Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE INTEGRATION OF TEACHING READING AND WRITING BY USING MUDDLE WORDS GAME FOR YOUNG LEARNERS Elfa Yanti; Zul Amri
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.351 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2589

Abstract

AbstrakDalam proses belajar mengajar di sekolah dasar, banyak siswa malas saat diminta membaca dan menulis teks bahasa inggris karena kurangnya kreativitas guru dalam menciptakan kegiatan yang menarik. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan salah satu strategi pengajaran membaca dan menulis di sekolah dasar melalui sebuah permainan. Permainan ini adalah Muddle Words game. Permainan ini dapat digunakan untuk mengajarkan keahlian membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar. Dalam permainan ini, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Lalu guru menempelkan sebuah kartu di papan tulis. Pada kartu tersebut terdapat sebuah gambar benda dan huruf-huruf yang masih diacak. Guru meminta siswa bekerja dalam kelompok untuk menyusun huruf acak tersebut menjadi sebuah kata. Tetapi sebelum siswa menyusunnya dalam kelompok, siswa diminta untuk melafalkan huruf yang masih acak tersebut. Kelompok yang tercepat menyusun akan mendapat poin. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang. Kelompok yang paling banyak mendapat poin akan menjadi pemenangnya. Setelah banyak kartu di papan tulis, semua siswa disuruh membaca nyaring kata di papan tulis tersebut. Dengan begitu, indikator pembelajaran reading dan writing pada siswa kelas IV sekolah dasar akan tercapai.Key words: Muddle words game, reading a word, arrange letters and sound out
USING SKIT STRATEGY IN TEACHING SPEAKING AT SENIOR HIGH SCHOOL Lindo Mardian; Zul Amri
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.055 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2604

Abstract

AbstrakArtikel ini menjelaskan tentang bagaimana menggunakan skit strategi dalam pengajaran speaking atau berbicara pada siswa sekolah menengah atas. Melalui metode ini, siswa diharapkan bisa meningkatkan kemampuan berbicara dan rasa percaya diri mereka. Langkah-langkah dalam pengajaran kemampuan berbicara ini adalah Preparation, dimana guru telah menyediakan sebuah teks narasi misalnya sebuah cerita “the frog Prince” setelah itu,guru akan masuk kepada activities I, melalui tahap ini, guru akan membangkitkan pemahaman dasar akan materi yang dipelajari, setelah itu, guru akan masuk kepada activities II, dimana siswa diminta untuk membaca teks tersebut dan mencari berapa banyak tokoh yang ada yang nantinya akan menjadi pedoman kepada siswa untuk membuat naskah drama serta menjadi penentu bagi siswa yang akan duduk di dalam satu kelompok.Guru akan menjelaskan kepada siswa generic structure yang ada dalam sebuah teks tersebut, lalu memberikan penjelasan bagaimana menulis naskah drama atau skit dengan contoh sebuah teks narasi yang telah diberikan sebelumnya. Kemudian, guru akan memberikan beberapa buah teks yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh guru dan membentuk beberapa kelompok berdasarkan benyaknya tokoh yang ada didalam sebuah teks. Setelah itu, siswa yang telah diberi kelompok akan menulis naskah drama. Setelah siswa selesai menulis drama, mereka akan langsung menampilkan hasil naskah drama atau skit tadi dengan cara bermain peran.Key words: Speaking, Skit strategy
MOTIVATING JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH “WATCH AND ACT ACTIVITY” Arfierahman Arfierahman; Zul Amri
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 3 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jelt.v2i3.4292

Abstract

Abstrak Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris (speaking) adalah satu dari  kemampuan  yang penting dipelajari dan bahkan dikuasai siswa. Namun pada kenyataannya banyak kendala yang menghambat perkembangan pembelajaran kemampuan ini. Beberapa kendala yang terlihat adalah sulitnya siswa untuk memunculkan ide apa yang akan di bicarakan. Hal ini juga diperburuk dengan sedikitnya perbendaharaan kata pada setiap peserta didik. Kendala berikutnya adalah kurang nyamannya, atau sulitnya siswa menikmati proses belajar mengajar. Hal ini terlihat dengan masih banyaknya siswa yang terlihat lemas, atau juga bermain-main dan tidak memperhatikan pelajaran. Berikutnya adalah tidak adanya model yang membantu siswa mendapatkan contoh untuk kemampuan berbicara. Guru mungkin mendiktekan, namun tidak memberikan situasi yang lebih nyata kepada siswa. Beberapa kendala di atas menjadi picu atas menurunnya minat siswa mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris.  Hal ini kemudian membuat motivasi siswa merosot, dan mereka cenderung malas mempelajari speaking. Untuk membantu menyelesaikan masalah di atas, kemudian muncul gagasan untuk menggunakan “Watch and Act Activity”. Aktivitas ini muncul dari kebiasaan masyarakat menonton, kemudian secara sadar ataupun tidak menirukan apa yang mereka tonton, tidak terkecuali pada siswa setingkat SMP.  “Watch and Act Activity ini sangatlah sederhana, yaitu dengan menyajikan tontonan dalam bentuk video, yang kemudian ditirukan oleh siswa  setelah beberapa kali di putarkan. Hal ini bertujuan agar siswa mendapatkan gambaran yang jelas dari kegiatan speaking yang mereka tonton, sehingga mereka dapat meniru semirip mungkin seperti aktor atau aktris yang mereka saksikan. Pada kegiatan ini diharapkan siswa termotivasi untuk memunculkan ide dalam berbicara setelah mereka mendapat gambaran dari video yang mereka tonton. Kemudian juga  siswa diharapkan dapat menikmati kegiatan menonton yang disajikan dalam aktivitas ini Kata Kunci: Speaking, Motivation, Watch and Act Activity