Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BAHAS

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF SISWA MELALUI STRATEGI REKAYASA TEKS ENNY RAHAYU
BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i4.5706

Abstract

Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa.adalah keterampilan menulis. Keterampilan ini terkait erat dengan kemampuan siswa menuangkan gagasan, perasaan, pengalaman secara kreatif ke dalam simbol-simbol tertulis. Penuangan kreativitas itu dapat dipacu oleh guru melalui beberapa strategi. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah rekayasa teks. Rekayasa (otak-atik) dalam bahasa Indonesia sepadan dengan kata engineering dalam bahasa Inggris. Dalam tulisan ini disajikan contoh rekayasa teks yang berjudul "Sekar Romania" ke dalam bentuk tadut. Perekayasaan ini mempertimbangkan faktor sosiobudaya (kebahasaan) masyarakat bersangkutan. Proses rekayasa teks dapat dilakukan oleh siswa dalam rangka  pelestarian bahasa dan hasil rekayasa teks ini dapat pula dijadikan  bahan pembelajaran.   Kata Kunci: kemampuan, menulis, rekayasa teks
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS KARANGAN DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS VIII SMP HARAPAN MULIA DENPASAR TP 2011/2012 Enny Rahayu
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11570

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindak kelas yang melibatkan 28 siswa kelas VIII SMP HMD pada semester ganjil TP 2011/2012.  Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan lembar penilaian keterampilan menulis. Penelitian ini menemukan bahwa (1)  sebelum dilaksanakan tindakan tidak ditemukan siswa memeroleh nilai SB, 25% memperoleh nilai B pada proses dan 3,57% pada hasil; 37,71% memeroleh nilai CB pada proses dan 21,43% pada hasil; 28,57% memperoleh nilai KB pada proses dan 46,43% pada hasil, serta 10,72% memperoleh nilai SKB pada proses dan 28,57% pada hasil; (2) setelah dilaksanakan tindakan siklus I terdapat 3,57% siswa memperoleh nilai SB pada proses dan 7,14% pada hasil, 64,29% memperoleh nilai B pada proses dan 17,86 pada hasil, 21,43% memperoleh nilai CB pada proses dan 50% pada hasil, 10,71% memperoleh nilai KB pada proses dan 25% pada hasil, dan tidak ditemukan siswa memeroleh nilai SKB; (3) setelah dilaksanakan tindakan siklus II terdapat 17,86% siswa memeroleh nilai SB pada proses dan 25% pada hasil, 82,14% memperoleh nilai B pada proses dan 21,43% pada hasil, tidak terdapat siswa memperoleh nilai di bawah B pada proses, dan 53,57% memperoleh nilai CB pada hasil; (4) sumber kebervariasian proses belajar mengungkapkan rerata kemampuan awal siswa  71,68 dengan tingkat ketuntasan (TK) 25% pada pratindakan. Setelah dilaksanakan CTL, rerata kemampuan siswa naik menjadi 79,71 pada siklus I dan 84,25 pada siklus II dengan TK 67,86% pada siklus I dan 100% pada siklus II; (5) sumber kebervariasian proses belajar mengungkapkan sebelum dilaksanakan tindakan rerata kemampuan awal siswa 71,68 dengan TK 25%; sedangkan setelah dilaksanakan CTL, rerata kemampuan siswa naik menjadi 79,71 dengan TK 67,89% pada siklus I dan 84,25 dengan TK 100% pada siklus II; (6) sumber kebervariasian hasil belajar mengungkapkan rerata kemampuan awal siswa 64,39 dengan TK 25% pada pratindakan; sedangkan setelah dilaksanakan CTL rerata kemampuan siswa naik menjadi 75,29 dengan TK 75% pada siklus I dan 79,25 dengan TK 100% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual meningkatkan kompetensi menulis karangan deskriptif  siswa kelas VIII SMP HMD tahun pelajaran 2011/2012.