Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.561

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah akibat gangguan pada penyerapan gula darah oleh tubuh yang dapat memicu terjadinya berbagai komplikasi bahkan kematian. Salah satu upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah Diabetes Self Management. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan Diabetes Self Management pada penderita Diabetes Mellitus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus yang berjumlah 50 responden.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01-30 September di Puskesmas dalam wilayah kerja Kota Palembang. Data telah dianalisa menggunakan deskripsi statistic, Pearson Product Moment dan Point Biserial. Hasil: Diperoleh data statistik responden adalah perempuan (74%), usia  51-59 tahun (76%), lulusan SMA (45%), memiliki pendapatan kurang dari Upah Minimum Regional (76%), Durasi Penyakit antara 1-3 tahun (46%), pengobatan dengan terapi diet dan obat (82%), memiliki level pengetahuan cukup baik (47%) dan perilaku Diabetes Self Management yang kurang baik (62%); Adanya hubungan signifikan secara statistik antara pengobatan dan pengetahuan dengan Diabetes Self Management dengan p value masing-masing secara berurutan adalah <0.001 dan <0.01. Sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan durasi penyakit tidak memiliki hubungan yang signifikan. Saran: Dapat digunakan sebagai data empiris pada pengembangan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku Diabetes Self Management pada penderitanya guna mencegah terjadinya komplikasi dan mengurangi angka kematian akibat Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Diabetes Self Management, Penderita Diabetes Mellitus, Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Self Management, Penyakit Tidak Menular, Personal Faktor
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG Dewi Rury Arindari; Rina Lestari
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 01 (2019): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v9i01.142

Abstract

Penyakit kronik merupakan suatu kondisi medis atau masalah kesehatan yang berkaitan dengan gejala-gejala atau kecacatan yang membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang. Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2013, diketahui bahwa Diabetes Mellitus menyebabkan 5,1 juta kematian, dengan penderita meninggal setiap 6 detik. Diabetes Mellitus menghabiskan dana kesehatan setidaknya 548 juta USD dan sekitar 11% dari total yang dihabiskan diberikan kepada penderita dewasa dalam rentang usia 26-45 tahun, Diabetes mellitus biasanya didiagnosis pada orang dewasa usia 40 atau lebih. Semakin meluasnya pola makan dan gaya hidup tidak sehat, mengakibatkan ratarata usia penderita diabetes mellitus kini bergeser semakin muda. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen diri pada penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Alang-Alang Lebar Palembang. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisa univariat dan bivariat dengan chi square digunakan untuk menganalisa data. Populasi dalam penelitian adalah penderita Diabetes Mellitus yang berkunjung ke Puskesmas Alang-Alang Lebar dan tinggal dengan keluarga minimal tiga bulan terakhir, serta telah didiagnosa dokter menderita Diabetes Mellitus dalam 6 bulan terakhir. Besaran sampel dalam penelitian adalah 51 responden dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen diri penderita Diabetes Mellitus dengan dengan ρ value = 0,01. Diharapkan perawat Puskesmas Alang-Alang Lebar Palembang dapat memberikan pendidikan kesehatan secara rutin tentang pentingnya keluarga terhadap manajemen diri penderita Diabetes Mellitus.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK KTS TULIP RUMAH SAKIT SILOAM SRIWIJAYA PALEMBANG Dewi Rury Arindari; Benedikta Betty Bawaningtyas
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 8 No 01 (2018): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v8i01.178

Abstract

Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obatpenderita HIV/AIDS yang memiliki durasi pengobatan seumur hidup.Studi pendahuluan yangdilaksanakan di Klinik KTS Tulip RS. Siloam Sriwijaya Palembang pada periode Januari - Maret2017 didapatkan persentase 87% angka kepatuhan minum obat ARV. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan dukungan keluarga pasien di Klinik Tulip RS.Siloam Sriwijaya Palembang. Penelitian ini termasuk penelitian cross-sectional, sampel dalampenelitian ini adalah 53 pasien HIV/AIDS di Klinik Tulip RS. Siloam Sriwijaya Palembang. Metodepengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil analisismenunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat dengan dukunganemosional (p=0,001), kepatuhan minum obat dengan dukungan instrumental (p=0,001), kepatuhanminum obat dengan dukungan informasi (p=0,001), dan kepatuhan minum obat dengan dukunganpenghargaan (p=0,001). Saran yang dapat diberikan adalah perlunya peningkatan pendidikankesehatan tentang dukungan keluarga sehingga pasien yang patuh minum obat dapat lebih meningkat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIEPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNTI KAYU PALEMBANG Dewi Rury Arindari; Hendra Yedi
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 7 No 13 (2017): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v7i13.207

Abstract

Penyakit kronik merupakan suatu kondisi medis atau masalah kesehatan yang berkaitan dengangejala-gejala atau kecacatan yang membutuhkan penatalaksanaan jangka panjang. Data World HealthOrganization (WHO) tahun 2005 menunjukkan bahwa prevalensi penyakit hipertensi di dunia mencapai60% dari kasus yang menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronik yangdikategorikan sebagai Silent Killer Disease. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan dukungankeluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas PuntiKayu Palembang. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Analisa univariat danbivariat melalui chi square digunakan untuk menganalisa data. Populasi dalam penelitian adalah pasienhipertensi yang telah menjalani pengobatan selama 3 bulan di Puskesmas Punti KayuPalembang. Sampel penelitian adalah 60 responden dengan menggunakan teknik accidental samplingyang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungankeluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dengan ρ value = 0,002.Diharapkan perawat Puskesmas Punti Kayu Palembang dapat memberikan pendidikan kesehatantentang pentingnya dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien dengan hipertensi.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat RT 22 Kelurahan Pahlawan Palembang Tentang Pencegahan Covid-19 Berbasis Keluarga dengan Menerapkan 5M Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Shinta Maharani; Lela Aini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5217

Abstract

ABSTRAKCovid-19 merupakan penyakit yang penyebabnya adalah virus corona yang menyerang sistem pernapasan. Pemerintah sudah menghimbau masyarakatnya dengan memberikan protokol kesehatan untuk menghindari penularan wabah COVID-19, untuk dapat menerapkannya dibutuhkan kesadaran masyarakat. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan COVID-19 berbasis Keluarga dengan Menerapkan 5M. Tujuan Pengabdian adalah untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat RT 22 Kelurahan Pahlawan Palembang tentang Pencegahan COVID-19 berbasis Keluarga dengan Menerapkan 5M dapat terlaksana dengan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kesimpulan adanya peningkatan kesadaran masyarakat berbasis keluarga di RT 22 kelurahan Pahlawan Palembang dalam menerapkan protokol Kesehatan 5M. Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengimplementasikan dan memberikan informasi terbaru tentang pencegahan virus Covid 19 selain penerapan 5M pada masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci: Peningkatan Kesadaran Masyarakat, Menerapkan 5M, Pencegahan        Covid 19 ABSTRACTCovid-19 is a disease caused by a coronavirus that attacks the respiratory system. The government has appealed to the public by providing health protocols to avoid the transmission of the COVID-19 outbreak, to be able to implement it, public awareness is needed. One of the things that can be done to increase public awareness is to provide counseling about Family-based COVID-19 Prevention by Implementing 5M. The purpose of this service is to increase public awareness of RT 22 Pahlawan Palembang Village regarding Family-based COVID-19 Prevention by Implementing 5M can be carried out properly. The method used in community service activities is in the form of health education with lecture and demonstration methods. The conclusion is that there is an increase in family-based community awareness in RT 22, Pahlawan Palembang village in implementing the 5M Health protocol. It is recommended for further researchers to be able to implement and provide the latest information about the prevention of the Covid 19 virus in addition to the application of 5M to the wider community. Keywords: Increasing Public Awareness, Implementing 5M, Prevention of Covid             19
PERSEPSI PERINGATAN GAMBAR BAHAYA MEROKOK PADA KEMASAN ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA LAKI-LAKI Dewi Rury Arindari; Susi Suryani Agustina
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.267

Abstract

Latar belakang: Perilaku merokok pada remaja merupakan peringatan dari berbagai macam masalah yang dapat terjadi pada masa datang. Prevelensi perokok di dunia mencapai 1,3 miliyar jiwa dari total penduduk usia remaja, sedangkan persentase perokok remaja laki-laki aktif di Provinsi Sumatra Selatan diketahui sebanyak 31,7% dari total populasi remaja laki-laki dengan jumlah rata-rata rokok yang dihisap adalah 12 batang perhari. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk hubungan persepsi peringatan gambar bahaya merokok dengan perilaku merokok remaja laki-laki. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan total sampling yaitu sebanyak 60 remaja laki-laki Karang Taruna Desa Kemang Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni sampai Desember 2018. Uji spearman rank digunakan untuk uji analisa bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik ditemukan tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara persepsi peringatan gambar bahaya merokok dengan perilaku merokok remaja laki-laki Karang Taruna dengan p value = 1,000. Saran: Dari hasil penelitian diharapkan orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak usia remaja terutama perilaku merokok yang dapat berdampak pada masa depan generasi bangsa. Kata kunci : Persepsi, Gambar Bahaya Merokok, Perilaku Merokok dan Remaja
Analisis Faktor-Faktor Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di BPM Ellna Palembang Sri Mulia Sari; Dea Mega Arini; Dewi Rury Arindari
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.24 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v7i1.87

Abstract

Kecemasan ibu hamil menjelang persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya umur ibu hamil, paritas, pengetahuan, sosial ekonomi dan pendamping persalinan. Tingginya kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dalam menghadapi persalinan rata-rata mencapai 107.000.000 ibu hamil di Indonesia. Tujuan penelitian ini diketahuinya analisis faktor-faktor kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Bidan Praktek Mandiri Ellna. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2019. Metodelogi penelitian ini adalah Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang akan menghadapi persalinan di Bidan Praktek Mandiri Ellna Palembang dengan jumlah sampel 56 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic Chi-Square. Dari uji statistik Chi-Square didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara umur dengan tingkat kecemasan (? = 0,037), paritas dengan tingkat kecemasan (? = 0,004), dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan (? = 0,001) ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Bidan Praktek Mandiri Ellna Palembang. Bagi tempat penelitian diharapkan untuk menambahkan upaya-upaya dalam mengatasi dan mengurangi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan sehingga dapat mengurangi resiko tinggi pada ibu hamil dan bersalin
Pengaruh Terapi Audio Murottal Al-Qur'an (Surah Al-Fatihah) Terhadap Skor Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia Latifah billy; Dewi Rury Arindari; Riska Nawang Laras Wati
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.355

Abstract

Skizofrenia menjadi salah satu gangguan jiwa yang paling dominan dibandingkan gangguan jiwa lainnya. Jumlah penderita Skizofrenia diseluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) yaitu sekitar 29 juta orang. Penderita Skizofrenia mengalami gangguan kognitif, emosional, persepsi dan gangguan tingkah laku. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada pasien halusinasi ada 2 yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi mendengarkan Al-Qur’an dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya Pengaruh Terapi Audio Murottal Al-Qur'an (Surah Al-Fatihah) Terhadap Skor Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia di Yayasan Mitra Mulia Husada Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022. Metode penelitian menggunakan One-group pre and post test. Populasi penelitian ini adalah semua pasien Skizofrenia dengan halusinasi pendengaran yang dirawat di Yayasan Mitra Husada Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan rerata sebelum diberikan terapi audio murottal Al-Qur’an (Surah Al-Fatihah) sebesar 23,00 dan sesudah diberikan terapi rerata sebesar 19,80. Hasil uji statistik paired sample t test didapatkan nilai p value = 0,003 < α 0,05. Kesimpulan ada pengaruh terapi audio murottal Al-Qur'an (Surah Al-Fatihah) terhadap skor halusinasi pada pasien skizofrenia di Yayasan Mitra Mulia Husada Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022. Diharapkan pihak Yayasan Mitra Mulia Husada Provinsi Sumatera Selatan agar dapat memasukkan terapi psikoreligius sebagai salah satu penatalaksanaan secara non psikofarmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi.