Hasmiana Hasan
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI KELAS III SD NEGERI SIBREH ACEH BESAR Utari Suhera; Hasmiana Hasan; Israwati Israwati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam meningkatkan hasil belajar siswa, guru dituntut untuk memiliki strategi dalam mengajar, agar prestasi belajar siswa semakin meningkat. Dengan Rumusan masalahnya “bagaimanakah strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di kelas III SD Negeri Sibreh Aceh Besar dengan tujuanuntuk mengetahui strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di kelas III SD Negeri Sibreh Aceh Besar.            Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Dengan subjek yang di ambil adalah siswa kelas III yang berjumlah 25 siswa dan 2 orang guru. Data dikumpulkan dengan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.            Berdasarkan hasil analisis data guru kelas IIIA dan IIIB di SD Negeri Sibreh Aceh Besar guru belum menerapkan strategi secara keseluruhan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Hal ini terlihat dari 40 peserta didik yang mengikuti tes soal UTS pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, yang mencapai nilai KKM keseluruhan diperoleh nilai rata-rata kemampuan peserta didik adalah 64 dan 63.Dapat disimpulkan strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa siswa di kelas III SD Negeri Sibreh Aceh Besar belum diterapkan secara keseluruhan. Saran pada penelitian ini adalah diharapkan seluruh guru menerapkan strategi dalam mengatasi kesulitan belajar siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 
KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 14 BANDA ACEH Iklimatul Wardah; Hasmiana Hasan; Israwati Israwati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.419 KB)

Abstract

Dalam konteks kreativitas guru, guru dituntut untuk menerapkan kreativitas dalam proses pembelajaran sehingga menciptakan pembelajaran kreatif dan inovatif. kreativitas dan kendala guru saat proses belaja Sekolah Dasar Negeri 14 Band Aceeh.Pendekata yaang dunakan adalah kualittif denga jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik obsrvasi dan wawncara semiterstruktur.Subjek yang diobservasi dan diwawancarai yaitu guru kelas sebanyak 6 orang. Selnjutnya selurh dta yng diperleh dilah degan tahapan aalisis dta yitu mreduksi daa, penyajian dta dn penrikan kesmpulan.Hsil penlitian ini dapat dikemukakan bahwa dari 5 aspek kreativitas guru, guru terlihat sudah menerapkan beberapa indikator kreativitas dalam proses pembelajaran, hal ini terlihat pada aspek mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, guru telah menerapkan Pakem. Pada aspek membuatalat bantu belajar, guru telah memanfaatkan lingkungan yang berada di alam sekitar. Pada aspek memanfaatkanlingkungan, guru telah memanfaatkan pajangan karya siswa. Pada aspek mengelolakelasdansumber belajar, suara gruu ketika mengajar telah  didengar oleh siswa., guru juga telah menyesuaikanmateripelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik, guru juga menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, guru juga telah menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku jenis kelamin, dan status social ekonomi dan guru juga telah menghargai pendapat peserta didik. Pada aspek melaksanakan proses dan hasil belajar, guru telah membimbing dan melatih peserta didik dan guru juga telah menilai hasil belajar siswa.Kendala dalam melakukan kreativitas dalam pembelajaran sepertisaat memberikan arahan siswa yang ribut tidak mau mendengarkan pembelajaran, siswa yang tidak fokus jika belajar di luar kelas dan susahnya mendapat bahan untuk mendukung pembelajaran.Adapun kesimpulan dari kreativitas guru dalam proses pembelajaran yaituguru hampir menerapkan kesemua indikator kreativitas guru. Semoga sekolah dan guru tetap dan lebih menerapkan kreativitas dalam proses pembelajaran.
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN PRAMUKA DI SD NEGERI 20 BANDA ACEH Ajirna Ajirna.; M. Nasir yusuf; Hasmiana Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.669 KB)

Abstract

Pendidikan pramuka salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang hadir sebagai wahana dalam pembentukan karakter siswa, namun banyak kejadian yang terlihat tentang kurang baiknya karakter dan moral peserta didik di lingkungan sekolah seperti tidak mengikuti latihan pramuka, mengganggu teman ketika latihan, tidak bertanggung jawab, kurang disiplin dan kurangnya pengetahuan tentang pentingya pendidikan karakter. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian dengan “Upaya Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Pramuka di SD Negeri 20 Banda Aceh”. Bagaimanakah upaya pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pramuka. tujuan mengetahui upaya pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pramuka di SD Negeri 20 Banda Aceh.Yang menjadi subjek adalah siswa-siswa dan guru yang mengikuti  kepramukaan di SD Negeri 20 Banda Aceh, terdiri dari  2 orang Pembina pramuka dan 15 anggota pramuka yang diambil secara purposive. Pendekatan kualitatif dan jenis penelitian bersifat deskriptif. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan pengamatan lansung dan tanya jawab. Data yang diperoleh dianalisis dengan tiga tahapan, pengumpulan data, pemaparan data dan penarikan kesimpulan.     Berdasarkan pengumpulan data, ditemukan pembina pramuka melakukan upaya tertentu dalam membentuk karakter siswa diantaranya yaitu dengan cara mengadakan kegiatan latihan rutin setiap hari sabtu, mengajarkan berbagai permainan yang menarik dan menyenangkan kemudian melaksanakan kegiatan perkemahan setiap semester. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa upaya yang dilaksanakan pembina pramuka sudah baik yaitu dengan pembiasaan, pemberian contoh teladan, penugasan dan nasehat-nasehat. 
PERBEDAAN MENGAJAR GURU SERTIFIKASI DENGAN NON SERTIFIKASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DI SD NEGERI LAMREUENG ACEH BESAR Hospi Rohimah; Hasmiana Hasan; Sulaiman Sulaiman.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.883 KB)

Abstract

Dalam konteks mewujudkan guru yang memiliki kompetensi, pemerintaah sejak tahun 2007 mengadakan program sertifikasi bagi semua guru. Karena sertifikasi guru tidak cukup hanya bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru, melainkan juga harus mampu melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran, sekaligus dapat mengelola pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas dengan baik. Proses pembelajaran di dalam kelas sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu indikator tercapainya tujuan pembelajaran dapat diketahui dengan tinggi rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkan perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan guru sertifikasi dan non sertifikasi di kelas IV SD Negeri Lamreueng Aceh Besar.                                         Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jennis penelitiannya yaitu komparatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri Lamreueng yang berjumlah 57 orang. Siswa kelas IVA terdiri dari 29 orang yang diajarkan oleh guru non sertifikasi, dan kelas IVB terdiri dari 28 orang yang diajarkan oleh guru sertifikasi. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi yang bertujuan untuk melihat proses pembelajaran di dalam kelas yang digunakan sebagai data pendukung, dan metode dokumentasi dalam bentuk tulisan yaitu nilai kognitif dari hasil belajar siswa, dengan mengambil data dari hasil evaluasi pembelajaran siswa yang diberikan oleh 2 guru yang berbeda yaitu guru kelas IVA (guru non sertifikasi) dan guru kelas IVB (guru sertifikasi) dalam mengajar 1 subtema yang dilaksanakan pada pembelajaran terakhir. Teknik analisis data yang digunakan adalah menghitung nilai rata-rata, varians, dan pengujian hipotesis dengan uji-t satu pihak yaitu uji pihak kanan. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian terhadap hipotesis, maka diperoleh = -6,44 dan dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 55 yaitu 1,673. Dengan demikian, hal tersebut diperoleh t hitung lebih kecil dari t tabel (-6,44 1,673), sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan guru bersertifikasi lebih buruk atau sama dengan guru sertifikasi di kelas IV SD Negeri Lamreueng Aceh Besar.