Sari, Sapriesty Nainy
Brawijaya University

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN KOMUNIKASI DATA PEER-TO-PEER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PLASTIC OPTICAL FIBER Ira Ayu Martasari M., Ayu Martasari M.; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.78 KB)

Abstract

Komunikasi data telah menjadi kebutuhan untuk bertukar data antar pengguna dalam suatu jaringan komputer. Dengan menggunakan Plastic Optical Fiber (POF) sebagai media transmisi data, diharapkan tundaan waktu dalam bertukar data menjadi semakin kecil dan reabilitas jaringan komputer juga terjamin. POF dipilih karena kemudahan dalam proses instalasi dan terminasinya. POF membutuhkan perangkat transceiver agar dapat digunakan pada jaringan komputer. Transceiver optik dapat menggunakan berbagai jenis antar muka, salah satunya RS232. Antar muka RS232 dapat digunakan untuk membentuk jaringan peer-to-peer. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh kecepatan dan besarnya data yang dikirim terhadap performansi jaringan peer-to-peer dengan media POF. Berdasarkan hasil penelitian, kecepatan yang digunakan memberikan pengaruh terhadap delay, thoughput, dan parameter eye pattern. Dengan semakin tingginya kecepatan yang digunakan, nilai delay semakin turun dari 836 detik ke 24 detik, nilai throughput semakin naik dari 1.196 bps ke 29.412 bps, nilai noise margin semakin turun dari 89,505% ke 81,248%, nilai timing jitter naik dari 1,654% ke 48,580%, dan nilai bit rate naik dari 1.196 bps ke 37.369 bps.Kata Kunci — Kecepatan, throughput, RS232, dan POF.
ANALISIS UNJUK KERJA QOS (QUALITY OF SERVICE) WLAN IEEE 802.11N TERINTERFERENSI WLAN IEEE 802.11G PADA KANAL YANG SAMA Raka Ekananda; Ali Mustofa; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis unjuk kerja jaringan WLAN 802.11n yang terinterferensi jaringan WLAN 802.11g dengan menyamakan kanal masing-masing jaringan dan dilakukan variasi jarak pada client dan server jaringan WLAN 802.11g. Penggunaan kanal frekuensi kerja yang sama dapat menimbulkan interferensi pada masing-masing jaringan. Pengujian dilakukan di dalam ruangan, dan penentuan kanal yang akan digunakan adalah kanal yang tidak terpakai pada area pengujian. Untuk mengetahui kanal berapa saja yang digunakan pada area pengujian. digunakan aplikasi bernama WiFi Analyzer. Pada penelitian ini, ada 3 parameter Quality of Service (QoS) yang digunakan yaitu delay, packet loss dan throughput. Parameter QoS digunakan untuk mengetahui adanya interferensi sinyal yang mempengaruhi kinerja jaringan WLAN 802.11n. Interferensi menyebabkan menurunnya kualitas kinerja jaringan ditandai dengan perubahan nilai delay, packet loss dan throughput jika dibandingkan dengan kondisi tanpa terinterferensi. Besar nilai delay, packet loss dan throughput tanpa ada interferensi adalah 2.46529 ms, 0% dan 6122 kbps. Nilai delay pada saat jarak penginterferensi 16m,12m,8m dan 4m sebesar 2,98222, 4,77618, 6,51603 dan 7,77462. Nilai packet loss pada saat jarak penginterferensi 16m,12m,8m dan 4m sebesar 0,23%, 1,03%, 1,87%, dan 2,93%. Sedangkan nilai throughput pada jaringan WLAN 802.11n pada saat jarak penginterferensi 16m,12m,8m dan 4m sebesar 5957,81 kbps, 5507,51 kbps, 4559,91 kbps dan 3153,44 kbps. Kata Kunci: WLAN 802.11, Interferensi, Quality of Service   ABSTRACT This research discuss about the analysis interference of  WLAN 802.11n toward WLAN 802.11g with equalize each frequency channel and doing variation on WLAN 802.11g client and server distance. Using same work frequency channel can cause interference each network. This research was conducted indoor and determine the channel that will be used is unused in the research area. In order to know what their used channel in research area is using WiFi Analyzer. This research is conducted by counting 3 parameters Quality of Service (QoS) that are delay, packet loss and throughput. The QoS parameter is used to determine signal interference that affects the performance of the WLAN 802.11n network.Interference causes a decrease in the quality of network performance characterized by changes in the value of delay, packet loss and throughput when compared to conditions without interference. The value of delay, packet loss and throughput without interference is 2.46529 ms, 0% and 6122 kbps.  The delay value when the interference distance is 16m, 12m, 8m and 4m is 2.98222, 4.77618, 6.51603 and 7.77462. The value of packet loss when the interference distance is 16m, 12m, 8m and 4m is 0.23%, 1.03%, 1.87%, and 2.93%. While the throughput value in WLAN 802.11n networks when the interfering distance is 16m, 12m, 8m and 4m is 5957,81 kbps, 5507,51 kbps, 4559,91 kbps and 3153,44 kbps. Keywords: WLAN 802.11, Interferensi, Quality of Service.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC POMPA AIR 365B7 PADA ALAT PENGONTROL NUTRISI AB MIX MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC CONTROL DENGAN METODE MAMDANI Muhammad Farhan; Adharul Muttaqin; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkebunan Ifresh Hydrofarm merupakan perkebunan hidroponik yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur. Saat penelitian ini dibuat, pemberian nutrisi AB Mix diberikan secara otomatis menggunakan pompa air 365B7 yang telahdiprogram berdasarkan timer pada kondisi output PWM selalu maksimal. Sistem yang sudah diimplementasikan ini memilikikekurangan dalam pemberian nutrisi, karena volume yang ditambahkan oleh pompa air tidak akurat, sehingga dapatberdampak pada kesuburan tanaman. Maka dari itu, dibutuhkan pengendalian kecepatan motor DC pompa air pada alatpengontrol nutrisi AB Mix menggunakan kontrol logika fuzzy agar pompa air dapat menambahkan nutrisi sesuai volumeyang diinginkan. Sistem yang dibuat terdiri dari dua buah input dan satu buat output. Input yang pertama merupakan volumenutrisi yang akan ditambahkan. Nilainya direpresentasikan dengan range 0-2000 ml. Input yang kedua merupakan debitnutrisi yang keluar dari pompa yang direpresentasikan dengan range 0-66 ml/detik. Output yang dimaksud adalah keluaranpompa yang direpresentasikan oleh nilai PWM dengan range 51-255. Range ini mewakili perhitungan duty cycle dengankenaikan sebesar 5% dari range 0-100%. Kontrol logika fuzzy yang digunakan adalah metode Mamdani dengan tahapansebagai berikut: fuzzifikasi, penyusunan kaidah atur (Rule-Base), dan defuzzifikasi. Pengujian sistem dilakukan denganmenggunakan empat jenis setpoint yang berbeda. Setpoint 500 ml membutuhkan waktu 21.66 detik, setpoint 1000 mlmembutuhkan waktu 28 detik, setpoint 1500 ml membutuhkan waktu 31.53 detik, dan setpoint 2000 ml membutuhkan waktu34.64 detik. Respon sistem secara keseluruhan adalah volume yang dikeluarkan selalu mengikuti setpoint dengan waktu danPWM yang berbeda-beda, namun pada pengujiannya masih terdapat sedikit error dari volume yang ditambahkan dankeluaran PWM nya belum stabil sepenuhnya karena adanya noise dari pembacaan sensor berat.Kata Kunci: Kontrol logika fuzzy; Alat Pengontrol Nutrisi AB Mix; Pengontrolan Kecepatan Pompa.ABSTRACTIfresh Hydrofarm Plantation is a hydroponic plantation located in Pasuruan, East Java. When this research was conducted,AB Mix nutrition was given automatically using a 365B7 water pump that had been programmed based on a timer at themaximum PWM output condition. This implemented system has a lack of nutrition, because the volume added by the waterpump is not accurate, so it can have an impact on plant fertility. Therefore, it is necessary to control the speed of the waterpump DC motor on the AB Mix nutrition controller using fuzzy logic control so that the water pump can add nutrientsaccording to the desired volume. The system consists of two inputs and one output. The first input is the volume of nutrients tobe added. The value is represented by the range 0-2000 ml. The second input is the nutrient discharge coming out of thepump which is represented by a range of 0-66 ml/second. The output in question is the pump output which is represented bythe PWM value with a range of 51-255. This range represents the duty cycle calculation with an increase of 5% from the 0-100% range. The fuzzy logic control used is the Mamdani method with the following stages: fuzzification, Rule-Base, anddefuzzification. System testing was carried out using four different setpoint types. The 500 ml setpoint takes 21.66 seconds,the 1000 ml setpoint takes 28 seconds, the 1500 ml setpoint takes 31.53 seconds, and the 2000 ml setpoint takes 34.64seconds. The overall system response is that the volume released always follows the setpoint with different times and PWM,but in the test there is still a slight error from the added volume and the PWM output is not fully stable due to noise fromheavy sensor readings.Keywords: Fuzzy Logic Control; AB Mix Nutrient Controller Device; Pump Speed Control System.
Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (LTE) Pada Frekuensi 700 MHz Di Jalur Tol Cipali Berdasarkan Coverage Dan Capacity Menggunakan Software Atoll Radio Planning Ihsanuriza Haromain; Sigit Kusmaryanto; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) generasi ke-4 (4G) yang merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya yaitu UMTS (3G) dan HSPA (3,5G) dengan peningkatan kecepatan dan efisiensi spektrum dibanding teknologi sebelumnya. Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi paket data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Pada teknologi sebelumnya yaitu 3G dan 2G kurang optimal dan stabil dalam melayani kebutuhan trafik dikondisi user bergerak dengan kecepatan tinggi melaju di jalur tol. Perancangan jaringan LTE ini menggunakan frekuensi 700 MHz yang merupakan frekuensi yang ideal untuk LTE di Indonesia karena cakupan area yang luas, ketersediaan bandwidth yang lebar, serta propagation loss yang kecil. Namun, frekuensi 700 MHz diperkirakan akan siap digunakan pada tahun 2020 mendatang. Perancangan LTE FDD 700 MHz di sepanjang jalur tol Cipali dengan jarak tempuh sejauh 116 km ini mengacu pada perhitungan coverage dan capacity dimensioning untuk menentukan jumlah site tanpa menggunakan lokasi existing site. Perancangan dilakukan menggunakan software Atoll Radio Planning dengan model progapasi Okumura-Hatta. Perhitungan dimensioning menunjukkan bahwa jumlah eNodeB yang dibutuhkan dalam perencanaan sebanyak 11 site eNodeB. Hasil simulasi menunjukkan perencanaan ini memiliki nilai best signal level -74,07 dBm dengan signal level yang dikategorikan baik, yaitu >-90 dBm mampu mencakup daerah seluas 106,09 . Nilai RSRP rata-rata yang diperoleh -115,43 dBm. Nilai throughput rata-rata yang diperoleh sebesar 47,96 Mbps, dengan nilai throughput terbaik (> 40 Mbps) mencakup area seluas 98,2 . Kata Kunci: LTE, Atoll, coverage, capacity, signal level, RSRP, C/(I+N), throughput ABSTRACT Long Term Evolution (LTE) is a 4th generation Internet Protocol (IP) based technology which is a development of the previous technology UMTS (3G) and HSPA (3,5G) with speed and spectral efficiency enhancement than previous technologies. This technology will be able to meet the needs of the user for communications of data packets that continuously elevated over the past few years. Looking at the previous technology which is known as 3G and 2G, they were less optimal as well as unstable in serving the needs of traffic in a situation of users moving in a high speed vehicles in the highway. The design of this LTE network will use 700 MHz frequency which is the most ideal frequency for LTE in Indonesia because of the broad coverage area , bandwidth availability, as well as the small propagation loss value. But, the 700MHz frequency is estimated ready in 2020. The design of LTE FDD 700 MHz along the Cipali toll road with mileage of 116 km refers to the calculation of coverage and capacity dimensioning to determine the number of sites without using the location of existing site. This design is done using Atoll Radio Planning software with Okumura - Hatta propagation model. Dimensioning calculation showed that the number of eNodeB that required in the planning is about 11 sites. The simulation results showed that this planning has the best signal level amounted to -74,07 dBm with signal levels well categorized, ie> -90 dBm is capable of covering an area of ​​106.09 . The value of average RSRP amounted to -115,43 dBm. The value of average throughput amounted to 47,96 Mbps, with the best throughput values ​​(> 40 Mbps) covers an area of ​​98.2 . Key: LTE, Atoll, coverage, capacity, signal level, RSRP, C/(I+N), throughput
PENGARUH MISALIGNMENT TERHADAP PERFORMANSI MULTIMODE STEP-INDEX PLASTIC OPTICAL FIBER (MSI-POF) PADA SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK Renie Febriyanti; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.079 KB)

Abstract

Proses penyambungan pada instalasi serat optikdi dalam gedung atau rumah terdapat kemungkinan terjadimisalignment. Misalignment adalah suatu kondisi keduaujung serat optik tidak tersambung sempurna. Padapenelitian ini dilakukan pengamatan dan analisis terhadaptiga jenis misalignment yaitu lateral misalignment,longitudinal misalignment, dan angular misalignmentmenggunakan multimode step indez plastic optical fiber (MSIPOF)untuk melihat pengaruhnya terhadap performansiserat optik. Hasil penelitian ini menunjukkan dari ketigajenis misalignment yang paling berpengaruh adalah angularmisalignment. Pada angular misalignment batas kritisnyayaitu pada sudut 15⁰ dengan besar rugi-rugi (losses) 0,016dB,noise margin 67,188%, timing jitter 3,429%, dan bit rate31,746kbps. BER pada sudut 15⁰ nol tetapi pada sudut 20⁰BER naik secara signifikan menjadi 7,97x10-4.Kata Kunci — Misalignment, MSI-POF, performansi,BER, eye diagram.
ANALISIS PERBAIKAN KINERJA JARINGAN TRANSMISI FIBER OPTIC CORE EKSTENSI M-820 PT. TELEKOMUNIKASI, Tbk WITEL MALANG Eva Faliha Kusumawardhany; Sigit Kusmaryanto; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber optic merupakan media transmisi yang terbuat dari bahan kaca atau plastic yang digunakan untuk mentransmisikan informasi dengan mengubah sinyal listrik menjadi cahaya. Pada pentransmisian jarak jauh dibutuhkan jalur – jalur cadangan agar pengiriman sebuah informasi tidak terganggu jika terdapat gangguan. PT. Telekomunikasi, tbk witel Malang memiliki konfigurasi Core yang berfungsi sebagai jalur cadangan. Core Ekstensi M-820 merupakan konfigurasi jaringan yang mencakup wilayah Malang – Ampelgading. Pada penelitian ini dilakukan analisis guna mengevaluasi dan memperbaiki kinerja jaringan transmisi fiber optic Core Ekstensi M-820 pada jalur kontingensi 1. Perbaikan dilakukan dengan menambahkan komponen EDFA sebagai pre-Amplifier dengan variasi teknik pemompaan berupa forward pumping, backward pumping dan bidirectional pumping, variasi panjang serat EDFA dan variasi daya pompa. Analisis kinerja berupa nilai cumulative loss, BER, Q-factor dan SNR dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak Optisystem 15.0. Hasil simulasi jaringan transmisi fiber optic Core Ekstensi M-820 yang dimodelkan sesuai dengan hasil pengukuran menggunakan OTDR yaitu dengan teknik pemompaan backward pumping, serat  EDFA sepanjang 6 meter dan daya pompa sebesar 100mW . Kata Kunci: Fiber optic, EDFA, Cumulative loss, BER, Q-factor, SNR.   ABSTRACT Fiber optic is a transmission medium made of glass or plastic used to transmit data by converting electrical signals into light. On long distance transmission backup lines are needed so that the transmission of information is not interrupted if there is a disturbance. PT. Telecommunications, Malang Witel Tbk has a Core configuration that functions as a backup data. Core Extension M-820 is a network configuration that covers the Malang - Ampelgading. In this study an analysis was conducted to evaluate and improve the performance of the fiber optic Core transmission network extension M-820 on contingency path 1. Improvements were made by adding EDFA components as pre-amplifiers with variations in pumping techniques in the form of forward pumping, backward pumping and bidirectional pumping, length variations EDFA fiber and variations in pump power. Performance analysis in the form of Cumulative loss, BER, Q-factor and SNR  by simulation using Optisystem 15.0 software. The simulation results of the M-820 extension fiber optic Core transmission network modeled according to the measurement results using an OTDR, namely by backward pumping pumping technique, EDFA fiber along 6 and 7 meters with pump power of 100mW. Keywords : Fiber optic, EDFA, Cumulative loss, BER, Q-factor, SNR
ANALISIS PENGARUH MACROBENDING LOSSES TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TIME DIVISION MULTIPLEXING DENGAN MEDIA TRANSMISI PLASTIC OPTICAL FIBER Mahendra Wishnu Buwana; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.717 KB)

Abstract

Time Division Multiplexing (TDM) sering digunakan pada sistem komunikasi serat optik karena sinyal informasi disajikan secara digital, sehingga efisiensi bandwidth dan kualitas sinyal menjadi lebih baik. Dengan pengunaan serat optik jenis Plastic Optical Fiber (POF) maka sistem dapat diimplementasikan dengan biaya rendah karena seluruh pengolahan data dilakukan dalam rangkaian terpadu. Salah satu permasalahan yang tidak dapat dicegah pada jaringan serat optik adalah adanya macrobending. Macrobending menyebabkan perubahan penjalarahan cahaya di dalam serat optik dan memberikan dampak terhadap performansi sistem komunikasi optik dengan TDM. Pada penelitian ini dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh macrobending losses terhadap Bit Error Rate (BER) dan eye pattern pada sistem TDM dengan media transmisi POF. Besar macrobending losses dipengaruhi oleh diameter dan jumlah bengkokan yang tersusun dalam bentuk lilitan. Pada penelitian ini digunakan 1 sampai 6 channel sumber sinyal informasi. Hasil penelitian menunjukkan pada 1 sampai 6 channel macrobending tidak berpengaruh secara signifikan. Pengaruh macrobending pada 6 channel dengan diameter bengkokan 12 mm adalah rendah, yaitu nilai macrobending losses adalah 1,0523 dB, nilai BER adalah 3,08x10-5, noise margin sekitar 62%, timing jitter sekitar 11,5%, dan SNR sekitar 14,528 dB. Hal ini disebabkan pada sistem TDM terdapat modulasi, yang memungkinkan sinyal informasi akan lebih tahan terhadap noise, sehingga penjalaran cahaya tidak terpengaruh secara signifikan oleh macrobending.Kata Kunci—TDM, POF, Macrobending Losses
DESAIN DAN ANALISIS TEKNOLOGI WIRELESS JARAK JAUH BERBASIS POINT TO POINT PROTOCOL SEBAGAI SOLUSI MENGATASI BLANKSPOT DI DESA JAMBEARJO, KABUPATEN MALANG Muhammad Yudha Pratama; Sigit Kusmaryanto; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –-Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan,Kabupaten Malang, Jawa Timur masih memiliki banyak daerah yang tergolong wilayah blankspot. Masyarakat yang berada pada daerah blankspot tidak dapat menggunakan jaringan telekomunikasi untuk melakukan kegiatan dari rumah. Hal tersebut menjadi kendala terutama pada masa pandemi ini dimana banyak kegiatan yang harus dilakukan secara daring. Musholla Babul Hidayah Desa Jambearjo tergolong sebagaiwilayah non-blankspot. Sedangkan Balai Desa Jambearjot ergolong sebagai wilayah blankspot. Penelitian inibertujuan untuk merancang jaringan komunikasi point topoint antara Musholla Babul Hidayah Desa Jambearjodengan Balai Desa Jambearjo. Simulasi dan pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak Open Signal, Netmonster, LINKPlanner, PHAROS, dan Speedtest.net.Kata Kunci — Musholla Babul Hidayah DesaJambearjo, Balai Desa Jambearjo, Point to PointAbstract —Jambearjo Village, Tajinan District,Malang Regency, East Java still has many areas whichare classified as blankspot areas. People in blankspot areas cannot use the telecommunications network to do activities from home. This is an obstacle, especially duringthis pandemic, where many activities must be done online.Musholla Babul Hidayah in Jambearjo Village isclassified as a non-blankspot area. Meanwhile, Balai Desa Jambearjo is classified as a blankspot area. This studyaims to design a point to point communication network between the Musholla Babul Hidayah in Jambearjo Village and Balai Desa Jambearjo. Simulation and testingwere carried out using Open Signal, Netmonster, LINKPlanner, PHAROS, and Speedtest.net software.Index Terms— Musholla Babul Hidayah Jambearjo,Balai Desa Jambearjo, Point to Point
KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) TERHADAP PENGARUH TEMPERATUR DAN FREE SPACE LOSSES Muhammad Ikhwan Azhari; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.322 KB)

Abstract

Free Space Optical Communication(FSOC) adalah komunikasi optik menggunakanmedia transmisi udara. FSOC dapat mengalamipenurunan kinerja dikarenakan adanya jarak danperubahan temperatur lingkungan. Pengaruhjarak dan temperatur lingkungan ini akanmengakibatkan adanya perubahan nilai indeksbias. Perubahan indeks bias ini akanmempengaruhi nilai sudut datang, sudut pantuldan sudut kritis cahaya sehingga akanmeningkatkan nilai redaman padapentransmisian. Pada penelitian ini dilakukankajian secara eksperimen tentang pengaruhtemperatur dan jarak free space terhadap Bit ErrorRate (BER) dan eye pattern dengan media PlasticOptical Fiber (POF). Besar variasi temperatur dari25˚C hingga 55˚C dan jarak free space dari 0 mmhingga 5 mm. Nilai indeks bias tertinggi yaitu padatemperatur 25˚C sebesar 1.000263443 danterendah yaitu pada temperatur 55˚C sebesar1.000239286 dan nilai losses terendah pada jarak 0mm sebesar 0.0062 dB dan tertinggi pada jarak 4mm dan 5 mm sebesar 27.51 dB. Hal ini akanmempengaruhi kinerja dari transmisi data. Padakondisi jarak 0 mm hingga 3 mm masih dapatmentransmisikan data, hal ini ditunjukkan dengannilai BER berupa nol, yang artinya tidak adatransmisi data yang error. Namun pada kondisi 4mm dan 5 mm sudah tidak dapat mentransmisikandata, hal ini ditunjukkan dengan nilai BER sebesar7.97x10-4. Untuk hasil pengukuran lainnya,didapatkan nilai losses berkisar antara 0.0062 dBhingga 27.51 dB, noise margin dari 88% hingga0%, timing jitter dari 2.28% hingga 100%, dan bitrate dari 65.35 Kbps sampai dengan 0 Kbps.Kata kunci – POF, Indeks Bias, Temperatur,Free Space
PENGARUH JENIS LINE CODING PADA PERFORMANSI SISTEM PLASTIC OPTICAL FIBER JENIS STEP INDEX MULTIMODE DENGAN VARIASI NOISE Anggun Novita Yessi R.; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Resiko terjadinya kesalahan sering kali terjadi pada proses pengiriman informasi antara pengirim dan penerima. Line Coding merupakan salah satu tipe coding yang digunakan untuk meningkatkan kinerja suatu sistem. Terdapat tiga tipe dasar binary line code yang umum digunakan pada komunikasi serat optik yaitu Return to Zero (RZ), Non Return to Zero (NRZ) dan Phase Encoder (PE) lebih dikenal dengan Manchester.Plastic Optical Fiber (POF) merupakan media transmisi yang sudah mampu digunakan untuk layanan triple play. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh jenis line coding menggunakan media transmisi POF dengan variasi noise. Parameter kinerja yang diamati BER dan Eye Pattern. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis line coding dapat mempengaruhi performansi sistem POF. Dengan pemberian pengaruh noise, pada line coding Manchester memiliki performansi yang lebih bagus bila dibandingkan dengan line coding jenis NRZ-M, NRZ-L, BIP-RZ dan UNI-RZ. Hal ini dibuktikan dari nilai BER terendah pada level noise 22 dB sebesar 26,283x10-3, SNR tertinggi pada level noise 0 dB dengan nilai 22,934% , noise margin 86,014%, timing jitter 4.393 %, dan nilai bit rate sebesar 2082,03 bps.Kata Kunci— Line Coding, Plastic Optical Fiber, Noise, Bit Error Rate, Eye Pattern