Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan Model Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dengan Pola Asah, Asih dan Asuh pada Anak Usia Dini Pahrur Razi; Linda Marlia; surayah surayah
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.906 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jambi melakukan pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut pada anak usia dini hanya memenuhi kebutuhan asuh saja yaitu pemberian penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gigi dan sikat gigi, tidak mencakup pola asah dan asih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan model pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut dengan pola asah, asih dan asuh pada anak usia dini di TK Yufanti Jambi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan quasi ekperimen, dan pengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari formulir observasi. Sampel sebanyak 35 orang anak TK Yufanti Jambi diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel anak usia dini, usia ≥ 4 tahun dan mau jadi responden.Kesimpulan:. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon diketahui model pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut dengan pola asah, asih dan asuh efektif terhadap peningkatan kemandirian menyikat gigi pada anak usia dini ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada 0,000 (p < 0,05). Abstrack Development of Service Model of Dental Care with Dental Pattern, Asih and Asuh at Early Childhood Bakground: The result of preliminary study which has been done by Dental Health Department of Poltekkes Kemenkes Jambi performs services of dental and oral care in early childhood only fulfill the need of foster care only that is giving counseling, dental and toothbrush examination, not covering the patterns of grasp and affection. The purpose of this research is to know the development of service model of oral and dental care with the patterns of sharp, affection, and foster care at early child in TK Yufanti Jambi. Methode:This research is a quantitative research with quasi ekperimen approach method, and collecting data from primary data obtained from observation form. The sample of 35 children of TK Yufanti Jambi was taken by purposive sampling technique with criteria of early childhood sample, age ≥ 4 years and want to be respondent.Coclusion: The statistical test using Wilcoxon Test is known to model the service of oral and dental nursing care with the effective patterns of sharp, affection, and foster care of self-reliance on toothbrushing in early childhood indicated by significance value at 0.000 (p <0.05).
STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PENYANDANG CACAT FISIK DI SLB Prof. Dr. SRI SOEDEWI SOFWAN, SH JAMBI Rosmawati Rosmawati; Surayah Surayah
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.892 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Survey cepat Kemenkes RI Tahun 2010 pada 6 SLB di 3 Propinsi yaitu: Jawa Barat, Jawa Tengah danJawa Timur diketahui bahwa sebagian besar karakteristik jenis kecacatan adalah tunanetra dan tuna runggu/tuna wicara.Keadaan pemenuhan kecukupan gizi hasil food recall 24 jam sebagian besar asupan makanan anak di SLB beraneka ragam.Karakteristik perilaku kebiasaan gosok gigi 2 kali sehari kurang lebih 70% dan 50-75% melakukannya sendiri tanpabantuan orang lain. Dari segi pelayanan kesehatan gigi dan mulut meliputi penyuluhan secara khusus tentang menggosokgigi. Cara penyuluhan dengan pendampingan menggunakan poster buku cerita atau film/LCD dengan melibatkan keluarga.Tidak ada pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin di sekolah. Jika sakit gigi umumnya mereka pergi berobat kedokter gigi swasta, puskesmas atau beli obat warung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan gigidan mulut pada anak berkebutuhan khusus penyandang cacat fisik di SLB Prof. DR. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SHJambi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional study, danpengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan alatdiagnosa set dengan format pemeriksaan gigi. Sampel penelitian sebanyak 94 Anak Berkebutuhan Khusus PenyandangFisik dengan teknik pengambilan sampel yakni total sampling. Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (ujikorelasi).Hasil: Analisis univariat menunjukkan rata-rata indeks DMF-T pada anak berkebutuhan khusus penyandang cacat fisik diSLB Prof. Dr. Sri Soedewi Mascjhun Sofwan SH, Jambi Tahun 2016 sebesar 3 dan rata-rata Indeks OHI-S sebesar 1.9.Analisis bivariat dengan menggunakan Uji korelasi diketahui ada hubungan indeks OHI-S dengan Indeks DMF-T, dimananilai p-value = 0,011 dan R = 0,184.Kesimpulan: Terdapat hubungan indeks OHI-S dengan indeks DMF-T. Disarankan untuk meningkatkan upaya promotifdan preventif pada Anak Berkebutuhan Khusus Penyandang Cacat Fisik di SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Mascjhun SofwanSH, Jambi. Abstrack Background: Rapid Survey of Ministry of Health RI Year 2010 on 6 SLB in 3 Provinces namely: West Java, Central Javaand East Java is known that most of the characteristics of disability types are blind and deaf / speechless. The condition offulfillment of nutritional adequacy of food recall 24 hours most of the intake of children's food in SLB diverse.Characteristics of habitual behavior brush your teeth 2 times a day approximately 70% and 50-75% do it yourself withoutthe help of others. In terms of dental and oral health services include counseling specifically about brushing teeth. How tocounsel with mentoring using storybook or movie / LCD poster with family involvement. There are no regular dental andoral health checks at school. If toothache generally they go to a private dentist, puskesmas or buy a drug stall. The purposeof this study was to determine the status of oral and dental health in children with special needs of physically disabled inSLB Prof. DR. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH Jambi.Methods: This research was a quantitative research with cross sectional study approach. Data were collected fromprimary data obtained from dental and mouth examination by using diagnostic set instrument with dental examinationformat. A total of 94 children with physically disabled special needs were with sampling technique that is total sampling.The analysis used univariate and bivariate analysis (correlation test).Results: The results of univariate analysis showed that the average of DMF-T index in Children with Special Needs ofPhysically Disabled in SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Mascjhun Sofwan SH, Jambi The year 2016 is 3 and the average OHI-SIndex is 1.9. Bivariate analysis using correlation test known there is correlation index OHI-S with DMF-T Index, where pvalue value = 0,011 and R = 0,184.Conclusion: It is suggested to increase promotion and preventive effort in Children with Special Needs of PhysicallyDisabled in SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Mascjhun Sofwan SH, Jambi.
DETERMINANT OF DENTAL CARIES AT AN EARLY AGE IN TK KHALIFAH 2 JAMBI CITY Pahrur Razi; Surayah Surayah
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v4i2.332

Abstract

Background: Dental caries are a major problem of dental and oral health and that have the potential for lifelong disorders. Therefore, dental and oral health can not be ignored especially in early childhood, because dental and oral health contributes to the perfect growth of children. However, the highest prevalence of caries was in the 5-9 year old age group at 92.6%. The purpose of the study was to determine the determinant of dental caries in early childhood in TK Khalifah 2 Jambi Year 2019. Method: This research is descriptive in analytics with a cross-sectional approach. The population in this study was all children of Kindergarten (TK) Khalifah 2 Jambi City. The number of 30 people, with sampling techniques using total sampling. Hypothesis testing in this study uses statistical test analysis that is chi-square test. Result: Dental caries is associated with cariogenic food eating habits (p-value 0.001) and dental health measures (p-value 0.017) and is not related to knowledge of dental health (p-value 0.618), and attitudes towards dental health (p-value 0.145). Conclusion: Cariogenic eating habits and brushing behavior are factors that have a relationship with dental caries, where respondents with low brushing behaviors had dental caries 2.6 times compared to respondents with good brushing behavior.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI ANAK Yessi Nurmawi; Surayah Surayah; Pahrur Razi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i1.842

Abstract

Perilaku menyikat gigi tahun 2018 ditemukan 94,7% orang Indonesia menyikat gigi setiap hari, namun hanya ada 2,8% dari keseluruhan yang menyikat gigi dengan benar. Proporsi perilaku menyikat gigi berdasarkan kelompok umur 5-9 tahun menyikat gigi setiap hari sebesar 93,2%, namun waktu menyikat gigi yang benar hanya 1,4%. Sedangkan di Provinsi Jambi ditemukan 96,4% menyikat gigi setiap hari, hanya 1% waktu menyikat gigi yang benar (menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam). Untuk meningkatkan keterampilan menggosok gigi dibutuhkan pendidikan kesehatan pada anak sejak dini. Media pendidikan menentukan efektivitas belajar anak. Desain Penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen dengan pendekatan Two Group Pre-Post Test Design dengan jumlah sampel yaitu 48 orang yang diambil secara total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi langkah-langkah menyikat gigi gigi. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Mann Whitney. Hasil diperoleh edukasi kesehatan gigi dengan buku cerita bergambar lebih efektif terhadap peningkatan keterampilan menyikat gigi pada anak TK Khalifah 2 Jambi ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada 0,000 (p 0,05) dibandingkan dengan boneka jari. Disarankan tenaga kesehatan gigi dalam melaksanakan upaya promotif kesehatan gigi dan mulut menggunakan buku cerita bergambar pada anak TK. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan buku cerita bergambar efektif meningkatkan keterampilan menyikat gigi pada anak TK dan disarankan untuk tindaklanjuti penelitian lebih lanjut dengan responden lebih besar.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DENGAN METODE SIMULASI MENYIKAT GIGI DENGAN TEKNIK KOMBINASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK DI TK TAUFIQURRAHMAN JAMBI Surayah Surayah; Yeni Desriwati Tanjung; Pahrur Razi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v4i1.1052

Abstract

Perilaku menyikat gigi tahun 2018 ditemukan 94,7% orang Indonesia menyikat gigi setiap hari, namun hanya ada 2,8% dari keseluruhan yang menyikat gigi dengan benar. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan menggunakan metode simulasi menyikat gigi dengan teknik kombinasi terhadap pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak di TK Taufiqqurahman Jambi. Desain Penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen dengan pendekatan Two Group Pre-Post Test Design dengan jumlah sampel yaitu 48 orang yang diambil secara purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner dengan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil diperoleh penyuluhan menggunakan metode simulasi menyikat gigi dengan teknik kombinasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK Taufiqurrahman ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada 0,000 (p 0,05). Disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan metode simulasi menyikat gigi dengan teknik kombinasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK dan disarankan untuk tindaklanjuti penelitian lebih lanjut dengan responden lebih besar.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN GIGI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI ANAK Surayah Surayah; Yessi Nurmawi; Pahrur Razi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.941

Abstract

Berdasarkan kelompok umur yang bermasalah kesehatan gigi dan mulut yang tertinggi di Indonesia yakni umur 5-9 tahun sebesar 92,6% dan hanya ada 2,8% dari keseluruhan yang menyikat gigi dengan benar.  Media pendidikan menentukan efektivitas belajar anak. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan gigi menggunakan media video interaktif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK Yufanti Jambi. Desain Penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen dengan pendekatan Two Group Pre-Post Test Design dengan jumlah sampel yaitu 48 orang yang diambil secara purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner dengan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil diperoleh edukasi kesehatan gigi dengan video interaktif efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK Yufanti Jambi ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada 0,000 (p kurang dari 0,05). Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan video interaktif efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak TK dan disarankan untuk tindaklanjuti penelitian lebih lanjut dengan responden lebih besar.
Upaya Berkelanjutan dalam Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Menyikat Gigi Dengan Metode Multisensory Dental Education Rusmiati Rusmiati; Surayah Surayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i2.5748

Abstract

Perhatian mengenai kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan secara menyeluruh termasuk pada anak berkebutuhan khusus. Salah satu anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian khusus adalah anak dengan tunanetra yang rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut terutama karies. Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi kendala bagi anak tunanetra untuk mencegah terjadinya karies, kalkulus, dan maloklusi. Maka dari itu perlu dilakukan kegiatan untuk meningkatkan pegetahuan anak tunanetra mengenai keterampilan menyikat gigi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku menyikat gigi pada guru, orang tua dan siswa tunanetra di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi cara menyikat gigi dengan metode multisensory dental. Penyuluhan dilakukan kepada Guru SLB dan orang tua siswa serta siswa SLB dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada guru, orang tua dan siswa SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan guru, orang tua dan siswa dalam melakukan sikat gigi dengan baik dan benar serta para peserta menjadi mengetahui dan memahami serta mampu mempratekkan cara menyikat gigi yang baik dan benar agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masalah-masalah gigi dan mulut yang timbul dapat dicegah dan diatasi sedini mungkin.