Zulhanan Zulhanan
UIN Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nikita Dian Paranti; Zulhanan Zulhanan; Umi Hijriyah; Muhammad Akmansyah
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.5337

Abstract

Persepsi merupakan suatu proses yang dipelajari melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Reaksi persepsi yang diberikan seseorang bisa menjadi reakasi positif atau negatif. Rekasi positif merupakan tanggapan yang baik berupa rasa senang sehingga dalam memberikan respon dan selanjutnya akan menampakkan kecenderungan untuk berbuat. Latar belakang penelitian ini adalah pendidikan merupakan hak dari setiap anak yang seharusnya diberikan orang tua kepada anaknya dalam keluarga terutama pendidikan Agama Islam. Namun pada realitanya hal tersebut tidak dapat diberikan karena kesibukan orang tua dalam bekerja untuk mencukupi kebutuhan dalam rumah tangga, selain itu juga masyarakat memiliki minat rendah pada lembaga pendidikan yang berbasis Agama dan juga kurangnya pengetahuan masyarakat tentang lembaga pendidikan yang berbasis Agama. Masyarakat di Desa Batumarta VI merupakan masyarakat yang multicultural dimana mereka hidup berrdampingan dengan masyarakat non muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pendidikan Agama Islam di Desa Batumarta VI Kabupaten Oku Timur. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan latar Masyarakat muslim Desa Batumarta VI Kabupaten Oku Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian ujian keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Pemahaman Masyarakat tentang Agama Islam di Desa Batumarta VI terbilang cukup baik. Mereka memiliki pandangan bahwasannya Agama Islam tidak hanya berkaitan dengan ibadah saja melainkan juga untuk kehidupan bermasyarakat. 2) Tanggapan Masyarakat Desa Batumarta VI tentang pendidikan Agama Islam, pendidikan Agama Islam akan menghasilakan anak-anak yang berakhlak baik berpengetahuan Islami serta pendidikan ini merupakan tanggungjawab bersama. 3) Peran dalam pelaksanaan pendidikan Agama Islam berjalan dengan baik, hal ini telihat dari kegiatan masyarakat yang ikut dalam kegiatan keagamaan dan anak-anak yang ikut kegiatan TPA setiap hari.
INTEGRASI NEUROSAINS DALAM PEMBELAJARAN IMLA’: ANALISIS DAMPAK BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KOGNITIF DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Fahmi Alamsyah; Ahmad Nur Mizan; Fachrul Ghazi; Zulhanan Zulhanan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi neurosains melalui model Brain-Based Learning (BBL) dalam pembelajaran imla’ serta dampaknya terhadap kemampuan kognitif dan hasil belajar peserta didik kelas IX di MTs Ulul Albab Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis penelitian didasarkan pada teori Brain-Based Learning dari Caine & Caine yang menekankan prinsip relaxed alertness, orchestrated immersion, dan active processing, serta teori Erik Jensen tentang pentingnya stimulasi multisensori, emosi positif, dan pengenalan pola dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BBL dilakukan melalui suasana belajar yang rileks dan menyenangkan, penggunaan aktivitas auditori, visual, dan kinestetik, pengulangan bermakna, serta refleksi terhadap kesalahan penulisan. Pendekatan ini terbukti meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman peserta didik terhadap kaidah imla’, terutama dalam membedakan hamzah washal dan hamzah qath’i. Sebelum penerapan BBL, nilai imla’ peserta didik berada pada kisaran 68–72 dengan tingkat ketuntasan sekitar 55–60%. Setelah penerapan BBL, kesalahan penulisan berkurang, ketepatan penggunaan hamzah meningkat, dan nilai peserta didik menjadi lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi neurosains melalui BBL tidak hanya meningkatkan hasil belajar imla’, tetapi juga membantu peserta didik memahami proses menulis bahasa Arab sesuai dengan cara kerja otak. Oleh karena itu, guru Bahasa Arab disarankan menerapkan pembelajaran multisensori dan reflektif, khususnya pada materi hamzah washal dan hamzah qath’i.