Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR RISIKO, USIA, JENIS KELAMIN DAN STATUS IMUNISASI PADA KASUS TB PARU ANAK DI PUSKESMAS MERDEKA Dianita Ekawati
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.286 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.395

Abstract

Pediatric tuberculosis is TB that occurs in children aged 0-14 years. TB cases that occur in children can be estimated annually to be 5% - 6% of the total TB cases. The highest child TB cases were in the city of Palembang, namely in the working area of the Puskesmas Merdeka as many as 157 cases (Palembang City Health Office, 2019). The purpose of this study was to analyze the factors that influence the incidence of child tuberculosis in the Working Area of the Puskesmas Merdeka, Palembang City. This study used a quantitative design with cross sectional. The number of samples was 157 respondents. The analysis technique was performed by using the Chi Square test with univariate, bivariate and multivariate data analysis. The analysis showed that there was a significant relationship between age (p value = 0.031), gender (p value = 0.005) and household contact (p value = 0.029). And there is no significant relationship between history of BCG immunization (p value = 0.240) with the incidence of tuberculosis in children. And the most dominant variable is age withPR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Desti Emil Dahlia; Arie Wahyudi; Dianita Ekawati; Dewi Suryanti
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1363

Abstract

Latar belakang: ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai dengan 6 bulan tanpa menambahkan atau mangganti dengan makanan atau minuman lain. Data dari Susenas menunjukkan persentase bayi di Indonesia yang menerima ASI eksklusif sebesar 73,97% pada tahun 2023, dan 74,73% pada tahun 2024, angka tersebut masih tidak memenuhi target capaian ASI eksklusif selama 6 bulan yaitu 80%. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang III Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025. Metode: penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang III Pumu Kabupaten Lahat yang berjumlah 286 orang. Sampel berjumlah 75 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified  random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p value 0,043), pekerjaan (p value 0,002), efikasi diri (p value 0,012), promosi susu formula (p value 0,018), dukungan suami (p value 0,010), budaya (p value 0,002) dengan pemberian ASI eksklusif. Namun tidak ada hubungan antara umur (p value 0,370), pendidikan (p value 0,303), paritas (p value 0,320), dukungan petugas kesehatan (p value 0,466) dan IMD (p value 0,375) dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang dominan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah budaya (OR 41,195). Saran: dapat menyusun rencana program dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif yang meliputi peningkatan edukasi berbasis budaya. Kata Kunci: ASI Ekslusif, Faktor, Puskesmas
ANALISIS FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEGAWAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH Trie Vany Putri; Arie Wahyudi; Dianita Ekawati; Ali Harokan
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1360

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot rangka adalah penyakit kerja yang sering ditemukan, salah satunya yaitu nyeri lokal ataupun menjalar pada punggung bawah (low back pain/LBP). LBP dapat muncul karena pengaruh usia, jenis kelamin, masa kerja, indeks massa tubuh, dan faktor risiko ergonomi (postur janggal, posisi statis), sehingga akan berdampak pada kurangnya aktivitas kerja dan produktivitas. Dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2024, didapatkan 20% pegawai mengeluh nyeri punggung bawah. Tujuan: untuk menganalisis faktor risiko low back pain pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dan diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner yang diadopsi dari Dewi Yanti (2023), lembar Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya keluhan low back pain (42,5%) pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (77,5%), dengan indeks massa tubuh tidak normal (57,5%), dan sebagian besar responden bekerja dengan postur janggal (52,5%). Saran: Lebih menjaga pola hidup sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik serta institusi harus memperhatikan kekurangan sarana dan prasarana yang dapat berdampak pada postur kerja pegawai. Kata Kunci: LBP, ergonomi, Nordic Body Map, REBA
PENGARUH FAKTOR RISIKO, USIA, JENIS KELAMIN DAN STATUS IMUNISASI PADA KASUS TB PARU ANAK DI PUSKESMAS MERDEKA Dianita Ekawati
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.395

Abstract

Pediatric tuberculosis is TB that occurs in children aged 0-14 years. TB cases that occur in children can be estimated annually to be 5% - 6% of the total TB cases. The highest child TB cases were in the city of Palembang, namely in the working area of the Puskesmas Merdeka as many as 157 cases (Palembang City Health Office, 2019). The purpose of this study was to analyze the factors that influence the incidence of child tuberculosis in the Working Area of the Puskesmas Merdeka, Palembang City. This study used a quantitative design with cross sectional. The number of samples was 157 respondents. The analysis technique was performed by using the Chi Square test with univariate, bivariate and multivariate data analysis. The analysis showed that there was a significant relationship between age (p value = 0.031), gender (p value = 0.005) and household contact (p value = 0.029). And there is no significant relationship between history of BCG immunization (p value = 0.240) with the incidence of tuberculosis in children. And the most dominant variable is age withPR
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER II Desi Permatasari; Arie Wahyudi; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1455

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil trimester II merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering dijumpai, Anemia selama kehamilan berisiko menyebabkan komplikasi bagi ibu dan janin, seperti persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, hingga kematian maternal. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester II. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 71 ibu hamil trimester II yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik ganda metode backward LR untuk analisis multivariat. Hasil: penelitian menunjukkan prevalensi anemia sebesar 56,3%. Variabel yang berhubungan signifikan secara statistik dengan kejadian anemia meliputi pengetahuan (p=0,000), LILA (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,011), dukungan tenaga kesehatan (p=0,001), dan kunjungan ANC (p=0,029). Sementara variabel pendidikan dan jarak kehamilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap anemia (OR=18,495), diikuti oleh dukungan tenaga kesehatan (OR=11,813) dan kunjungan ANC (OR=0,232) sebagai faktor protektif. Saran: Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi, penguatan peran tenaga kesehatan, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung ibu hamil guna menurunkan angka kejadian anemia di trimester kedua. Kata kunci : Anemia, Ibu Hamil, Trimester II, Status Gizi.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS (PKG) Ersyika Kartika Aryani; Arie Wahyudi; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1448

Abstract

Latar Belakang: Upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat membuka akses pelayanan kesehatan yang bermutu, berkualitas dan terjangkau. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bertujuan agar dapat menjawab permasalahan kesehatan di masyarakat serta melalui penyediaan Layanan Skrining sesuai Siklus Hidup. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PKG. Metode: Penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada April – Mei 2025 di Kota Prabumulih. Populasi semua pengelola pelaksanaan PKG. pengambilan partisipan penelitian ini dengan purposive sampling. Pengambilan data dengan metode wawancara Focus Group Discussion (FGD) 15 partisipan pengelola pelaksanaan PKG yang telah diminta persetujuannya dilembar inform consernt. Uji kredibilitas dilakukan dengan member checking dan triangulasi. dengan melakukan in depth interview. Hasil: PKG di Kota Prabumulih dilaksanakan sesuai prosedur dan standar dari segi pemenuhan SDM, Komitmen Negara, pendanaan, penggunaan sarana prasarana, pemakaian alat kesehatan dan BMHP serta faktor kepemimpinan. Tetapi keberhasilan belum bisa diukur dikarenakan pelaksanaan belum berjalan genap 1 tahun dan masih proses pemenuhan dan pengalokasian secara khusus untuk meningkatkan kompetensi petugas, kebijakan dari kepala daerah, dan belum ada alokasi khusus untuk pengadaan sarana prasarana, alat kesehatan dan BMHP. Saran: Untuk meningkatkan kualitas Dinas Kesehatan Kota Prabumulih hendaknya mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan sarana dan prasarana, alat kesehatan dan BMHP dan peningkatan kompetensi petugas dalam upaya peningkatan kinerja petugas serta pengoptimalan kegiatan PKG di Kota Prabumulih. Kata Kunci:, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
ANALISIS DETERMINAN KINERJA KADER POSYANDU DALAM PELAKSANAAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Muslim Bahori; Akhmad Dwi Priyatno; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1763

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dipengaruhi oleh kinerja kader sebagai pelaksana utama pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Bukti mengenai determinan kinerja kader dalam implementasi Posyandu ILP yang mencakup pelayanan sepanjang siklus kehidupan masih terbatas. Evaluasi tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Talang Pangeran menunjukkan hanya 16,7% kader memiliki kinerja baik. Tujuan: Menganalisis determinan kinerja kader Posyandu dalam pelaksanaan Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Talang Pangeran tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 90 kader aktif menggunakan total sampling. Analisis meliputi univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik pada α=0,05. Hasil: Motivasi, pengetahuan, dukungan petugas kesehatan, dan keterampilan berhubungan dengan kinerja kader (p<0,05), sedangkan usia, pendidikan, dan lama bekerja tidak berhubungan (p>0,05). Motivasi merupakan faktor paling dominan (p=0,002; OR=5,625; 95% CI=1,905–16,614). Kader dengan motivasi tinggi berpeluang 5,625 kali memiliki kinerja baik. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan motivasi kader melalui pembinaan, pelatihan, supervisi, dan pemberian penghargaan secara berkelanjutan. Kata Kunci:  Dukungan petugas Kesehatan, Keterampilan, Kinerja kader, Motivasi, Pengetahuan, Posyandu Integrasi Layanan Primer
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Zulfalina Zulfalina; Ali Harokan; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1768

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, yang dipengaruhi oleh lima dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL): keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible). Laporan mutu keperawatan RSUD Palembang BARI semester I tahun 2025 menunjukkan kepatuhan perawat dalam pengisian lembar rencana pemulangan pasien masih di bawah target. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dan paling dominan memengaruhi kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Palembang BARI tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional di ruang rawat inap kelas 3 pada bulan Maret–April 2026. Sampel 95 responden dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil: Sebagian besar responden (68,4%) merasa puas. Analisis bivariat menunjukkan reliability (p=0,000), responsiveness (p=0,000), assurance (p=0,015), empathy (p=0,000), dan tangible (p=0,000) berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien, sedangkan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan tidak. Analisis multivariat menetapkan reliability (OR=0,261) dan tangible (OR=0,045) sebagai faktor yang berpengaruh, dengan tangible sebagai faktor paling dominan; model menjelaskan 55,0% variasi kepuasan pasien dengan ketepatan klasifikasi 83,2%. Saran: RSUD Palembang BARI disarankan memprioritaskan peningkatan kebersihan, kenyamanan, dan kelengkapan sarana-prasarana ruang rawat inap serta menjaga keandalan pelayanan sesuai standar operasional prosedur.
ANALISIS FAKTOR PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA WANITA USIA SUBUR Rina Agnesia; Ali Harokan; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1779

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan MKJP di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan, mitos efek samping, minimnya dukungan suami, dan mutu konseling yang belum optimal. Kondisi ini juga terjadi di UPTD Puskesmas Sukarami Palembang, di mana cakupan MKJP WUS hanya 10,8% (di bawah rata-rata kota 12–20%) meskipun fasilitas dan tenaga terlatih telah tersedia. Tujuan: Menganalisis penggunaan MKJP dan faktor-faktor yang berhubungan pada WUS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukarami Kota Palembang Tahun 2026. Metode: Penelitian survei analitik observasional dengan desain cross-sectional di Puskesmas Sukarami Palembang bulan Maret sampai Mei 2026. Sampel 96 WUS peserta KB aktif dipilih secara purposive sampling kriteria inklusi WUS berusia 15–49 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Sukarami, sedang menggunakan metode kontrasepsi, bersedia menandatangani informed consent. Data dikumpulkan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), serta multivariat (regresi logistik biner). Hasil: 21,9% responden menggunakan MKJP. Analisis bivariat berhubungan bermakna adalah pendidikan (p=0,048), paritas (p=0,003), pengetahuan (p=0,001), dukungan suami (p=0,013), dan mutu layanan KB (p<0,001), sedangkan pekerjaan (p=0,130) dan sikap (p=0,840) tidak berhubungan. Analisis multivariat menetapkan pengetahuan sebagai faktor paling dominan (aOR=7,31; 95% CI 1,67–32,08), diikuti dukungan suami, mutu layanan, dan pendidikan; model akhir menjelaskan 44,9% variasi penggunaan MKJP dengan ketepatan klasifikasi 84,4%. Saran: Bagi Puskesmas disarankan memperkuat edukasi dan konseling KB komprehensif oleh bidan Poli KIA-KB, meningkatkan mutu layanan sesuai enam elemen mutu, serta melibatkan suami dalam konseling KB pasangan.Kata Kunci: MKJP, Wanita Usia Subur, Pengetahuan, Dukungan Suami, Mutu Layanan