Eva Yovita Dwi Utami; Budihardja Murtianta
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 02 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.709 KB) | DOI: 10.31358/techne.v15i02.146

Abstract

Migrasi dari jaringan akses tembaga menuju jaringan akses optik maupun penggelaran baru jaringan akses serat optik menjadi solusi bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan suara, data dan video yang terintegrasi atau triple play services. Dalam makalah ini dilaporkan analisis perencanaan jaringan akses serat optik FTTH berbasis GPON di PT Telkom pada Cluster Kruing Raya STO Banyumanik Semarang. Perencanaan jaringan berdasarkan demand pelanggan dan kelayakan jaringan yang digelar diuji menggunakan parameter Link Power Budget, Rise Time Budget dan Signal-to-Noise-Ratio (SNR). Dalam perencanaan dan penggelaran dibutuhkan satu ODC (Optical Distribution Cabinet) dan 17 ODP (Optical Distribution Pack) dengan jumlah demand sebesar 132. Hasil perhitungan parameter Link Power Budget yaitu total redaman yang dihasilkan pada user 1 sebesar 21,5276 dB sedangkan user 2 sebesar 21,5276 dB, kedua redaman ini memenuhi standar yang ditentukan oleh PT Telkom yaitu maksimal sebesar 28 dB. Parameter Rise Time Budget pada user 1 menghasilkan 0,2124 ns dan untuk user 2 sebesar 0,21221 ns. Kedua hasil tersebut masih berada di bawah batas nilai waktu sistem NRZ sebesar 0,28011 ns. Parameter SNR pada user 1 didapatkan sebesar 20,6457 dB dan user 2 sebesar 24,128 dB. Hasil tersebut memenuhi batas yang telah ditentukan oleh PT Telkom yaitu lebih dari sama dengan 20 dB.
Bit Error Rate pada Sistem MIMO MC-CDMA dengan Teknik Alamouti-STBC Sekar Harlen; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 16 No. 02 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.549 KB) | DOI: 10.31358/techne.v16i02.163

Abstract

Pada makalah ini dilaporkan hasil penelitian sistem MIMO MC-CDMA dengan teknik Alamouti Space Time Block Code (STBC) menggunakan dua antena pengirim dan dua antena penerima. Kinerja sistem diukur dengan nilai Bit Error Rate (BER). Sistem yang diteliti disimulasikan dengan Matlab, dengan variasi jumlah pengguna, jumlah subpembawa, kecepatan pergerakan pengguna dan frekuensi Doppler. Hasil simulasi menunjukkan BER sistem MIMO MC-CDMA tidak mengalami penurunan yang tajam ketika jumlah pengguna dan frekuensi Doppler meningkat. Sedangkan simulasi dengan peningkatan jumlah subpembawa mampu menurunkan nilai BER sistem. Simulasi juga menunjukkan sistem MIMO-MC-CDMA memiliki kinerja sistem yang lebih baik dibandingkan sistem MC-CDMA yang ditunjukkan dengan nilai BER sistem MIMO MC-CDMA berada pada orde 10-4 dan sistem MC-CDMA pada orde 10-1.
Analisis Coverage Planning dan Coverage Prediction di Existing Network eNodeB Jaringan 4G di Daerah Operasional Yogyakarta dan Magelang Pilar Tiara Lelepadang; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 17 No. 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.219 KB) | DOI: 10.31358/techne.v17i02.173

Abstract

Untuk meningkatkan kinerja jaringan 4G yang merupakan jaringan uji coba di Yogyakarta dan Magelang maka harus dilakukan coverage planning pada daerah yang kurang optimal. Kurang optimalnya daerah ini dikarenakan cakupan dan kualitas Radio Frequency (RF) masih belum memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini terlihat pada hasil drive test daerah operasional. Solusi yang permanen, yakni pembangunan site baru dapat mengoptimalkan RF yang belum memenuhi standar perusahaan. Selain itu, untuk menjaga kualitas site baru agar tidak terjadi interferensi maka perlu dilakukan perencanaan Physical Cell Identity (PCI). PCI merupakan identitas site yang berbentuk kode angka 0 sampai 503. Parameter RF yang diteliti ialah Reference Signal Received Power (RSRP) dan Signal to Interference Noise Ratio (SINR). Analisis hasil drive test menurut parameter RF akan menghasilkan rekomendasi pembangunan site baru. Rekomendasi tersebut disimulasikan cakupan areanya dalam bentuk coverage prediction yang merupakan simulasi dengan planning tools U-Net. Dari hasil simulasi ini, didapatkan 50% cakupan area pada Yogyakarta memiliki RSRP yang semula -99,17 dBm menjadi -98,78 dBm dan untuk Magelang yang semula -96,51 dBm menjadi -95 dBm. Sementara , SINR pada Yogyakarta meningkat rata-ratanya dari 1,03 dB menjadi 1,18 dB dan pada Magelang meningkat rata-ratanya dari 2,23 dB menjadi 2,55 dB.
Perbandingan Nilai Bit Error Rate Penyandi Turbo dengan Sandi Komponen Konvolusional, Block dan Gabungan Eva Yovita Dwi Utami; Ruth Johana Angelina; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.52 KB) | DOI: 10.31358/techne.v18i01.183

Abstract

Pada sistem komunikasi digital, dibutuhkan sistem penyandian kanal yang berfungsi untuk meminimalkan efek kerusakan atau hilangnya informasi yang diakibatkan oleh derau di dalam kanal. Sistem penyandian kanal yang baik memiliki nilai Bit Error Rate (BER) yang kecil. Penyandi Turbo merupakan salah satu teknik penyandian kanal pengoreksi galat dengan penggunaan dua sandi komponen yang dihubungkan secara paralel baik pada penyandi maupun pengawasandi. Pada penelitian ini, dilaporkan perbandingan nilai BER beberapa jenis Penyandi Turbo yang terdiri dari Turbo Konvolusional, Turbo Block dan Turbo Gabungan berdasarkan jumlah iterasi yang dilakukan, efek puncturing serta kanal yang dilalui oleh isyarat dari pengirim menuju penerima. Dari hasil simulasi, secara umum Turbo konvolusional memiliki kinerja yang paling baik dibandingkan dengan Turbo Block dan Turbo Gabungan pada setiap nilai iterasi, pada data tersandi dengan dan tanpa efek puncturing maupun pada setiap kanal yang dilewati. Kinerja BER semua jenis penyandi mengalami perbaikan ketika proses iterasi ditingkatkan. Sementara itu efek puncturing akan menurunkan kinerja Penyandi Turbo. Pada kanal AWGN, Turbo Konvolusional dapat mencapai nilai BER sebesar 0 saat Eb/N0 = 2 dB sedangkan Turbo Gabungan dan Turbo Block hanya mencapai 0,0087 dan 0,0155. Pada kanal berderau AWGN yang ditambah multipath Rayleigh fading, Turbo Konvolusional pada Eb/N0 = 2 dB tetap memiliki kinerja yang paling baik dengan nilai BER sebesar 0,0114 sementara Turbo Gabungan dan Turbo Block dengan nilai BER 0,0458 dan 0,0163.
Perancangan dan Simulasi Antena Mikrostrip Patch Lingkaran Multilayer Parasitic untuk Aplikasi Wireless Local Area Network (WLAN) Intan Cahyaningtyas; Eva Yovita Dwi Utami
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.594 KB) | DOI: 10.31358/techne.v18i02.209

Abstract

Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip patch lingkaran dengan penambahan metode multilayer parasitic dan metode DGS (Defected Ground Structure). Rancangan antena yang disimulasikan memiliki frekuensi kerja 5,8 GHz untuk aplikasi WLAN (wireless local area network). Metode multilayer parasitic digunakan untuk meningkatkan gain antena., sedangkan metode DGS dipilih untuk mengurangi gelombang permukaan yang bisa menurunkan efisiensi antena. Antena yang dirancang dan disimulasikan memiliki 3 layer. Pada layer utama ditempatkan metode DGS berbentuk persegi panjang beserta pencatu antena. Layer end-parasitic ditempatkan di bawah layer utama yang terdiri dari ground dan substrat tanpa patch. Lalu layer front-parasitic ditempatkan di atas layer utama yang terdiri dari substrat dan patch saja tanpa ground. Antena ini dirancang dengan ground berbahan tembaga dengan ketebalan 0,035 mm, memiliki substrat berbahan FR-4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dan memiliki permitivitas relatif bernilai 4,6. Setelah dirancang dan disimulasikan, simulasi menunjukkan nilai return loss -17,548 dB, nilai VSWR 1,299, dan nilai gain 7,08 dB dengan pola radiasi direksional. Dengan menggunakan metode multilayer parasitic antena mengalami total peningkatan gain sebesar 5,33 dB. Hal ini menunjukkan metode multilayer parasitic dapat digunakan untuk meningkatkan gain antena.
Perancangan Antena Printed Monopole Patch Elips dengan Konfigurasi EMA dan EMB untuk Pembaca RFID pada Frekuensi UHF Eva Yovita Dwi Utami; Fransiska Melathi Cahyaningtyas; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v20i1.241

Abstract

Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip printed monopole patch elips konfigurasi EMA dan EMB untuk aplikasi pembaca RFID pada pita frekuensi UHF. Bentuk patch elips memiliki dua jenis konfigurasi, yaitu EMA (pencatuan pada sumbu mayor) dan EMB (pencatuan pada sumbu minor). Printed monopole ditambahkan pada bagian ground plane untuk memperbesar bandwidth antena. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan FR4 epoxy dengan nilai permitivitas relatif sebesar 4,65 dan ketebalan 1,6 mm, sedangkan patch peradiasi dan ground plane menggunakan bahan tembaga. Hasil simulasi menunjukkan untuk konfigurasi EMA, diperoleh bandwidth sebesar 641,1 MHz dan gain 2,533 dB. Sementara untuk konfigurasi EMB diperoleh bandwidth sebesar 340,54 MHz dan gain sebesar 2,181 dB. Setelah antena direalisasikan, diperoleh hasil pengujian dengan konfigurasi EMA adalah return loss = -43,912 dB, VSWR = 1,013, bandwidth sebesar 1,053 GHz, dan gain = 6,41 dB. Sementara hasil pengujian dengan konfigurasi EMB adalah return loss = -32,409 dB, VSWR = 1,049, bandwidth sebesar 584 MHz, dan gain = 6,2 dB. Hasil simulasi maupun pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi EMA memiliki bandwidth dan gain yang lebih baik daripada EMB. Namun demikian, kedua konfigurasi ini menghasilkan pola radiasi yang sama, yaitu pola radiasi omnidirectional pada bidang azimuth dan pola bidirectional pada bidang elevasi.
Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Persegi Panjang MIMO pada Frekuensi 15 GHz Adiono Dwi Satya; Eva Yovita Dwi Utami; Andreas Ardian Febrianto
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i1.307

Abstract

Pada komunikasi nirkabel generasi kelima, penggunaan spektrum frekuensi baru yang lebih tinggi dan pemanfaatan teknik MIMO menjadi teknologi kunci untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan data rate yang tinggi. Salah satu kandidat frekuensi untuk 5G adalah 15 GHz. Pada makalah ini dirancang antena mikrostrip berbentuk persegi panjang array dua elemen pada struktur MIMO empat port dengan frekuensi kerja 15 GHz. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan substrat Duroid yang memiliki nilai permitivitas relatif sebesar 2,2 dan ketebalan 1,57 mm, sedangkan patch peradiasi dan ground plane menggunakan bahan tembaga. Rancangan antena pada software simulasi memberikan hasil terbaik untuk koefisien refleksi sebesar -25,639 dB, VSWR bernilai 1,11, mutual coupling mencapai -30,955 dB, gain sebesar 8,59 dB pada frekuensi 15 GHz, dan bandwidth sebesar 1,3 GHz. Hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi menunjukkan nilai koefisien refleksi sebesar -36,592 dB, VSWR bernilai 1,03, mutual coupling sebesar -28,137 dB, dan gain sebesar 13,18 dB pada frekuensi 15 GHz. Bandwidth terukur mencapai 2,69 GHz.
Analisis BTS Initial Planning Jaringan Komunikasi Selular PT. Provider GSM di Sumatera Eva Yovita Dwi Utami; Nabella Previana Yosinta; Budihardja Murtianta
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 4 No 2: Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1763.976 KB)

Abstract

Initial planning of cellular communication network is required before implementing new BTSs. This paper reports an analysis of BTS initial planning based on existing coverage area data using ASSET Tools simulation software. Coverage area on operational area of GSM service provider in Sumatera is simulated to obtain 95% coverage. The operational area of the provider includes Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau and Kepulauan Riau. Okumura-Hata propagation model is used in this simulation. In each province, four clutters have been investigated, which are dense urban, urban, sub urban and rural. The result shows that urban and sub urban clutter in Sumatera Utara fulfill the target of 95%, all clutters of Sumatera Barat and Riau reach the target of 95%, while only sub urban and rural clutter of Kepulauan Riau reach the target. Total amount of BTS which has been added to cover Sumatera area are 853 BTSs, which consist of 305 BTSs in Sumatera Utara area, 151 BTSs in Sumatera Barat area, 306 BTSs in Riau area, and 91 BTSs in Kepulauan Riau.