Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : akiratech

Analisa Dan Redesign Sistem Kelistrikan Pada Gedung Baru Zaid Bin Tsabit Mohammad Irvanul Arifin; tijaniyah tijaniyah; Ahmad Muhtadi; Fuad Hasan
Akiratech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v1i1.6

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan salah satu bentuk energi yang mempengaruhi kehidupan manusia pada saat ini. Listrik juga sebagai sumber daya ekonomis yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di gedung baru Zaid Bin Tsabit tentunya listrik memegang peran penting, dikarenakan segala aktivitas atau kegiatan bergantung pada listrik, sebagai contoh saat kegiatan pembelajaran membutuhkan sound, lampu penerangan, komputer dan lainnya. Untuk mengevaluasi sistem kelistrikan khususnya sistem kelistrikan pada gedung baru Zaid Bin Tsabit untuk melihat tegangan dan daya untuk tiap-tiap ruangan. Aliran daya merupakan hal yang sangat penting yang perlu dipahami dalam sistem kelistrikan, dimana dengan analisis dan perhitungan yang cermat terhadap aliran daya pada sistem tersebut, dapat diketahui besar tegangan pada setiap saluran. Perancangan ini meliputi perhitungan titik lampu pada setiap ruangan yang ada pada Gedung Baru Zaid Bin Tsabit. Untuk mendesain denah serta single line diagramnya menggunakan software AutoCad 2017. Dan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa dengan hasil perhitungan KHA hantaran pada aliran gedung yaitu 19,84A dan pengaman yang digunakan pada gedung tersebut berjenis MCB 20A dengan tegangan 230V dan total beban daya listrik keseluruhan pada gedung Baru Zaid Bin Tsabit adalah 2.921 W. Dan Sesuai dengan perhitungan gedung baru tersebut memakai luas penghantar jenis NYM 2x2,5mm2 untuk seluruh saluran pada gedung tersebut.
Perbandingan Algoritma Ant Colony Optimization, Partical Swarm Optimization dan Firefly Algoritm pada Maximum Power Point Tracking dalam Kondisi PV Partial Shadding Fuad Hasan
Akiratech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v1i2.35

Abstract

Abstrak Sebagian besar waktu, pengembangkit listrik tenaga surya tidak dapat berfungsi secara mandiri tanpa bantuan; tegangan (V) yang dihasilkan oleh energi surya biasanya ditentukan oleh penyimpanan (baterai) atau beban (beban) yang terhubung secara langsung dengan energi surya. Modul fotovoltaik tentunya tidak selalu menerima radiasi yang seragam. Akibatnya, daya yang dihasilkannya tidak selalu mencapai puncaknya, menyebabkan puncak ganda. Untuk mengoptimalkan keluaran fotovoltaik, sistem pengawasan maksimum puncak (MPPT) diperlukan. Namun, metode yang biasa digunakan seringkali terjebak oleh puncak di bawah puncak yang paling ideal, yang membutuhkan waktu yang lama untuk konvergensi. Studi ini menentukan metode terbaik dalam kondisi bayangan sebagian dengan membandingkan kinerja pelacakan dan waktu pelacakan dari tiga metode,ACO (Ant Colony Optimization), PSO (Particle Swarm Optimization) dan FF (Firefly Algorithm). Pelacakan algorima ACO dengan efisiensi terbaik tegangan 274 V dengan daya 836W dan efisiensi algoritma 99,99%, dengan 49 kali iterasi dan waktu pelacakan 2,93 detik, Pelacakan dengan efisiensi terbaik ditemukan pada tegangan 274 V dengan daya 836,39W dan efisiensi algoritma 99,99%. Pelacakan ini melakukan 15 kali iterasi dengan waktu pengawasan 0,89 detik, Pelacakan paling efisien beroperasi pada tegangan 274 V dengan daya 836W dan efisiensi algoritma 99,99%. Pelacakan ini melakukan 17 kali iterasi, dengan waktu pengawasan 1,01 detik.
Perbandingan Performa Optimasi MPPT Menggunakan Alghoritma Particle Swarm Optimization dan Firefly Algorithm pada Photovoltaic dalam Kondisi Bayangan Partial Eva Jamiyanti; Sutra Wardatul Jannah; Fuad Hasan
Akiratech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v1i2.37

Abstract

Pada dasarnya,  energi Photovoltaic (PV) yang didistribusikan langsung ke konsumen  tidak selalu  berada dalam kondisi optimal. Jika intensitas cahaya atau suhu yang diterima oleh panel surya berubah misalnya dalam kondisi pasial shading. Hal ini dapat disebabkan oleh awan yang menghalangi matahari atau faktor lainnya. Penyaringan sebagian dari panel surya dapat memiliki dampak signifikan pada daya keluarannya. Oleh karena itu, energi atau daya yang disupply ke beban dapat bervariasi, dan bahkan energi yang dihasilkan mungkin tidak optimal. Sebuah metode kontrol khusus diperlukan untuk jumlah daya yang paling signifikan. Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah teknik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan output energi panel surya. Namun, praktik yang telah digunakan sejauh ini sering kali terjebak dalam puncak lokal (Local peak)dan periode konvergensi yang panjang. Untuk mengatasi kelemahan pada penelitian sebelumnya digunakan 2 metode heuristic yaitu Metode Particel Swarm Optimization (PSO) dan Firefly  alghorithm.Penelitian ini menggambarkan kelebihan dan kekurangan PSO dan FA dalam memantau daya optimal dari PV dalam kondisi penyaringan sebagian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa algoritma FA lebih handal dibandingkan dengan algoritma PSO dalam pemantauan, dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,9% dan 99,7% serta tingkat kegagalan sekitar 1,3%. Dalam kasus ini, FA lebih efektif sebesar 1,96% dibandingkan dengan PSO. PSO sekitar 0,33% lebih cepat dalam pemantauan.