Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

PENGGUNAAN SERAT JUTE (CHORCORUS CAPSULARIS) SEBAGAI BAHAN PENGUAT KOMPOSIT MATRIK POLYESTER Djiwo, Soeparno; Hiunsiustio, Fredy
JURNAL FLYWHEEL Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v3i2.497

Abstract

Komposit matrik polyester dengan penguat serat jute adalah salah satu jenis komposit polimer. Resin Polyester merupakan resin termoset yang banyak di gunakan pada industri manufaktur. Hal ini dikarenakan resin polyester mempunyai sifat yang menguntungkan, misalnya tahan terhadap bahan kimia, hanya terjadi sedikit pengerutan pada saat di cetak, isolator listrik cukup baik, dan tahan korosi. Sedangkan serat jute selama ini di pergunakan sebagai bahan dasar pembuatan karung dan alas permadani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan ketahanan impak komposit. Tahapan dalam kegiatan penelitian di awali dengan pembuatan komposit sistem hand lay-up, dimana polyester sebagai pengikat (70%), sedangkan serat jute sebagai penguat (30%) yang disusun secara acak dan kontinyu, kemudian di uji kekuatan tarik dan ketahanan impak-nya. Pembuatan spesimen uji tarik menggunakan standard ASTM D 3039, untuk uji ketahanan impak ASTM D 5942. Pada penelitian di lakukan juga pengamatan bentuk patahan hasil uji tarik dan ketahanan impak dengan menggunakan mikroskop optik. Jumlah spesimen setiap pengujian adalah 12 spesimen untuk susunan serat acak dan kontinyu. Dari hasil pengujian di ketahui hasil kekuatan tarik komposit yang menggunakan susunan serat acak 2,804 (kgf/mm2), sedangkan susunan serat kontinyu 3,554 (kgf/mm2). Untuk hasil pengujian ketahanan impak, komposit yang menggunakan susunan serat acak 0,1643 (Joule/mm2), dan untuk susunan serat kontinyu 0,1214(Joule/mm2).
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGKONDISIAN UDARA MENGGUNAKAN PEMODELAN VENTILASI ALAMIAH UNTUK PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANGAN PERKANTORAN Silalahi, M.H. Perwira; Djiwo, Soeparno; Panji Asmoro , Wahyu
JURNAL FLYWHEEL Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v4i2.566

Abstract

Kondisi udara dalam ruangan perlu untuk dijaga kesegarannya. Tingkat kesegaran udara di dalam ruangan dipengarauhi oleh temperatur udaranya akibat dari pembebanan ruangan. Ventilasi perlu menjadi pertimbangan untuk menjaga kondisi kesegaran udara dalam ruangan. Dengan adanya sistem ventilasi akan memudahkan pergerakan udara segar dari luar masuk ke dalam ruangan, sehingga terjadi pertukaran udara. Ventilasi alamiah didefinisikan sebagai kegiatan pemasukkan dan pengeluaran udara secara alamiah dalam ruangan melalui bukaan atau lubang udara. Pada prinsipnya pertukaran udara secara alamiah terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di luar dan di dalam ruangan akibat faktor termal dan faktor angin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental. Pengaruh pembebanan ruangan terhadap kondisi udara dalam ruangan diamati pada suatu model yang diuji pada wind tunnel. Perbandingan antara model dan prototipe adalah 1 : 10. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembebanan ruangan berpengaruh pada kondisi temperatur udara di dalam ruangan yang dinyatakan dengan adanya perubahan kenaikan temperatur di dalam ruangan sehingga mempengaruhi besarnya jumlah udara yang disirkulasikan, kemampuan penyerapan kalor oleh udara dan koefisien ventilasi. Kondisi maksimum terjadi pada bebanan rungan 8,588 watt dengan kecepatan udara 7 m/detik.
PEMANFAATAN GABUS SABUT KELAPA (COCOPEAT) SEBAGAI KOMPOSIT YANG BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN Djiwo, Soeparno; Sugiarto, Totok; Yohanes Setyawan, Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v7i1.602

Abstract

Tujuan penelitian ini dapat menemukan bahan maerial komposit berbasis ramah lingkungan yaitu memanfaatkan bahan alam yang selama ini kurang dimanfaatkan. Komposit ramah lingkungan itu bersifat biodegradable yang artinya apabila tidak digunakan dapat terurai dan tidak menyebabkan efek lain yang merusak lingkungan. Tidak semuanya bahan alam ramah lingkungan, hal ini tergantung dari pengaplikasian bahan tersebut. Komposit dari pemanfaatan cocopeat bisa diaplikasikan untuk kebutuhan teknik secara luas. Hasil pengujian kekuatan tarik komposit maksimal 13,473MPa didapatkan pada komposit dengan 60 % matrik dengan serbuk kelapa 40 %, bentuk dan ukuran menggunkan ASTM D638-3dan kekuatan rata-rata impak 0,00994 j/mm2 didapat dari komposit 60% matrik dengan serbuk kelapa 40 % bentuk dan ukuran menggunakan ASTM D790-3, Proses pembutan menggunakan proses hand lay up.Penambahan matrik polyester pada komposit dapat meningkatkan kekuatan mekanis komposit. Namun bila terlalu banyak serbuk kelapa didalam komposit fraksi massa akan menurunkan kekuatan mekanisnya. Terlihat dari pengamatan foto SEM yang ada pada serbuk kelapa, terdapat banyak pori-pori yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut mengikat matrik lebih banyak, yang bisa meningkatkan kekuatan mekanis pada komposit serbuk kelapa.
Karakteristik Kekuatan Tarik Dan Morfologi Biokomposit Pelepah Pisang Raksasa Praswanto, Djoko Hari; Djiwo, Soeparno; Setyawan, Eko Yohanes
JURNAL FLYWHEEL Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v11i1.2508

Abstract

Biokomposit merupakan material baru yang didapat dari pepaduan antara serat dengan matrik. Material komposit ini dikembangkan untuk dijadikan material yang ramah lingkungan dan mempunyai sifat biodegradable. Oleh karena itu banyak penelitian memusatkan pada material komposit berserat alam agar dapat menjadi material yang dapat mengurangi dampak pada lingkungan. Pada penelitian ini serat alam yang digunakan yaitu dari serat pelepah pisang raksasa. Tujuan penelitian serat pelepah pisang raksasa ini dilakukan untuk memanfaatkan pelepah pisang raksasa yang sudah tua dan tidak menghasilkan buah menjadi material komposit ramah lingkungan. Dalam pembuatan komposit dari serat pelepah pisang raksasa ini menggunakan metode hand lay-up. Sebelum pembuatan komposit, serat terlebih dahulu direndam alkali NaOH 5% agar dapat memisahkan kandungan lignin yang menempel pada serat. Setelah perlakuan alkali pada serat dilakukakan pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dengan standar cetakan ASTM D-638 Type III untuk dilakukan pengujian Tarik dan SEM. Pada penelitian ini menggunakan variasi fraksi massa serat 30%, 40% dan 50%. Hasil dari pengujian tarik komposit serat pelepah pisang dengan fraksi massa serat yang tertinggi pada serat pelepah pisang 50% sebesar 3,85 kgf/mm2. hal ini dikarenakan semakin besar fraksi massa maka semakin banyak jumlah helai serat sehingga ikatan antar serat pada komposit semakin kuat.