Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

GAMBARAN PENULARAN TRANSOVARIAL VIRUS DENGUE ANTAR NYAMUK Aedes aegypti DI KOTA TERNATE Amalan Tomia; Rosmila Tuharea
Biomedika Vol 14, No 2 (2022): Biomedika Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v14i2.18028

Abstract

ABSTRAK Virus Dengue merupakan agen penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Sp. Penularan virus Dengue antar Aedes Sp. umumnya terjadi secara horisontal dan vertical (transovarial). Penularan transovarial virus Dengue melalui vektor di daerah endemik bisa menjadi potensi peningkatan kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penularan virus Dengue secara transovarial, dengan menggunakan metode RT-PCR. Sampel penelitian adalah nyamuk Aedes aegypti yang berasal dari koleksi telur Aedes sp. Koleksi telur didapatkan dari pemasangan 400 ovitrap pada 100 rumah yang berasal dari kelurahan endemik yang terdapat pada 4 wilayah kerja Puskesmas yang terdapat kasus DBD. Kemudian dilakukan pemeriksaan RT-PCR virus Dengue pada nyamuk F2 (telur dari ovitrap yang ditetaskan). Sampel nyamuk Ae. aegypti betina F2 yang digunakan berjumlah 360 nyamuk. Hasil pemeriksaan RT-PCR menunjukkan bahwa nilai Transovarian Invection Rate (TIR) 0% atau telur nyamuk Ae.aegypti pada wilayah tersebut tidak terinfeksi virus Dengue (negatif). Kesimpulan penelitian ini adalah penularan virus Dengue di kota Ternate belum terjadi secara transovarial.  Kata kunci: DBD, Penularan Transovarial, Aedes aegypti ABSTRACT Dengue virus is etiology of dengue hemorrhagic fever (DHF) which is transmitted through the Aedes Sp. Dengue virus transmission between Aedes Sp. generally occur horizontally and vertically (transovarial). Transovarial transmission of dengue virus through vectors in endemic areas could be a potential increase in dengue cases. This study aims to determine the description of dengue virus transmission transovarially, using the RT-PCR method. The research sample was the Aedes aegypti mosquito from the collection of Aedes sp. The egg collection was obtained from the installation of 400 ovitraps in 100 houses from endemic villages located in 4 areas of community health centers with dengue cases. Then the dengue virus RT-PCR examination was carried out on F2 mosquitoes (mosquitoes from hatched ovitrap eggs). Samples of Ae. aegypti female F2 used were 360 mosquitoes. The results of the RT-PCR examination showed that the value of the Transovarian Invection Rate (TIR) was 0% or the Ae. aegypti mosquito eggs in the area were not infected with the Dengue virus (negative). The conclusion of this study is that the transmission of dengue virus in the city of Ternate has not occurred transovarially.Keywords: DHF, Transovarial Transmission, Aedes aegypti
Pengaruh auksin terhadap induksi virus pada gugur daun tanaman cabai Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.65-68

Abstract

Zat pengatur tumbuh yang terpenting adalah auxin, gibberellin,  dan sitokinin, tetapi bahan lain seperti ethylene dan inhibitor (penghambat) pertumbuhan, berperan penting dalam mengatur siklus hidup suatu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh auksin terhadap  perkembangan gejala virus pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Departemen Hama dan Penyakit Institut Pertanian Bogor. Berdasar Hasil uji Duncan (5%) terlihat  konsentrasi IAA 50 ppm dan 100 ppm dapat menekan terjadinya gugur daun yang disebabkan oleh virus (TMV) jadi semakin besar konsentrasi Auksin yang di induksi pada taman Cabai maka semakin meningkat pula ketahanan tanaman cabai terhadap inveksi Tomoto Mosaic Virus (TMV)
Pemanfaatan bokashi kotoran ternak ayam terhadap produktifitas tanaman caisin Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.20-24

Abstract

Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang difermentasikan. Bokashi dibuat dengan memfermentasikan bahan-bahan organik dengan menggunakan teknologi EM-4 serta dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan langsung dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan bokashi kotoran ternak ayam pada tanaman caisin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah : (T0) tanpa pemberian bokashi, (T1) campuran tanah dan bokashi 1 : 0,5 (T2) campuran tanah dan bokashi 1 : 1 dan (T3) campuran tanah dan bokashi 1 : 1,5. Analisis data menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA) satu arah (one way) yang aplikasinya menggunakan program SPSS 10.0 dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan analisis Uji Duncan. Berdasarkan ANOVA diperoleh hasil bahwa pemberian bokashi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi dan berat segar tanaman caisin (P < 0,01). Hasil Uji Duncan menunjukkan bahwa untuk tinggi tanaman caisin pada T1 : 36,28 cm berbeda nyata (P < 0,05) dan lebih tinggi dibandingkan dengan T0  : 34,28 cm, T2 : 32,58 cm dan T3 : 28,84 cm. T0 tidak berbeda nyata dengan T2 tetapi berbeda nyata dengan T1 dan T3 (P < 0,05). Tinggi tanaman caisin yang paling rendah adalah pada T3. Berat segar tanaman caisin pada T1 :161,60 gr tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan T2 : 156,88 gr dan lebih tinggi dibandingkan dengan T0 : 126,84 gr dan T3. : 133,96 gr. Berat segar tanamam caisin yang paling ringan adalah pada perlakuan T0..
Karakteristik Habitat dan Keberadaaan Larva Aedes spp. di Kelurahan Gambesi Kecamatan Ternate Selatan Amalan Tomia
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 2 (2022): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.04 KB) | DOI: 10.51135/justevol2issue2page112-122

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat menyebabkan berbagai gejala yang dapat menurunkan kekebalan tubuh penderitanya. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan observasional, dengan menggunakan analisis korelasi antara faktor-faktor resiko dengan keberadaan vektor DBD. Pengambilan sampel terdiri dari  150 rumah di Kelurahan Gambesi dengan menggunakan metode single larva. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik habitat dan kepadatan larva  nyamuk Aedes sp. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai HI, CI, dan BI di kelurahan Gambesi berturut‐turut 40.07%, 64,67% dan 242 serta Df=8, dengan kategori kepadatan populasi tinggi. Jenis larva yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah Aedes aegypti (95%), Aedes albopictus (5%). Hasil analisis logistik terhadap karakteristik habitat di Kelurahan Gambesi menunjukkan letak kontainer (OR 2.202), penutupan kontainer (OR 0,131) dan sumber air (OR 0.124) beresiko terhadap keberadaan larva. Hasil uji statistik logistik memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara letak kontainer (p=0.001), penutupan kontainer (p=0.000) dan sumber air (p=0.021). Sementara hasil analisis regresi linier terhadap pengaruh karakteristik habitat dengan keberadaan larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus  terlihat bahwa variabel jenis kontainer, letak kontainer, tutup kontainer dan sumber air memiliki pengaruh terhadap keberadaan larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan besar nilai konsanta 0,428.