Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : IPSSJ

KASUS MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA ANGGOTA KARANG TARUNA MELALUI KEGIATAN APRESIASI DAN MENDENGAR TEMAN, LATAR LAYANAN KOMUNITAS DI KARANG TARUNA DESA X Awan Teguh Rukmana; Dyan Evita Santi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan apresiasi dan mendengar teman merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi interpersonal yang sehat di lingkungan organisasi sosial seperti Karang Taruna. Dalam konteks Karang Taruna Desa X, dinamika interaksi antaranggota seringkali menghadapi tantangan berupa kurangnya empati, minimnya penghargaan terhadap pendapat orang lain, serta lemahnya keterbukaan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kegiatan apresiasi dan mendengar teman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitasnya dalam memperkuat kemampuan komunikasi interpersonal anggota. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anggota dan pengurus Karang Taruna Desa X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan apresiasi dan mendengar teman dapat meningkatkan rasa saling menghormati, memperkuat empati, serta mendorong terciptanya iklim komunikasi yang terbuka dan suportif. Faktor pendukung yang ditemukan meliputi kepemimpinan partisipatif, dukungan emosional antaranggota, serta lingkungan yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat mencakup kurangnya pelatihan komunikasi, perbedaan karakter, dan rendahnya keaktifan sebagian anggota. Secara keseluruhan, kegiatan ini memiliki potensi besar dalam memperkuat solidaritas dan efektivitas komunikasi interpersonal di lingkungan Karang Taruna.
EFEKTIVITAS KONSELING KOGNITIF BERBASIS SINGLE-CASE EXPERIMENTAL DESIGN DALAM MENGURANGI GEJALA SERANGAN PANIK PADA IBU DENGAN ANAK PENYALAHGUNA OBAT DI LEMBAGA REHABILITASI Alvina Tiurlina Renaningtyas H.; Dyan Evita Santi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejala dari serangan panik, adalah suatu gejala kondisi psikologis yang mana dapat mengganggu keseharian seseorang secara signifikan apabila tidak diidentifikasi dan ditangani dengan benar. Namun dalam prakteknya proses identifikasi gejala ini belum dapat di identifikasi secara optimal pada umumnya. Dalam kasus tunggal ini, partisipan adalah seorang ibu yang memiliki latar belakang denganĀ  anak penyalah guna obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan melakukan pengamatan kondisi psikologis dari partisipan baik sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi, apakah terjadi pengurangan gejala psikologis serangan panik atau tidak. Dalam kasus ini intervensi yang dilakukan adalah pendekatan kognitif, yaitu konseling kognitif, dengan teknik ABC atau disebut Antecedence, Behaviour, Consequences. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimental dengan metode Single-Case Experimental Design (SCED) tipe A-B, yang mana tujuan dari intervensi ini adalah untuk melihat perubahan kondisi psikologis awal partisipan (A) dengan kondisi psikologis setelah intervensi (B). Populasi partisipan yang digunakan merupakan ibu dari anak penyalahguna obat pada salah satu yayasan rehabilitas di daerah Jawa Timur. Partisipan yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan kriteria : (a) Keluarga/Wali dari Pasien Rehabilitasi diatas 18 Tahun, (b) Anggota keluarga penyalahguna baru menjalani rehabilitasi, (c) Menunjukkan gejala psikologis yang mengganggu keseharian, (d) Keluarga bersedia mengikuti rangkaian intervensi yang diberikan. Instrumen yang digunakan ada Alat Ukur Keparahan Gangguan Panik (AUKGP), serta Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) untuk skrining komorbiditas, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan somatik dan psikis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor frekuensi dan intensitas gejala sebelum dan sesudah intervensi tiga sesi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AUKGP secara signifikan dari 18 (kategori ringan-sedang) menjadi 8 (kategori mendekati normal), hal tersebut menunjukkan signifikansi intervensi konseling kognitif dalam mereduksi gejala serangan panik. Penelitian ini merekomendasikan implementasi konseling kognitif terstruktur sebagai intervensi awal di lembaga rehabilitasi bagi anggota keluarga residen, serta perlunya program dukungan emosional berkelanjutan bagi orang tua dari penyalahguna narkotika.