Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Fakumi Medical Journal

Hubungan Perilaku Vaginal hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI Mutiara Andjani Arsyad; Asrini Safitri; Zulfahmidah; Lisa Yuniati; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.288

Abstract

Pada umumnya setiap perempuan muda pernah mengalami keputihan. Keputihan timbul karena berbagai faktor antara lain kurangnya perawatan yang tepat pada organ reproduksi. Misalnya, perilaku vaginal hygiene yang negatif, kebiasaan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dan tidak dapat menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, serta sering mengabaikan penggantian pembalut saat menstruasi dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Upaya menjaga kesehatan reproduksi dimulai dengan merawat kebersihan pribadi, termasuk menjaga organ kewanitaan agar tetap bersih, sehat, dan mengurangi risiko terkena gangguan kesehatan, termasuk keputihan patologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini melibatkan 277 responden mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia dari angkatan 2019, 2020, 2021, dan 2022 yang dipilih dengan mengaplikasikan metode consecutive sampling. Studi ini menggunakan uji statistik Chi-square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis. Hal ini didukung oleh nilai p=0,00 atau p<0,05 yang diperoleh dari analisis statistik. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Uji Sensitivitas Ekstrak Kulit Batang Belimbing Wuluh terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis Penyebab Acne vulgaris Reza Damayanti Saleh; Sri Vitayani; Sigit Dwi Pramono; Dian Amelia Abdi; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.415

Abstract

Kulit batang belimbing wuluh mengandung senyawa penting seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Senyawa ini pada tanaman herbal memiliki efek antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi yang dapat digunakan sebagai obat tradisional Acne vulgaris. Salah satu penyebab Acne vulgaris adalah peningkatan aktivitas flora normal kulit yaitu Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan mengetahui sensitivitas ekstrak kulit batang belimbing wuluh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab Acne vulgaris. Penelitian ini adalah true experimental dengan metode disc diffusion. Ekstrak kulit batang belimbing wuluh konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat berturut-turut sebesar 4,26 mm; 6,73 mm; 7,41 mm; dan 8,14 mm pada biakan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kontrol positif dengan antibiotik clindamycin menghasilkan zona hambat 32,76 mm pada biakan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kontrol negatif dengan aquades tidak menghasilkan zona hambat karena tidak mempunyai aktivitas antibakteri. Daya hambat paling besar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis terdapat pada ekstrak etanol kulit batang belimbing wuluh dengan konsentrasi 100% dan zona hambat 8,14 mm yang tergolong dalam aktivitas antibakteri lemah.