Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KHASIAT MADU MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN HEMATOLOGI PARAMETER Nurhaedar Jafar; Sitti Khadijah Hamid; Citrakesumasari Citrakesumasari; Ulfa Najamuddin; Aminuddin Syam
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 1: MARET 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.075 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1586

Abstract

Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) terus mengalami peningkatan, baik di dunia, regional, maupun di Indonesia. Salah satu penyebab DM adalah stres oksidatif, sehingga madu sebagai antioksidan alami mampumenurunkan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan menilai efek pemberian madu terhadap tekanan darah dan hematologi parameter. Jenis rancangan yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain prepost control. Populasi adalah penderita DM tipe 2 di dua wilayah kerja puskesmas di Kota Makassar. Sampel adalah sebagian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 36 penderita DM tipe 2 yaitu 18 responden kelompok intervensi (KI) (diberikan madu dan edukasi gizi), dan 18 responden kelompok kontrol (KII) (diberikan edukasi gizi). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian yaitu terjadi penurunan signifikan kadar kolesterol total, LDL, Gula Darah Puasa (GDP) dan Tekanan Darah Diastolik (TDD) pada KI. KII terjadi penurunan signifikan pada kadar LDL dan GDP, tetapi terjadi peningkatan signifikan pada TDD. Terjadi perbedaan yang signifikan pada TDD antara KI dengan KII (p=0,04). Pemberian madu memberi perubahan positifpada GDP (26,2%), total kolesterol (8,3%), LDL (11,7%), HDL (5,4%), tekanan darah sistolik (TDS) (4,1%) dan TDD (9,1%). Kesimpulan dari penelitian bahwa madu menurunkan kadar GDP, kolesterol total, LDL, TDD dan TDS pada penderita DM tipe 2.
Peningkatan praktek gizi seimbang dan PHBS Pada murid sekolah dasar Saifuddin Sirajuddin; Masni Masni; Ulfa Najamuddin
Media Gizi Pangan Vol 25, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.819 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v25i2.988

Abstract

Short and thin nutritional problems faced by students in Cambaya Elementary School in Makassar City are still high at 39.4% and 23.1% respectively. Breakfast habits that are very low at only 22.1% have the potential to cause stunted growth and development of the child's brain, which has implications for the decrease in intelligence of the child. This research aims to improve the knowledge, motivation, and skills of parents and teachers about balanced nutrition of school children and improving students' practice and motivation in a clean and healthy environment. The research uses quasi-experimental methods with pre and post test designs. The population in this study were 50th grade students of the Makassar Cambayya state primary school. Implementation of activities in the form of lectures, discussions, balanced nutrition practices and PHBS. Knowledge, motivation, skills about balanced nutrition and PHBS were measured using a questionnaire. Assessment is carried out before and shortly after giving counseling and a week after giving counseling. The results of this service are based on the Wilcoxon test. It is known that there is a significant increase in knowledge before and shortly after giving counseling p = 0.039 (p <0.05) and a decrease in knowledge a week after counseling p = 0.011 (p <0.05). Suggestions that can be given to the school should be active in conveying information about PHBS to school children.
ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN DAN PENYIMPANAN GARAM BERYODIUM DI KELURAHAN BONTORANNU: STUDI KASUS DI KELURAHAN BONTORANNU KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO Praumaina, Mutiara; Safrullah Amir; Abdul Salam; Ulfa Najamuddin
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.44085

Abstract

Pendahuluan: Asupan yodium yang cukup melalui konsumsi garam beryodium penting untuk mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), namun distribusi dan konsumsinya di Indonesia masih menjadi tantangan, termasuk di daerah penghasil garam seperti Kelurahan Bontorannu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam pemilihan dan penyimpanan garam serta dampaknya terhadap ketersediaan dan mutu garam beryodium di rumah tangga. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 100 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling dari total populasi 1.367 rumah tangga. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, observasi langsung praktik penyimpanan, dan yodina test terhadap garam rumah tangga. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact test. Hasil: Sebanyak 63% memiliki pengetahuan kurang, 71% bersikap negatif terhadap garam beryodium, 71% menganggap harganya mahal, dan 59% merasa sulit memperolehnya. Hanya 28% rumah tangga memiliki garam beryodium. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, harga, aksesibilitas, serta kebiasaan memeriksa label dengan ketersediaan garam beryodium (p < 0,05). Hanya 21% rumah tangga menyimpan garam secara ideal, dan terdapat hubungan signifikan antara praktik penyimpanan dengan mutu garam beryodium (p=0,000), dimana mutu garam yang baik seluruhnya berasal dari rumah tangga dengan penyimpanan ideal. Kesimpulan: Perilaku masyarakat dalam memilih dan menyimpan garam berpengaruh terhadap ketersediaan dan mutu garam beryodium. Perlu edukasi berkelanjutan serta peningkatan akses dan keterjangkauan garam beryodium bagi masyarakat. Kata kunci : Garam Beryodium, Penyimpanan Garam, Mutu Garam, Ketersediaan Garam