Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG TARGET KAITANNYA DENGAN KEANEKARAGAMAN BENTUK PERTUMBUHAN KARANG PADA ZONA INTI DI TAMAN WISATA PERAIRAN KEPULAUAN ANAMBAS Issan Septia Ilyas; Sri Astuty; Syawaludin Alisyahbana Harahap
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.83 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan keanekaragaman ikan karang target dengan bentuk pertumbuhan karang pada Zona Inti di TWP Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan metode survei pada pengambilan data ikan dan karang, berupa metode visual sensus (UVS) dan metode UPT (Underwater Photo Transect). Hasil penelitian di Zona inti TWP Kepulauan Anambas, indeks keanekaragaman ikan karang target memiliki rata-rata sebesar 1,451 dengan kisaran 0,6 - 2,1 berarti keanekaragamannya rendah, tekanan lingkungan sangat kuat. Keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang memiliki rata-rata indeks keanekaragaman sebesar 2,36 dengan kisaran 1,4 – 2,6, yang berarti keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang dalam kategori sedang, tekanan lingkungan sedang. Keanekaragaman ikan karang target memiliki arah hubungan yang posit3if dengan keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang. namun tingkat keeratan hubungan sangat rendah ditandai dengan nilai Pearson Correlation 0,140 dan besar koefisien determinasi adalah 0,1 %. Hubungan positif menunjukkan jika keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang tinggi maka keanekaragaman ikan karang target akan tinggi, namun tidak signifikan dengan hasil yang di dapat pada saat penelitian.
Pemanfaatan Tepung Propagul Mangrove (Rhizophora Mucronata) Hasil Fermentasi Untuk Bahan Tambahan Pakan Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Nadya Rachmawati Zakiah; Iskandar -; Sri Astuty
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan Air, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran,  pada tanggal 2 November sampai 14 Desember 2015. Percobaan dilakukan untuk mendapatkan persentase tepung propagul mangrove Rhizophora mucronata hasil fermentasi dalam pakan buatan yang memberikan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan lele dumbo. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Pakan dalam penelitian ini diformulasikan dengan tingkat penggunaaan 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Parameter yang diamati adalah kandungan nutrisi propagul fermentasi, tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung propagul mangrove fermentasi tidak berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan. Penambahan tepung propagul mangrove 2,5% dalam pakan benih ikan lele dumbo memberikan hasil terbaik diantaranya nilai kelangsungan hidup sebesar 93,3%, laju pertumbuhan harian sebesar 1,33%, serta efisiensi pemberian pakan sebesar 58,73%.
Variabilitas Lapisan Termoklin Terhadap Kenaikan Mixed Layer Depth (MLD) di Selat Makassar Maria F Hutabarat; Noir Primadona Purba; Sri Astuty; Mega Laksmini Syamsudin; Anastasia R.T.D Kuswardani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1535.601 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi suhu, MLD, variabilitas ENSO, dan arus yang mempengaruhi lapisan termoklin di Selat Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis temporal dan spasial serta deskriptif komparatif sehingga menghasilkan output berupa profil suhu vertikal. Suhu rata-rata pada kedalaman 0-500 m mencapai 25,8 dengan kisaran suhu 6,64-33,81. Pada tahun 2015 lapisan termoklin terbentuk pada kedalaman 50-400 m dengan kisaran suhu 9-28. Pada tahun 2016 lapisan termoklin mulai terbentuk pada kedalaman 50-300 m dengan kisaran suhu 9-27. Kedalaman MLD pada daerah tenggara Selat Makassar lebih tinggi. Kekuatan arus terkuat terjadi selama musim Barat dengan kecepatan rata-rata 0,06 m/s kearah selatan dan barat. El Nino terjadi pada November 2014 sampai Mei 2016 dengan El Nino terkuat pada 2015 menyebabkan nilai MLD kecil yaitu sebesar 50,30 m. Pada Agustus sampai Desember 2016 terjadi La Nina yang menyebabkan nilai MLD meningkat.
Kesesuaian Kondisi Bioekologi Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Rehabilitasi Mangrove Di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon Jawa Barat Adhitya Rakhmadi; Sri Astuty; Iwang Gumilar; Wahyuniar Pamungkas
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.168 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2017 di kawasan pesisir Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor biofisik yang mempengaruhi kerusakan mangrove di pesisir Desa Gebang Mekar juga menganalisis kesesuaian lahan untuk penanaman mangrove di pesisir Desa Gebang Mekar. Penelitian ini menggunakan metode survey langsung di 2 stasiun pengamatan yang memliki perbedaan kondisi vegetasi mangrove. Parameter biofisik yang diukur meliputi suhu, oksigen, pH, salinitas, substrat, dan mangrove. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa dalam kawasan ekosistem mangrove di Desa Gebang Mekar hanya terdapat 2 spesies mangrove yaitu Rhyzopora stylosa dan Avicennia marina. Hasil pengamatan kemudian dikalkulasikan menggunakan matriks kesesuaian lahan konservasi mangrove. Hasil analisis menunjukan bahwa ekosistem mangrove Desa Gebang Mekar di dominasi oleh spesies Rhyzopora stylosa. Hasil kalkulasi menggunakan matriks kesesuaian lahan konservasi mangrove menunjukkan bahwa pada stasiun 1 termasuk kategori sesuai bersyarat (S1), dan stasiun 2 termasuk kategori sesuai (S2). Secara keseluruhan wilayah pesisir Desa Gebang Mekar merupakan kategori sesuai (S2).
Identifikasi Tutupan Terumbu Karang Di Gili Meno Auliya Akraboelittaqwa; Sri Astuty; Ayi Yustiati; Wardatul Jannah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol 1 No 1 (2020): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.579 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang, menggunakan metode survei dengan melakukan pengamatan tutupan terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT), Untuk pengukuran parameter fisika-kimia air dilakukan secara insitu pada tiap stasiun dengan masing-masing dilakukan pada setiap stasiun penelitian. Data yang diperoleh diolah kemudian dianalisis secara deskriptif tiap stasiunnya untuk menentukan kondisi terumbu karang didukung dengan kondisi fisika-kimia perairan. Kondisi terumbu karang di perairan Gili Meno secara rata-rata masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil pengamatan dengan metode Line Intercept Transect (LIT) persentase karang keras (hard coral) di perairan Gili Meno secara rata-rata memiliki persentase sebesar 24,19% sedangkan karang mati (dead coral) sebesar 12,82%. Rata-rata persentase tutupan komponen algae yakni sebesar 0%, sedangkan komponen other fauna dan abiotic berturut-turut sebesar 12,17% dan 56,41%. Keadaan perairan di Gili Meno cukup optimal bagi kehidupan ekosistem terumbu karang. Suhu yang optimal, salinitas yang normal serta kecerahan yang mencapai 100% serta oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh biota laut menunjang untuk keberlangsungan hidup ekosistem terumbu karang. Kondisi fisika kimia perairan di Gili Meno banyak dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (Arlindo) karena Selat Lombok merupakan salah satu jalur dari Arlindo. Abstract: This research aims to inventory and determine the condition of the coral reef ecosystem, used a survey method by observing coral reef cover using the Line Intercept Transect (LIT) method. The measurement of the physico-chemical parameters of water was carried out in-situ at each station with each carried out at each research station. The data obtained were processed then analyzed descriptively for each station to determine the condition of coral reefs supported by the physico-chemical conditions of the waters. On average, the condition of coral reefs in Gili Meno waters is in the medium category. Based on observations using the Line Intercept Transect (LIT) method, the percentage of hard corals in Gili Meno waters has an average percentage of 24.19% while dead coral is 12.82%. The average percentage cover of the algae component is 0%, while the other fauna and abiotic components are 12.17% and 56.41%,. The condition of the waters in Gili Meno is quite optimal for the life of the coral reef ecosystem. Optimal temperature, normal salinity and brightness that reaches 100% and dissolved oxygen needed by marine life support the survival of coral reef ecosystems. The physical and chemical conditions of the waters in Gili Meno are heavily influenced by the Indonesian Cross Flow (Arlindo) because the Lombok Strait is one of the routes from Arlindo.