Claim Missing Document
Check
Articles

Health Belief Model Factors to Medication Adherence among Hypertensive Patients in Punti Kayu Public Health Center Palembang, Indonesia Arindari, Dewi Rury; Suswitha, Dessy
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.109 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i1.10483

Abstract

Introduction: Health Belief Model is one of the factors that influence medication adherence. The World Health Organization (WHO) has identified medication adherence as the primary indication of treatments effectiveness for hypertensive patients. The number of medication adherence on people with hypertension is decreasing in the world, including Indonesia. Objective: The aims of this paper was to examine the relationship between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Result: There were significant statistically relationships between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Discusion: The patients who have high perceptions about susceptibility to develop the hypertension complication, severity of the complications of hypertension, the benefit of medication adherence, reduce barriers to medication adherence more likely adhering to their medications.
Efektifitas Penggunaan Electricblanketpada Pasien Yang Mengalami Hipotermi Post Operasi Di Instalasi Bedah Sentral (Ibs) Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari Tahun 2018 Suswitha, Dessy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan fisiologis pada tubuh pasien yang menjalani pembedahan menurut Brunner & Suddarth(2002) dapat berupa penurunan suhu tubuh atau hipotermi. Hipotermi merupakan keadaan suhu tubuh berada dibawah batas normal fisiologis, yaitu 36,6oC – 37,5oC.Hipotermi dapat terjadi pada pasien yang mengalami pembedahan dan disebabkan oleh beberapa faktor. Penanganan yang bisa diberikan untuk mengatasi permasalah hipotermi tersebut diantaranya dengan pemberian selimut hangat elektrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas  penggunaan electric blanket dalam mengatasi hipotermi pada pasien post operasi. Penelitian di laksanakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Palembang BARIpada tanggal 15 Juni – 27 Juni 2018.Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan Posttest Only Control Group Design, dan menggunakan sampel sebanyak 22 responden yang terdiri dari 11 responden
HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER POSYANDU LANSIA DENGAN KEPUASAN LANSIA Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Rendi
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 02 (2020): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v10i02.291

Abstract

Angka lansia semakin lama semakin signifikan jumlahnya tidak terkecuali di Asia Tenggara. Angka kesakitan populasi lansia akibat gaya hidup dan penyakit tidak menular meningkat dalam 3 tahun terakhir dan berdampak pada timbulnya beban peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Kegiatan posyandu lansia merupakan salah satu sarana yang tepat dalam mengontrol dan mendeteksi dini gangguan yang terjadi pada lansia. Salah-satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam posyandu adalah kinerja kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja kader dengan kepuasan lansia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Besaran sampel diperoleh dengan teknik multi stage sampling yaitu sebanyak 65 responden. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antara kinerja kader dengan kepuasan lansia. Hasil uji satistik ditemukan ada hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan kepuasan lansia dengan P Value = 0,000. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan acuan kader dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan posyandu lansia sesuai dengan tugas dan kewajiban kader.
Health Belief Model Factors to Medication Adherence among Hypertensive Patients in Punti Kayu Public Health Center Palembang, Indonesia Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha
Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 1 (2020): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.109 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i1.10483

Abstract

Introduction: Health Belief Model is one of the factors that influence medication adherence. The World Health Organization (WHO) has identified medication adherence as the primary indication of treatments effectiveness for hypertensive patients. The number of medication adherence on people with hypertension is decreasing in the world, including Indonesia. Objective: The aims of this paper was to examine the relationship between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Result: There were significant statistically relationships between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Discusion: The patients who have high perceptions about susceptibility to develop the hypertension complication, severity of the complications of hypertension, the benefit of medication adherence, reduce barriers to medication adherence more likely adhering to their medications.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.561

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah akibat gangguan pada penyerapan gula darah oleh tubuh yang dapat memicu terjadinya berbagai komplikasi bahkan kematian. Salah satu upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah Diabetes Self Management. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan Diabetes Self Management pada penderita Diabetes Mellitus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus yang berjumlah 50 responden.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01-30 September di Puskesmas dalam wilayah kerja Kota Palembang. Data telah dianalisa menggunakan deskripsi statistic, Pearson Product Moment dan Point Biserial. Hasil: Diperoleh data statistik responden adalah perempuan (74%), usia  51-59 tahun (76%), lulusan SMA (45%), memiliki pendapatan kurang dari Upah Minimum Regional (76%), Durasi Penyakit antara 1-3 tahun (46%), pengobatan dengan terapi diet dan obat (82%), memiliki level pengetahuan cukup baik (47%) dan perilaku Diabetes Self Management yang kurang baik (62%); Adanya hubungan signifikan secara statistik antara pengobatan dan pengetahuan dengan Diabetes Self Management dengan p value masing-masing secara berurutan adalah <0.001 dan <0.01. Sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan durasi penyakit tidak memiliki hubungan yang signifikan. Saran: Dapat digunakan sebagai data empiris pada pengembangan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku Diabetes Self Management pada penderitanya guna mencegah terjadinya komplikasi dan mengurangi angka kematian akibat Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Diabetes Self Management, Penderita Diabetes Mellitus, Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Self Management, Penyakit Tidak Menular, Personal Faktor
FAKTOR-FAKTOR YANG BEHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER INTRAVENA Dessy Suswitha
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.462 KB) | DOI: 10.36729/jam.v3i1.159

Abstract

Latar belakang: Phlebitis didefinisikan sebagai inflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia,mekanik maupun oleh bakteri. Selama 1 tahun terakhir angka kejadian phlebitis yaitu pada tahun2016 sebanyak 23 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yangBerhubungan dengan Kejadian Phlebitis pada Pasien yang Terpasang Cateter Intravena di RuangTransit Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan desaincross-sectional dengan menggunakan accidental sampling dengan responden sebanyak 55 respondensesuai dengan kriteria inklusi . Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 7 Agustus s.d 2 September 2017.Hasil: Penelitian ini didapatkan Ada hubungan antara umur dengan kejadian phlebitis dengan nilai p =0,042. Ada hubungan antara ukuran kanula dengan kejadian phlebitis dengan nilai p = 0,013. Adahubungan antara lokasi pemasangan infus dengan kejadian phlebitis dengan nilai p = 0,040. Adahubungan antara lama pemasangan kanula dengan nilai p value = 0,025. Saran: Disarankan untukperawat agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemasangan infus sehingga komplikasi danketidaknyamanan akibat pemasangan infus dapat dikurangi.Kata Kunci : Kejadian Phlebitis.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH AR-RAHMAN TERHADAP POLA TIDUR ANAK USIA PRASEKOLAH DENGAN HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2017 Dessy Suswitha; Ayu Istiani2
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 7 No 13 (2017): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v7i13.214

Abstract

Gangguan pola tidur merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapistresor yang ada dilingkungan rumah sakit seperti, suara asing dari peralatan, pemantauan dan perawatanyang sering diberikan oleh perawat, serta lampu yang menyala. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinyapengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap pola tidur anak usia prasekolah dengan hospitalisasi diRSI Siti Khadijah Palembang. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimen dengan pendekatanone group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah yang ada diruangMadinah RSI Siti Khadijah Palembang sebanyak 15 responden yang mengalami gangguan pola tidur. Teknikpengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan uji Paired T-test dandilakukan pada tanggal 10 sampai dengan 24 Juli 2017. Hasil analisis didapatkan bahwa ada pengaruhterapi murottal surah Ar-Rahman terhadap pola tidur anak usia prasekolah dengan hospitalisasi di RSI SitiKhadijah Palembang dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagaimasukan dan informasi dalam mengatasi masalah tidur pada anak di RSI Siti Khadijah Palembang.
Pencegahan Gangguan Tidur pada Anak Melalui Penyuluhan tentang Manfaat Tidur yang Berkualitas pada Anak Usia Sekolah di Panti Asuhan Darussalam Palembang Shinta Maharani; Sri Hartati; Dessy Suswitha; Lela Aini; Dewi Rury Arindary; Lenny Astuti; Arni Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6165

Abstract

ABSTRAK Anak adalah asset penerus pembangunan bangsa yang perlu dijaga dan diperhatikan kebutuhannya.  Salah satu kebutuhan dasar anak yang perlu mendapatkan perhatian adalah kebutuhan tidur.  Kebutuhan tidur pada anak bergantung pada usia anak.  Namun, kebutuhan pada anak harus mencakup kuantitas dan kualitas tidurnya.  Beberapa penelitian membuktikan pengaruh kualitas tidur terhadap kondisi kesehatan, baik psikologis (mental) maupun psikis. Beberapa penelitian juga membuktikan adanya hubungan antara kualitas tidur dan prestasi belajar pada anak. Anak-anak dan pengurus panti di panti asuhan Darussalam menyatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang manfaat tidur pada anak. Tujuan pemberian penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak tentang manfaat tidur pada anak di Panti Asuhan Darussalam Palembang.  Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan leaflet dan power point.  Terdapat peningkatan pengetahuan tentang manfaat tidur yang berkualitas pada anak panti asuhan Darussalam Palembang. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Anak, Panti Asuhan ABSTRACT Children are the successor assets of national development that need to be need to be guarded and pay attention to their needs. One of the basic needs of children that need attention is the need of sleeping. The need of sleeping in children depends on the age of the child. However, the needs of children must include the quantity and quality of sleep. Several studies have proven the influence of sleep quality on health conditions, both psychological (mental) and psychological. Several studies have also proven the relationship between sleep quality and learning achievement toward children. The children and caretakers of the orphanage at the Darussalam orphanage Palembang had never received counseling about the benefits of sleeping toward children. The purpose of providing health counseling was expected to increase children's knowledge about the benefits of sleeping toward children at the Darussalam Orphanage in Palembang. The activities carried out were the health education using leaflets and power points. There was an increasing in knowledge about the benefits of sleeping quality at Darussalam orphanage Palembang. Keywords: Sleep quality, child, orhphanage
Pemanfaatan Jahe Madu Terapi Komplementer pada Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Lela Aini; Lenny Astuti; Adi Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6329

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dari saluran nafas mulai dari hidung hingga alveoli yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Penyebaran virus dan bakteri dapat melalui droplet, lingkungan udara yang tercemar. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan penyakit ISPA adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan minuman jahe madu yang mengandung antiseptik dan antioksidan. Kandungan tersebut berfungsi untuk menurunkan tingkat keparahan batuk tanpa menimbulkan efek samping yang dapat mengganggu kesehatan anak. Tujuan Pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ISPA dan pelatihan pembuatan minuman herbal jahe madu dapat terlaksana dengan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago dalam menerapkan terapi komplementer pembuatan Jahe Madu untuk anggota keluarga yang menderita ISPA. Disarankan bagi masyarakat agar dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta rajin menganjurkan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kata Kunci : Penyakit ISPA, Terapi Komplementer, Jahe Madu  ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is an acute infectious disease that attacks one part of the respiratory tract from the nose to the alveoli caused by viruses and bacteria. The spread of viruses and bacteria can be through droplets, polluted air environment. One of the things that can be done to prevent ARI disease is to provide counseling and training on making honey ginger drinks which contain antiseptics and antioxidants. The content serves to reduce the severity of cough without causing side effects that can interfere with children's health. The purpose of this service is to increase public knowledge about ARI and training in making honey ginger herbal drinks can be carried out properly. The method used in community service activities is in the form of counseling and training. The conclusion is that there is an increase in community knowledge in Bangun Sari Village, Tanjung Lago District in applying complementary therapies to making Honey Ginger for family members who suffer from ARI. It is recommended for the community to be able to apply clean and healthy living behaviors and be diligent in encouraging children to wash their hands before and after eating. Keywords: ARI Disease, Complementary Therapy, Honey Ginger
Implementasi Tepid Water Sponge Dalam Mengatasi Masalah Hipertemia Pada Penderita Demam Berdarah Dangue Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.6444

Abstract

Implementasi Tepid Water Sponge Dalam Mengatasi Masalah Hipertemia Pada Penderita Demam Berdarah Dangue. Angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) setiap tahun di Indonesia selalu meningkat. Masalah yang sangat sering dialami oleh pasien (DBD) adalah demam. Berbagai intervensi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah dengan water tepid sponge yang telah banyak dialkukan penelitian oleh beberapa ahli. Studi kasus ini merupakan penerapan asuhan keperawatan pada Ny M dengan diagnose medis demam berdarah denguedan didapatkan masalah keperawatan hipertermia. Fokus pemberian implementasi keperawatan untuk mengatasi masalah hipertermia dengan tindakan non farmakologi tepid water sponge atau kompres hangat. Tindakan pemberian tepid water sponge dilakukan 10-15 menit, dengan cara menyekah seluruh permukaan tubuh dengan menggunakan washlap yang sudah di rendam di air hangat. Sebelum dan setelah pemberian tepid water sponge dilakukan pengukuran suhu tubuh, didapatkan hasil penurunan suhu tubuh sebesar 1oC.Tindakan pemberian water tepid spongedalam kasus ini diharapkan dapat dijadikan tindakan mandiri perawat dalam mengatasi masalah hipertermia pada pasien dewasa.