Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL PRODUKSI UMKM PENGRAJIN SERAT MENDONG DESA BLAYU KEC. WAJAK Duwi Leksono Edy; Widiyanti Widiyanti; Fahru Riza; Kharis Sofia
Jurnal KARINOV Vol 2, No 2 (2019): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.848 KB) | DOI: 10.17977/um045v2i2p89-92

Abstract

UMKM merupakan sebuah sarana untuk meningkatkan kratifitas masyarakat yang memiliki hasil jual dan daya saing di dunia pasar. Dengan melalui UMKM kesejahteraan masyarakan dapat tercapai dan juga meningkatkan lapangan usaha untuk masyarakat kecil. Seperti produk kerajinan anyaman mendong di kecamatan wajak telah ditetapkan sebagai komoditas khas Kecamatan Wajak. Produk kerajinan anyaman mendong antara lain dari UMKM seperti untuk bahan dasar  topi, tikar, tas, dan lain-lain sesuai dengan pesanan konsumen. Produk kerajinan anyaman mendong ditekuni oleh banyak orang, sehingga setiap upaya pengembangannya akan membawa dampak multiplier yang luas terhadap perekonomian masyarakat setempat. Permasalahan yang dialami oleh UMKM desa tersebut adalah terkendala masalah produksi yang kurang maksimal karena tidak mencukupi permintaan dari pasar. Permasalahan tersebut diakibatkan masih banyak UMKM yang menggunakan konvensional sehingga dalam proses produksi membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Solusi untuk mengatasi kendala-kendala permasalahan maka diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang sekaligus berfungsi sebagai pelatihan dan pembuatan alat sebagai media untuk percepatan proses produksi. Alat yang dihasilkan berupa alat kerja mesin pemintal mendong yang bekerja secara otomatis dengan kerja kontiniu sehinggi hasil produksi diharapkan ada peningkatan dari hasil produksi sebelumnnya yang menggunakan mesin konfesional atau manual.  Proses produksi tampar mendong desa blayu kecamatan wajak setian bulan mencapai ± 500 – 700 meter. Hasil tersebut masih kurang dalam mencukupi permintaan konsumen. Permasalahan ini yang dihapai pengrajin tampar mendong di desa blayu. Setelah kami berkomunikasi dengan para pengusaha dan pengrajin anyaman tampar mendong, kami menghasilkan solusi yang bertujuan untuk peningkatan hasil produksi anyaman tampar mendong. Teknologi tepat guna yang memiliki cara kerja multi fungsi diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi pada setiap bulan. Dengan rancangan dan desain yang otomatis dan secara elektrik. Target produksi dalam satu bulan bisa mencapai ± 3000 – 5000 meter dengan akumulasi produksi setiap jam mencapai 8 meter. Desain teknologi mesin yang terbaru dan efisien diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi anyaman tempar mendong dan perekonomian masyarakat blayu pada umumnya.
Membangun Problem-solving Skill di Tempat Kerja melalui Pembentukan Keterampilan Literasi Sains: Sebuah Tinjauan Literatur Fahru Riza; Yoto Yoto; Didik Nurhadi
Jurnal Taman Vokasi Vol 13 No 1 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jtvok.v13i1.19275

Abstract

Science literacy plays an important role in shaping Problem-solving Skills in the workplace, especially in the face of increasingly complex industry challenges. This study uses the Narrative Literature Review (NLR) approach to explore the relationship between science literacy and problem-solving skills and identify effective approaches in improving these competencies. Problem-Based Learning (PBL) (PBL) and Root Cause Analysis (RCA) are proven methods to improve critical thinking, analytical, and data-driven decision-making skills in the work environment. The results of the study showed that workers with better science literacy have higher abilities to analyze problems, develop innovative solutions, and optimize the production process. In addition, strategies to increase science literacy through problem-based training, team collaboration, and employee empowerment have proven to be effective in supporting the strengthening  of Problem-solving Skills. Evaluation of training programs is necessary to ensure their effectiveness in meeting industry needs. Thus, the integration of science literacy in vocational education and industrial training programs is a strategic step in preparing an adaptive, innovative, and competitive workforce. This study provides recommendations for the world of education and industry in developing a science literacy-based curriculum to increase the competitiveness of the workforce in the digital era.