Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMBUATAN PAVING BLOCK DENGAN SERBUK BATU KARANG SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN MENGGUNAKAN METODE DRYMIX Rochmanto, Decky; Pratama, Andrie Mandala Yudha; Saputro, Yayan Adi; Qomaruddin, Mochammad; Roesdiana, Tira
(JITEK)Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 9, No 2/Nov (2023): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v9i2/Nov.16918

Abstract

Utilizing dead rock as a cement additive in the manufacture of paving blocks, and the rock contains CaCO3 which includes limestone as in the content of cement which has lime content (CaO), the aim is to determine the effect of rock on the compressive strength value of paving blocks. Utilization of stone in the manufacture of paving blocks using a mixture of design 0%, 5%, 10%, and 15% of the weight of cement to be used. Manufacture of paving blocks using a ratio of 1: 3 sand cement, cement water factor 0.4 with molds 20 x 10 x 6 cm, compaction weight of 1 paving 3.52 kg and testing compressive strength at 7, 14 and 28 days, using the method (SNI 03- 0691-1996) paving block. From the analysis of compressive strength testing, it was found that the compressive strength of paving blocks increased towards normal paving blocks to produce the highest compressive strength with added rock in the 15% variation at the age of 28 days, which amounted to 45.1 MPa and included the quality of class A paving blocks with SNI 03-0691 (1996) standards. The compressive strength of the 5% variation at 28 days of age is 38.7 MPa and the compressive strength of the 10% variation at 28 days of age is 43.5 MPa. It can be seen that coral stone as a cement additive is able to improve the quality of compressive strength of paving blocks.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Raya Jepara-Bangsri Km 05 Desa Mambak Sari, Novita; Hidayati, Nor; Saputro, Yayan Adi; Qomaruddin, Mochammad; Mushthofa, Mushthofa; Roehman, Fatchur; Roesdiana, Tira
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v1i1.5576

Abstract

Kondisi jalan yang menikung curam serta terdapat banyak kerusakan juga menjadi salah satu factor penyebab terjadinya kecelakaan di Jalan Raya Jepara-Bangsri Km 05 Desa Mambak ini, selain itu mayoritas pengguna jalan ini adalah truck bermuatan besar serta container yang mana sering menjadi penyumbang kerusakan jalan. Berdasarkan beberapa factor yang telah dijelaskan diatas, maka perlu diadakan penelitian analisis kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Jepara-Bangsri Km 05 Desa Mambak yang mampu menyediakan sebuah sistem dan cara yang dapat menjadi evaluasi terhadap kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di Jalan Raya Jepara-Bangsri Km 05 Desa Mambak ini. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah metode Kuantitatif Descriptive atau survey lapangan yang mana akan digunakan untuk mengevaluasi Geometrik jalan, nilai accident rate (tingkat kecelakaan), accident cost (biaya kecelakaan) dan juga menetukan titik Black Spot (daerah rawan kecelakaan).
ANALISIS KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN RAYA JEPARA – BANGSRI KABUPATEN JEPARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN PCI ( PAVEMENT CONDITION INDEX ) Rendy, Oktarisa Aviska; Umam, Khotibul; Saputro, Yayan Adi; Qomaruddin, Mochammad; Roesdiana, Tira
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v1i1.5593

Abstract

Jalan Raya Jepara - Bangsri merupakan Jalan Provinsi dan termasuk jalan yang mengalami kerusakan jalan yang cukup parah. Sehingga diperlukan adanya analisis yang mengkaji tentang beberapa jenis kerusakan jalan tersebut serta penanganan yang sesuai dengan kerusakan jalan tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang didapat jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Raya Jepara-Bangsri KM 16 s/d KM 18 jika ditinjau dengan metode PCI dan Bina Marga memiliki peresentasi kerusakan sebesar Retak buaya (38,75%), Retak Blok (17,39%), Retak Pinggir (8,89%), Lubang (17,49%), Tambalan (12,99%), Pengausan (10,89%), dan amblas (3,59). Untuk penilaian kondisi jalan dengan metode PCI diperoleh rata-rata sebesar 55,523 yang termasuk dalam kategori sedang (Fair), sedangkan untuk metode Bina Marga diperoleh rata-rata nilai urutan prioritas sebesar 7,2. Hasil dari keduanya memiliki jenis penanganan yang sama yaitu Pemeliharaan Rutin. Untuk menghindari kerusakan jalan yang semakin parah maka perlu adanya perhitungan mengenai rencana tebal lapis tambahan perkerasan lentur. Berdasarkan hasil jenis nomogram 3 dengan Ipt = 2,0 dan Ipo = 4 sehingga diperoleh tebal perkerasan laston AC-WC (lapis aus) tebal 7,5 cm, AC-BC (lapis antara) tebal 10 cm, dan Lapis pondasi Sirtu kelas A tebal 12 cm.
Abu Gergaji Kayu Dan Fly ash Sebagai Bahan Tambah Semen Terhadap Kuat Tekan Dan Penyerapan Air Paving block Adib, Muhammad; Saputro, Yayan Adi; Rochmanto, Decky; Qomaruddin, Mochammad; Roesdiana, Tira
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v1i1.5643

Abstract

Jepara yang banyak bergerak di industri furniture yang mencakup pengelolaan kayu dan yang lain di jepara juga terdapat pltu tanjung b jepara yang mana hasil dari pembakaran batu bara menghasilkan limbah yang berupa fly ash, banyak nya limbah yang berupa fly ash dan serbuk gergaji kayu dalam upaya mengurangi limbah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan tambah pada semen dalam proses pembuatan paving block, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kekuatan tekan dan tingkat penyerapan air dari paving block yang dihasilkan. Pada penelitian yang telah di lakukan dengan variasi campuran 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% mengalami kenaikan dari umur 7 hari kuat tekan tertinggi nya di variasi 10% dengan nilai 31,8 MPa, di umur 14 hari kuat tekan tertinggi nya di variasi 10% dengan nilai 37,1 MPa, umur 28 hari kuat tekan tertinggi nya di variasi 10% dengan nilai 39,1 MPa, dikategorikan menurut SNI 03-0691-1996 masuk kedalam mutu B. Untuk penyerapan air nya mengalami pemadatan jadi penyerapan air nya menurun dari 0% ke 10% dengan nilai 3,393 – 3,192 dikategorikan menurut SNI 03-0691-1996 masuk kedalam mutu B karena nilai nya lebih dari 3%.