Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Independent Learning Through Instructional Videos and Text-Based Materials: Effects on Students’ Conceptual Understanding of Chemistry Ricardus Jundu; Silfanus Jelatu; Eufrasia Jeramat; Lana Sugiarti
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 8, No 2 (2026): July
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v8i2.11592

Abstract

This study examines the effectiveness of chemistry instructional videos in enhancing students’ conceptual understanding within an independent learning context. A quasi-experimental design employing a non-equivalent control group was adopted. The sample comprised 76 undergraduate students enrolled in the Agribusiness Program at Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng during the 2022/2023 academic year, consisting of an experimental group (n = 39) and a control group (n = 37). The experimental group engaged in independent learning supported by short, topic-based chemistry instructional videos, whereas the control group utilized text-based instructional materials. The videos were designed as narrated audiovisual modules containing concept visualizations, worked examples, pause-and-reflect prompts, and brief LMS-based formative questions, with each video lasting approximately 8–12 minutes. Students’ conceptual understanding was measured using an essay-based posttest instrument, and data were analyzed through descriptive statistics, assumption testing, an Independent Samples t-test, and Cohen’s d effect size using SPSS version 22. The results indicated a statistically significant difference between the two groups (t(74) = 2.66, p = 0.010), with students in the experimental group demonstrating higher conceptual understanding than those in the control group. The effect size (Cohen’s d = 0.61) indicated a medium practical effect. These findings provide empirical evidence for the effectiveness of video-based learning in chemistry education, particularly in supporting self-regulated learning and bridging conceptual gaps among students from diverse educational backgrounds.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Lana Sugiarti; Kristianus Viktor Pantaleon; Ananias Erlita Mamu
JP2MS Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.10.2.239-247

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah harus dimiliki siswa untuk melatih agar terbiasa menghadapi berbagai permasalahan, baik masalah dalam matematika, masalah dalam bidang studi lain ataupun masalah dalam kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam quasi experimental design dengan rancangan penelitian posttest only control group design dan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas ekperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng yang memperoleh mata pelajaran matematika. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakanpPosttest yang berupa soal uraian. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Pada hasil uji prasyarat menyatakan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal dan homogen. Sedangkan untuk hasil uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran konstruktivis dan pembelajaran kooperatif yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial, diskusi kelompok, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Melalui kerja kelompok yang terstruktur, siswa memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, bertukar ide, menjelaskan konsep kepada teman, dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif.