Sari, Sapriesty Nainy
Brawijaya University

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS KINERJA SISTEM KOMUNIKASI FREE SPACE OPTIC (FSO) PADA PANJANG GELOMBANG 850 nm DAN 1550 nm SAAT KONDISI CUACA HUJAN LEBAT Reny Anggi Karismawati; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Free Space Optic (FSO) adalah suatu sistem transmisi sinyal optik melalui ruang bebas atau udara yang dipengaruhioleh cuaca seperti hujan. Salah satu cara meminimalisir efek hujan dengan pemilihan panjang gelombang yang sesuai. Padapenelitian ini dilakukan simulasi untuk menguji performansi panjang gelombang 850 nm dan 1550 nm, dengan variasi dayainput, jarak propagasi, serta bit rate dengan menggunakan photodetektor jenis PIN dan APD. Parameter kinerja yang diamatiadalah nilai BER dan Q-Factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar daya input maka nilai BER dan nilai QFactorsemakin baik pada semua bit rate dan jenis photodetektor yang paling optimal adalah APD. Pada daya input 27 dBmdengan menggunakan PIN photodioda bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 7.149 x 10-15 dan Q-factor 7.694. Sedangkansaat menggunakan APD, bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 1.016 x 10-37 dan Q-factor 12.7833. Saat panjang gelombang1550 nm dengan daya input 12.5 Gbps menggunakan PIN photodiode bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 7.849 x 10-155dan Q-factor 26.4513. Sedangkan saat menggunakan APD bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 6.4707x 10-301 dan Q-factor37.055.. Saat panjang gelombang 850 nm dengan PIN photodioda bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 4.185 x 10-8 dan Q-factor5.35889 dengan jarak maksimum 0.95 km. Saat menggunakan APD bit rate 2.5 Gbps menghasilkan BER 5.7466 x10-5 danQ-factor 3.85553 dengan jarak maksimum 1.5 km. Pada panjang gelombang 1550 nm menggunakan PIN dengan bit rate 2.5Gbps menghasilkan BER 5.13924 x 10-7dan Q-factor 5.13924 jarak maksimum 1.2 km. Sedang saat menggunakan APD, bitrate 2.5 Gbps menghasilkan BER 5.746 x 10-5 dan Q-factor 3.85553 dengan jarak maksimum 1.5 km.Kata Kunci: Panjang gelombnag, Free Space Optic, bit rate, Q-Factor, bit error rate, Photodetektor
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR POMPA AIR 12V DC MENGGUNAKAN KONTROLER PID DENGAN VARIASI DEBIT AIR PADA PERKEBUNAN HIDROPONIK Glanndy Parwati Putra; Adharul Muttaqin; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan metode penanaman tanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah melainkanmenggunakan air sebagai media tumbuhnya. Pada perawatannya, sistem hidroponik perlu memperhatikan beberapa aspek,diantaranya pengendalian pH, nutrisi tanaman, dan suhu untuk menghasilkan kualitas tanaman yang baik. Maka dari itu, perludirancang sistem smart hydroponic untuk memonitor dan mengendalikan beberapa aspek tersebut, terutama pada perkebunanIfresh Hydrofarm yang berlokasi di Jl. Sejo, Desa Karang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Motor pompaair 12V DC yang terletak pada sistem smart hydroponic digunakan sebagai alat kontrol penambah larutan nutrisi AB Mix maupunlarutan asam fosfat ke dalam tandon air. Namun, setelah proses penyemprotan larutan terdapat jeda pembacaan sensor selama 10menit. Hal ini menyebabkan petani tidak dapat melihat nilai variabel yang ada di tandon secara langsung. Maka dari itu, penelitianini bertujuan untuk mengendalikan kecepatan motor pompa air 12V DC agar mempercepat penyemprotan larutan dengan caramempercepat respon peralihannya, sehingga jeda pembacaan sensor bisa kurang dari 10 menit. Kontroler yang digunakan adalahkontroler PID sebagai pengendali kecepatan dari motor pompa air 12V DC. Dengan mengubah nilai dari debit air motor pompa air12V DC diharapkan dapat mempertahankan kecepatannya sehingga waktu untuk mencapai setpoint dapat dipercepat. Metode yangdigunakan untuk menentukan parameter adalah manual tuning dengan PID Tuner pada software MATLAB. Pada penelitian inisistem tanpa menggunkan kontroler PID memiliki performansi rise time sebesar 1,27 detik sedangkan sistem yang menggunakankontroler PID memiliki performansi rise time sebesar 0,0946 detik.Kata kunci – Motor DC, Kontroler PID, Pengendalian Kecepatan Motor.ABSTRACTHydroponics is a method of growing plants without using a growing medium from the ground but using water as agrowth medium. In its maintenance, the hydroponic system needs to pay attention to several aspects, including controlling pH,plant nutrition, and temperature to produce good plant quality. Therefore, it is necessary to design a smart hydroponic system tomonitor and control some of these aspects, especially at the Ifresh Hydrofarm plantation located on Jl. Sejo, Karang Village,Gempol District, Pasuruan Regency, East Java. The 12V DC water pump motor located in the smart hydroponic system is used asa control tool for adding AB Mix nutrient solution and phosphoric acid solution into the water reservoir. However, after theprocess of spraying the solution there is a pause in sensor readings for 10 minutes. This causes farmers to not be able to see thevalue of the variables in the reservoir directly. Therefore, this study aims to control the speed of the 12V DC water pump motor inorder to accelerate the spraying of the solution by accelerating the transition response, so that the sensor reading delay can beless than 10 minutes. The controller used is the PID controller as the speed controller of the 12V DC water pump motor. Bychanging the value of the water discharge of the 12V DC water pump motor, it is expected to be able to maintain its speed so thatthe time to reach the setpoint can be accelerated. The method used to determine the parameters is manual tuning with PID Tunerin MATLAB software. In this study the system without using a PID controller has a rise time performance of 1.27 seconds while asystem using a PID controller has a rise time performance of 0.0946 seconds.Keywords – DC Motor, PID Controller, Motor Speed ​​Control.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER JENIS STEP INDEX MULTIMODE PADA VARIASI LINE CODING Emma Sofianisa; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Line coding pada sistem komunikasi serat optik diperlukan untuk menghindari data yang rusak atau hilang pada proses transmisi termasuk pada transmisi serat optik jenis Plastic Optical Fiber (POF). Plastic Optical Fiber (POF) memiliki kecepatan yang tinggi untuk akses data, suara, dan video. Permasalahan pada serat optik yang tidak dapat dicegah yaitu rugi-rugi propagasi, salah satunya adalah perubahan suhu pada keadaan sekitar. Kenaikan temperatur menyebabkan penurunan kinerja sistem komunikasi serat optik karena adanya perubahan indeks bias dan Numerical Aperture (NA). Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh temperatur terhadap Bit Error Rate (BER) dan eye pattern pada variasi line coding dengan media transmisi POF jenis step index multimode. Perubahan temperatur yang dikaji yaitu antara 25°C sampai 65°C. Pengaruh temperatur pada UNI-RZ dibandingkan dengan line coding lainnya adalah rendah, yaitu pada temperatur 25°C sampai 65°C nilai noise margin turun dari 87,97% ke 75,17%, nilai timing jitter naik dari 3,850% ke 4,461%, nilai SNR turun dari 24,282 dB ke 17,879 dB, nilai bit rate turun dari 2081,17 bps ke 2074,69 bps, dan nilai BER naik dari 4,805x10-5 ke 4,820x10-5.Kata Kunci— Temperatur, Plastic Optical Fiber, eye pattern, noise margin, timing jitter, signal to noise ratio, bit rate, bit error rate.
PENGONTROLAN SUHU PADA GREENHOUSE MENGGUNAKAN PID CONTROLLER BERBASIS ARDUINO UNO DI PERKEBUNAN HIDROPONIK Muhammad Elvir Eriansyah1; Adharul Muttaqin; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGreenhouse merupakan tempat media tanam budidaya hidroponik. Dalam kegiatan budidayahidroponik, ada beberapa aspek yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman budidaya dan perludiperhatikan. Salah satunya adalah suhu pada greenhouse. Terutama di perkebunan Ifresh Hydrofarm yangberlokasi di Jl. Sejo RT. 01 RW. 03, Desa Karang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur,dimana terjadi perubahan suhu yang cukup signifikan setiap harinya. Oleh karena itu, perlu dirancangsistem yang dapat memonitor dan mengontrol suhu pada greenhouse agar perubahan suhu setiap harinyadapat dikendalikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang pengontrolan suhu pada greenhouse diperkebunan Ifresh Hydrofarm menggunakan kontroler PID berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Padapenelitian kali ini digunakan metode tuning PID kurva reaksi Ziegler-Nichols sehingga mendapatkan nilaiKp = 6,23, Ki = 0,019, Kd = 520,2. Setelah mendapatkan parameter kontrol PID, nilai tersebut diterapkanpada sistem dengan suhu referensi pada greenhouse 40oC dan pengaturan set point sebesar 37oC. Responkeluaran sistem dari hasil pengujian yang dilakukan memberikan performansi yang cukup baik dengan nilaisettling time (ts) sebesar 2253 detik dan nilai error steady state sebesar 0,34%.Kata Kunci: Hidroponik, PID, Ziegler-Nichols, Pengontrolan Suhu, Greenhouse.ABSTRACTA greenhouse is a place where the hydroponic cultivation media. In hydroponic cultivation activities,there are several aspects that affect the growth of cultivated plants and need to be considered. One of themis the temperature in the greenhouse. Especially on the Ifresh Hydrofarm plantation which is located at Jl.Sejo RT. 01 RW. 03, Karang Village, Gempol District, Pasuruan Regency, East Java, where there is asignificant change in temperature every day. Therefore, it is necessary to design a system that can monitorand control the temperature in the greenhouse so that temperature changes everyday can be controlled.The purpose of this research is to design greenhouse temperature control on Ifresh Hydrofarm plantationusing a PID controller based on the Arduino Uno microcontroller. In this study, the PID tuning method forthe Ziegler-Nichols reaction curve was used so that the value of Kp = 6,23, Ki = 0,019, Kd = 520,2. Afterobtaining the PID control parameters, these values are applied to a system with a reference temperatureof 40oC and a set point setting of 37oC. The system output response from the results of the tests carried outgave a fairly good performance with a settling time (ts) of 2253 seconds and a steady-state error value of0,34%.Keywords: Hydroponic, PID, Ziegler-Nichols, Temperature Control, Greenhouse.
ANALISIS PERUBAHAN JUMLAH KANAL DAN VARIASI NOISE TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TIME DIVISION MULTIPLEXING (TDM) DENGAN MEDIA TRANSMISI PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) Imam Junaedi; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.274 KB)

Abstract

Time Division Multiplexing (TDM) merupakan sebuah proses pentransmisian beberapa sinyal informasi yang hanya melalui satu kanal transmisi dengan masing-masing sinyal di transmisikan pada periode waktu tertentu. Pada sistem TDM terdapat beberapa faktor yang dapat mempegaruhi performansi sistem, salah satunya adalah karakteristik kanal yang digunakan. Pada penelitian ini akan dikaji pengaruh banyaknya jumlah kanal yang digunakan dan variasi noise terhadap kinerja sistem TDM dengan media transimisi Plastic Optical Fiber (POF). Parameter kinerja yang diamati adalah Bit Error Rate (BER) dan Eye Pattern. Metode peniltian yang digunakan meliputi penentuan jenis dan cara pengambilan data, variabel dan cara analisis data, serta kerangka solusi masalah. Data yang diperlukan dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil eksperimen, sedangkan data sekunder diperoleh dari referensi. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan Advance Fiber Optic Communication Lab dari Falcon Electro-Tek. Hasil penelitian ini adalah semakin banyaknya kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, mengakibatkan semakin besar nilai BER yang terjadi. BER mulai muncul pada 1 kanal dengan SNR 5,937523dB dengan nilai 5,468x10-6. Nilai BER tertinggi adalah 4,33594 x 10-5 yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 4,069095 dB. Semakin banyak kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, mengakibatkan semakin rendah nilai noise margin. Nilai noise margin terendah yang dapat terbaca adalah 49,09952607% yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 8,929856 dB, sedangkan nilai noise margin tertinggi yang dapat terbaca adalah 85,82240161% pada penggunaan 1 kanal dengan SNR 26,73931dB. Semakin banyak kanal yang digunakan dan semakin rendah nilai SNR, maka semakin besar nilai timing jitter. Nilai timing jitter terbesar yang dapat terbaca adalah 9,973396091% yang terjadi pada 6 kanal dengan SNR sebesar 10,16804 dB, sedangkan nilai timing jitter terendah yang dapat terbaca adalah 5,390361199% pada penggunaan 1 kanal dengan SNR 26,73931 dB. Nilai SNR eye pattern lebih besar jika dibandingkan dengan nilai SNR perhitungan. Hal ini dikarenakan pada sistem TDM sinyal informasi lebih tahan terhadap noise. SNR terkecil pada 6 kanal yang terbaca pada eye pattern adalah 7,182690089 dB sedangkan SNR hasil perhitungan adalah 4,4649 dB.Kata Kunci — TDM, POF, noise, kanal
Kinerja Modulasi BPSK Modem Software Defined Radio pada DSK TMS320C6713 Sapriesty Nainy Sari
Jurnal EECCIS Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.506 KB)

Abstract

Abstract— Software Defined Radio (SDR) is a signal processing technology that optimizes the use of PC as a device supporting. With the application of SDR in wireless communication system so it will provide possibility and flexibility on manipulating DSP without the need of hardware changes. SDR modems are designed to take advantage of Digital Signal Processor Starter Kit (DSK) TMS320C6713 for baseband signal processing. In the implementation phase, the DSK is programmed directly using Matlab Simulink integration to build a system of modulation and demodulation Binary Phase Shift Keying (BPSK). Sampling frequency 8000 kHz is used with a variety of bit rate of 1 kbps and 2 kbps.
Implementasi Algoritma Kriptografi RC4 Pada DSP TMS320C6713 Sebagai Pendukung Sekuritas Jaringan Komunikasi Voice over Internet Protocol (VoIP) Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Wahyu Adi Priyono; Sapriesty Nainy Sari; Rusmi Ambarwati; Asri Wulandari
Jurnal EECCIS Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.739 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi VoIP yang berbasis IP dapat memberikan efek samping, seperti penyadapan yang tidak menguntungkan bagi pengguna teknologi tersebut. Beberapa kasus penyadapan informasi berupa paket data VoIP, yang mungkin terjadi adalah penyadapan pada jaringan server VoIP, maupun pembuatan jalur baru yang paralel dengan jalur yang ditentukan oleh server VoIP. Sehingga untuk mengatasi beberapa kasus tersebut diperlukan sebuah sistem pengamanan data (informasi). Dalam penelitian ini akan dieksplorasi secara khusus masalah sekuritas jaringan VoIP dengan menggunakan algoritma kriptografi RC4 yang diterapkan pada DSP TMS320C6713, yaitu bagaimana merancang algoritma enkripsi dan menganalisa performansi dari kriptografi RC4 dengan memanfaatkan TMS320C6713 dan jaringan VoIP berbasis SIP (Session Initiation Protocol). Hasil pembahasan yang dilakukan, menunjukkan bahwa sistem perancangan pada penerapan kriptografi RC4 terdiri dari sistem pengacak dan penerjemah. Sistem pengacak dan penerjemah terdiri dari blok sinyal masukan, blok TMS320C6713 yang diprogram algoritma kriptografi RC4 sebagai interface untuk memproses sinyal secara digital. Sehingga hasil secara keseluruhan dalam hal sekuritas akan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan komunikasi.Kata kunci: VoIP, Kriptografi RC4, TMS320C6713, enkripsi.
Analisis Sistem Intensity Modulation – Direct Detection (IM-DD) Radio Over Fiber (ROF) Dengan Teknik Direct Modulation Muhammad Arifiansyah Brahma Brata; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Radio Over Fibre (RoF) menggunakan medium berupa fiber optik untuk mendistribusikan RF carrier (Radio Frequency) dari lokasi pusat (headend) ke Remote Antenna Units (RAUs). RoF memungkinkan untuk memusatkan pemrosesan RF carrier pada satu lokasi (headend) dan kemudian menggunakan fiber optik. Salah satu jenis RoF adalah IM-DD RoF. Teknik yang paling mudah untuk mentransmisikan RF carrier secara optikal adalah dengan modulasi direct. akan tetapi modulasi direct memiliki beberapa kekurangan pada sistem IM- DD ROF, salah satunya adalah kesulitan untuk penggunaan frekuensi tinggi atau frekuensi mm-wave ..Berdasarkan permasalahan itu, dirancang sebuah sistem komunikasi IM-DD RoF pada modulasi direct dengan menggunakan software Optisystem dan menganalisis sistem terhadap parameter-parameter seperti BER, Q-Factor, dan Eye Height. Berdasarkan hasil simulasi pengaruh format line coding NRZ pada panjang fiber optic link 11 km, RF carrier 3,65 GHz, dan bit rate 2,5 Gbps, didapatkan nilai BER                             , Q-Factor 6,33326, dan Eye Height 0,000655. Kata kunci: Radio Over Fibre, IM-DD ROF, directly modulated ROF link, Radio-over-Fibre (RoF) technology entails the use of optical fibre links to distribute RF signals from a central location (headend) to Remote Antenna Units (RAUs). In narrowband communication systems and WLANs, RF signal processing functions such as frequency up-conversion, carrier modulation, and multiplexing, are performed at the BS or the RAP, and immediately fed into the antenna. RoF makes it possible to centralise the RF signal processing functions in one shared location (headend), and then to use optical fibre,One type of RoF is IM- DD RoF. The easiest technique to transmit RF carrier in optical domain is by using direct modulation. But Direct Modulation has some drawbacks on ROF's IM-DD system, one of which is the difficulty to use high frequency or mm-wave frequency. Based on that problem, RoF IM-DD communication system on direct modulation had been designed using Optisystem’s software and  Analyze the System using the parameters such as BER, Q-Factor, and Eye Height.according to the data simulation of the effect of NRZ line coding format on fiber link length of 11 km, RF carrier of 3,65 GHz, and bit rate of 2,5 Gbps, the value of BER that had been obtained is , Q- Factor of 6,33326, and the Eye Height of 0,000655. Keywords : Radio Over Fibre, IM-DD ROF, ROF
PERFORMANSI SPECTRUM SLICED-WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING PASSIVE OPTICAL NETWORK (SS-WDM PON) DENGAN TEKNIK KOMPENSASI DISPERSI FIBER BRAGG GRATING (FBG) Ahmad Saifullah; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wavelength Division Multiplexing Passive Optical Network merupakan suatu jaringan akses yang dapat mengirim data dengan bandwidth yang lebar dan infrastruktur yang murah. Teknik sistem Spectrum-Sliced menggunakan cahaya tunggal yang dibagikan ke-banyak pengguna. Kelebihan Spectrum-Sliced pada teknologi WDM-PON adalah penggunaan satu sumber cahaya  yang tidak koheren seperti sumber cahaya Amplified Spontaneous Emission (ASE). Sumber cahaya ini menghasilkan sinyal penguat yang berbentuk seperti noise sehingga  mempunyai dispersi yang besar. Oleh karena itu  perlu teknik untuk meminimalisir dispersi dengan teknik Fiber Bragg Grating (FBG). Pada penelitian ini dilakukan kajian secara eksperimen dengan menggunakan simulasi optisystem versi 13 tentang pengaruh variasi kanal dan daya pompa laser pada sistem SS-WDM-PON dengan teknik FBG. Percobaan pertama dengan variasi 8 dan 16 kanal pada sistem dalam penggunaan FBG maupun tanpa FBG untuk mengetahui kinerja dari FBG. Percobaan kedua dengan variasi daya pompa laser (10, 20, 30, 40 dan 50 mW) dalam percobaan kedua ini sistem SS-WDM-PON menggunakan FBG yang bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perubahan daya yang terjadi pada penguat optik. Hasil percobaan  variasi kanal dengan penggunaan FBG memiliki performansi yang bagus, baik sistem 8 kanal maupun 16 kanal daripada tanpa penggunaan FBG namun sistem 8 kanal lebih baik dari 16 kanal. Hal ini dibuktikan dari nilai BER terendah sebesar 1,0889x10-12, nilai Q-factor tertinggi sebesar 7,0226, rata-rata loss terendah sebesar 11,4389 dB. Pada percobaan kedua dengan pemberian pengaruh daya pompa laser, pada daya 50 mW memiliki performansi yang lebih bagus bila dibandingkan dengan daya dibawahnya pada semua jarak receiver. Hal ini dibuktikan dari nilai  BER terendah sebesar 2,4258x10-12, nilai Q-factor tertinggi sebesar 6,97881 walaupun pada semua daya pompa memiliki loss yang sama disetiap jarak penerimanya. Kata Kunci : Spectrum slicing, Wavelength Division Multiplexing Passive Optical Network (WDM-PON); Amplified Spontaneous Emission (ASE); Fiber Bragg Grating (FBG); Performansi sistem.
Analisis Pengaruh Handover pada Mobile WIMAX untuk Layanan Live Streaming Tri Evanti Andriani; Endah Budi Purnomowati; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.953 KB)

Abstract

Mobile WIMAX merupakan salah satu teknologi Broadband Wireless Access (BWA) yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan teknologi yang efisien. Waktu yang dibutuhkan pada mekanisme handover yang terdapat pada jaringan ini dapat mempengaruhi kualitas layanan pada aplikasi realtime seperti live streaming. Performansi yang dibahas adalah performansi pengaruh handover pada mobile WIMAX untuk layanan live streaming yang meliputi parameter kapasitas kanal, bit error rate, probabilitas packet loss, delay end to end, throughput dan pengaruh delay handover terhadap throughput. Hasil analisis perhitungan pada jaringan mobile WIMAX dengan aplikasi live streaming pada proses handover, menunjukkan delay handover terbesar yaitu 2,8363 s dengan faktor utilitas 0,9 masih memenuhi standar delay ITU G.1010. Selain itu, proses handover mengakibatkan adanya penurunan nilai throughput yaitu nilai throughput pada saat proses handover sebesar 19,39 Mbps.Kata Kunci : Mobile WIMAX, handover, live streaming, delay, throughput