Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Health System Resilience in the Contex of COVID-19 Vaccination Management in Indonesia Hermawan Saputra; Herlina J. R. Saragih; Oskar Vitriano; Nadilah Salma
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 11 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v11i2.12007

Abstract

COVID-19 cases are still increasing, and some countries are even experiencing a surge in cases for the second time. COVID-19 cases in Indonesia as of April 2021 almost reached one million. The Indonesian government is targeting the COVID-19 vaccination in Indonesia to reach 70%, covering the target of vaccine recipients of around 181.5 million people. The government conveyed the target optimistically to be achieved within 15 months. However, the achievements during the initial 3 months were only 5.72% for dose I and 2.99% for dose II. This study aims to review the health system’s resilience in COVID-19 vaccination. The approaches and methods used to obtain this information were qualitative with the method of desk study, expert study, and in-depth interviews. The results showed that the components of the health resilience strategy in COVID-19 vaccination in Indonesia experienced obstacles, especially in the aspects of vaccine availability, data collection, and maximizing the role of human resources through the support of actual research on vaccine development. Thus, it is necessary to strengthen the health system that accompanies the COVID-19 vaccination program by implementing health protocols, 3T surveillance (testing-tracing-treatment), and other approaches comprehensively.
Pola Asuh Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Pada Masa Pandemi COVID-19 Siti Nur Fauziah; Ratu Ayu Dewi Sartika; Hermawan Saputra
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1075

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara dengan “tiga beban malnutrisi”, sebelum adanya pandemi COVID-19. Tujuh juta anak di Indonesia mengalami stunting. Sebagian dari total ibu hamil mengalami anemia. Stunting dapat terjadi akibat pola asuh balita yang tidak sesuai dan pola makan balita yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola asuh terhadap balita stunting usia 24-59 bulan pada masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan terpilih Kota Depok Jawa Barat Tahun 2020. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kecamatan Pengasinan, yaitu Kelurahan Pengasinan dan Bedahan. Pelaksanaan penelitian ini mulai bulan Juli-Agustus tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa masih banyak ibu balita yang kurang tepat dalam hal pola asuh balita. Mulai dari kurangnya pemahaman tekait ASI Eksklusif dan MPASI, pentingnya imunisasi dasar lengkap, vitamin A, dan praktik pemberian makan serta kurang tepatnya pola pemberian makan pada balita. Selain itu praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Pengasinan sudah cukup baik selama masa pandemi stunting tetapi pelayanan kesehatan khusus balita stunting dianggap kurang karena selamapandemi tidak ada pelayanan kesehatan khusus yang diterima balita stunting. Diharapkan untuk mengevaluasi kinerja kader-kader posyandu. Selain itu, nakes juga perlu memberikan mentoring dan coaching pada kader, sehingga meningkatkan kapasitas kader posyandu.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi pada balita suspek campak di Puskesmas Kasriani Kasriani; Erlin Listiyaningsi; Hermawan Saputra
Faletehan Health Journal Vol 12 No 01 (2025): Faletehan Health Journal, Maret 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i01.731

Abstract

Approximately 140,000 global child deaths each year are caused by measles, making measles a major focus in public health aspects. In 2021, there were 489 suspected measles cases in DKI Jakarta. In this case, in 2022, Cilincing District contributed 389 measles cases. Measles can be prevented by immunization. Cilincing District has an achievement of 98.3% for the measles immunization program. However, with this achievement, measles cases in Cilincing District are still quite high. This study aims to determine the factors associated with suspected measles cases in toddlers and the completeness of immunization obtained. Cross-sectional is the design in this study with a sample size of 220 taken by purposive sampling. Data analysis was carried out using the chi square test. The results of the analysis in this study found a relationship between the completeness of measles immunization with age (p-value 0.042), education (p-value 0.002), employment (p-value 0.009), attitude (p-value <0.001), availability of health facilities (p-value 0.010), and ease of access (p-value 0.049). However, it is known that the knowledge variable does not have a significant relationship with the completeness of measles immunization. The government and public health programs should target factors that have been proven to have an influence, such as increasing access to services, support for working mothers, and campaigns that form positive attitudes towards immunization.
Situasi Covid-19 di DKI Jakarta Periode Januari - Juli 2022 Hermawan Saputra
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2718

Abstract

Latar belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui droplet atau percikan ludah penderitanya. Orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dapat menularkan kepada orang lain selama sel inangnya masih hidup di dalam tubuh. Virus Corona terus berkembang dan mereplikasi dirinya pada saluran pernapasan manusia, mulai dari mulut, saluran pernafasan atas hingga paru-paru. Penularan virus ini melalui droplet atau cairan mini yang keluar, misalnya ketika kita bicara, batuk atau bersin. Jika cairan mini tersebut mengenai orang lain maka berpotensi menjadi sarana penularan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat Situasi Covid-19 di DKI Jakarta dilakukan dengan cara pemantauan data dari bulan Januari hingga bulan Januari 2022, hal ini meliputi distribusi penyebaran pasien positif, pasien sembuh, pasien meninggal, Case Fatality Rate (CFR) dan Cumulative Incidence (CI). Metode: Desain Penelitian ini menggunakan Pre eksperimental one group pretest posttest. Sampel penelitian sebanyak 26 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi kenaikan kasus positif pasien covid-19 di DKI Jakarta pada bulan februari dan Juli Tahun 2022, peningkatan pasien sembuh, peningakatan CFR pada bulan Maret dan Juli, dimana kenaikan CFR tertinggi terjadi pada bulan April yaitu sebesar 1,07%, sedangkan CI pada periode Januari hingga Juli Tahun 2022 yaitu sebesar 0,60%. Kesimpulan: Kesimpulan selama periode januari hingga juli 2022 kasus covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningktan- penurunan dan peningkatan lagi pada bulan Juli, hal ini dikarenakan adanya pelonggaran penggunaan masker diruang terbuka serta semakin meningkatnya aktifitas masyarakat diluar rumah. Pada dasarnya Covid-19 dapat saja menyerang berbagai usia dan karakteristik masyrakat untuk itu diperlukan penguatan community based untuk meningkatkan kesabaran, dan kesadaran.
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelayanan Radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Cipto Mangunkusumo: Service Quality Improvement Strategy in Radiotherapy Service in General Hospital National Dr. Cipto Mangunkusumo Hamdi Rubiyanto; Hermawan Saputra; Pradnya Pramita; Desrialita Faryanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2719

Abstract

Latar belakang: Indikator kualitas merupakan instrumen yang dapat memberikan gambaran atau potret suatu kinerja yang dilakukan oleh suatu organisasi. Kualitas layanan yang dikembangkan oleh A Parasuraman, Valarie A Zheitaml dan L Berry disebut dengan Service Quality Model (SERVQUAL). Model kualitas layanan secara rinci menggambarkan empat kesenjangan yang dapat menyebabkan kualitas layanan tidak dapat dicapai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan radiologi sehingga dapat dijadikan sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan radioterapi di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesenjangan pengetahuan, kesenjangan standar, kesenjangan penyampaian dan kesenjangan komunikasi, faktor-faktor mana yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Kesimpulan: Strategi yang dapat mengurangi kesenjangan pelayanan adalah meningkatkan produktivitas pelayanan, membuat perencanaan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mengembangkan sistem kepegawaian berstandar internasional, melakukan review dan evaluasi, mempromosikan peralatan yang ada, mengembangkan sistem informasi manajemen yang terintegrasi, dan meningkatkan kualitas. karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Diharapkan penulis selanjutnya dapat melakukan penelitian dalam lingkup yang lebih besar dan sampel penelitian.
Kesesuaian Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Penyelenggaraan Ambulans di DKI Jakarta: Compliance With Health Service Quality Standards For Ambulance Operation in Dki Jakarta Hermawan Saputra
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4780

Abstract

Latar belakang: Kesehatan adalah investasi dalam mendukung pembangunan ekonomi dan memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Salah satu tantangan pelayanan kesehatan dasar di Indonesia dan khususnya di wilayah DKI Jakarta ialah layanan Ambulans. Pelayanan ini sangat banyak melibatkan stakeholder dan juga melibatkan peran serta masyarakat secara partisipatif dan peduli sosial (social care). Pada sisi lain, banyaknya ambulans yang beroperasi tersebut diperkirakan tidak semuanya memiliki standar mutu, pengelolaan hingga izin operasional dalam penyelenggaraannya. Pelayanan Ambulans merupakan kebutuhan masyarakat dalam kondisi kedaruratan menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Melihat kesesuaian ambulans berdasarkan standarisasi ambulans, mekanisme perizinan, pengawasan hingga integrasi sistem penanganan kegawatdaruratan di DKI Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desk study dan analisa kuantitatif di dapatkan dari analisis data sekunder hasil survey pada Laporan Biro Kesos Setda DKI Jakarta terkait Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Peraturan Gubernur Nomor 120 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Ambulans Dan Mobil Jenazah. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan penyelenggaraan pelayanan ambulans di DKI Jakarta sudah hampir seluruhnya sesuai standar. Dari hasil survey Biro Kesos Setda DKI Jakarta pada 148 sampel di dapatkan hasil bahwa hampir seluruhnya memiliki persentase kesesuaian standarisasi berkisar antara 40% - 96%. Kesimpulan: Provinsi DKI Jakarta termasuk contoh sukses upaya penyelenggaraan pelayanan ambulans yang bermutu. Namun dari pelayanan ambulans yang tersedia, masih ada beberapa standar yang belum terpenuhi seperti perizinan, alat kesehatan dan obat-obatan serta GPS.