Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Predisposisi Terhadap Kepatuhan Penggunaan APD Level 3 Dokter Gigi di Masa Pandemi Covid-19 Intan Kamala Aisyiah; Nurmaines Adhyka; Wulan Anggestia
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v16i01.248

Abstract

Selama pandemic COVID-19, dokter gigi kebanyakan terinfeksi saat melakukan perawatan gigi yang menghasilkan aerosol sebagai mediator penularan. Alat pelindung diri level 3 digunakan untuk mencegah penularan virus COVID-19 tidak hanya bagi dokter gigi tetapi juga pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi yaitu usia, tingkat pendidikan, masa kerja, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD level 3 pada profesi dokter gigi dalam masa pandemi COVID-19 di Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Perhitungan jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel adalah 77 orang dokter gigi dan metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan masa kerja (p-value < 0,05) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap (p-value > 0,05) dengan kepatuhan penggunaan APD level 3 pada dokter gigi di Kota Padang. Disarankan bagi dokter gigi untuk dapat membiasakan diri menggunakan APD level 3 saat melakukan tindakan medis agar dapat terhindar dari resiko terinfeksi COVID-19 dan saling mengingatkan sesama sejawat dokter gigi lainnya dalam hal kepatuhan menggunakan APD level 3 dalam masa pandemi COVID-19.
Effectiveness of Alue vera (Aloe barbadensis Miller) extract on the growth of Porphyromonas gingivalis: Efektivitas ekstrak Aloe vera (Aloe barbadensis Miller) terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis Netta Anggraini; Syakira Awlia Syah; Wulan Anggestia
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam pengobatan periodontitis sering menyebabkan resistensi, sehingga diperlukan bahan alternatif dari alam. Aloe vera (Aloe barbadensis Miller) mengandung senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, tanin, dan antrakuinon yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini menguji efektivitas ekstrak aloe vera terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis dengan mengukur zona inhibisi, konsentrasi hambat minimum (KHM), dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM). Penelitian eksperimen laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram untuk menguji zona inhibisi, dan metode pengenceran untuk menentukan KHM dan KBM dengan konsentrasi ekstrak adalah 3,12%, 6,25%, 12,50%, 25%, 50%, dan 100%, dengan kontrol positif metronidazole dan kontrol negatif etanol 96%. Ekstrak aloe vera efektif menghambat pertumbuhan P.gingivalis. Diameter zona hambatan terbesar ditemukan pada konsentrasi 100% (27,16 mm), sedangkan konsentrasi terendah 3,12% (8,8 mm). Nilai KHM ditemukan pada konsentrasi 3,12%, dan nilai pada konsentrasi 12,50%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak aloevera, semakin besar daya penghambatan, bahkan pada konsentrasi 50% dan 100%, efektivitasnya lebih tinggi daripada metronidazole. Disimpulkan bahwa ekstrak aloe vera memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap P.gingivalis dan dapat menjadi alternatif dalam pengobatan penyakit periodontal.