Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN SALURAN PERKOTAAN GUNA MENUNJANG ESTETIKA DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN Eny Krisnawati; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v25i2.1069

Abstract

Surakarta sebagai kota pariwisata khususnya wisata budaya dan sejarah hal ini didukung adanya keraton dan peninggalan bangunan bersejarah, selain itu elemen elemen pendukung seperti taman kota, perairan kota serta penataan kota. Pada saat ini perairan kota khususnya sungai dalam kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi pendestrian, parkir, kios, seperti halnya sungai di sepanjang jalan Bhayangkara kota Surakarta. Tujuan dari penulisan ini adanya pengembalian fungsi sungai agar tercipta keseimbangan, estetika dan kenikmatan dalam lingkungan perkotaan, mengingat fungsi sungai tidak hanya sebagai drainase perkotaan saja tetapi lebih dari itu pendingin kota , keindahan kota, untuk itu perlu penanganan khusus atau penataan kembali fungsi sungai. Penataan sungai nerupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi sungai dalam elemen penataan di perkotaan guna mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika dan kegunan fungsi lainnya bagi masyarakat perkotaan. Kata kunci: estetika, perkotaan, sungai.
KAJIAN PELESTARIAN DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI SURAKARTA Wahyu Prabowo; Abito Bamban Yuuwono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i2.1486

Abstract

Konservasi merupakan tindakan pelestarian dalam sebuah bangunan cagar budaya. Sasaran tindakan pelestarian dapat berupa bangunan (tangible) maupun non bangunan (intangible). Bangunan cagar budaya yang merupakan objek konservasi mempunyai value yang tinggi dalam proses konservasi, tidak hanya pada objek bangunannya saja namun juga terhadap sejarah, dan peradaban manusia itu sendiri. Bangunan cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah kota Surakarta merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan yang mempunyai nilai arsitektur yang penting dalam perjalanan perkembangan ilmu arsitektur di Indonesia. Seiring perkembangan jaman bangunan-bangunan tersebut akan termakan usia dan mengalami degradasi kualitas material atau bahkan struktur bangunan. Sehingga dirasa perlu dilakukan pendataan atau kajian mengenai tingkat keterawatan bangunan cagar budaya tersebut, harapannya supaya dapat dilakukan langkah perawatan yang tepat guna melestarikan bangunan cagar budaya yang ada di kota Surakarta. Berdasarkan deskripsi diatas, penelitian ini dibuat untuk melihat sejauh mana tingkat keterawatan beberapa preseden bangunan cagar budaya di kota Surakarta. Kata kunci: konservasi, bangunan cagar budaya, keterawatan, degradasi, cagar budaya
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAMPUNG WISATA NGEPUNGSARI KECAMATAN JATIPURO KABUPATEN KARANGANYAR Rully; Wahyu Prabowo
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2022): Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.926 KB) | DOI: 10.36728/ganesha.v2i01.1535

Abstract

Perencanaan dan perancangan Kampung Wisata Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat di lingkungan Desa Ngepungsari kecamatan Jatipuro kabupaten Karanganyar dalam hal peningkatan pendapatan ekonomi serta pengembangan pariwisata . Pembangunan ini dilakukan secara swadaya. Kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam perencanaan dan perancangan Kampung wisata ini adalah bagaimana membuat desain kampung wisata yang baik secara arsitektural, diharapkan kampung wisata ini akan menjadi kebanggaan warganya dan dapat menumbuhkembangkan kegiatan kepariwisataan dan peningkatan pendapatan ekonomi seluruh warganya.
PERAN SALURAN PERKOTAAN GUNA MENUNJANG ESTETIKA DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN Eny Krisnawati; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.835 KB) | DOI: 10.36728/jtsa.v25i2.1069

Abstract

Surakarta sebagai kota pariwisata khususnya wisata budaya dan sejarah hal ini didukung adanya keraton dan peninggalan bangunan bersejarah, selain itu elemen elemen pendukung seperti taman kota, perairan kota serta penataan kota. Pada saat ini perairan kota khususnya sungai dalam kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi pendestrian, parkir, kios, seperti halnya sungai di sepanjang jalan Bhayangkara kota Surakarta. Tujuan dari penulisan ini adanya pengembalian fungsi sungai agar tercipta keseimbangan, estetika dan kenikmatan dalam lingkungan perkotaan, mengingat fungsi sungai tidak hanya sebagai drainase perkotaan saja tetapi lebih dari itu pendingin kota , keindahan kota, untuk itu perlu penanganan khusus atau penataan kembali fungsi sungai. Penataan sungai nerupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi sungai dalam elemen penataan di perkotaan guna mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika dan kegunan fungsi lainnya bagi masyarakat perkotaan. Kata kunci: estetika, perkotaan, sungai.
KAJIAN PELESTARIAN DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI SURAKARTA Wahyu Prabowo; Abito Bamban Yuuwono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i2.1486

Abstract

Konservasi merupakan tindakan pelestarian dalam sebuah bangunan cagar budaya. Sasaran tindakan pelestarian dapat berupa bangunan (tangible) maupun non bangunan (intangible). Bangunan cagar budaya yang merupakan objek konservasi mempunyai value yang tinggi dalam proses konservasi, tidak hanya pada objek bangunannya saja namun juga terhadap sejarah, dan peradaban manusia itu sendiri. Bangunan cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah kota Surakarta merupakan bangunan peninggalan masa penjajahan yang mempunyai nilai arsitektur yang penting dalam perjalanan perkembangan ilmu arsitektur di Indonesia. Seiring perkembangan jaman bangunan-bangunan tersebut akan termakan usia dan mengalami degradasi kualitas material atau bahkan struktur bangunan. Sehingga dirasa perlu dilakukan pendataan atau kajian mengenai tingkat keterawatan bangunan cagar budaya tersebut, harapannya supaya dapat dilakukan langkah perawatan yang tepat guna melestarikan bangunan cagar budaya yang ada di kota Surakarta. Berdasarkan deskripsi diatas, penelitian ini dibuat untuk melihat sejauh mana tingkat keterawatan beberapa preseden bangunan cagar budaya di kota Surakarta. Kata kunci: konservasi, bangunan cagar budaya, keterawatan, degradasi, cagar budaya
PRINCE SAMUDRA'S TOMB AS A GROWTH GENERATOR FOR GUNUNG KEMUKUS SETTLEMENT IN SRAGEN REGENCY Tri Hartanto; A Bamban Yuuwono; Danarti Karsono; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v28i1.2257

Abstract

The Javanese have many traditions, which illustrate that the Javanese or Javanese people in achieving their expectations are not enough just to work and pray, but there are other ways such as ritual efforts that are carried out based on their belief in various myths and the history of places considered sacredness that develops in society. One of the ritual places and has a strong mythical belief is the tomb of Prince Samudra on Gunung Kemukus, Pendem Village, Sumberlawang District, Sragen Regency, Central Java. This hill (mountain of cubes), there is the tomb of Prince Samudra, Nyai Ontrowulan and his servants. The Javanese people, especially the people around them, have a belief that the tombs are considered sacred. Then the community began to build houses and live around the tomb. The habit of people seeking blessings through the tradition of ngalap blessing, which is an activity to seek goodness from an essence, object or something that is considered by humans to have benefits and goodness, or seeking barakah (ngalap blessing) or other words "tabarruk". This tomb is also a destination for the ngalap blessing ritual by the surrounding community and from the people on the island of Java. More and more community visits have led to the growth of settlements around the tomb, where previously there were no settlements, only hills. Based on the results of research, the existence of Prince Samudra's tomb is a generator for the emergence of settlements.
PRINCE SAMUDRA'S TOMB AS A GROWTH GENERATOR FOR GUNUNG KEMUKUS SETTLEMENT IN SRAGEN REGENCY Tri Hartanto; A Bamban Yuuwono; Danarti Karsono; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v28i1.2257

Abstract

The Javanese have many traditions, which illustrate that the Javanese or Javanese people in achieving their expectations are not enough just to work and pray, but there are other ways such as ritual efforts that are carried out based on their belief in various myths and the history of places considered sacredness that develops in society. One of the ritual places and has a strong mythical belief is the tomb of Prince Samudra on Gunung Kemukus, Pendem Village, Sumberlawang District, Sragen Regency, Central Java. This hill (mountain of cubes), there is the tomb of Prince Samudra, Nyai Ontrowulan and his servants. The Javanese people, especially the people around them, have a belief that the tombs are considered sacred. Then the community began to build houses and live around the tomb. The habit of people seeking blessings through the tradition of ngalap blessing, which is an activity to seek goodness from an essence, object or something that is considered by humans to have benefits and goodness, or seeking barakah (ngalap blessing) or other words "tabarruk". This tomb is also a destination for the ngalap blessing ritual by the surrounding community and from the people on the island of Java. More and more community visits have led to the growth of settlements around the tomb, where previously there were no settlements, only hills. Based on the results of research, the existence of Prince Samudra's tomb is a generator for the emergence of settlements.