Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh auksin terhadap induksi virus pada gugur daun tanaman cabai Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.65-68

Abstract

Zat pengatur tumbuh yang terpenting adalah auxin, gibberellin,  dan sitokinin, tetapi bahan lain seperti ethylene dan inhibitor (penghambat) pertumbuhan, berperan penting dalam mengatur siklus hidup suatu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh auksin terhadap  perkembangan gejala virus pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Departemen Hama dan Penyakit Institut Pertanian Bogor. Berdasar Hasil uji Duncan (5%) terlihat  konsentrasi IAA 50 ppm dan 100 ppm dapat menekan terjadinya gugur daun yang disebabkan oleh virus (TMV) jadi semakin besar konsentrasi Auksin yang di induksi pada taman Cabai maka semakin meningkat pula ketahanan tanaman cabai terhadap inveksi Tomoto Mosaic Virus (TMV)
Pemanfaatan bokashi kotoran ternak ayam terhadap produktifitas tanaman caisin Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.20-24

Abstract

Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang difermentasikan. Bokashi dibuat dengan memfermentasikan bahan-bahan organik dengan menggunakan teknologi EM-4 serta dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan langsung dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan bokashi kotoran ternak ayam pada tanaman caisin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah : (T0) tanpa pemberian bokashi, (T1) campuran tanah dan bokashi 1 : 0,5 (T2) campuran tanah dan bokashi 1 : 1 dan (T3) campuran tanah dan bokashi 1 : 1,5. Analisis data menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA) satu arah (one way) yang aplikasinya menggunakan program SPSS 10.0 dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan analisis Uji Duncan. Berdasarkan ANOVA diperoleh hasil bahwa pemberian bokashi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi dan berat segar tanaman caisin (P < 0,01). Hasil Uji Duncan menunjukkan bahwa untuk tinggi tanaman caisin pada T1 : 36,28 cm berbeda nyata (P < 0,05) dan lebih tinggi dibandingkan dengan T0  : 34,28 cm, T2 : 32,58 cm dan T3 : 28,84 cm. T0 tidak berbeda nyata dengan T2 tetapi berbeda nyata dengan T1 dan T3 (P < 0,05). Tinggi tanaman caisin yang paling rendah adalah pada T3. Berat segar tanaman caisin pada T1 :161,60 gr tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan T2 : 156,88 gr dan lebih tinggi dibandingkan dengan T0 : 126,84 gr dan T3. : 133,96 gr. Berat segar tanamam caisin yang paling ringan adalah pada perlakuan T0..
Karakteristik Habitat dan Keberadaaan Larva Aedes spp. di Kelurahan Gambesi Kecamatan Ternate Selatan Amalan Tomia
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 2 (2022): JUSTE
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.04 KB) | DOI: 10.51135/justevol2issue2page112-122

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dapat menyebabkan berbagai gejala yang dapat menurunkan kekebalan tubuh penderitanya. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan observasional, dengan menggunakan analisis korelasi antara faktor-faktor resiko dengan keberadaan vektor DBD. Pengambilan sampel terdiri dari  150 rumah di Kelurahan Gambesi dengan menggunakan metode single larva. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik habitat dan kepadatan larva  nyamuk Aedes sp. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai HI, CI, dan BI di kelurahan Gambesi berturut‐turut 40.07%, 64,67% dan 242 serta Df=8, dengan kategori kepadatan populasi tinggi. Jenis larva yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah Aedes aegypti (95%), Aedes albopictus (5%). Hasil analisis logistik terhadap karakteristik habitat di Kelurahan Gambesi menunjukkan letak kontainer (OR 2.202), penutupan kontainer (OR 0,131) dan sumber air (OR 0.124) beresiko terhadap keberadaan larva. Hasil uji statistik logistik memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara letak kontainer (p=0.001), penutupan kontainer (p=0.000) dan sumber air (p=0.021). Sementara hasil analisis regresi linier terhadap pengaruh karakteristik habitat dengan keberadaan larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus  terlihat bahwa variabel jenis kontainer, letak kontainer, tutup kontainer dan sumber air memiliki pengaruh terhadap keberadaan larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan besar nilai konsanta 0,428.
Kepadatan Larva Nyamuk Aedes aegipty berdasarkan House Index sebagai Indikator Surveilans Vektor Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan Amalan Tomia; Rosmila Tuharea; Monisa A. Hi, Djafar
BIOSAINSTEK Vol 4 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i2.1064

Abstract

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus Dengue dan penyebarannya selalu melalui gigitan nyamuk Ae. aegipty. Virus Degue dikenal penyebab penting penyakit DBD pada daerah tropis dan subtropis. Pengetahuan terkait tingkat kepadatan larva sangat penting untuk mengurangi tingkat populasi Ae. aegipty. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan Larva Nyamuk Ae. aegipty berdasarkan House Index sebagai Indikator Surveilans vektor Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Bersarkan hasil survei larva pada 100 rumah responden di Kelurahan Tabona diperoleh angka house index (HI) sebesar 65, % yang termasuk kategori density figure (DF)=8, hal ini menunjukkan telah terjadinya nyamuk Ae. aegipty tinggi sehingga penyebaran nyamuk semakin cepat yang akan berpengruh pada terjadinya penularan penyakit DBD.
Healthy Living Community Movement (GERMAS) Through Aerobic Gymnastics And Healthy Walks In Commemorating The 106th Milad Muhammadiyah Ramli Ramli; Hairudin La Patilaiya; Amalan Tomia; Monissa A.Hi Djafar
International Journal Of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022): May 2022 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v2i2.100

Abstract

The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a systematic and planned action carried out jointly by all components of the nation with awareness, willingness and ability to behave in a healthy manner to improve the quality of life. One of GERMAS activities is Improving Physical Activity, therefore on the 106th Milad Muhammadiyah with the theme Ta'awun for the Country, the North Maluku Muhammadiyah Regional Leadership (PWM Malut) held Aerobic Gymnastics and Healthy Walks as an effort to prevent disease (heart, lung, stroke, diabetes, etc.) and as an effort to improve public health. Aerobic Gymnastics was held on October 26, 2018 at the UMM campus, while the Healthy Walk was also held on November 24, 2018 with a meeting point at the Landmark (Muhajirin Village) and a healthy walk at the Sultan Mosque. Ternate (Soa Sio Village) as well as the finishing place at the Ternate Al-Munawwar Grand Mosque. With this GERMAS activity, it is hoped that a healthy lifestyle will be formed, especially for North Maluku Muhammadiyah residents and society in general. Therefore, in this community service journal, the author also includes the Yutube link for aerobic exercise (Low Impact & High Impact, Tobelo Gymnastics and Diabetes Gymnastics) so that readers can immediately practice aerobic exercise as an effort to prevent disease and improve health from various diseases.
Faktor-Faktor Penentu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Rumah Tangga di Kelurahan Tafraka Hairuidin La Patilaiya; Hamidah Rahman; Amalan Tomia; Sirnilanti Udin; Aljufri Radjak
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7475

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) plays an important role in improving public health at the household level, especially in areas with limited access to health services such as Tafraka Village, Pulau Hiri District, Ternate City. This study aims to describe the implementation of PHBS and identify factors associated with its practice. The study employed a descriptive analytical survey design with a quantitative approach. Data were collected using questionnaires administered to 118 heads of households. Data analysis was conducted bivariately using the chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 89 respondents (75.4%) had implemented PHBS, while 29 respondents (24.6%) had not implemented it optimally. Variables such as gender, age, education, occupation, and knowledge were significantly associated with the implementation of PHBS (p < 0.05). Knowledge and sociodemographic factors contributed to variations in PHBS practices. These findings highlight the importance of health promotion efforts and continuous education tailored to community characteristics to improve the implementation of PHBS.
Dengue Virus Detection Using Rt-Pcr Method In Ternate City, North Maluku, Indonesia Amalan Tomia; Rosmila Tuharea
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 2 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.851 KB) | DOI: 10.51601/ijhp.v2i4.98

Abstract

The Dengue disease is caused by a virus from the family Flaviviridae and there are four distinct, but closely related, virus serotypes that cause dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3 and DENV-4). Dengue virus detection is very important to determine the virus serotype that develops in an area. There are several methods to detect dengue virus based on different targets, namely nucleic acids, viral antigens, and antibodies. This study aims to determine the type of dengue virus serotype in four working areas of the Public Health Center in Ternate City. The sample in this study was the eggs of Aedes sp mosquitoes caught in the homes of DHF sufferers and the houses around them. Collection of mosquito eggs Ae. Aegypti was carried out in four Puskesmas working areas in Ternate City. Ovitrap installation was carried out in 200 houses, with a total of 400 ovitraps. Rearing eggs and dengue virus detection were carried out at the Microbiology Laboratory, LITBAGKES Banjarnegara. The method used in this research is the RT-PCR test. The data analysis of the research results was carried out descriptively. Based on the identification results, the mosquito used in this study was the Aede aegypti mosquito. The results of electrophoresis produced viral RNA with a base length of 100 bp, while the target RNA that had been determined were Den1 = 342 bp, Den2 = 251 bp, Den3 = 538 bp. Den4 = 752 bp. The results of the RT-PCR examination showed that the Ae. aegypti in the four working areas of the Puskesmas did not contain the dengue virus (virus negative).