Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PPH 21 TERHADAP PENERIMAAN PADA KPP MAKASSAR SELATAN Dellah Fadhilatunnisa; Amran Amran; Arsi Cahyani
Jurnal Riset Perpajakan: Amnesty Vol 2 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrp.v2i2.2538

Abstract

This research was conducted to illustrate the extent of the influence of income tax acceptance of article 21 on tax revenues at Makassar's primary tax Service office. The method used in this research is a descriptive method with a quantitative approach. The research was conducted at Makassar South's primary tax office with methods of data collection in the form of document studies and field studies. Data analysis is expressed in the form of information that is developed with other data to obtain the clarity between variables so that the conclusion is withdrawn received or rejected hypothesis. The results showed that the results of the test that PPH article 21 have an effect on tax revenues at the primary tax office of the South Mkassar
Strategi Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fikih di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor Muhammad Farhan Farizi; Andri Ardiansyah; Amran Amran
ANWARUL Vol 5 No 3 (2025): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i3.5821

Abstract

This study is motivated by the low quality of fiqh instruction in several madrasahs, which affects students’ comprehension and active participation in the learning process. Yet, fiqh as a subject plays a strategic role in shaping students’ religious character, understanding of Islamic law, and social behavior. The aim of this research is to identify the strategies used by teachers to improve the quality of fiqh instruction at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor. A qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observation, and documentation involving fiqh teachers of grades XI and XII. The findings reveal that teachers implement varied instructional strategies, such as Contextual Teaching and Learning (CTL), which links lesson content with students’ real-life experiences, and Problem Based Learning (PBL), which stimulates critical thinking and collaboration. Additionally, the use of digital, visual, and environmental-based learning media has proven effective in enhancing conceptual understanding and student engagement in class. The main conclusion of this study is that contextual, interactive, and innovative teaching strategies can holistically improve the quality of fiqh instruction across cognitive, affective, and psychomotor domains. The implications of this research underscore the importance of continuous professional development for teachers and institutional support to ensure the consistent implementation of innovative instructional strategies, thereby enhancing the overall quality of Islamic education in madrasah.
Efektivitas Penerapan Restorative Justice Terhadap Tindak Pidana Ringan di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Kota Jambi Amran Amran; Ferdricka Nggeboe; Bunyamin Alamsyah
Legalitas: Jurnal Hukum Vol 17, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/legalitas.v17i2.1227

Abstract

Keadilan restoratif bertujuan untuk mereformasi sistem peradilan pidana yang masih mengutamakan hukuman penjara. Perkembangansistem pemasyarakatan tidak lagi bertumpu pada pelakunya, tetapi telah bermuara pada rekonsiliasi kepentingan pemulihan korban dan tanggung jawab pelaku kejahatan. Prinsip dasar keadilan restoratif adalah korban kejahatan direhabilitasi melalui kompensasi korban, perdamaian, pekerja sosial kepentingan dan perjanjian lainnya. Perkembangan system pemidanaan bukan lagi bertumpu pada pelaku melainkan telah mengarah pada penyelarasan pemulihan korban dan pertanggungjawaban pelaku tindak pidana. Prinsip dasar keadilan restorative (restorative justice) adalah adanya pemulihan kepada korban yang menderita akibat kejahatan dengan memberikan ganti rugi kepada korban, perdamaian, pelaku melakukan kerja sosial maupun kesepakatan - kesepakatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengkaji dan menganilisis efektivitas pelaksanaan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana ringan. Untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis hambatan pelaksanaan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana ringan dan solusinya. Metode yang digunakan peneliti adalah pendekatan hukum secara yuridis empiris dan spesifikasi dalam penelitian ini adalah termasuk deskriptif. Adapaun sumber dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi kepustakaan. Data dianalisa secara kualitatif menggunakan teori keadilan restoratif dan teori efektivitas hukum. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa efektivitas pelaksanaan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana ringan adalah menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam berbagai aspek penegakan hukum dan pemulihan sosial. Restorative justice tidak hanya memperbaiki hubungan antara korban dan pelaku tetapi juga menawarkan solusi yang lebih manusiawi dan berfokus pada pemulihan daripada penghukuman semata. Melalui pendekatan ini, korban memiliki kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka secara langsung kepada pelaku, yang pada gilirannya memungkinkan pelaku untuk memahami dampak dari tindakan mereka dan menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar. Hambatan pelaksanaan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana ringan adalah kondisi dan motivasi para pihak dalam prosesnya, ketidaktahuan masyarakat atas kewenangan restorative justice oleh penyidik, dan minimnya peran masyarakat sebagai social control serta faktor kebudayaan masyarakat merespon berlakunya suatu hukum. Untuk mengatasi hambatan pelaksanaan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana ringan adalah perlu pendayagunaan restorative justice ke dalam sistem hukum pidana melalui suatu aturan hukum yang mengatur pelaksanaan restorative justice ditingkat kepolisian.