Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efek Pemberian Ekstrak Buah Nanas Muda dan Tua (Ananas. C. L.Merr) Terhadap Kejadian Abortus pada Mencit (Mus Musculus) Ratna Dewi
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.476 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kebiasaan masyarakat di Indonesia pada masa kehamilan itu akan didampingi dengan kebudayaan dan pendapat – pendapat tertentu, termasuk di masyarakat Aceh. Budaya dapat berwujud seperti beberapa pantangan, hubungan sebab akibat antara makanan dan kondisi sehat sakit, kebiasaan maupun ketidaktahuan. Salah satu pendapat di masyarakat, tentang masa kehamilan yang sering dibicarakan adalah pantangan makan buah nanas karena dapat menggangu kehamilan yaitu abor-tus/keguguran pada kehamilan muda. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis buah nanas mana yang bisa menyebabkan kejadian abortus. Metode: Rancangan penelitian dengan metode eksperimental. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan ekstrak nanas muda dan nanas tua yang dosisnya sudah diatur pada mencit betina yang hamil. Berdasarkan kejadian abortus pada kelompok mencit yang diberi ekstrak nanas muda rata-rata pada hari ke 5 dan ke 6 sedangkan pada kelompok mencit yang diberi ekstrak nanas tua rata-rata pada hari ke 10 dan ke 11.Kesimpulan: Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan antara pemberian ekstrak nanas muda dan nanas tua terhadap kejadian abortus dengan nilai p = 0.014. Abtrack The effect of young pineapple fruit extract and ripepineapple on the incidence of abortionin mice Background: During pregnancy it will be accompanied by culture and opinion - a particular opinion, including the community of Aceh. Culture can be tangible like some restrictions, the causal relationship between the food and the healthy condition of the sick, nor ignorance habits. One opinion in the community, about the gestation period that is often discussed is a taboo against eating pineapple because it can interfere with pregnancy is abortion / miscarriage in pregnancy muda. problems Are consume young pineapple and ripe pineapple can cause abortion in pregnancy.Objective To determine the type of pineapple which can cause abortion. Benefits Penelitian Dari results of this study are expected to provide feedback to the community, that kind of pineapple where yangbisa consumed during pregnancy and are not at risk of abortion.Methode;Research design with exsperimenta. This method is done by providing a pineapple extract dose is set in female mice that pregnance.Statitical test we used the T test Independent where there is a difference between giving young pineapple extract and ripe pineapple on the incidence of abortion, with p = 0.014, expected developed a qualitative study that explored on social and cultural factors that influence public confidence in eating habits and pineapple in pregnancy.
Acupressure Complementary Therapy Training and Assistance for Excellent Midwife in Entrepreneurial Development for Alumni Cut Yuniwati; Noviyanti; Ratna Dewi; Yeni Rimadeni
Science Midwifery Vol 10 No 5 (2022): December: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i5.1092

Abstract

The success of maternal health efforts and the health status of a community can be seen from the number of Maternal Mortality Rates (MMR). Midwives are one of the health workers who have an important position in reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). Midwives provide continuous and comprehensive midwifery services, focusing on aspects of prevention, promotion based on partnerships and community empowerment together. Complementary traditional health services are the application of traditional health that utilizes biomedical and biocultural sciences. Activity Purpose To increase the knowledge/understanding and skills of midwifery majors alumni of the Poltekkes Kemenkes Aceh on Complementary Acupressure Therapy For Excellent Midwife in Entrepreneurial Development for Alumni. The dedication method used in this activity is education, training and assistance in increasing the knowledge and abilities of alumni about complementary acupressure therapy for excellent midwife. The results of the dedication show that the provision of education about complementary acupressure therapy increases the alumni's knowledge about complementary acupressure therapy. The average alumni knowledge during the pre-test, which was around 51.81% of the number of questions answered correctly by alumni, experienced a change for the better after the post-test to around 95.45%. This community service activity ran smoothly, starting from the training activities and continuing with alumni assistance activities in providing acupressure therapy. This activity has enormous benefits felt by the participants. Apart from increasing knowledge.
Edukasi dan demonstrasi teknik kontrol plak dalam meningkatkan pengetahuan dan status kebersihan gigi anak SDN 12 Banda Aceh Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Teuku Salfiyadi; Eka Sri Rahayu; Ainun Mardiah; Henny Febriani; Muhammad Haikal Dzaki; Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3179

Abstract

Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.