Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pelaksanaan Akreditasi Puskesmas terhadap Kepuasan Pasien Ratna Dwi Wulandari; Ilham Akhsanu Ridho; S. Supriyanto; M. Bagus Qomaruddin; Nyoman Anita Damayanti; Agung Dwi Laksono; Alida Nella Fedelina Rassa
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 3: SEPTEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.892 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i3.6195

Abstract

Since the enactment of the National Health Insurance (JKN) policy, all Primary Health Care in Indonesiamust follow accreditation. Through accreditation, it is expected that the quality of Primary Health Care serviceswill increase, one of which can be seen from the increase in patient satisfaction. This study was conducted toanalyze the effect of accreditation on patient satisfaction. The study was conducted on 90 Primary Health Carepatients who had visited the Primary Health Care before and after accreditation. Data retrieval has been donecrossectionally. The paired-sample T test was conducted to see the significance of differences in satisfactionscores before and after accreditation. The results showed that there were significant differences in satisfactionscores between before and after accreditation for the dimensions of responsiveness, credibility, competence,communication, security, access, courtesy, understanding customer and tangibles. In the reliability dimensionno significant differences were found. While specifically for the cutomer understanding dimension there was adecrease in satisfaction scores after accreditation. Therefore, it is important for Primary Health Care to improvetheir service systems, especially related to fulfilling service promises that have been set as quality objectives.Dissemination of information to the public must be improved, so that the public becomes aware of the existence ofprograms run by the Primary Health Care, such as accreditation.
Dukungan Social Capital Dalam Keberlangsungan Program Desa Siaga Aktif Berstrata Mandiri Di Kabupaten Lumajang SITI A'ISYAH; M. BAGUS QOMARUDDIN
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 6 No 1: April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.799 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v6i1.68

Abstract

Desa siaga aktif merupakan salah satu program pemerintah untuk menanggulangi banyaknya masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Inti kegiatan dari desa siaga aktif adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat (Depkes RI, 2007). Keputusan Menteri Kesehatan RI (2011) menyatakan bahwa dari seluruh desa/kelurahan yang ada, desa siaga ditargetkan akan tercapai sebesar 80% menjadi desa siaga aktif pada tahun 2015. Di Provinsi Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan tertinggi terkait desa siaga aktif salah satunya yaitu Kabupaten Lumajang, tepatnya di Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Desa tersebut mendapatkan penghargaan desa siaga aktif dan menjadi desa percontohan desa siaga aktif yang memiliki nilai tertinggi sesuai dengan kriteria desa siaga aktif yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu kunci keberhasilan dan kelestarian program desa siaga aktif di Kabupaten Lumajang adalah adanya dukungan social capital yang dimiliki masyarakat seperti norma, kepercayaan dan jaringan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancang bangun yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan secara intensif dan mendalam terhadap informan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan social capital dalam keberlangsungan program desa siaga aktif di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel penelitian yang meliputi norma, kepercayaan dan jaringan dapat memperkuat masyarakat dalam melaksanakan program Desa Siaga Aktif di Kabupaten Lumajang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan social capital yang dimiliki masyarakat desa dapat mendukung dalam keberlangsungan program desa siaga aktif di Kabupaten Lumajang. Oleh sebab itu, apapun bentuk social capital yang dimiliki masyarakat perlu untuk dimanfaatkan, sehingga desa siaga aktif lebih mudah untuk bergerak dan berjalan.
Analisis Faktor Risiko Low Back Pain Pada Perawat Di Tempat Kerja Menurut Ecological Models (Literature Review) Martha Sri Astuti; M. Bagus Qomaruddin; Oedojo Soedirham
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 3 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i3.14548

Abstract

Objective: to identify risk factors of low back pain on Nurses in the workplace according to Ecological Models.Methods: The research design is Literature Review using Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) checklist. Systematic search was done in Scuence Direct, Medline, Pubmed, and Proquest.  The articles was searched using keywords and cross-sectional, RCT, Quasi-experimental, Analisa kuantitatif, Prospective longitudinal study, Randomized Control and Trial. Results: 41 study were included in this review.  The study found 14 ris factors in intrapersonal level, 2 in interpersonal level, 4 in organizational level and 4 in community level. The study found that smoking is not a risk factor.Conclusion:  The study found 24 risk factors for low back pain on nureses in the workplace in 4 levels of Ecological Models. A comprehensive intervention is needed to get more effective result.