Titi Maemunaty
Universitas Riau

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Problematika Peranan Lurah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah Di Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Bina Widya Kota Pekan Baru Dewi Marfu'a; Wilson Wilson; Titi Maemunaty; Aswandi Bahar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.045 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3007

Abstract

AbstrakStudi lapangan ini memiliki tujuan untuk menuntaskan perihal problematika peranan lurah sebagai motivator, fasilitator, dan mobilisator dalam memberdayakan masyarakat dengan menempuh acara pada program bank sampah di Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Tata cara penelitian yang dipakai pada studi ini, yaitu studi deskriptif dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif. Teknik mengumpulkan informasi ataupun data menggunakan observation (observasi), interview (wawancara) serta documentation (dokumentasi), yang dilakukan pada 4 informan, diantaranya ialah Lurah, Kader Bank Sampah, Sekretaris Lurah, serta Masyarakat. Kemudian data yang didapat diolah melalui teknik analisis data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan (verification).Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa problematika peranan lurah dalam memberdayakan asosiasi lewat acara dar program bank sampah atas pemberian motivasi masih kurang efektif karena tidak dilakukan secara berkelanjutan dan tidak dapat merangkul seluruh masyarakat sehingga hanya sebagian masyarakat yang mengerti dan mengikuti program bank sampah di Kelurahan. Pihak kelurahan dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator, terdapat problematika yang ditemui yaitu pengalokasian dan transaksi keuangan bank sampah yang rendah berpengaruh terhadap jalannya kegiatan bank sampah. Kurangnya minat masyarakat mengikuti bank sampah menyebabkan turunnya transaksi keuangan yang ada. Adapun problematika peranan lurah sebagai mobilisator program bank sampah yaitu kesibukan dan keterbatasan waktu yang dimiliki lurah sehingga hanya memiliki sedikit kesempatan mengikuti kegiatan pemberdayaan.Kata Kunci: Problematika Peranan Lurah, Pemberdayaan Masyarakat, Bank Sampah AbstractThis field study has a goal to complete the problem of role of the rule of masterpiece as a motivator, facilitator, and mobilisator in empowering the community by taking an event on the Waste Bank program in Tobek Tagek Godang District of Bina Widya City of Pekanbaru. The procedures of research used in this study, the descriptive study by utilizing qualitative approach. The technique of collecting information or data using observation, interview (interview) and documentation, documents), which is performed at 4 informants, among them are the lurah, cadres of the waste bank, the secretary of the lurah, and the community. Then the data obtained is processed through data analysis techniques consisting of data reduction, data presentation and conclusions.The findings in this study indicate that the problematic role of the lurah in empowering associations through events from the waste bank program for providing motivation is still ineffective because it is not carried out in a sustainable manner and cannot embrace the whole community so that only some people understand and participate in the waste bank program in the Kelurahan. The kelurahan party in carrying out its role as a facilitator, there are problems encountered, namely the low waste bank allocation and financial transactions that affect the running of waste bank activities. The lack of public interest in participating in waste banks has led to a decline in existing financial transactions. The problem with the role of the lurah as a mobilizer for the waste bank program is that he is busy and has limited time, so he has few opportunities to participate in empowerment activities.Keywords: Problems With The Role of The Village Head, Community Empowerment, Waste Banks
Problematika Kehidupan Wanita Pekerja Cleaning Service di Kampus Bina Widya FKIP Universitas Riau Muhammad Sholihin; Aswandi Bahar; Daeng Ayub; Titi Maemunaty
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.631 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3169

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan   untuk mengetahui problematika kehidupan wanita pekerja clening service di Kampus Bina Widya FKIP Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif naturalistik dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan 3 cara yaitu: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa problematika kehidupan cleaning service di Kampus Bina Widya FKIP Universitas Riau berdasarkan 4 indikator yaitu: (1) Kehidupan manusia sebagai makhluk  individu ditinjau dari sub indikator pendidikan, pekerjaan dan status sosial, (2) kehidupan manusia sebagai makhluk sosial di tinjau dari sub indikator  sikap menerima orang lain , berkerjasama dengan orang lain, (3) kehidupan manusia sebagai makhluk susila ditinjau dari sub indikator sopan santun, etika dalam bergaul, penampilan, (4) kehidupan manusia sebagai makhluk beragama ditinjau dari sub indikator  kegiatan keagamaan dan kesadaran beragama. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa  kehidupan manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk beragama memiliki berbagai problematika baik itu pada aspek pendidikan pekerjaan, status sosial, dan lain sebagainya.Kata Kunci: Cleaning Service, Pekerja, Problematika Kehidupan, Wanita AbstractThe study aims to determine the problems of the lives of women clening service workers at the Bina Widya Campus, FKIP, Riau University. The research uses a naturalistic descriptive method with a qualitative approach. Data is collected through documentation, observation and interviews. Data analysis uses 3 ways, namely: data reduction, data display, and drawing conclusions and verification. This research shows the results that the problems of cleaning service life at the Bina Widya Campus FKIP Riau University are based on 4 indicators, namely: (1) Human life as an individual being is reviewed from the sub-indicators of education, work and social status, (2) human life as a social being is reviewed from the sub-indicators of accepting attitudes towards others, cooperating with others, (3) human life as a moral being is reviewed from the sub-indicators of manners, ethics in associating, appearance, (4) human life as a religious being is reviewed from the sub-indicators of religious activities and religious awareness. This research shows the results that human life as individual beings, social beings, moral beings, and religious beings has various problems, both in aspects of job education, social status, and so on.Keywords: Cleaning Service, Worker, Life Problems, Woman