Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The UTILIZATION OF KELAKAI LEAF SILAGE (Stenochlaena palustris) AS SUPPLEMENTARY FEED FOR KELABAU (Osteochilus melanopleurus) IN BIOFLOC SYSTEM Syahputri, Octaviana D; Fauzana, Noor A; Hanafie, Agussyarif; Nugroho, Agung
Journal of Aquatropica Asia Vol 10 No 1 (2025): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v10i1.6234

Abstract

Kelabau is a species of indigenous fish from Kalimantan and Sumatra that is now rarely found in rivers. This is due to the fishing by fishermen who are less selective for years without being balanced with cultivation efforts. Cultivations have several aspects that need to be considered, namely the availability of feed that contains good nutrients and is in accordance with the needs of fish. Kelakai is an alternative that can be used as additional feed for kelabau. the use of the biofloc system is also rarely done in kelabau farming. The combination of kelakai leaf silage and biofloc system has the potential to increase the efficiency of kelabau farming by applying environmentally friendly technology. The study aims to analyze the growth performance of kelabau. The research was carried out in the Wet Laboratory located at the Faculty of Fisheries and Marine Science, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The research method used was an experimental approach with a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 3 treatments which were repeated 3 times, so that a total of 9 experimental units were obtained, where Treatment K (Control) is commercial feed given at a dose of 5% of biomass weight, Treatment A is kelakai leaf silage at a dose of 5% of biomass weight, and Treatment B is commercial feed + kelakai leaf silage at a dose of 2.5% of biomass weight. The research results showed the best results in relative length of 121.5%, relative weight of 24.0%, and feed utilization efficiency of 47.3%. FCR showed the best results in treatment K of 0.68% and the best survival rate in treatments K and A of 99.3%. Treatment B can be considered as an alternative feed for the cultivation of kelabau in biofloc systems because it can improve growth performance.
Sosialisasi Budidaya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) kepada Siswa/i SMK PP Negeri Paringin di Balai Benih Ikan Lokal Gunung Manau Fakhrezi, Muhammad Azriel; Putra, Muhamad Yuanda; Syifa, Nor; Julianto, Rahmat; Siswanto, Siswanto; Hanafie, Agussyarif; Rahman, Abdur
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/f2j0s858

Abstract

Dalam pelaksanaannya, Balai Benih Ikan Lokal Gunung Manau tidak hanya melakukan kegiatan produksi benih ikan namun juga memberikan wadah berupa kesempatan kepada orang luar untuk belajar tentang cara budidaya ikan yang ada di sana seperti budidaya ikan lele sangkuriang. Sehingga dilaksanakanlah kegiatan sosialisasi ini melalui kegiatan kunjungan dari siswa SMK. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang cara budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang ada di Balai Benih Ikan Lokal Gunung Manau. Metode yang digunakan berupa demonstrasi sekaligus penyampaian informasi secara langsung terkait kegiatan budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Kegiatan ini meliputi pengenalan kolam-kolam mulai dari desain kolam hingga kontruksi kolam yang digunakan, demonstrasi pengukuran kualitas air kolam dan penyampaian informasi terkait budidaya ikan lele sangkuriang di indoor lele. Kegiatan ini juga diselipkan sesi tanya jawab seputar kegiatan budidaya yang ada di Balai Benih Ikan Lokal Gunung Manau. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah adanya pemahaman siswa/i SMK PP Negeri Paringin terkait informasi tentang budidaya ikan lele sangkuriang yang ada di Balai Benih Ikan Lokal Gunung Manau. Mulai dari informasi tentang kontrukai kolam, pengukuran kualitas air, hingga budidaya ikan lele sangkuriang yang ada di Balai Benih Ikan Lokal Gunung Manau.