Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Potensi Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L.) sebagai Alternatif Obat Penyembuh Luka pada Punggung Mencit Jantan (Mus musculus L.) Muhammad Pazry; Hendri Busman; Nuning Nurcahyani; Sutyarso Sutyarso
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.949 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v17i2.289

Abstract

The leaves of bitter melon (Momordica charantia L.) contains flavonoid, tannin and saponin which plays a role in wound healing. The purpose of this study was to determine the effect of bitter melon leaves (M. charantia L.) ethanolic extract on wound healing the back injury on male mice. The parameters of this study were the length of wound closure and histopathological observations by looking at the level of epithelialization, the number of new blood vessels, and the number of inflammatory cells.This study was conducted in a complete randomized design. The mice were divided into five groups: [K (+)], [K (-)], [ P1], [P2], [P3], each group consist four mice. All of mice was wounded by cut on the back skin about 1,5 cm in length. The wound were treated every two times a day for 9 days, K(+) is given povidone iodine as a positive control, K(-) is given 95% ethanol as a negative control, P1 is given 50% ethanolic extract of bitter melon, P2 is given 75% ethanolic extract of bitter melon and P3 is given 100% ethanolic extract of bitter melon. On the 10th day, one of the mice from all of groups was taken to observe the histopathology of their skin. The results showed that the leaf extract of bitter melon has wound healing potential by accelerate the healing process of back skin’s wound in mice and has best histopathology picture compared to controls. Keywords : Bitter Melon (Momordica charantia L.), Male Mice (Mus musculus L.), povidone iodine
UJI KOGNITIF MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN BERBEDA UMUR YANG DIBERI EKSTRAK LADA HITAM (Piper nigrum L.) Monica Sapitri; M. Kanedi; Hendri Busman; Sutyarso Sutyarso
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v2i2.117

Abstract

Lada hitam adalah salah satu jenis rempah yang diketahui mengandung antioksidan. Antioksidan adalah zat yang dipercayadapat menghambat proses penuaan. Penuaan ditandai dengan menurunnya berbagai fungsi organ tubuh, termasuk otak sehingga berdampak pada menurunnya daya ingat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lada hitam terhadap daya ingat mencit (Mus musculus L.).Empat puluh ekor mencit jantan, masing-masing 20 ekor berumur 4 bulan (muda) dan 20 ekor berumur 6 bulan (tua), diberi empat perlakuan yaitu : tanpa ekstrak sebagai kontrol (K), ekstrak air (A), ekstrak etanol (E), dan ekstrak campuran air-etanol (C). Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam 2 Jalur (Two Ways ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit tua lebih cepat mengingat jalur dalam uji labirin, tetapi cendrung tidak berbeda dengan mencit muda dalam mengingat balok pijakan pada uji renang. Melalui uji labirin, daya ingat mencit muda dan tua yang diberi ekstrak lada hitam terbukti lebih baik dari pada yang tidak diberi. Sedangkan dalam uji renang, daya ingat mencit muda lebih baik pada yang diberi ekstrak air, sedangkan pada mencit tua hanya ekstrak campuran yang bisa membuat daya ingat lebih baik.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) TERHADAP SPERMATOZOA EPIDIDIMIS MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI SIPROTERON ASETAT Pepti Aristiani; Sutyarso Sutyarso; Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v4i1.120

Abstract

Infertilitas merupakan kondisi yang umum ditemukan di Indonesia. Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var. Rubrum) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak khasiat di berbagai aspek. Jahe merah memiliki pengaruh yang baik sebagai antioksidan terhadap sel spermatogenik dan parameter sperma pada mencit (Mus musculus L.) jantan yang diinduksi siproteron asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol jahe merah terhadap jumlah ,motilitas, morfologi, dan viabilitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap, menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu Kontrol Normal, K- (diberikan siproteron asetat 1,17mg/ml selama 7 hari), P1, P2 dan P3 (diinduksi siproteron asetat 1,17 mg/ml selama 7 hari dan ekstrak etanol jahe merah dengan dosis berturut-turut 6mg/ml, 12mg/ml, 24mg/ml selama 28 hari). Data yang di peroleh dianalisi menggunakan Analysis of Varian ( ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol jahe merah 6mg/ml, 12mg/ml, dan 24mg/ml dapat meningkatkan jumlah, motilitas, viabilitas dan menurunkan morfologi abnormal spermatozoa yang diinduksi siproteron asetat.
UJI ANTIDIARE EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) DIBANDINGKAN DENGAN OBAT ATTAPULGITE PADA MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN YANG DIINDUKSI Oleum ricini Linda Oktaviani; Hendri Busman; Nuning Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v4i2.129

Abstract

Diare merupakan suatu gejala klinis dan gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi, disertai dengan perubahan konsistensi feses menjadi lebih cair/lembek. Rumput teki merupakan herbal menahun yang tumbuh liar dan kurang mendapat perhatian, padahal bagian tanaman ini terutama umbinya dapat digunakan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh ekstrak rimpang rumput teki dengan obat attapulgite terhadap antidiare pada mencit (Mus musculus L.) jantan yang diinduksi Olium ricini. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung pada bulan April-Mei 2016. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan : (K) kontrol diberi 0,4 ml /40 gr BB aquabides (K1) dosis obat attapulgite dengan dosis 0,4 mg /40gr BB, (K2) dosis ekstrak rumput teki 4,5 mg/ 40 gr BB, (K3) dosis ekstrak rumput teki 45 mg/40 gr BB, (K4) dosis ekstrak rumput teki 135 mg/40 gr BB, dengan pengulangan sebanyak 5 kali dan pemberian Oleum ricini dengan dosis 150 mg/kgBB untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi : waktu terjadinya diare, frekuensi diare, konsistensi feses pada mencit (Mus musculus L.) jantan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang rumput teki dosis 135mg/40gram BB dan obat attapulgit dosis 0,4 mg/40gr BB dapat memperpanjang waktu terjadinya diare, dapat menurunkan frekuensi diare, dan dapat memperbaiki konsistensi feses mencit secara segnifikan apabila dibandingkan dengan kontrol. Hal ini disebabkan karena didalam ekstrak rimpang rumput teki mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid sebagai antidiare.
HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN AKIBAT RADIASI CAHAYA LAMPU MERKURI Rahmat Hidayat; Hendri Busman; Nuning Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.141

Abstract

Lampu merkuri menjadi salah satu pilihan karena memiliki umur nyala yang panjang, hingga 24.000 jam. Radiasi yang dipancarkan lampu ini bukan hanya dalam bentuk fisik tampak, tetapi juga berupa gelombang elektromagnetik dan akan berinterakasi dengan semua materi yang memiliki potensial listrik. Untuk melihat pengaruh radiasi cahaya lampu merkuri terhadap struktur tubulus ginjal mencit (Mus musculus L.) jantan maka telah dilaksanakan penelitian di laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung. Pembuatan preparat histologi ginjal dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional III Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2012. Kerusakan tubulus ginjal yang ditemukan dalam pemajanan 12 dan 16 jam/hari selama 21 hari berupa perdarahan intertubular, piknosis, karioreksis, kariolisis, kongesti, dan nekrosis. Perdarahan intertubulus hanya ditemukan pada perlakuan 4 jam/hari, sedangkan pada perlakuan 8 jam/hari ditemukan perdarahan intertubulus, piknosis, dan karioreksis.
PENGARUH RADIASI LAMPU MERKURI TERHADAP BERAT DAN PANJANG FETUS MENCIT (Mus musculus L.) Dewi Selvia; Nuning Nurcahyani; Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.142

Abstract

Radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan oleh lampu merkuri dapat mem- pengaruhi proses pembelahan sel embrio mencit. Radiasi yang mengenai sel embrio tersebut akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal dan mempengaruhi morfologi fetus mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi lampu merkuri terhadap berat dan panjang fetus mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan pemajanan lampu merkuri selama 18 hari sebagai bentuk perlakuan terhadap mencit bunting. Hasil analisis ragam berat badan fetus dan panjang fetus menunjukkan perbedaan nyata terhadap kontrol, dan uji lanjut BNT 5% pada berat badan menunjukkan hasil bahwa semua perlakuan memiliki pengaruh yang berbeda, kecuali pada perlakuan pemajanan 12 jam/hari dan 16 jam/hari menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda. Panjang fetus kontrol menunjukkan perbedaan dengan semua perlakuan, tetapi pemajanan 4 jam/hari tidak berbeda dengan pemajanan 8 jam/hari, begitu juga antara pemajanan 12 dan 16 jam/hari tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda.
INTRODUKSI VARIAN PAKAN ALAMI BAGI TERNAK DI DESA TAMBAH DADI KECAMATAN PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Yulianty Yulianty; Dzul Fithria Mumtazah; Hendri Busman; Lili Chrisnawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.5975

Abstract

Pakan adalah bahan pangan tunggal atau campuran, baik yang telah diolah maupun yang belum diolah, diberikan kepada hewan untuk hidup, produksi, dan perkembangbiakannya. Permasalahan yang muncul dalam penyediaan pakan di daerah tropis seperti halnya Desa Tambah Dadi Lampung Timur, adalah kurangnya ketersediaan pakan berupa hijauan segar pada saat musim kemarau. Padahal, pakan berupa hijauan dapat berasal dari rumput dan limbah pertanian yang kaya serat. Desa Tambah Dadi merupakan salah satu desa yang masyarakatnya berprofesi sebagai petani sekaligus peternak, namun tidak banyak warga yang memanfaatkan potensi pakan yang ada di sekitarnya. Ketersediaan pakan ternak berupa hijauan di Desa Tambah Dadi perlu dikembangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi tumbuhan di lingkungan yang berpotensi sebagai pakan ternak dan melakukan kegiatan introduksi varian pakan alami yang berpotensi untuk perkembangan ternak. Hasil pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan jenis-jenis pangan alami yang berpotensi sebagai pangan alami di lingkungan dapat menutup kesenjangan pengetahuan masyarakat tentang pakan.